6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Mini ‘Dealing in Distance’ Tiba di Bali dengan Lebih dari 30 Seniman: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

tatkala by tatkala
January 19, 2026
in Panggung
Festival Mini ‘Dealing in Distance’ Tiba di Bali dengan Lebih dari 30 Seniman: Menjelajahi Diaspora, Migrasi, dan Rasa Kepemilikan

FESTIVAL mini keliling “Dealing in Distance” yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut akan melawat ke Bali pada 22–25 Januari 2026, berlangsung di tiga lokasi di Denpasar: CushCush Gallery, Masa Masa, dan MASH Denpasar. Menampilkan lebih dari 30 kontribusi artistik dari Asia Tenggara serta diaspora Asia Tenggara—beberapa di antaranya memiliki keterkaitan dengan Jerman—festival ini menghadirkan lebih dari 20 program publik, termasuk pameran, pertunjukan, lokakarya, diskusi, serta tur jalan kaki.

Edisi di Bali ini merupakan kelanjutan dari perhelatan festival di Hanoi dan Ho Chi Minh City, Vietnam, pada dua pekan awal Januari, meneruskan eksplorasinya terhadap berbagai gagasan tentang diaspora, migrasi, dan identitas dalam jarak. “Dealing in Distance” dirancang sebagai platform untuk praktik berbasis riset, yang memandang pengetahuan sebagai proses berkelanjutan ketimbang kesimpulan yang tetap, bergerak antara konteks lokal dan global.

Diinisiasi oleh Goethe-Institut di Indonesia, Filipina, dan Vietnam (Ho Chi Minh City dan Hanoi), “Dealing in Distance” secara konseptual dirumuskan oleh kurator regional, RED Nguyễn Hải Yến, yang bertolak dari gagasan bahwa identitas tidak tumbuh dari satu asal-usul tunggal, melainkan dari berbagai keterhubungan. Edisi ketiganya di Bali diwujudkan melalui kolaborasi dengan dua kurator lokal, Wayan Sumahardika dan Savitri Sastrawan.

“Sejalan dengan komitmen Goethe-Institut terhadap dialog dan mobilitas, Dealing in Distance melalui variasi program publiknya  menghadirkan berbagai perjumpaan yang kerap kali berlangsung tidak seimbang dan tak sepenuhnya terselesaikan—antara seniman diaspora Asia Tenggara kontemporer, seniman Indonesia, dan seniman Bali. Dengan mempertemukan beragam perspektif ini, kami berharap dapat memantik refleksi, pertukaran gagasan, serta cara-cara baru dalam memahami keterhubungan budaya di dunia yang kian bergerak,” ujar Dr. Marguerite Rumpf, Kepala Regional Program Budaya di Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Exhibition | © Là Hiếu
Exhibition | © Là Hiếu

Bali menghadirkan lensa kritis untuk merefleksikan gagasan tentang rasa kepemilikan di luar definisi-definisi yang tetap, dibentuk oleh kerangka pandangan dunia yang jamak, sejarah migrasi dan pariwisata, serta negosiasi yang terus berlangsung antara tradisi dan pengalaman kontemporer. Dalam konteks ini, Bali menjadi situs aktif tempat lapisan-lapisan masa lampau dan masa kini yang beririsan;  sehingga konsep “KAMU DARI MANA? (WHERE ARE YOU FROM?)”, menemukan resonansinya.

Dealing in Distance “KAMU DARI MANA? (WHERE ARE YOU FROM?)” menampilkan kontribusi artistik dari:

Alvin Collantes | Amal Purnama | Bilawa Ade Respati | Bumi Bajra | [cap naga] | Don Rare Nadiana x Wulan Dewi Saraswati | Ferdiansyah Tajib | Gatari Surya Kusuma | Gede Yogi Sukawiadnyana x Ni Komang Ayu Anantha Putri x Manik Sukadana | Hà Thúy Hằng | Hiền Hoàng | Hoo Fan Chon | I Ngurah Suryawan | I Putu Oka Surya Pratama | Jules Leaño | Made Masak | Melati Suryodarmo | Nelden Djakababa Gericke x Putri Minangsari | Noutnapha Soydala | Nindya Nareswari | Nuturang | Phạm Minh Đức | Prinka Saraswati | Sarnt Utamachote, Plum, Gula Malacca | Vita Wulansari | Wayan Gde Yudane x Putu Septa | Woven Kolektif | Zelin Seah

