23 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Guru Bertanya, Siswa Belajar: Menghidupkan Kelas dengan Keterampilan Bertanya Dasar

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 16, 2025
in Esai
Ketika Guru Bertanya, Siswa Belajar: Menghidupkan Kelas dengan Keterampilan Bertanya Dasar

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

GURU selalu ditempatkan pada posisi penting dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sebagai penyampai materi, guru juga dituntut menguasai sejumlah keterampilan agar proses belajar mengajar tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan pengalaman bermakna bagi siswa. Salah satu keterampilan yang kerap dianggap sederhana, namun sebenarnya menjadi kunci dari proses pembelajaran yang hidup, adalah keterampilan bertanya. Kompetensi ini termasuk dalam kompetensi pedagogik yang wajib dimiliki guru, sejajar dengan keterampilan dasar mengajar lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keterampilan adalah “kecakapan untuk menyelesaikan tugas”. Sementara itu, bertanya berasal dari kata “tanya” yang berarti permintaan keterangan. Maka, keterampilan bertanya dapat dimaknai sebagai kecakapan guru dalam mengajukan pertanyaan yang mampu memicu respons, jawaban, atau tanggapan dari siswa. Pertanyaan bukan hanya ungkapan verbal yang menuntut jawaban, melainkan juga stimulus yang menggerakkan proses berpikir. Seperti dikatakan dalam sebuah pandangan klasik, “bertanya itu sendiri berarti berpikir”.

Brown (1975) menyebut bahwa bertanya adalah “any statement which tests or creates knowledge in the learner,” artinya setiap pertanyaan mengkaji atau menciptakan pengetahuan baru dalam diri peserta didik. Eni Purwati, dkk (2009) juga menegaskan bahwa tujuan pertanyaan dalam pembelajaran agar siswa memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir. Artinya, kualitas pertanyaan guru akan sangat berpengaruh pada kualitas jawaban dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Guru yang mampu bertanya dengan baik sebenarnya sedang mengajar dengan baik.

Pertanyaannya kemudian, mengapa bertanya menjadi begitu penting?

Karena dari satu pertanyaan sederhana, proses belajar dapat bergerak. Pertanyaan yang tepat dapat membuka rasa ingin tahu, memusatkan perhatian siswa, sekaligus menyadarkan mereka bahwa memahami pelajaran bukan hanya soal mendengar maupun menghafal, tetapi juga soal berpikir, merespons, dan menyusun pemahaman. Dari sinilah manfaat keterampilan bertanya terlihat. Pertanyaan dapat meningkatkan rasa ingin tahu, mendorong siswa menjadi lebih aktif, melatih keberanian untuk berpendapat, dan membantu guru menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. Lebih dari itu, pertanyaan juga dapat menciptakan suasana kelas yang dinamis, tidak hanya satu arah.

Dalam praktiknya, keterampilan bertanya dibagi menjadi dua tingkatan, yakni bertanya tingkat dasar dan bertanya tingkat lanjut. Pada tingkat dasar, guru mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi umum, membuka pembelajaran, atau meninjau kembali pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya. Pertanyaan dasar biasanya muncul di awal, tengah, atau akhir pembelajaran. Fungsinya tidak lain untuk membangun koneksi antara pengetahuan lama dengan materi baru. Hasibuan (1991) menyebut bahwa pertanyaan tingkat lanjut digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir lebih tinggi, sementara pertanyaan dasar menjadi fondasinya.

Agar pertanyaan dasar memiliki fungsi optimal, ada beberapa komponen penting yang harus diperhatikan guru. Pertama, pertanyaan harus disampaikan dengan jelas dan singkat. Pemilihan kata sangat menentukan apakah siswa dapat memahami maksud pertanyaan. Di sinilah kemampuan guru membaca karakteristik siswa menjadi penting. Kedua, pemberian acuan. Sebelum bertanya, guru bisa memberikan konteks agar arah jawaban lebih tajam. Misalnya, “Bumi merupakan salah satu planet yang mengelilingi Matahari. Dapatkah Anda menyebutkan nama planet lain yang mengelilingi matahari selain Bumi?” Kalimat pembuka tersebut memberi arah sebelum pertanyaan dilontarkan.

Ketiga, pemindahan giliran menjawab. Jika satu siswa belum memberikan jawaban yang tepat, guru dapat memindahkan giliran ke siswa lain tanpa menciptakan kesan menghakimi. Keempat, penyebaran pertanyaan. Pertanyaan sebaiknya tidak hanya diarahkan kepada satu dua siswa saja, tetapi memberi peluang kepada seluruh siswa untuk berpikir. Guru bisa mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu sebelum menunjuk siapa yang menjawab. Kelima, pemberian waktu berpikir. Setelah pertanyaan disampaikan, guru tidak perlu langsung menunjuk siswa untuk menjawab. Jeda sejenak memberi kesempatan bagi seluruh siswa untuk memproses informasi.

