14 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Guru Bertanya, Siswa Belajar: Menghidupkan Kelas dengan Keterampilan Bertanya Dasar

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
October 16, 2025
in Esai
Ketika Guru Bertanya, Siswa Belajar: Menghidupkan Kelas dengan Keterampilan Bertanya Dasar

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

GURU selalu ditempatkan pada posisi penting dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sebagai penyampai materi, guru juga dituntut menguasai sejumlah keterampilan agar proses belajar mengajar tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan pengalaman bermakna bagi siswa. Salah satu keterampilan yang kerap dianggap sederhana, namun sebenarnya menjadi kunci dari proses pembelajaran yang hidup, adalah keterampilan bertanya. Kompetensi ini termasuk dalam kompetensi pedagogik yang wajib dimiliki guru, sejajar dengan keterampilan dasar mengajar lainnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keterampilan adalah “kecakapan untuk menyelesaikan tugas”. Sementara itu, bertanya berasal dari kata “tanya” yang berarti permintaan keterangan. Maka, keterampilan bertanya dapat dimaknai sebagai kecakapan guru dalam mengajukan pertanyaan yang mampu memicu respons, jawaban, atau tanggapan dari siswa. Pertanyaan bukan hanya ungkapan verbal yang menuntut jawaban, melainkan juga stimulus yang menggerakkan proses berpikir. Seperti dikatakan dalam sebuah pandangan klasik, “bertanya itu sendiri berarti berpikir”.

Brown (1975) menyebut bahwa bertanya adalah “any statement which tests or creates knowledge in the learner,” artinya setiap pertanyaan mengkaji atau menciptakan pengetahuan baru dalam diri peserta didik. Eni Purwati, dkk (2009) juga menegaskan bahwa tujuan pertanyaan dalam pembelajaran agar siswa memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir. Artinya, kualitas pertanyaan guru akan sangat berpengaruh pada kualitas jawaban dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Guru yang mampu bertanya dengan baik sebenarnya sedang mengajar dengan baik.

Pertanyaannya kemudian, mengapa bertanya menjadi begitu penting?

Karena dari satu pertanyaan sederhana, proses belajar dapat bergerak. Pertanyaan yang tepat dapat membuka rasa ingin tahu, memusatkan perhatian siswa, sekaligus menyadarkan mereka bahwa memahami pelajaran bukan hanya soal mendengar maupun menghafal, tetapi juga soal berpikir, merespons, dan menyusun pemahaman. Dari sinilah manfaat keterampilan bertanya terlihat. Pertanyaan dapat meningkatkan rasa ingin tahu, mendorong siswa menjadi lebih aktif, melatih keberanian untuk berpendapat, dan membantu guru menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. Lebih dari itu, pertanyaan juga dapat menciptakan suasana kelas yang dinamis, tidak hanya satu arah.

Dalam praktiknya, keterampilan bertanya dibagi menjadi dua tingkatan, yakni bertanya tingkat dasar dan bertanya tingkat lanjut. Pada tingkat dasar, guru mengajukan pertanyaan untuk menggali informasi umum, membuka pembelajaran, atau meninjau kembali pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya. Pertanyaan dasar biasanya muncul di awal, tengah, atau akhir pembelajaran. Fungsinya tidak lain untuk membangun koneksi antara pengetahuan lama dengan materi baru. Hasibuan (1991) menyebut bahwa pertanyaan tingkat lanjut digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir lebih tinggi, sementara pertanyaan dasar menjadi fondasinya.

Agar pertanyaan dasar memiliki fungsi optimal, ada beberapa komponen penting yang harus diperhatikan guru. Pertama, pertanyaan harus disampaikan dengan jelas dan singkat. Pemilihan kata sangat menentukan apakah siswa dapat memahami maksud pertanyaan. Di sinilah kemampuan guru membaca karakteristik siswa menjadi penting. Kedua, pemberian acuan. Sebelum bertanya, guru bisa memberikan konteks agar arah jawaban lebih tajam. Misalnya, “Bumi merupakan salah satu planet yang mengelilingi Matahari. Dapatkah Anda menyebutkan nama planet lain yang mengelilingi matahari selain Bumi?” Kalimat pembuka tersebut memberi arah sebelum pertanyaan dilontarkan.

Ketiga, pemindahan giliran menjawab. Jika satu siswa belum memberikan jawaban yang tepat, guru dapat memindahkan giliran ke siswa lain tanpa menciptakan kesan menghakimi. Keempat, penyebaran pertanyaan. Pertanyaan sebaiknya tidak hanya diarahkan kepada satu dua siswa saja, tetapi memberi peluang kepada seluruh siswa untuk berpikir. Guru bisa mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas terlebih dahulu sebelum menunjuk siapa yang menjawab. Kelima, pemberian waktu berpikir. Setelah pertanyaan disampaikan, guru tidak perlu langsung menunjuk siswa untuk menjawab. Jeda sejenak memberi kesempatan bagi seluruh siswa untuk memproses informasi.

