27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Mini ‘Dealing in Distance’ Tiba di Bali dengan Lebih dari 30 Seniman: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

tatkala by tatkala
January 19, 2026
in Panggung
Festival Mini ‘Dealing in Distance’ Tiba di Bali dengan Lebih dari 30 Seniman: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

FESTIVAL mini keliling “Dealing in Distance” yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut akan melawat ke Bali pada 22–25 Januari 2026, berlangsung di tiga lokasi di Denpasar: CushCush Gallery, Masa Masa, dan MASH Denpasar. Menampilkan lebih dari 30 kontribusi artistik dari Asia Tenggara serta diaspora Asia Tenggara—beberapa di antaranya memiliki keterkaitan dengan Jerman—festival ini menghadirkan lebih dari 20 program publik, termasuk pameran, pertunjukan, lokakarya, diskusi, serta tur jalan kaki.

Edisi di Bali ini merupakan kelanjutan dari perhelatan festival di Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam, pada dua pekan awal Januari, meneruskan eksplorasinya terhadap berbagai gagasan tentang diaspora, migrasi, dan identitas dalam jarak. “Dealing in Distance” dirancang sebagai platform untuk praktik berbasis riset, yang memandang pengetahuan sebagai proses berkelanjutan ketimbang kesimpulan yang tetap, bergerak antara konteks lokal dan global.

Diinisiasi oleh Goethe-Institut di Indonesia, Filipina, dan Vietnam (Ho Chi Minh City dan Hanoi), “Dealing in Distance” secara konseptual dirumuskan oleh kurator regional, RED Nguyễn Hải Yến, yang bertolak dari gagasan bahwa identitas tidak tumbuh dari satu asal-usul tunggal, melainkan dari berbagai keterhubungan. Edisi ketiganya di Bali diwujudkan melalui kolaborasi dengan dua kurator lokal, Wayan Sumahardika dan Savitri Sastrawan.

“Sejalan dengan komitmen Goethe-Institut terhadap dialog dan mobilitas, Dealing in Distance melalui variasi program publiknya  menghadirkan berbagai perjumpaan yang kerap kali berlangsung tidak seimbang dan tak sepenuhnya terselesaikan—antara seniman diaspora Asia Tenggara kontemporer, seniman Indonesia, dan seniman Bali. Dengan mempertemukan beragam perspektif ini, kami berharap dapat memantik refleksi, pertukaran gagasan, serta cara-cara baru dalam memahami keterhubungan budaya di dunia yang kian bergerak,” ujar Dr. Marguerite Rumpf, Kepala Regional Program Budaya di Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Exhibition | © Là Hiếu
Exhibition | © Là Hiếu

Bali menghadirkan lensa kritis untuk merefleksikan gagasan tentang rasa kepemilikan di luar definisi-definisi yang tetap, dibentuk oleh kerangka pandangan dunia yang jamak, sejarah migrasi dan pariwisata, serta negosiasi yang terus berlangsung antara tradisi dan pengalaman kontemporer. Dalam konteks ini, Bali menjadi situs aktif tempat lapisan-lapisan masa lampau dan masa kini yang beririsan;  sehingga konsep “KAMU DARI MANA? (WHERE ARE YOU FROM?)”, menemukan resonansinya.

Dealing in Distance “KAMU DARI MANA? (WHERE ARE YOU FROM?)” menampilkan kontribusi artistik dari:

Alvin Collantes | Amal Purnama | Bilawa Ade Respati | Bumi Bajra | [cap naga] | Don Rare Nadiana x Wulan Dewi Saraswati | Ferdiansyah Tajib | Gatari Surya Kusuma | Gede Yogi Sukawiadnyana x Ni Komang Ayu Anantha Putri x Manik Sukadana | Hà Thúy Hằng | Hiền Hoàng | Hoo Fan Chon | I Ngurah Suryawan | I Putu Oka Surya Pratama | Jules Leaño | Made Masak | Melati Suryodarmo | Nelden Djakababa Gericke x Putri Minangsari | Noutnapha Soydala | Nindya Nareswari | Nuturang | Phạm Minh Đức | Prinka Saraswati | Sarnt Utamachote, Plum, Gula Malacca | Vita Wulansari | Wayan Gde Yudane x Putu Septa | Woven Kolektif | Zelin Seah

Thelma and the Vixen | © Là Hiếu

Wayan Sumahardika, salah satu kurator festival, menyatakan, “Dealing in Distance mengajak para seniman dan khalayak untuk membaca Bali bukan semata sebagai destinasi wisata yang paradisiakal, melainkan sebagai laboratorium sosial dan artistik tempat diaspora, sejarah, dan mobilitas terjalin. Berlatar pesatnya perkembangan pariwisata dan citra global Bali, program ini mengajukan pertanyaan kritis: adakah yang bisa disebut sebagai identitas Bali yang otentik?”