Terakhir, pemberian tuntunan. Jika siswa kesulitan menjawab pertanyaan, guru dapat memberi petunjuk kecil atau memecah pertanyaan menjadi bagian yang lebih sederhana agar siswa dapat membangun jawabannya sendiri. Dengan cara ini, siswa tidak sekadar menerima jawaban, tetapi belajar membentuk pemahaman.

Sayangnya, di banyak kelas, keterampilan bertanya belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Tidak sedikit guru yang masih mendominasi pembelajaran dengan ceramah panjang tanpa diselingi pertanyaan. Pembelajaran menjadi satu arah, siswa pasif, dan ruang dialog tidak muncul. Padahal, penguasaan keterampilan bertanya merupakan kunci menciptakan suasana belajar yang hidup. Guru yang mampu bertanya dengan baik bisa mengatur ritme kelas, membangun rasa ingin tahu siswa, dan bahkan menciptakan kedekatan emosional melalui interaksi multiarah.

Beberapa alasan mengapa keterampilan bertanya dasar penting dikuasai

Guru sering kali lebih nyaman bercerita panjang lebar daripada membangun dialog. Siswa juga tidak terbiasa bertanya karena budaya kelas yang cenderung teacher-centered. Selain itu, masih ada anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi menguji pemahaman, bukan sebagai alat berpikir. Padahal, pertanyaan bisa menjadi undangan bagi siswa untuk terlibat secara mental dan intelektual.

Dalam praktik mengajar, pertanyaan dapat diberikan di tiga momen penting. Di awal pembelajaran untuk menarik perhatian, di tengah pembelajaran untuk mendorong pemikiran kritis, dan di akhir pembelajaran untuk menegaskan pemahaman. Sebuah contoh sederhana dapat dilihat dalam pelajaran sejarah. Guru mungkin memulai dengan pertanyaan dasar seperti, “Siapakah presiden pertama Negara Indonesia?” Pertanyaan ini berada pada level kognitif rendah, namun menjadi pintu masuk diskusi yang lebih kompleks, seperti membahas karakter kepemimpinan atau konteks sejarah pada masa itu.

Kendati demikian, ada sejumlah hal yang perlu dihindari agar pertanyaan tidak kehilangan makna. Misalnya, guru menjawab pertanyaannya sendiri, mengulangi pertanyaan yang sudah jelas secara berulang-ulang, atau memberikan pertanyaan ganda yang membuat siswa bingung. Menunjuk siswa terlebih dahulu sebelum menyampaikan pertanyaan juga dapat memicu kecemasan. Pertanyaan seharusnya menumbuhkan keberanian, bukan rasa takut.

Dari sini dapat terlihat bahwa bertanya bukan sekadar tindakan lisan, tetapi keterampilan pedagogis yang membutuhkan kesadaran, teknik, dan kepekaan. Guru yang mendengarkan jawaban siswa dengan sungguh-sungguh, menanggapinya dengan positif, dan menuntun proses berpikir siswa, sebenarnya sedang membangun budaya dialog di dalam kelas. Dan di situlah pendidikan bekerja dengan cara yang paling manusiawi.

Pada akhirnya, mengajukan pertanyaan bukan hanya cara untuk mengevaluasi pengetahuan, tetapi cara membangun kemampuan berpikir. Pertanyaan yang sederhana bisa menjadi pemantik bagi proses belajar yang lebih dalam. Di ruang kelas yang hidup, pertanyaan tidak jatuh sebagai formalitas, tetapi hadir sebagai jembatan antara rasa ingin tahu dan pengetahuan. Guru yang memahami ini tidak hanya mengajar, tetapi juga membangkitkan kesadaran berpikir dalam diri siswa. Dan, mungkin di situlah letak seni mengajar yang sesungguhnya. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: guruPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Budaya Bertabrakan: Reaksi Psikologis dan Sosial terhadap Imigran India di Negara Maju

Next Post

[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails

Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

by I Ketut Suar Adnyana
September 19, 2026
0
Kuncup Bunga Kopi di Tengah Kemarau: Antara Tanda Alam dan Ancaman El Niño

Di antara pepohonan kopi yang tumbuh di lereng dan kebun-kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, terdapat sebuah pengetahuan...

Read moreDetails

Ramai Penulis Menjadi Pelukis

by Angga Wijaya
September 19, 2026
0
Ramai Penulis Menjadi Pelukis

SAYA mulai curiga ketika beberapa nama penulis yang biasa saya temui di halaman buku, koran, dan media sosial tiba-tiba muncul...

Read moreDetails
Next Post
[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga
Esai

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati
Esai

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

by Angga Wijaya
September 22, 2026
Guci Nasib di Titik Nol Kota
Ulas Rupa

Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

by I Wayan Westa
September 22, 2026
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co