14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [38]: Sesumbar Tak Percaya Hal Gaib

Chusmeru by Chusmeru
October 30, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

SETIAP masyarakat memiliki mitos dan cerita mistis. Setiap daerah juga memiliki cerita tentang tempat-tempat yang angker, keramat, gaib, dan mistis. Namun tidak semua orang percaya pada hal yang gaib dan berbau mistis.

Orang yang percaya pada hal gaib dan mistis didasari oleh keyakinan yang diperolehnya secara turun-temurun dari para leluhur. Semua adalah kepercayaan. Semakin yakin orang pada kepercayaan itu, semakin yakin pula bahwa hal gaib dan mistis memang ada.

Sebaliknya, orang yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib dilandasi pemikiran rasional. Semua cerita mistis yang ada di masyarakat hanyalah dongeng dan khayalan manusia. Tidak ada tempat yang angker dan keramat. Semua hanya bertujuan menakut-nakuti orang lain.

Seno Wahyudi termasuk dosen yang tidak percaya pada hal mistis dan gaib. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kampus tempatnya mengajar disebut angker dan sarang hantu. Apalagi dia mengajar mata kuliah Teknologi Komunikasi dan Metode Penelitian Kuantitatif. Bahkan ia sesumbar, orang yang percaya pada hal gaib adalah orang yang kurang kerjaan.

Menurut Seno Wahyudi, semua cerita mistis adalah konstruksi sosial. Kepercayaan terhadap hal gaib merupakan hasil pemikiran yang dibangun oleh masyarakat. Saat menghadapi kesulitan dan tak mampu mengatasi, orang akan mengambil jalan masa lalu, takhayul, mistik, klenik, dan gaib. Jadi semua itu bentuk kepasrahan manusia pada ketidakmampuan mengatasi masalah.

Masih menurut Seno Wahyudi, masyarakat kita sudah terlanjur terjebak pada hal gaib dan klenik. Pemilihan kepala desa, bupati, gubernur, presiden, dan legislatif diwarnai cerita mistis dan gaib. Dukun dan paranormal laris manis bersanding dengan lembaga survei dan konsultan politik.

Bukan hanya urusan politik. Masalah perjodohan dan rumah tangga juga tak lepas dari dukun. Masih saja ada orang yang percaya kepada dukun saat dirinya masih jomblo. Ibarat guyonan anak muda di media sosial, cinta ditolak dukun bertindak.

Setiap ada teman dosen di kampus yang bercerita tentang hantu atau hal gaib lain, Seno Wahyudi selalu tertawa dan tak percaya. Ia sesumbar tak percaya hal gaib, dan akan berhenti sebagai dosen jika apa yang dia alami dan lakukan dikaitkan dengan hal mistis dan gaib. Teman-teman dosen yang lain memaklumi apa yang dikatakan Seno Wahyudi. Selain selalu berpikir rasional, Seno Wahyudi juga senantiasa mendasarkan sesuatu pada yang empiris. Hantu dan hal gaib baginya tidak rasional dan tidak empiris.

***

Pagi yang cerah dan tanggal muda, beberapa dosen mengobrol di ruang tengah jurusan. Wajah mereka ceria. Perbincangan mengalir, dari topik politik, ekonomi, hingga perselingkuhan artis. Seno Wahyudi yang punya jadwal mengajar siang ikutan mengobrol. Ruang tengah jurusan memang tempat menyenangkan di kampus. Banyak dosen yang kangen pada ruangan ini jika sedang libur panjang.

Saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba lampu di ruang jurusan padam. Beberapa saat kemudian tercium bau kemenyan. Perbincangan terhenti. Dosen saling pandang. Sri Pangesti, dosen senior di jurusan tampak ketakutan. Sedang Dina Bestiari merasa merinding. Seno Wahyudi tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

“Kenapa kok sepertinya pada takut..?” tanya Seno Wahyudi pada dosen yang berhenti mengobrol.

“Aneh.. lampu mendadak mati, dan bau kemenyan,” jawab Sri Pangesti dengan raut muka takut.

“Apanya yang aneh..? Mati lampu kan hal biasa,” ujar Seno Wahyudi

“Jangan-jangan ada penunggu ruangan ini yang terganggu dengan obrolan kita,” kata Aldo Nugroho yang membuat Dina Bestiari tambah merinding.

“Semua kok mesti dihubungkan dengan dunia gaib lho..,” ujar Seno Wahyudi dengan nada sinis.

Bagi Seno Wahyudi, kebiasaan dosen untuk selalu percaya pada hal gaib maupun cerita mistis harus diluruskan. Semua menurutnya adalah imajinasi dan konstruksi sosial para dosen.

“Bisa saja lampu padam karena korsleting listrik, jadi mengeluarkan aroma bau,” tambah Seno Wahyudi.

