12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [38]: Sesumbar Tak Percaya Hal Gaib

Chusmeru by Chusmeru
October 30, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

SETIAP masyarakat memiliki mitos dan cerita mistis. Setiap daerah juga memiliki cerita tentang tempat-tempat yang angker, keramat, gaib, dan mistis. Namun tidak semua orang percaya pada hal yang gaib dan berbau mistis.

Orang yang percaya pada hal gaib dan mistis didasari oleh keyakinan yang diperolehnya secara turun-temurun dari para leluhur. Semua adalah kepercayaan. Semakin yakin orang pada kepercayaan itu, semakin yakin pula bahwa hal gaib dan mistis memang ada.

Sebaliknya, orang yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib dilandasi pemikiran rasional. Semua cerita mistis yang ada di masyarakat hanyalah dongeng dan khayalan manusia. Tidak ada tempat yang angker dan keramat. Semua hanya bertujuan menakut-nakuti orang lain.

Seno Wahyudi termasuk dosen yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kampus tempatnya mengajar disebut angker dan sarang hantu. Apalagi dia mengajar mata kuliah Teknologi Komunikasi dan Metode Penelitian Kuantitatif. Bahkan ia sesumbar, orang yang percaya pada hal gaib adalah orang yang kurang kerjaan.

Menurut Seno Wahyudi, semua cerita mistis adalah konstruksi sosial. Kepercayaan terhadap hal gaib merupakan hasil pemikiran yang dibangun oleh masyarakat. Saat menghadapi kesulitan dan tak mampu mengatasi, orang akan mengambil jalan masa lalu, takhayul, mistik, klenik, dan gaib. Jadi semua itu bentuk kepasrahan manusia pada ketidakmampuan mengatasi masalah.

Masih menurut Seno Wahyudi, masyarakat kita sudah terlanjur terjebak pada hal gaib dan klenik. Pemilihan kepala desa, bupati, gubernur, presiden, dan legislatif diwarnai cerita mistis dan gaib. Dukun dan paranormal laris manis bersanding dengan lembaga survei dan konsultan politik.

Bukan hanya urusan politik. Masalah perjodohan dan rumah tangga juga tak lepas dari dukun. Masih saja ada orang yang percaya kepada dukun saat dirinya masih jomblo. Ibarat guyonan anak muda di media sosial, cinta ditolak dukun bertindak.

Setiap ada teman dosen di kampus yang bercerita tentang hantu atau hal gaib lain, Seno Wahyudi selalu tertawa dan tak percaya. Ia sesumbar tak percaya hal gaib, dan akan berhenti sebagai dosen jika apa yang dia alami dan lakukan dikaitkan dengan hal mistis dan gaib. Teman-teman dosen yang lain memaklumi apa yang dikatakan Seno Wahyudi. Selain selalu berpikir rasional, Seno Wahyudi juga senantiasa mendasarkan sesuatu pada yang empiris. Hantu dan hal gaib baginya tidak rasional dan tidak empiris.

***

Pagi yang cerah dan tanggal muda, beberapa dosen mengobrol di ruang tengah jurusan. Wajah mereka ceria. Perbincangan mengalir, dari topik politik, ekonomi, hingga perselingkuhan artis. Seno Wahyudi yang punya jadwal mengajar siang ikutan mengobrol. Ruang tengah jurusan memang tempat menyenangkan di kampus. Banyak dosen yang kangen pada ruangan ini jika sedang libur panjang.

Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba lampu di ruang jurusan padam. Beberapa saat kemudian tercium bau kemenyan. Perbincangan terhenti. Dosen saling pandang. Sri Pangesti, dosen senior di jurusan tampak ketakutan. Sedang Dina Bestiari merasa merinding. Seno Wahyudi tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

“Kenapa kok sepertinya pada takut..?” tanya Seno Wahyudi pada dosen yang berhenti mengobrol.

“Aneh.. lampu mendadak mati, dan bau kemenyan,” jawab Sri Pangesti dengan raut muka takut.

“Apanya yang aneh..? Mati lampu kan hal biasa,” ujar Seno Wahyudi

“Jangan-jangan ada penunggu ruangan ini yang terganggu dengan obrolan kita,” kata Aldo Nugroho yang membuat Dina Bestiari tambah merinding.

“Semua kok mesti dihubungkan dengan dunia gaib lho..,” ujar Seno Wahyudi dengan nada sinis.

Bagi Seno Wahyudi, kebiasaan dosen untuk selalu percaya pada hal gaib maupun cerita mistis harus diluruskan. Semua menurutnya adalah imajinasi dan konstruksi sosial para dosen.

“Bisa saja lampu padam karena korsleting listrik, jadi mengeluarkan aroma bau,” tambah Seno Wahyudi.

