3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

NOT FOR SALE: Seni, Kedaulatan, dan Pertarungan Kendali Pariwisata Bali

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
December 7, 2025
in Ulas Rupa
NOT FOR SALE: Seni, Kedaulatan, dan Pertarungan Kendali Pariwisata Bali

Karya instalasi “Not For Sale” dan senimannya, I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Bali sering dipasarkan ke dunia sebagai “surga” pulau kecil yang entah bagaimana mampu memuaskan jutaan wisatawan setiap tahunnya. Namun di balik gemerlap itu, suara masyarakat lokal kian teredam. Di balik industri pariwisata, tersimpan ketegangan mendasar: siapa sebenarnya yang berhak menentukan arah dan masa depan pulau ini?

Di titik krusial inilah seniman Ubud, I Wayan “Nano” Sudarna Putra, hadir melalui medium yang paling ia kuasai: seni instalasi. Bukan di galeri atau museum, melainkan di tengah sawah ruang yang menjadi akar agraris Bali dan kini berada di garis tembak alih fungsi lahan.

“Not For Sale” karya I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Tepat pada 6 Desember 2025, dalam program Bisik Basa Basi bertema Risau di Abian Carik, Desa Kapal, Nano menampilkan kembali karya ikoniknya, “Not For Sale”. Instalasi ini dibangun dari bambu dan alang-alang material yang dipilih bukan sekadar karena terjangkau, tetapi sarat makna: simbol perlindungan, pemurnian, dan penjaga keseimbangan dalam kosmologi Hindu Bali.

Dengan bahasa sederhana namun tajam, karya ini menegaskan: “Sebelum sawah menjadi komoditas, ia adalah ruang suci.”

Seni yang Menggugat Laju Perubahan Bali

“Not For Sale” bukan proyek tunggal. Sejak 2010, Nano telah menciptakan instalasi serupa di Jungjungan, Ubud wilayah yang kini telah berubah menjadi koridor wisata padat. Karya ini sempat viral, menarik perhatian publik selama beberapa tahun.

I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Lewat instalasinya, Nano ingin menggugah kesadaran bahwa yang terancam bukan hanya tanah fisik, tetapi fondasi esensial Bali:

Identitas kultural
Pengetahuan agraris
Sistem sosial subak
Ruang spiritual masyarakat Bali

Karya ini menolak normalisasi pembangunan tanpa kendali; menolak gagasan bahwa pariwisata adalah dewa yang harus dipatuhi tanpa syarat. Bagi Nano, pariwisata hanyalah bonus, bukan tujuan utama eksistensi Bali. Tanpa budaya dan alam yang lestari, pariwisata kehilangan alasan fundamentalnya untuk ada.

Kendali Pariwisata yang Beralih ke Algoritma Global

Jika dulu perubahan Bali dikendalikan pemerintah dan investor tradisional, kini muncul kekuatan yang lebih halus dan meresap: platform digital global.

Airbnb, Booking, Agoda, TripAdvisor, Klook, Traveloka, dan ratusan aplikasi lain beroperasi melalui algoritma yang menentukan secara faktual:

Harga akomodasi dan jasa
Arus dan sebaran wisatawan
Destinasi yang tiba-tiba populer
Pengalaman yang dianggap “menjual”
Bahkan citra Bali di mata dunia

Mekanisme ini efisien, tetapi konsekuensinya jelas: siapa yang menguasai platform, ia yang memegang kendali. Pelaku usaha lokal harus tunduk pada ritme dari luar: komisi aplikasi, perang diskon global, sistem ulasan yang bias, tren pasar yang fluktuatif, dan biaya hidup yang terus meningkat.

Karya instalasi “Not For Sale” dan senimannya, I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Ironisnya, platform ini tidak mengenal ngayah, tidak memahami struktur banjar, tidak peduli pada sistem subak, dan tidak mengetahui Galungan. Bali modern pun menjadi ironi: mereknya mendunia, tetapi kendalinya tidak lagi sepenuhnya di tangan orang Bali.

Meneguhkan Batas: Kedaulatan di Tanah dan Digital

“Not For Sale” menjadi ruang renungan publik, sebuah penanda batas. Instalasi ini mengingatkan bahwa Bali sedang kehilangan ruang fisik sekaligus ruang digital. Seni ini menyuarakan realitas:

Petani kalah oleh logika jual-beli tanah
Sistem subak terhimpit ekspansi
Bali tampak cantik di Instagram, tetapi rapuh di dunia nyata
Tanah yang dijual bukan sekadar aset, melainkan masa depan budaya

Proses pengerjaan karya “Not For Sale”

Seni menjadi sirene peringatan: panggilan untuk berhenti sejenak sebelum Bali bertransformasi menjadi panggung di mana tubuhnya lokal, tetapi skenarionya ditulis dari luar pulau.

Kedaulatan Digital: Tugas Baru Bali

Bali tidak bisa berhenti hanya pada tanah dan budaya. Di era platform, diperlukan Kedaulatan Digital melalui platform pariwisata lokal yang:

Berstandar internasional
Dikelola profesional dan transparan
Terintegrasi dengan budaya, agrikultur, dan UMKM lokal
Mengembalikan pendapatan dan kendali ke Bali

Ini bukan anti-globalisasi, tetapi pro-kemandirian. Seperti bambu Nano yang tegak di tengah sawah, platform lokal adalah cara lain untuk berkata: “Bali berhak mengatur dirinya sendiri.”

I Wayan “Nano” Sudarna Putra

Penutup: Tanah Ini Bukan Komoditas, Tapi Identitas

“Not For Sale” lebih dari judul karya; ia adalah pernyataan politik, spiritual, dan ekologis. Tanah Bali telah menanggung terlalu banyak beban: spekulasi properti, tekanan pariwisata masif, hingga dominasi algoritma global.

Nano mengingatkan: jika Bali terus dikendalikan dari luar, masyarakat lokal akan tetap menjadi kru panggung penting, namun tak pernah menentukan cerita.

Saatnya Bali kembali memegang kendali: di tanah, di budaya, dan di ruang digital. [T]

Lovina, 6 Desember 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

Tags: balidigitalpariwisata baliSeni InstalasiSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelisik Ketimpangan dan Ketergantungan Melalui Pameran “Revolusi Setangkai Jerami”

Next Post

Taubat Nasuha Cak Imin, Ajakan Menuju Transisi Energi Hijau

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
Taubat Nasuha Cak Imin, Ajakan Menuju Transisi Energi Hijau

Taubat Nasuha Cak Imin, Ajakan Menuju Transisi Energi Hijau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co