3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [38]: Sesumbar Tak Percaya Hal Gaib

Chusmeru by Chusmeru
October 30, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

SETIAP masyarakat memiliki mitos dan cerita mistis. Setiap daerah juga memiliki cerita tentang tempat-tempat yang angker, keramat, gaib, dan mistis. Namun tidak semua orang percaya pada hal yang gaib dan berbau mistis.

Orang yang percaya pada hal gaib dan mistis didasari oleh keyakinan yang diperolehnya secara turun-temurun dari para leluhur. Semua adalah kepercayaan. Semakin yakin orang pada kepercayaan itu, semakin yakin pula bahwa hal gaib dan mistis memang ada.

Sebaliknya, orang yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib dilandasi pemikiran rasional. Semua cerita mistis yang ada di masyarakat hanyalah dongeng dan khayalan manusia. Tidak ada tempat yang angker dan keramat. Semua hanya bertujuan menakut-nakuti orang lain.

Seno Wahyudi termasuk dosen yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kampus tempatnya mengajar disebut angker dan sarang hantu. Apalagi dia mengajar mata kuliah Teknologi Komunikasi dan Metode Penelitian Kuantitatif. Bahkan ia sesumbar, orang yang percaya pada hal gaib adalah orang yang kurang kerjaan.

Menurut Seno Wahyudi, semua cerita mistis adalah konstruksi sosial. Kepercayaan terhadap hal gaib merupakan hasil pemikiran yang dibangun oleh masyarakat. Saat menghadapi kesulitan dan tak mampu mengatasi, orang akan mengambil jalan masa lalu, takhayul, mistik, klenik, dan gaib. Jadi semua itu bentuk kepasrahan manusia pada ketidakmampuan mengatasi masalah.

Masih menurut Seno Wahyudi, masyarakat kita sudah terlanjur terjebak pada hal gaib dan klenik. Pemilihan kepala desa, bupati, gubernur, presiden, dan legislatif diwarnai cerita mistis dan gaib. Dukun dan paranormal laris manis bersanding dengan lembaga survei dan konsultan politik.

Bukan hanya urusan politik. Masalah perjodohan dan rumah tangga juga tak lepas dari dukun. Masih saja ada orang yang percaya kepada dukun saat dirinya masih jomblo. Ibarat guyonan anak muda di media sosial, cinta ditolak dukun bertindak.

Setiap ada teman dosen di kampus yang bercerita tentang hantu atau hal gaib lain, Seno Wahyudi selalu tertawa dan tak percaya. Ia sesumbar tak percaya hal gaib, dan akan berhenti sebagai dosen jika apa yang dia alami dan lakukan dikaitkan dengan hal mistis dan gaib. Teman-teman dosen yang lain memaklumi apa yang dikatakan Seno Wahyudi. Selain selalu berpikir rasional, Seno Wahyudi juga senantiasa mendasarkan sesuatu pada yang empiris. Hantu dan hal gaib baginya tidak rasional dan tidak empiris.

***

Pagi yang cerah dan tanggal muda, beberapa dosen mengobrol di ruang tengah jurusan. Wajah mereka ceria. Perbincangan mengalir, dari topik politik, ekonomi, hingga perselingkuhan artis. Seno Wahyudi yang punya jadwal mengajar siang ikutan mengobrol. Ruang tengah jurusan memang tempat menyenangkan di kampus. Banyak dosen yang kangen pada ruangan ini jika sedang libur panjang.

Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba lampu di ruang jurusan padam. Beberapa saat kemudian tercium bau kemenyan. Perbincangan terhenti. Dosen saling pandang. Sri Pangesti, dosen senior di jurusan tampak ketakutan. Sedang Dina Bestiari merasa merinding. Seno Wahyudi tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

“Kenapa kok sepertinya pada takut..?” tanya Seno Wahyudi pada dosen yang berhenti mengobrol.

“Aneh.. lampu mendadak mati, dan bau kemenyan,” jawab Sri Pangesti dengan raut muka takut.

“Apanya yang aneh..? Mati lampu kan hal biasa,” ujar Seno Wahyudi

“Jangan-jangan ada penunggu ruangan ini yang terganggu dengan obrolan kita,” kata Aldo Nugroho yang membuat Dina Bestiari tambah merinding.

“Semua kok mesti dihubungkan dengan dunia gaib lho..,” ujar Seno Wahyudi dengan nada sinis.

Bagi Seno Wahyudi, kebiasaan dosen untuk selalu percaya pada hal gaib maupun cerita mistis harus diluruskan. Semua menurutnya adalah imajinasi dan konstruksi sosial para dosen.

“Bisa saja lampu padam karena korsleting listrik, jadi mengeluarkan aroma bau,” tambah Seno Wahyudi.