Dosen-dosen yang sedang mengobrol tetap saja merasa merinding. Jika memang korsleting listrik tentu seluruh ruangan di kampus padam. Nyatanya yang padam hanya di ruang tempat mereka ngobrol. Dan itu pun tak berlangsung lama, lampu menyala kembali.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi kepada hal gaib bukan hanya sekali dua kali. Setiap ada dosen yang menceritakan sesuatu yang mistis, Seno Wahyudi mencibirnya. Ketika ia sedang berjalan bersama Aldo Nugroho menuju ruang kuliah, ia tak percaya omongan Aldo Nugroho tentang pohon randu yang angker di dalam kampus.

“Saya setiap melewati melewati pohon randu ini pasti merinding lho,” ujar Aldo Nugroho saat mereka berjalan dekat pohon randu.

“Ahh… takhayul itu..!!” bantah Seno Wahyudi.

Sebagai bentuk ketidakpercayaan omongan Aldo Nugro, lantas Seno Wahyudi menendang pohon randu itu. Aldo Nugroho terkejut. Seno Wahyudi begitu berani menendang pohon randu keramat itu. Padahal dosen-dosen lain banyak yang bercerita jika pohon randu itu dihuni makhluk halus.

Ruang kuliah Aldo Nugroho dan Seno Wahyudi bersebelahan. Ruang kuliah yang bersih, karena selalu rutin dibersihkan oleh cleaning service fakultas. Aldo Nugroho memasuki ruang kuliah. Belum sempat duduk, terdengar suara “Braaakkkk…”. Siapa yang jatuh di kelas sebelah?, tanya Aldo Nugroho dalam hati.

Aldo Nugroho bergegas menuju ruang sebelah. Tampak Seno Wahyudi jatuh dan terkapar di lantai ruang kuliah. Wajahnya menyeringai kesakitan sambil memegangi kakinya. Seno Wahyudi tak mampu bangun. Kakinya terkilir. Aldo Nugroho jadi teringat, baru saja Seno Wahyudi menendang pohon randu angker itu.

“Pak Seno tadi menendang pohon randu itu. Mungkin penghuninya marah,” kata Aldo Nugroho sambil membantu Seno Wahyudi berdiri.

“Ahhh… takhayul itu..!! Ini pasti kerja cleaning service yang tidak becus mengepel lantai ruangan, jadinya licin..!!!” umpat Seno Wahyudi merasa tak percaya apa yang dikatakan Aldo Nugroho.

Perlahan Seno Wahyudi berdiri. Ia berjalan tertatih-tatih untuk duduk di kursi dalam ruang kuliah. Kakinya tampak bengkak. Ia menghela napas menahan rasa sakit. Namun ia tetap sesumbar tak percaya hal gaib yang ada di kampus.

***

Dosen-dosen sudah berkumpul di lobi fakultas. Hari ini berlangsung acara syukuran pembangunan gedung baru. Kursi-kursi sudah tertata rapi. Berbagai kudapan jajan tradisional telah disiapkan. Suasana suka cita tampak di wajah para dosen. Gedung baru ini sudah lama ditunggu pembangunannya sebagai ganti gedung lama yang telah rapuh dimakan usia.

Selain jajanan, panitia syukuran juga menyediakan menu makan sesuai dengan tradisi syukuran. Tumpengan nasi putih yang dikelilingi dengan kluban, yaitu perpaduan rebusan sayur kangkung, daun singkong, tauge, kacang panjang, dan sambal terasi dicampur parutan kelapa muda. Tumpeng nasi juga dikeliling lauk ikan lembutan, yaitu ikan-ikan kecil dari sungai air tawar. Lembut dalam bahasa Banyumasan berarti kecil. Ikan kecil dalam tumpeng nasi simbol dari lelembut atau makhluk halus. Maknanya, ikan kecil itu sebagai tolak bala agar para dosen, pegawai, dan mahasiswa terhindar dari gangguan lelembut dan makhluk halus yang ada di kampus.

Mendengar penjelasan tentang makna tumpeng dan ikan lembutan, Seno Wahyudi tertawa ngakak. Ia sama sekali tidak percaya dengan penafsiran hal gaib itu. Baginya, semua hanya alasan pembenar yang dicocok-cocokkan saja.

“Ikan ya ikan saja, maknanya ya untuk lauk makan..,” ucap Seno Wahyudi sambil tertawa.

Acara makan bersama pun tiba. Dosen dan pegawai menikmati nasi tumpeng yang telah disediakan. Seno Wahyudi tampak lahap menyantap nasi tumpeng. Sesekali ia berbincang dengan dosen lain saat makan. Tanpa diduga, tiba-tiba ia tersedak duri kecil ikan lembutan yang menyangkut di tenggorokannya. Berkali-kali ia berusaha mengeluarkan duri tersebut. Berbagai cara dilakukan, namun duri itu tetap menyangkut di tenggorokan.