Dosen-dosen yang sedang mengobrol tetap saja merasa merinding. Jika memang korsleting listrik tentu seluruh ruangan di kampus padam. Nyatanya yang padam hanya di ruang tempat mereka ngobrol. Dan itu pun tak berlangsung lama, lampu menyala kembali.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi kepada hal gaib bukan hanya sekali dua kali. Setiap ada dosen yang menceritakan sesuatu yang mistis, Seno Wahyudi mencibirnya. Ketika ia sedang berjalan bersama Aldo Nugroho menuju ruang kuliah, ia tak percaya omongan Aldo Nugroho tentang pohon randu yang angker di dalam kampus.

“Saya setiap melewati melewati pohon randu ini pasti merinding lho,” ujar Aldo Nugroho saat mereka berjalan dekat pohon randu.

“Ahh… takhayul itu..!!” bantah Seno Wahyudi.

Sebagai bentuk ketidakpercayaan omongan Aldo Nugro, lantas Seno Wahyudi menendang pohon randu itu. Aldo Nugroho terkejut. Seno Wahyudi begitu berani menendang pohon randu keramat itu. Padahal dosen-dosen lain banyak yang bercerita jika pohon randu itu dihuni makhluk halus.

Ruang kuliah Aldo Nugroho dan Seno Wahyudi bersebelahan. Ruang kuliah yang bersih, karena selalu rutin dibersihkan oleh cleaning service fakultas. Aldo Nugroho memasuki ruang kuliah. Belum sempat duduk, terdengar suara “Braaakkkk…”. Siapa yang jatuh di kelas sebelah?, tanya Aldo Nugroho dalam hati.

Aldo Nugroho bergegas menuju ruang sebelah. Tampak Seno Wahyudi jatuh dan terkapar di lantai ruang kuliah. Wajahnya menyeringai kesakitan sambil memegangi kakinya. Seno Wahyudi tak mampu bangun. Kakinya terkilir. Aldo Nugroho jadi teringat, baru saja Seno Wahyudi menendang pohon randu angker itu.

“Pak Seno tadi menendang pohon randu itu. Mungkin penghuninya marah,” kata Aldo Nugroho sambil membantu Seno Wahyudi berdiri.

“Ahhh… takhayul itu..!! Ini pasti kerja cleaning service yang tidak becus mengepel lantai ruangan, jadinya licin..!!!” umpat Seno Wahyudi merasa tak percaya apa yang dikatakan Aldo Nugroho.

Perlahan Seno Wahyudi berdiri. Ia berjalan tertatih-tatih untuk duduk di kursi dalam ruang kuliah. Kakinya tampak bengkak. Ia menghela napas menahan rasa sakit. Namun ia tetap sesumbar tak percaya hal gaib yang ada di kampus.

***

Dosen-dosen sudah berkumpul di lobi fakultas. Hari ini berlangsung acara syukuran pembangunan gedung baru. Kursi-kursi sudah tertata rapi. Berbagai kudapan jajan tradisional telah disiapkan. Suasana suka cita tampak di wajah para dosen. Gedung baru ini sudah lama ditunggu pembangunannya sebagai ganti gedung lama yang telah rapuh dimakan usia.

Selain jajanan, panitia syukuran juga menyediakan menu makan sesuai dengan tradisi syukuran. Tumpengan nasi putih yang dikelilingi dengan kluban, yaitu perpaduan rebusan sayur kangkung, daun singkong, tauge, kacang panjang, dan sambal terasi dicampur parutan kelapa muda. Tumpeng nasi juga dikeliling lauk ikan lembutan, yaitu ikan-ikan kecil dari sungai air tawar. Lembut dalam bahasa Banyumasan berarti kecil. Ikan kecil dalam tumpeng nasi simbol dari lelembut atau makhluk halus. Maknanya, ikan kecil itu sebagai tolak bala agar para dosen, pegawai, dan mahasiswa terhindar dari gangguan lelembut dan makhluk halus yang ada di kampus.

Mendengar penjelasan tentang makna tumpeng dan ikan lembutan, Seno Wahyudi tertawa ngakak. Ia sama sekali tidak percaya dengan penafsiran hal gaib itu. Baginya, semua hanya alasan pembenar yang dicocok-cocokkan saja.

“Ikan ya ikan saja, maknanya ya untuk lauk makan..,” ucap Seno Wahyudi sambil tertawa.

Acara makan bersama pun tiba. Dosen dan pegawai menikmati nasi tumpeng yang telah disediakan. Seno Wahyudi tampak lahap menyantap nasi tumpeng. Sesekali ia berbincang dengan dosen lain saat makan. Tanpa diduga, tiba-tiba ia tersedak duri kecil ikan lembutan yang menyangkut di tenggorokannya. Berkali-kali ia berusaha mengeluarkan duri tersebut. Berbagai cara dilakukan, namun duri itu tetap menyangkut di tenggorokan.

