3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Buleleng Sudah Kalah Sejak Awal” — Ini Evaluasi Utsawa Dharma Gita dari Bali Utara

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
October 30, 2025
in Budaya
“Buleleng Sudah Kalah Sejak Awal” — Ini Evaluasi Utsawa Dharma Gita dari Bali Utara

Peserta Utsawa Dharma Gita dari Buleleng

BULELENG sudah kalah sejak awal. Ungkapan itu barangkali tepat diujarkan ketika melihat hasil-hasil juara lomba pada ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali ke-32 tahun 2025 yang diselenggarakan di Taman Budaya Bali, Denpasar, 24–29 Oktober 2025.

Ada sejumlah hal yang membuat Buleleng bisa dikatakan merasa kalah sejak awal dalam ajang itu. Antara lain, jarak tempuh peserta yang cukup jauh dari Buleleng ke Denpasar dan juri yang didoninasi dari Bali selatan. Hal serupa mungkin dirasakan juga oleh peserta dari Karangasem dan Jembrana.

Untuk itulah, ajang Utsawa Dharma Gita perlu dievaluasi. Bukan karena takut kalah, tapi agar perlombaan-perlombaan di dalamnya terasa adil dan seimbang, sekaligus bisa meningkatkan harkat, martabat dan integritas dari lomba-lomba itu.

Evaluasi dan usulan-usulan untuk pelaksanaan UDG disampaikan Kepala Bidang Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Angga Prasaja mewakili aspirasi peserta dan pembina di Buleleng.

Ada tiga hal yang ia evaluasi dan usulkan dalam pelaksaan UDG tahun 2025.

Pertama, mengenai tempat UDG. Selama ini ajang UDG dipusatkan di Denpasar, sehingga ada kesan ketidakadilan bagi peserta-peserta dari kabupaten yang jauh, seperti Buleleng, Karangasem dan Jembrana.

“Peserta dari Buleleng menempuh jarak yang jauh untuk ke Denpasar, sehingga sebelum bertanding, peserta sudah capek dan kelelahan,” kata Angga.

Karena kelelahan dan harus istirahat, kata Angga, peserta tak bisa melakukan latihan dan persiapan secara maksimal. “Latihan pun mereka tidak bisa nyaman,” katanya.

Untuk itu, Angga mengusulkan tempat pelaksanaan UDG itu dipindah-pindah, dan bukan hanya terpusat di Denpasar. Misalnya, tahun depan bisa dilaksanakan di Buleleng, Gianyar, atau Jembrana, atau kabupaten lain. “Itu seperti pelaksanaan Porprov,” ujar Angga.

Peserta UDG dari Buleleng

Pelaksanaan UDG yang dipindah setiap tahunnya, menurut Angga, setidaknya memberikan rasa keadilan bagi para peserta. Jika pelaksanaannya di Jembrana, misalnya, peserta dari kabupaten lain bisa merasakan juga perjalanan dan menginap di Jembrana. Begitu juga jika dilaksanakan di Buleleng atau Karangasem.

Meski menginap di Denpasar, namun secara mental anak-anak dari kabupaten yang jauh sudah merasa tidak nyaman akibat kelelahan dan penyesuaian suasana. Apalagi jadwal UDG tahun 2025 ini cukup padat.

Angga mencontohkan, saat pembukaan UDG, anak-anak harus bangun jam 3 pagi, berhias, dan mempersiapkan diri mengikuti parade. Jam 7 pagi sudah harus di Taman Budaya untuk mengikuti gladi. Jam 9 pembukaan dimulai, selesai jam 12, lalu jam 13.30 sudah harus mulai lomba sampai sore. “Anak-anak dari Buleleng ini capek sekali, sehingga tak konsentrasi saat lomba,” katanya.

Saat acara pembukaan tanggal 24 Oktober itu, peserta dari Buleleng tiba di Denpasar sore kemarinnya. Lelah dalam perjalanan, dan hanya dapat istirahat sebentar saja pada malam hari, dan besoknya harus bangun jam 3 pagi. “Tak sempat mempersiapkan diri dengan baik,” kata Angga.

Untuk itu, Angga mengusulkan agar jadwal UDG tahun-tahun berikutnya diatur sedemikian rupa agar peserta bisa cukup istirahat dan mempersiapkan diri. “Sebaiknya acara pembukaan dilaksanakan tersendiri, lalu besoknya baru mulai lomba,” katanya.