Terakhir, pemberian tuntunan. Jika siswa kesulitan menjawab pertanyaan, guru dapat memberi petunjuk kecil atau memecah pertanyaan menjadi bagian yang lebih sederhana agar siswa dapat membangun jawabannya sendiri. Dengan cara ini, siswa tidak sekadar menerima jawaban, tetapi belajar membentuk pemahaman.

Sayangnya, di banyak kelas, keterampilan bertanya belum sepenuhnya dimanfaatkan secara maksimal. Tidak sedikit guru yang masih mendominasi pembelajaran dengan ceramah panjang tanpa diselingi pertanyaan. Pembelajaran menjadi satu arah, siswa pasif, dan ruang dialog tidak muncul. Padahal, penguasaan keterampilan bertanya merupakan kunci menciptakan suasana belajar yang hidup. Guru yang mampu bertanya dengan baik bisa mengatur ritme kelas, membangun rasa ingin tahu siswa, dan bahkan menciptakan kedekatan emosional melalui interaksi multiarah.

Beberapa alasan mengapa keterampilan bertanya dasar penting dikuasai

Guru sering kali lebih nyaman bercerita panjang lebar daripada membangun dialog. Siswa juga tidak terbiasa bertanya karena budaya kelas yang cenderung teacher-centered. Selain itu, masih ada anggapan bahwa pertanyaan hanya berfungsi menguji pemahaman, bukan sebagai alat berpikir. Padahal, pertanyaan bisa menjadi undangan bagi siswa untuk terlibat secara mental dan intelektual.

Dalam praktik mengajar, pertanyaan dapat diberikan di tiga momen penting. Di awal pembelajaran untuk menarik perhatian, di tengah pembelajaran untuk mendorong pemikiran kritis, dan di akhir pembelajaran untuk menegaskan pemahaman. Sebuah contoh sederhana dapat dilihat dalam pelajaran sejarah. Guru mungkin memulai dengan pertanyaan dasar seperti, “Siapakah presiden pertama Negara Indonesia?” Pertanyaan ini berada pada level kognitif rendah, namun menjadi pintu masuk diskusi yang lebih kompleks, seperti membahas karakter kepemimpinan atau konteks sejarah pada masa itu.

Kendati demikian, ada sejumlah hal yang perlu dihindari agar pertanyaan tidak kehilangan makna. Misalnya, guru menjawab pertanyaannya sendiri, mengulangi pertanyaan yang sudah jelas secara berulang-ulang, atau memberikan pertanyaan ganda yang membuat siswa bingung. Menunjuk siswa terlebih dahulu sebelum menyampaikan pertanyaan juga dapat memicu kecemasan. Pertanyaan seharusnya menumbuhkan keberanian, bukan rasa takut.

Dari sini dapat terlihat bahwa bertanya bukan sekadar tindakan lisan, tetapi keterampilan pedagogis yang membutuhkan kesadaran, teknik, dan kepekaan. Guru yang mendengarkan jawaban siswa dengan sungguh-sungguh, menanggapinya dengan positif, dan menuntun proses berpikir siswa, sebenarnya sedang membangun budaya dialog di dalam kelas. Dan di situlah pendidikan bekerja dengan cara yang paling manusiawi.

Pada akhirnya, mengajukan pertanyaan bukan hanya cara untuk mengevaluasi pengetahuan, tetapi cara membangun kemampuan berpikir. Pertanyaan yang sederhana bisa menjadi pemantik bagi proses belajar yang lebih dalam. Di ruang kelas yang hidup, pertanyaan tidak jatuh sebagai formalitas, tetapi hadir sebagai jembatan antara rasa ingin tahu dan pengetahuan. Guru yang memahami ini tidak hanya mengajar, tetapi juga membangkitkan kesadaran berpikir dalam diri siswa. Dan, mungkin di situlah letak seni mengajar yang sesungguhnya. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: guruPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Budaya Bertabrakan: Reaksi Psikologis dan Sosial terhadap Imigran India di Negara Maju

Next Post

[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails

Wartawan Kehabisan Bensin

by Angga Wijaya
October 12, 2026
0
Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

Read moreDetails

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

Read moreDetails

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails
Next Post
[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada
Esai

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Esai

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran
Pameran

“Garbha Wedana: A Story Before It Begins”, Menelusuri Ruang Penciptaan Sebelum Kelahiran

"GARBHA Wedana: A Story Before It Begins" menjadi pameran perdana Dyurupa, komunitas seniman rupa berbasis di Bali. Pameran yang melibatkan...

by Nyoman Budarsana
October 12, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
Wartawan Kehabisan Bensin
Esai

Wartawan Kehabisan Bensin

ADA cerita tentang wartawan yang kehabisan bensin di tengah perjalanan meliput berita. Sepeda motornya berhenti di pinggir jalan. Ia memeriksa...

by Angga Wijaya
October 12, 2026
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia
Tualang

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Esai

Menara Gading Yogyakarta yang (Tidak Boleh) Lupa Rumahnya Sendiri

YOGYAKARTA tak pernah sekadar menjadi nama di peta. Ia adalah sebuah janji. Sejak Ki Hadjar Dewantara mendirikan Perguruan Taman Siswa...

by S. Bekti Istiyanto
October 12, 2026
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co