2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 30, 2025
in Panggung
Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Opening Press Conference UWRF 2025 │Dok. UWRF 2025

LEBIH dari 180 pembicara dari seluruh nusantara dan 30 negara lain akan berpartisipasi dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025, festival sastra terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling bergengsi di dunia, resmi dimulai pada Rabu, (29/30).

Selama empat hari ke depan, 30 Oktober–2 November 2025, UWRF ke-22 akan menghadirkan lebih dari 200 acara di berbagai Lokasi, mulai dari diskusi, percakapan, masterclass, special event makan siang sastra, tur berpemandu, dan pertunjukan spoken word. Festival ini juga menyiapkan berbagai program gratis, seperti peluncuran buku, komedi larut malam, pertunjukan musik dan seni, serta pemutaran film.

Mengisi jajaran utama program internasional tahun ini adalah para pemenang International Booker Prize 2025: Banu Mushtaq, penulis asal India dan aktivis hak-hak perempuan, dengan kumpulan cerpen debutnya Heart Lamp yang memenangkan penghargaan bersama penerjemahnya, Deepa Bhasthi; serta novelis asal Jerman, Jenny Erpenbeck, pemenang International Booker Prize 2024 melalui karyanya Kairos. Festival ini juga menyambut sejumlah nama berpengaruh lainnya, termasuk Omar El Akkad (Mesir–Kanada), Shiori Itō (Jepang), Antoinette Lattouf (Lebanon–Australia), serta esais dan penulis perjalanan kelahiran Inggris Pico Iyer, yang dikenal luas lewat karya tulis reflektifnya.

Tahun ini, Festival mengangkat tema Aham Brahmasmi, sebuah konsep Sansekerta dari kebijaksanaan Hindu kuno yang berasal dari Brihadaranyaka Upanishad. Diterjemahkan sebagai I am the Universe, tema ini menandai kesatuan antara manusia dan semesta — sebuah pengakuan bahwa setiap individu memiliki potensi kreatif yang sama luasnya dengan alam raya. Dalam konteks modern, konsep ini berdialog dengan gagasan Homo Deus — manusia sebagai Tuhan — yang menggambarkan bagaimana teknologi dapat menciptakan sekaligus menghancurkan. Aham Brahmasmi mengingatkan kita bahwa kecerdasan, setinggi apa pun, harus berakar pada kesadaran dan keterhubungan.

Tjok Gde Asmara Putra & Janet DeNeefe │Dok. UWRF 2025

Sebagai wadah utama bagi penulis Indonesia menuju panggung dunia, UWRF kembali menghadirkan Leila S. Chudori, bersama penulis muda Sasti Gotama, penerima Kusala Sastra Khatulistiwa 2025. Dari Bali, hadir pula novelis Ni Made Purnama Sari, salah satu Kurator Penulis Emerging tahun ini, dan sosiolog Okky Madasari, yang dikenal lewat karya-karyanya yang tajam menyoroti isu gender, otoritarianisme, dan prasangka sosial.

Dalam sambutannya pada Konferensi Pers Pembukaan di Puri Kantor Legacy, pendiri sekaligus Direktur Festival, Janet DeNeefe menyampaikan, “Kami sangat antusias menghadirkan edisi terbaru Festival ini, yang kini telah berkembang menjadi ajang sastra paling berpengaruh di Asia Tenggara. Tahun ini kami menghadirkan lebih banyak percakapan, diskusi, dan acara dari sebelumnya, serta begitu banyak hal menarik yang menanti para pencinta buku, budaya, dan seni selama empat hari ke depan.”

Ni Made Purnama Sari │Dok. UWRF 2025

Penulis asal Irlandia Sinéad Gleeson, pemenang Irish Book Awards 2019 untuk kategori Non-Fiction Book of the Year lewat Constellations, hadir di festival dengan dukungan dari Kedutaan Besar Irlandia.

