2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
October 16, 2025
in Khas
[Tuturangan Ambengan 1]: Menyentuh Lontar, Menyentuh Ingatan Leluhur

Lontar di Desa Ambengan, Sukasadam Buleleng

PAGI yang cerah menerpa Desa Ambengan di Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, tepatnya di Dusun Bukit Balu. Embun baru saja menguap dari pucuk-pucuk cengkeh, meninggalkan aroma segar yang menenangkan. Suara bambu yang bergesekan di tepi jalan mengiringi langkah menuju rumah perbekel (kepala desa)—rumah yang menjadi saksi pertemuan antara masa lalu dan masa kini.

Di sanalah tersimpan lima lontar warisa desa, peninggalan yang telah berpindah tangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hari itu, rombongan dari penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Sukasada yang berakar dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali datang, bersamaan dengan para mahasiswa IAHN Mpu Kuturan, khususnya dari program Studi Bahasa Bali yang sedang menjalankan KKN di desa tersebut. Tujuannya sederhana tapi tersirat sakral, membersihkan lontar-lontar yang mulai rapuh dimakan waktu.

Rumah perbekel bak ruang sakral kecil, beralaskan karpet hijau dan koran bekas. Di meja kayu, peralatan tertata rapih, minyak sereh yang harum menyengat di hidung, kuas kecil, tissue, dan kemiri yang biasa dikenal orang Bali yaitu tingkih yang sudah dibakar dicampur minyak sereh—digunakan untuk menghitamkan kembali tulisan lontar yang mulai memudar.

Satu per satu, lembar per-lembar lontar dibuka dengah hati-hati. Tangan dan kuku yang mulai menghitam imbas kemiri yang sudah terbakar digiling bercampur minyak sereh, diiringi suara rindik yang dimainkan oleh perbekel sebagai tuan rumahnya, ada getar halus di setiap sapuan kuas, seolah daun lontar itu menyimpan napas panjang sejarah yang tak ingin tergesa dibangunkan.

“Pertama kita buka dulu lontarnya, lihat kondisinya. Kalau tulisannya mulai pudar, kita isi tingkih supaya lebih jelas,” kata I Wayan Sutapayasa, Koordinator Baga Lontar Kecamatan Sukasada.

Sembari mengelus permukaan lontar yang sudah menua, gerakannya pelan nyaris seperti doa. Proses yang bukan sekedar membersihkan, ini adalah cara manusia berbincang dengan masa lalu—dengan leluhur yang menitipkan pengetahuan dan doa di balik aksara-aksara Bali yang diukir di atas daun lontar.

Satu demi satu naskah diidentifikasi menggunakan formular kertas. Beberapa lontar berjudul Kadiatmikan berukuran 22 centimeter dengan tebal 21 halaman beraksara Bali bahasa Kawi dan Lontar berjudul Kaweruhan dengan kondisinya yang kering dan tak utuh, namun tetap disucikan seperti tubuh yang renta tapi bermartabat.

Semua lontar difoto dan dianalisis dan pada akhirnya akan di digitalisasi agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Proses ini bisa memakan waktu hingga lima bulan lamanya—sebuah kesabaran yang jarang kita temui di zaman yang serba cepat ini.

“Lontar-lontar di Ambengan sebenarnya masih sangat banyak, tapi banyak juga yang belum terawat. Lontar ini kan peninggalan nenek moyang kita, sakral sifatnya, jadi orang kadang takut untuk menyentuhnya, padahal, di sana tersimpan ilmu ketuhanan, pengobatan, tuntunan menuju moksa, semua ada disitu,” ujar Nyoman Seri, selaku Perbekel (Kepala Desa) Ambengan.

Kata-kata itu menggema di benak, menyentuh sisi batin yang jarang diajak bicara. Di balik selembar lontar, tersimpan bukan hanya aksara, melainkan cahaya pengetahuan yang pernah menerangi jiwa-jiwa leluhur.

Mereka yang hadir—para penyuluh, mahasiswa seolah sedang menapaki jembatan antara dunia modern dan dunia lampau. Tangan muda yang memegang kuas dan tisu bukan sekedar belajar teknik konservasi, tetapi juga belajar menghormati keheningan yang hidup di dalam benda-benda tua.

Suatu yang menyengat seperti bau minyak sereh bercampur kemiri dan aroma lontar tua, mengingatkan, mungkin di masa lalu, seorang penulis lontar di desa ini pernah duduk seperti itu juga, menulis aksara dengan sangat sabar, sinar matahari yang menyorot pelipis memancing keringat bercucuran. Dan kini, ratusan tahun kemudian, generasi baru hadir untuk menjaga tulisan-tulisan kuno itu kembali tampak hitam di atas permukaan yang menguning.

Sejatinya, setiap kita membersihkan lontar, kita juga membersihkan bagian dari diri kita sendiri—bagian yang terlupakan, tertimbun debu waktu dan kesibukan di era modern ini. Ada upaya kecil untuk kembali memahami siapa kita dan dari mana kita berasal.

Siang mulai menerik, sinar merambat ke sela-sela batang cengkeh di area sekitar, lontar-lontar yang tadinya kusam kini tampak berkilau, seperti baru saja disapa oleh masa depan. Dan di Ambengan, kita belajar bahwa menjaga warisan bukan hanya soal benda—tetapi soal hati yang tak ingin putus dari akarnya. [T]

  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan mahasiswa KKN IAHN Mpu Kuturan di Desa Ambengan, Sukasada, Buleleng

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulelengdesa ambenganIAHN Mpu KuturanIMK Balilontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Guru Bertanya, Siswa Belajar: Menghidupkan Kelas dengan Keterampilan Bertanya Dasar

Next Post

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

Kisah Bu Jero, Penjual Jaja Laklak yang Tetap Bertahan dengan Tungku Kayu di Desa Banjar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co