Hal lain, kata Angga, saat acara pembukaan, peserta Buleleng memang tampak sedikit. Dengan alasan jarak cukup jauh, anak-anak yang ikut acara pembukaan adalah anak-anak yang ikut lomba pada hari itu. “Jadinya peserta Buleleng saat acara pembukaan tampak sedikit,” kata Angga.

Kedua, Angga mengusulkan juri-juri lomba diambil dari perwakilan setiap kabupaten di Bali, bukan juri-juri yang sebagian besar berasal dari Bali selatan. Usulan ini bukan karena peserta dan pembina dari Buleleng tidak percaya dengan juri-juri yang melakukan penilaian selama ini. “Saya sempat berdiskusi dengan peserta dan pembina, dan menemukan sejumlah alasan kenapa juri sebaiknya berasal dari daerah yang beragam,” ujar Angga yang juga dikenal sebagai musisi musik modern ini.

Alasan utama, karena pada bidang seni suara seperti geguritan dan kekawin, Bali memiliki pakem, gaya dan ragam yang berbeda-beda. Misalnya gaya Buleleng dalam geguritan atau kekawin, di bagian-bagian tertentu, tidak sama dengan pakem atau gaya dari kabupaten lain.

Sehingga, dengan hanya berpatokan pada penilaian juri dari daerah tertentu saja, maka ukuran yang dipakai menilai dikhawatirkan hanya ukuran dari daerah tertentu saja. “Jika begitu, Buleleng atau kabupaten lain, karena gayanya berbeda, bisa kalah sejak awal,” ujar Angga.

Ketiga, Angga mengusulkan, jika memang harus dilaksanakan di Denpasar, kenapa ajang ADG itu tidak digabungkan saja dengan Pesta Kesenian Bali (PKB). Pertimbangannya, jika dilaksanakan di PKB, peserta tentu akan lebih bersemangat karena penontonnya dipastikan akan ramai.

“Saat UDG tahun 2025 penonton lomba sangat sedikit. Apalagi, sejumlah lomba diadakan di kalangan yang pada siang hari sangat panas. Kasian peserta, sudah tak ada penonton, kepanasan lagi,” kata Angga.

Peserta UDG dari Buleleng

Angga mengatakan, usualn dan evaluasi ini disampaikan bukan karena Buleleng takut kalah dalam ajang-ajang seperti ini. “Usulan dan evaluasi ini disampaikan murni agar ajang UDG ini bisa lebih baik, dan terus lebih baik,” kata Angga.

Seperti diketahui, dalam ajang UDG ini Kabupaten Badung keluar sebagai umum. Sementara  Kabupaten Buleleng berhasil mendaparkan 13 juara meski sebagai besar berupa juara harapan.

Kabupaten Buleleng mengikuti seluruh kategori dengan total 28 peserta, yang mewakili 16 jenis lomba. Keikutsertaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Widya Sabha Kabupaten dan Kecamatan, serta Kementerian Agama Kabupaten Buleleng.

Penghargaan-penghargaan itu adalah: juara tiga lomba menghafal sloka anak putri, juara hapan 3 untuk utsawa kidung, juara harapan 1 dharmawiwada, juara harapan 2 lomba kekawin dewasa putri, juara harapan 2 lomba membaca sloka remaja putra, dan juara harapan satu lomba  ⁠palawakya dewasa putra.

Selain itu, juara 3 lomba dharmawacana Bahasa Inggris remaja putra, juara harapan 2 lomba menghafal sloka dewasa putri, juara harapan 3 lomba geguritan anak putri, juara 3 lomba kekawin dewasa putra, juara harapan 3 lomba geguritan anak putra, juara harapan 2 lomba dharmawacana bahasa Bali putri, dan juara 3 lomba dharmawacana Bahasa Bali dewasa putra. [T]

Reporter/Penulis: Adnyana Ole
Editor: Jaswanto

Tags: bulelengUtsawa Dharma Gita
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali, Buleleng Bukukan 13 Penghargaan

Next Post

Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Ubud Writers & Readers Festival 2025 pun Dimulai: Merayakan Kata, Ide, dan Kesadaran Semesta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co