““Festival seperti Ubud Writers & Readers Festival sangat penting karena mengingatkan kita untuk terus mendengarkan, tidak hanya pada suara-suara yang selalu terdengar, tetapi juga pada mereka yang masih berjuang untuk mendapatkan ruang. Sebagai pembaca dan penulis, kita memiliki tanggung jawab untuk mencari dan mengangkat kisah-kisah dari perempuan, orang kulit berwarna, penulis queer dan trans, serta mereka yang berasal dari kelas pekerja dan komunitas disabilitas. Sastra seharusnya mencerminkan keberagaman dunia kita, dan pertemuan seperti yang berlangsung di Ubud ini membuat percakapan itu menjadi mungkin,” ujar Sinéad Gleeson.

Dengan dukungan Kedutaan Besar Kolombia, penulis ternama Ingrid Rojas Contreras juga hadir dan akan berbagi panggung bersama Dee Lestari dan Lech Blaine (Australia) dalam diskusi tentang proses emosional dan kreatif mengubah kisah keluarga menjadi karya sastra. Sesi ini akan mengulas bentuk pengorbanan, penemuan, dan kekuatan abadi memoar dalam menjaga sejarah pribadi maupun kolektif.

Aktivis lingkungan Melati Wijsen, yang juga berbicara dalam konferensi pers, menjadi salah satu pembicara utama di Climate Day, program gratis UWRF yang diselenggarakan di Bumi Kinar. Acara ini menghadirkan aktivis dan advokat iklim dari Indonesia dan kawasan, membahas isu-isu seputar keberlanjutan, aktivisme, dan perubahan iklim melalui berbagai lokakarya interaktif. Melati akan tampil bersama pembuat film Craig Leeson (Australia), pemerhati lingkungan Natalie Kyriacou, dan akademisi Bali Jero Penyarikan Duuran Batur.

Dr. Drs. I Ketut Suardana, M.Phil. H., Selaku Founder UWRF 2025 │Dok. UWRF 2025

Opening Press Conference UWRF 2025 │Dok. UWRF 2025

Malam hari di Ubud akan dipenuhi energi seni yang hidup. Di bawah langit terbuka, penonton dapat menikmati pertunjukan The Wayang Women, kelompok multinasional seluruhnya perempuan yang menafsirkan ulang seni tradisional Wayang Kulit Kelantan dengan pendekatan segar. Juga akan tampil Empire: Rooting for the Antihero, pertunjukan musik-teater gratis yang mengisahkan kembali petualangan kolonial tragikomedik dengan gaya puitis dan kritis terhadap imperialisme Eropa, diiringi gamelan Solo dan vokal khas Anna Anderluh.

Festival ini juga menampilkan film dan dokumenter terbaru dari Indonesia. Sorotan utamanya adalah Samsara karya Garin Nugroho, yang akan hadir dalam sesi diskusi setelah pemutaran film. Penonton juga dapat menyaksikan ROOTS, dokumenter-puisi karya Michael Schindhelm yang mengeksplorasi kebangkitan Bali sebagai surga seniman, sembilan puluh delapan tahun setelah kunjungan pertama pelukis Jerman Walter Spies. Film ini menampilkan seniman Bali Made Bayak dan Gus Dark.

Menutup sambutannya, Janet DeNeefe mengatakan, “Jika Anda menyukai cerita atau pertunjukan yang bagus, terbuka terhadap ide-ide baru, ingin lebih memahami kawasan ini, atau percaya pada kekuatan kreativitas untuk membawa perubahan nyata, maka datanglah dan rasakan keajaiban yang kini menjadi ciri khas kami. Bagi banyak orang, UWRF telah menjadi pengalaman yang mengubah hidup. Begitu juga bagi saya, dan saya berharap hal yang sama terjadi pada Anda.” [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: LiterasisastraUbudUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Buleleng Sudah Kalah Sejak Awal” — Ini Evaluasi Utsawa Dharma Gita dari Bali Utara

Next Post

Gawe Ninting: Membaca Pesan Leluhur Lewat Jejaring Peradaban Air di Sungai Meninting, Lombok Barat

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Gawe Ninting: Membaca Pesan Leluhur Lewat Jejaring Peradaban Air di Sungai Meninting, Lombok Barat

Gawe Ninting: Membaca Pesan Leluhur Lewat Jejaring Peradaban Air di Sungai Meninting, Lombok Barat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co