Dosen-dosen yang sedang mengobrol tetap saja merasa merinding. Jika memang korsleting listrik tentu seluruh ruangan di kampus padam. Nyatanya yang padam hanya di ruang tempat mereka ngobrol. Dan itu pun tak berlangsung lama, lampu menyala kembali.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi kepada hal gaib bukan hanya sekali dua kali. Setiap ada dosen yang menceritakan sesuatu yang mistis, Seno Wahyudi mencibirnya. Ketika ia sedang berjalan bersama Aldo Nugroho menuju ruang kuliah, ia tak percaya omongan Aldo Nugroho tentang pohon randu yang angker di dalam kampus.

“Saya setiap melewati melewati pohon randu ini pasti merinding lho,” ujar Aldo Nugroho saat mereka berjalan dekat pohon randu.

“Ahh… takhayul itu..!!” bantah Seno Wahyudi.

Sebagai bentuk ketidakpercayaan omongan Aldo Nugro, lantas Seno Wahyudi menendang pohon randu itu. Aldo Nugroho terkejut. Seno Wahyudi begitu berani menendang pohon randu keramat itu. Padahal dosen-dosen lain banyak yang bercerita jika pohon randu itu dihuni makhluk halus.

Ruang kuliah Aldo Nugroho dan Seno Wahyudi bersebelahan. Ruang kuliah yang bersih, karena selalu rutin dibersihkan oleh cleaning service fakultas. Aldo Nugroho memasuki ruang kuliah. Belum sempat duduk, terdengar suara “Braaakkkk…”. Siapa yang jatuh di kelas sebelah?, tanya Aldo Nugroho dalam hati.

Aldo Nugroho bergegas menuju ruang sebelah. Tampak Seno Wahyudi jatuh dan terkapar di lantai ruang kuliah. Wajahnya menyeringai kesakitan sambil memegangi kakinya. Seno Wahyudi tak mampu bangun. Kakinya terkilir. Aldo Nugroho jadi teringat, baru saja Seno Wahyudi menendang pohon randu angker itu.

“Pak Seno tadi menendang pohon randu itu. Mungkin penghuninya marah,” kata Aldo Nugroho sambil membantu Seno Wahyudi berdiri.

“Ahhh… takhayul itu..!! Ini pasti kerja cleaning service yang tidak becus mengepel lantai ruangan, jadinya licin..!!!” umpat Seno Wahyudi merasa tak percaya apa yang dikatakan Aldo Nugroho.

Perlahan Seno Wahyudi berdiri. Ia berjalan tertatih-tatih untuk duduk di kursi dalam ruang kuliah. Kakinya tampak bengkak. Ia menghela napas menahan rasa sakit. Namun ia tetap sesumbar tak percaya hal gaib yang ada di kampus.

***

Dosen-dosen sudah berkumpul di lobi fakultas. Hari ini berlangsung acara syukuran pembangunan gedung baru. Kursi-kursi sudah tertata rapi. Berbagai kudapan jajan tradisional telah disiapkan. Suasana suka cita tampak di wajah para dosen. Gedung baru ini sudah lama ditunggu pembangunannya sebagai ganti gedung lama yang telah rapuh dimakan usia.

Selain jajanan, panitia syukuran juga menyediakan menu makan sesuai dengan tradisi syukuran. Tumpengan nasi putih yang dikelilingi dengan kluban, yaitu perpaduan rebusan sayur kangkung, daun singkong, tauge, kacang panjang, dan sambal terasi dicampur parutan kelapa muda. Tumpeng nasi juga dikeliling lauk ikan lembutan, yaitu ikan-ikan kecil dari sungai air tawar. Lembut dalam bahasa Banyumasan berarti kecil. Ikan kecil dalam tumpeng nasi simbol dari lelembut atau makhluk halus. Maknanya, ikan kecil itu sebagai tolak bala agar para dosen, pegawai, dan mahasiswa terhindar dari gangguan lelembut dan makhluk halus yang ada di kampus.

Mendengar penjelasan tentang makna tumpeng dan ikan lembutan, Seno Wahyudi tertawa ngakak. Ia sama sekali tidak percaya dengan penafsiran hal gaib itu. Baginya, semua hanya alasan pembenar yang dicocok-cocokkan saja.

“Ikan ya ikan saja, maknanya ya untuk lauk makan..,” ucap Seno Wahyudi sambil tertawa.

Acara makan bersama pun tiba. Dosen dan pegawai menikmati nasi tumpeng yang telah disediakan. Seno Wahyudi tampak lahap menyantap nasi tumpeng. Sesekali ia berbincang dengan dosen lain saat makan. Tanpa diduga, tiba-tiba ia tersedak duri kecil ikan lembutan yang menyangkut di tenggorokannya. Berkali-kali ia berusaha mengeluarkan duri tersebut. Berbagai cara dilakukan, namun duri itu tetap menyangkut di tenggorokan.