Seno Wahyudi harus dibawa ke rumah sakit. Mulutnya tidak bisa dibuka. Ia mengalami kesulitan berbicara. Duri ikan lembutan masih berada di tenggorokan. Dengan bantuan dokter, duri itu dapat diambil dan dilakukan tindakan medis. Meski begitu, Seno Wahyudi tetap saja tidak percaya pada hal gaib; dan tenggorokannya yang tersedak tak mau dikaitkan dengan ketidakpercayaan dia pada makna ikan lembutan dalam ritual gedung baru di kampus.

Kepercayaan dan ketidakpercayaan pada hal gaib memang selalu ada. Dua hal itu menetap dan sulit diubah. Beberapa orang yang percaya hal gaib menganggap sebagai bagian dari tradisi turun-temurun. Mereka yang tak percaya, termasuk Seno Wahyudi menyebut hal gaib tidak relevan lagi dengan era 5.0.

Suatu hari Seno Wahyudi secara tak sengaja menabrak seeokor kucing di pintu keluar kampus. Kucing itu tewas tergilas mobil Seno Wahyudi. Beberapa pegawai menyarankan Seno Wahyudi untuk melakukan ritual selamatan, karena kucing dianggap binatang yang sakral. Namun Seno Wahyudi tak percaya. Ia hanya menyuruh salah satu pegawai untuk mengubur kucing itu di pekarangan kampus.

Malam harinya Seno Wahyudi mimpi buruk. Ia dikejar-kejar binatang aneh dalam tidurnya. Kepala binatang itu seperti kucing, namun tubuhnya menyerupai seekor harimau. Seno Wahyudi terbangun dan gelagapan. Tubuhnya berkeringat.

“Saya mimpi buruk..,” tutur Seno Wahyudi keesokan harinya kepada para dosen.

“Itu karena Pak Seno tidak melakukan ritual setelah menabrak kucing kemarin,” komentar Aldo Nugroho menaggapi mimpi Seno Wahyudi.

“Ahhh.. mungkin karena saya terlalu capai, jadi malamnya mimpi buruk,” timpal Seno Wahyudi tak percaya komentar Aldo Nugroho.

Seno Wahyudi tetap kukuh pada pendiriannya. Tidak ada hal gaib. Tidak ada hubungan antara kejadian menabrak seekor kucing dengan mimpi buruk dikejar-kejar binatang aneh. Jika begitu, kecelakaan di jalan raya yang setiap hari terjadi akan selalu dikaitkan dengan hal gaib, pikirnya.

Ketidakpercayaan Seno Wahyudi pada hal mistis dan gaib memang sulit diubah, meski banyak orang yang meyakinkannya. Sepanjang tidak empiris, selama tidak dapat dibuktikan dengan logika dan terukur, Seno Wahyudi tetap saja tak percaya.

Bahkan Seno Wahyudi tidak percaya pada kekuatan doa yang seringkali dikaitkan dengan keberhasilan di bidang olah raga. Ia penggemar berat sepak bola. Namun ia lebih menyukai klub sepak bola asal Inggris, Chelsea. Setiap kali ada jadwal siaran langsung Liga Inggris di televisi pasti ia saksikan. Ia tidak begitu suka dengan sepak bola dalam negeri yang jika bertanding penonton selalu diminta berdoa agar menang. Menurutnya, tidak ada korelasi antara doa dan kemenangan klub sepakbola.

Malam ini klub kesayangannya, Chelsea akan bertanding melawan Fulham. Pertandingan berjalan mendebarkan. Menjelang akhir pertandingan, skor masih imbang 1-1. Namun di menit terakhir, Chelsea kebobolan dan kalah 1-2. Seno Wahyudi seolah tak percaya klub kesayangannya kalah. Ia begitu terpukul dan emosi. Dadanya berdebar. Jantungnya berdetak kencang.

Tidak jelas mengapa, mendadak kepala Seno Wahyudi pusing. Napasnya tersengal-sengal. Wajahnya sangat pucat. Leher, tapak tangan, dan kakinya berkeringat dingin. Seno Wahyudi merasa mual dan muntah. Ia berjalan sempoyongan, lalu jatuh pingsan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Seno Wahyudi masuk di ruang gawat daurat.

Entah apa yang dirasakan Seno Wahyudi di ranjang rumah sakit. Mungkin ia tak percaya sepak bola menyebabkannya pingsan. Mungkin juga ia tak percaya dan tak mau tahu kapan malaikat maut akan datang menjemputnya. Bahkan mungkin saja ia tak percaya bahwa maut adalah sesuatu yang gaib. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterimisterimistis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ni Luh Putu Linda Jessica Maharani dari Badung: Dulu Tak Suka Tampil, Kini Juara Dharmawacana

Next Post

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Bermain dengan Jin Tengah Malam

by Chusmeru
May 7, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Catatan Lomba Baca Puisi FNSPJ IX/ 2025 : Menghidupkan Puisi Sewajarnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co