Seno Wahyudi harus dibawa ke rumah sakit. Mulutnya tidak bisa dibuka. Ia mengalami kesulitan berbicara. Duri ikan lembutan masih berada di tenggorokan. Dengan bantuan dokter, duri itu dapat diambil dan dilakukan tindakan medis. Meski begitu, Seno Wahyudi tetap saja tidak percaya pada hal gaib; dan tenggorokannya yang tersedak tak mau dikaitkan dengan ketidakpercayaan dia pada makna ikan lembutan dalam ritual gedung baru di kampus.

Kepercayaan dan ketidakpercayaan pada hal gaib memang selalu ada. Dua hal itu menetap dan sulit diubah. Beberapa orang yang percaya hal gaib menganggap sebagai bagian dari tradisi turun-temurun. Mereka yang tak percaya, termasuk Seno Wahyudi menyebut hal gaib tidak relevan lagi dengan era 5.0.

Suatu hari Seno Wahyudi secara tak sengaja menabrak seeokor kucing di pintu keluar kampus. Kucing itu tewas tergilas mobil Seno Wahyudi. Beberapa pegawai menyarankan Seno Wahyudi untuk melakukan ritual selamatan, karena kucing dianggap binatang yang sakral. Namun Seno Wahyudi tak percaya. Ia hanya menyuruh salah satu pegawai untuk mengubur kucing itu di pekarangan kampus.

Malam harinya Seno Wahyudi mimpi buruk. Ia dikejar-kejar binatang aneh dalam tidurnya. Kepala binatang itu seperti kucing, namun tubuhnya menyerupai seekor harimau. Seno Wahyudi terbangun dan gelagapan. Tubuhnya berkeringat.

“Saya mimpi buruk..,” tutur Seno Wahyudi keesokan harinya kepada para dosen.

“Itu karena Pak Seno tidak melakukan ritual setelah menabrak kucing kemarin,” komentar Aldo Nugroho menaggapi mimpi Seno Wahyudi.

“Ahhh.. mungkin karena saya terlalu capai, jadi malamnya mimpi buruk,” timpal Seno Wahyudi tak percaya komentar Aldo Nugroho.

Seno Wahyudi tetap kukuh pada pendiriannya. Tidak ada hal gaib. Tidak ada hubungan antara kejadian menabrak seekor kucing dengan mimpi buruk dikejar-kejar binatang aneh. Jika begitu, kecelakaan di jalan raya yang setiap hari terjadi akan selalu dikaitkan dengan hal gaib, pikirnya.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi pada hal mistis dan gaib memang sulit diubah, meski banyak orang yang meyakinkannya. Sepanjang tidak empiris, selama tidak dapat dibuktikan dengan logika dan terukur, Seno Wahyudi tetap saja tak percaya.

Bahkan Seno Wahyudi tidak percaya pada kekuatan doa yang seringkali dikaitkan dengan keberhasilan di bidang olah raga. Ia penggemar berat sepak bola. Namun ia lebih menyukai klub sepak bola asal Inggris, Chelsea. Setiap kali ada jadwal siaran langsung Liga Inggris di televisi pasti ia saksikan. Ia tidak begitu suka dengan sepak bola dalam negeri yang jika bertanding penonton selalu diminta berdoa agar menang. Menurutnya, tidak ada korelasi antara doa dan kemenangan klub sepakbola.

Malam ini klub kesayangannya, Chelsea akan bertanding melawan Fulham. Pertandingan berjalan mendebarkan. Menjelang akhir pertandingan, skor masih imbang 1-1. Namun di menit terakhir, Chelsea kebobolan dan kalah 1-2. Seno Wahyudi seolah tak percaya klub kesayangannya kalah. Ia begitu terpukul dan emosi. Dadanya berdebar. Jantungnya berdetak kencang.

Tidak jelas mengapa, mendadak kepala Seno Wahyudi pusing. Napasnya tersengal-sengal. Wajahnya sangat pucat. Leher, tapak tangan, dan kakinya berkeringat dingin. Seno Wahyudi merasa mual dan muntah. Ia berjalan sempoyongan, lalu jatuh pingsan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Seno Wahyudi masuk di ruang gawat daurat.

Entah apa yang dirasakan Seno Wahyudi di ranjang rumah sakit. Mungkin ia tak percaya sepak bola menyebabkannya pingsan. Mungkin juga ia tak percaya dan tak mau tahu kapan malaikat maut akan datang menjemputnya. Bahkan mungkin saja ia tak percaya bahwa maut adalah sesuatu yang gaib. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterimisterimistis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Luh Putu Linda Jessica Maharani dari Badung: Dulu Tak Suka Tampil, Kini Juara Dharmawacana

Next Post

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co