Seno Wahyudi harus dibawa ke rumah sakit. Mulutnya tidak bisa dibuka. Ia mengalami kesulitan berbicara. Duri ikan lembutan masih berada di tenggorokan. Dengan bantuan dokter, duri itu dapat diambil dan dilakukan tindakan medis. Meski begitu, Seno Wahyudi tetap saja tidak percaya pada hal gaib; dan tenggorokannya yang tersedak tak mau dikaitkan dengan ketidakpercayaan dia pada makna ikan lembutan dalam ritual gedung baru di kampus.

Kepercayaan dan ketidakpercayaan pada hal gaib memang selalu ada. Dua hal itu menetap dan sulit diubah. Beberapa orang yang percaya hal gaib menganggap sebagai bagian dari tradisi turun-temurun. Mereka yang tak percaya, termasuk Seno Wahyudi menyebut hal gaib tidak relevan lagi dengan era 5.0.

Suatu hari Seno Wahyudi secara tak sengaja menabrak seeokor kucing di pintu keluar kampus. Kucing itu tewas tergilas mobil Seno Wahyudi. Beberapa pegawai menyarankan Seno Wahyudi untuk melakukan ritual selamatan, karena kucing dianggap binatang yang sakral. Namun Seno Wahyudi tak percaya. Ia hanya menyuruh salah satu pegawai untuk mengubur kucing itu di pekarangan kampus.

Malam harinya Seno Wahyudi mimpi buruk. Ia dikejar-kejar binatang aneh dalam tidurnya. Kepala binatang itu seperti kucing, namun tubuhnya menyerupai seekor harimau. Seno Wahyudi terbangun dan gelagapan. Tubuhnya berkeringat.

“Saya mimpi buruk..,” tutur Seno Wahyudi keesokan harinya kepada para dosen.

“Itu karena Pak Seno tidak melakukan ritual setelah menabrak kucing kemarin,” komentar Aldo Nugroho menaggapi mimpi Seno Wahyudi.

“Ahhh.. mungkin karena saya terlalu capai, jadi malamnya mimpi buruk,” timpal Seno Wahyudi tak percaya komentar Aldo Nugroho.

Seno Wahyudi tetap kukuh pada pendiriannya. Tidak ada hal gaib. Tidak ada hubungan antara kejadian menabrak seekor kucing dengan mimpi buruk dikejar-kejar binatang aneh. Jika begitu, kecelakaan di jalan raya yang setiap hari terjadi akan selalu dikaitkan dengan hal gaib, pikirnya.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi pada hal mistis dan gaib memang sulit diubah, meski banyak orang yang meyakinkannya. Sepanjang tidak empiris, selama tidak dapat dibuktikan dengan logika dan terukur, Seno Wahyudi tetap saja tak percaya.

Bahkan Seno Wahyudi tidak percaya pada kekuatan doa yang seringkali dikaitkan dengan keberhasilan di bidang olah raga. Ia penggemar berat sepak bola. Namun ia lebih menyukai klub sepak bola asal Inggris, Chelsea. Setiap kali ada jadwal siaran langsung Liga Inggris di televisi pasti ia saksikan. Ia tidak begitu suka dengan sepak bola dalam negeri yang jika bertanding penonton selalu diminta berdoa agar menang. Menurutnya, tidak ada korelasi antara doa dan kemenangan klub sepakbola.

Malam ini klub kesayangannya, Chelsea akan bertanding melawan Fulham. Pertandingan berjalan mendebarkan. Menjelang akhir pertandingan, skor masih imbang 1-1. Namun di menit terakhir, Chelsea kebobolan dan kalah 1-2. Seno Wahyudi seolah tak percaya klub kesayangannya kalah. Ia begitu terpukul dan emosi. Dadanya berdebar. Jantungnya berdetak kencang.

Tidak jelas mengapa, mendadak kepala Seno Wahyudi pusing. Napasnya tersengal-sengal. Wajahnya sangat pucat. Leher, tapak tangan, dan kakinya berkeringat dingin. Seno Wahyudi merasa mual dan muntah. Ia berjalan sempoyongan, lalu jatuh pingsan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Seno Wahyudi masuk di ruang gawat daurat.

Entah apa yang dirasakan Seno Wahyudi di ranjang rumah sakit. Mungkin ia tak percaya sepak bola menyebabkannya pingsan. Mungkin juga ia tak percaya dan tak mau tahu kapan malaikat maut akan datang menjemputnya. Bahkan mungkin saja ia tak percaya bahwa maut adalah sesuatu yang gaib. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterimisterimistis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Luh Putu Linda Jessica Maharani dari Badung: Dulu Tak Suka Tampil, Kini Juara Dharmawacana

Next Post

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co