Thelma and the Vixen | © Là Hiếu

Wayan Sumahardika, salah satu kurator festival, menyatakan, “Dealing in Distance mengajak para seniman dan khalayak untuk membaca Bali bukan semata sebagai destinasi wisata yang paradisiakal, melainkan sebagai laboratorium sosial dan artistik tempat diaspora, sejarah, dan mobilitas terjalin. Berlatar pesatnya perkembangan pariwisata dan citra global Bali, program ini mengajukan pertanyaan kritis: adakah yang bisa disebut sebagai identitas Bali yang otentik?”

Menyikapi luapan emosi yang tercurah dari perjumpaan antara pendatang dan warga lokal—di tengah globalisasi budaya, pariwisata massal, dan kerentanan sosial—para seniman Bali lintas generasi dalam program ini mengartikulasikan posisi estetika dan politik mereka melalui berbagai konteks wilayah di Bali. Before the Pulse Fails karya Wayan Gde Yudane dan Putu Septa menyuguhkan pengalaman sonik yang menangkap ketegangan antara tradisi yang hidup dan risiko keterputusan secara ritmis; retakan, geseran, dan disusun ulang.

Kolaborasi antara Don Rare Nadiana dan Wulan Dewi Saraswati dalam Mengguh Les: Exploring the Diversity of Flavors in Bali menjadikan rasa sebagai medium untuk menyampaikan sejarah panjang peradaban Bali—sejarah yang tetap cair, terbuka, dan terus-menerus diartikulasikan ulang melalui imajinasi kewargaan yang baru.

Woven Kolektif, sebuah kolektif seniman berbasis di Australia dan Jerman yang memiliki ikatan diaspora ke Indonesia, mengeksplorasi memori kolektif untuk membentuk dialog yang lebih luas mengenai sejarah bersama melalui karya audio-visual dan taktil mereka.

Untuk melihat keberagaman cerita dan perspektif di pengasingan, berbagai pertunjukan digelar oleh para diaspora dari Asia Tenggara. Thelma and the Vixen, sebuah performative reading karya Nelden Djakababa Gericke, menyoroti kesedihan wanita Filipina paruh baya dalam perjuangannya menghadapi menopause, Ia berkolaborasi dengan penyair dan penari Putri Minangsari serta komposisi suara oleh Bilawa Ade Respati.

Thelma and the Vixen | © Là Hiếu

Merefleksikan Bali yang dijuluki sebagai surga, karya berikut menyoroti bagaimana pariwisata global, migrasi tenaga kerja, dan ekonomi jasa berinteraksi dengan komodifikasi keintiman. Sarnt Utamachote bersama Plum dan Gula Malacca menghadirkan pertunjukan berdurasi panjang selama lima jam, Girls gotta do what girls do?, yang menyingkap refleksi kritis terhadap dinamika tersebut.

Untuk mengetahui seluruh rangkaian program publik “Dealing in Distance”, silakan mengakses goethe.de/indonesia/dealingindistance.

###

Tentang Goethe-Institut

Goethe-Institut merupakan lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman yang aktif di seluruh dunia. Kami mempromosikan pengajaran bahasa Jerman di luar negeri dan mendorong pertukaran budaya antarbangsa. Kami juga menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai Jerman melalui informasi tentang kehidupan politik, sosial dan budaya di Jerman. Beragam program budaya dan pendidikan kami menyokong dialog antarbudaya dan memfasilitasi partisipasi kultural. Berbagai program tersebut memperkukuh struktur-struktur masyarakat madani dan mendukung mobilitas global.

Reporter/Penulis: Siaran Pers
Editor: Adnyana Ole

Tags: balifestivalGoethe-InstitutJermanPameran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pariwisata Vietnam: Mungkinkah Menggeser Indonesia?

Next Post

Teknologi Membuat Hidup Tak Terbatas, Tapi Juga Membatasi Hidup

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Teknologi Membuat Hidup Tak Terbatas, Tapi Juga Membatasi Hidup

Teknologi Membuat Hidup Tak Terbatas, Tapi Juga Membatasi Hidup

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co