Menyikapi luapan emosi yang tercurah dari perjumpaan antara pendatang dan warga lokal—di tengah globalisasi budaya, pariwisata massal, dan kerentanan sosial—para seniman Bali lintas generasi dalam program ini mengartikulasikan posisi estetika dan politik mereka melalui berbagai konteks wilayah di Bali. Before the Pulse Fails karya Wayan Gde Yudane dan Putu Septa menyuguhkan pengalaman sonik yang menangkap ketegangan antara tradisi yang hidup dan risiko keterputusan secara ritmis; retakan, geseran, dan disusun ulang.

Kolaborasi antara Don Rare Nadiana dan Wulan Dewi Saraswati dalam Mengguh Les: Exploring the Diversity of Flavors in Bali menjadikan rasa sebagai medium untuk menyampaikan sejarah panjang peradaban Bali—sejarah yang tetap cair, terbuka, dan terus-menerus diartikulasikan ulang melalui imajinasi kewargaan yang baru.

Woven Kolektif, sebuah kolektif seniman berbasis di Australia dan Jerman yang memiliki ikatan diaspora ke Indonesia, mengeksplorasi memori kolektif untuk membentuk dialog yang lebih luas mengenai sejarah bersama melalui karya audio-visual dan taktil mereka.

Untuk melihat keberagaman cerita dan perspektif di pengasingan, berbagai pertunjukan digelar oleh para diaspora dari Asia Tenggara. Thelma and the Vixen, sebuah performative reading karya Nelden Djakababa Gericke, menyoroti kesedihan wanita Filipina paruh baya dalam perjuangannya menghadapi menopause, Ia berkolaborasi dengan penyair dan penari Putri Minangsari serta komposisi suara oleh Bilawa Ade Respati.

Thelma and the Vixen | © Là Hiếu

Merefleksikan Bali yang dijuluki sebagai surga, karya berikut menyoroti bagaimana pariwisata global, migrasi tenaga kerja, dan ekonomi jasa berinteraksi dengan komodifikasi keintiman. Sarnt Utamachote bersama Plum dan Gula Malacca menghadirkan pertunjukan berdurasi panjang selama lima jam, Girls gotta do what girls do?, yang menyingkap refleksi kritis terhadap dinamika tersebut.

Untuk mengetahui seluruh rangkaian program publik “Dealing in Distance”, silakan mengakses goethe.de/indonesia/dealingindistance.

###

Tentang Goethe-Institut

Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktif di seluruh dunia. Kami mempromosikan pengajaran bahasa Jerman di luar negeri dan mendorong pertukaran budaya antarbangsa. Kami juga menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai Jerman melalui informasi tentang kehidupan politik, sosial dan budaya di Jerman. Beragam program budaya dan pendidikan kami menyokong dialog antarbudaya dan memfasilitasi partisipasi kultural. Berbagai program tersebut memperkukuh struktur-struktur masyarakat madani dan mendukung mobilitas global.

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Tags: balifestivalGoethe-InstitutJermanPameran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Next Post

Teknologi Membuat Hidup Tak Terbatas, Tapi Juga Membatasi Hidup

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

Read moreDetails

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails
Next Post
Teknologi Membuat Hidup Tak Terbatas, Tapi Juga Membatasi Hidup

Teknologi Membuat Hidup Tak Terbatas, Tapi Juga Membatasi Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara
Opini

Tatkala Seniman Tak Lagi Bersuara

SENIN pagi, 26 Oktober 2026, saya mengikuti sebuah diskusi di Markas Besar UNESCO, Paris, yang bertajuk Artists at Risk: Voices...

by I.G.A.K. Satrya Wibawa
October 27, 2026
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri
Esai

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

by Angga Wijaya
October 27, 2026
Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung
Esai

Bulan Bahasa: Jangan Hanya Ramai di Atas Panggung

Oktober selalu menjadi bulan istimewa bagi dunia pendidikan. Sekolah-sekolah menyelenggarakan Bulan Bahasa melalui berbagai kegiatan, mulai dari lomba membaca puisi,...

by I Wayan Yudana
October 27, 2026
Membaca  Ulang “Ubud is Winter”
Ulas Rupa

Membaca  Ulang “Ubud is Winter”

SORE menjelang senja di Gajah Mas Gallery, Pengosekan, Ubud-Gianyar, matahari kian sorong ke batas laut. Cahaya jingga yang kerap memantul...

by I Wayan Westa
October 27, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co