2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Papua, Cerita, Manusia dan Kerendahan Hati — Catatan dari Festival Sastra Sorong

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
October 11, 2025
in Tualang
Papua, Cerita, Manusia dan Kerendahan Hati — Catatan dari Festival Sastra Sorong

Acara Festival Sastra Sorong di Sorong, Papua Barat Daya

SAYA harus berterima kasih pada Suhardi Aras yang membuat saya bisa tiba di tanah Papua.  Sudah sejak kecil saya membayangkan Papua. Diam-diam selalu berharap bisa sekali saja ke Papua dalam hidup saya. Seperti ada sesuatu yang memanggil dari dalam jiwa.

Dan, saya berterima kasih pada Suhardi Aras. Ia sahabat saya dalam dunia literasi dan sastra. Ia pendiri Rumah Kata Sorong. Dan ia mengundang saya untuk datang ke Festival Sastra Sorong di ibukota Provinsi Papua Barat Daya. Ia mengundang saya sebagai pembicara dalam festival itu.

Undangan Suhardi Aras adalah buah dari keyakinan saya yang tumbuh dari tahun ke tahun, bahwa saya akan hadir di Papua di suatu masa. Lalu tibalah masa itu. Tibalah undangan Suhardi Aras.

Tentu saja, undangan Suhardi Aras bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Sejak bertemu di Konsorsium Festival Sastra Nasional di Makasar, Mei 2025, kami, dan pengelola festival lain, memang punya kesepakatan untuk saling mendukung.

Saya dalam konteks sebagai pengelola festival juga memahami bahwa penguatan ekosistem festival sastra sangat penting, terutama bagi pengelola festival. Kami menyadari bahwa festival sastra memiliki peran vital dalam kemajuan literasi daerah, penguatan jejaring kebudayaan yang beragam, dan juga penguatan identitas daerah.

Satu hal lagi, sesama pengelola kami menyadari bahwa kami harus saling menguatkan secara mental. Hal ini sangat penting karena menyelenggarakan festival bukanlah perkara mudah, malah sangat kompleks. Ketika kami mengadakan festival di tempat masing-masing, kami perlu saling mendukung dan menguatkan.

Akhirnya Suhardi lebih awal menawarkan bantuan mengirim volunteer di festival yang saya kelola, Singaraja Literary Festival (SLF). Sebanyak hampir sembilan relawan  diterjunkan dan direncanakan hadir dalam SLF. Sejak persiapan Mei hingga mendekati Juli.

Namun kendala administrasi menyebabkan relawan tidak jadi berangkat, namun hanya bisa membantu secara online saja. Lalu setelah SLF berlalu, saya pun ditawari untuk menjadi pembicara di Festival Sastra Sorong. Sayapun menyambut dengan hangat. Sebab, mana mungkin saya menolak.

Saya mendarat di Airport Domine Eduard Osok, pada tanggal 9 Oktober 2025.  Saya dijemput Zora, relawan Rumah Kata Sorong yang juga membantu sebagai relawan di SLF. Zora memberitahukan bahwa Sorong banjir. Sayapun melihat hujan masih deras. Beruntung pesawat mendarat aman. Sore menjelang malam hujan terus turun. Kami hanya makan malam dan lalu beristirahat.

Keesokan harinya, 10 Oktober. Saya memberikan workshop penulisan cerpen. Tiga puluh peserta mengikuti workshop ini. Mereka adalah gabungan siswa, mahasiswa, guru, hingga jurnalis. Saya merasakan sebuah  kehangatan. Sebuah sambutan.

Ada tiga proses dalam workshop ini. Pertama pembacaan karya cerpen saya sebagai pembuka, lalu pemberian materi penulisan cerpen, lalu proses penulisan cerpen. Mereka menyimak dan memberikan apresiasi tinggi terhadap pembacaan karya saya, penyampaian, dan juga merespon latihan menulis dengan tekun.

Ada beberapa gagasan cerpen lahir yang saya ingat betul. Gagasan dari Rizal soal hutan dan ibu yang menjaga hutan, adalah persoalan antara cinta yang akhirnya kalah oleh senjata. Hutan yang dirawat dengan cinta harus roboh karena senjata. Gagasan cerpen ini menarik bagi saya karena persoalan ini tentulah menjadi hal yang menggugah hati, karena cinta seorang ibu kepada hutan harus dibayar nyawa.

Yang kedua, dari Maria. Dia menulis soal tokoh yang muda yang terlihat baik-baik saja, namun harus terkena virus HIV/AIDS karena sebuah kesalahan yang tak terduga. Kompleksitas isu pendidikan, kesehatan, sosial menjadi sangat tebal disini.

Ada juga Rusniati yang menulis soal perempuan, bahwa di sebuah keluarga dengan tujuh anak perempuan, harapan tetap harus dipelihara, bahwa pendidikan diupayakan adil bagi semua saudara. Hal-hal seperti ini sangat menarik ditulis.

Dan tentu, merekalah yang paling paham persoalannya, sekaligus penyelesaiannya, jika ada. Solusi tidak pernah benar-benar harus ada dalam konteks cerpen, namun paling tidak dia menyisakan satu daya reflektif yang kuat. Apa yang harus dilakukan berikutnya. 

Saya merasa Papua indah karena dua hal. Manusianya dan kerendahatiannya. Saya merasa memang Tuhan memilihkan waktu terbaik bagi saya untuk tiba di Papua saat saya benar-benar siap dan semesta mewujudkannya melalui sahabat-sahabat baik hati.

Saya bertemu Suhardi Aras, tentu saja, dialah penggerak literasi di Sorong. Lalu ada Zora yang memastikan agenda saya di Sorong. Ada Nabila yang khusus memesankan tiket. Ada Jul yang menjadi LO di hotel, ada Rizal sang koordinator workshop yang juga membantu saya mengkurasi hasil workshop. Ada sopir Pak Chairul yang juga standby menemani. Semua dari mereka sangat hangat dan manis.

Di Sorong saya juga bertemu jejaring festival sastra dan jajaran penulis. Ada Aan Mansyur dari Makasar International Writers Festival. Ada Windy Ariestanti pengelola pasar buku keliling. Ada Shinta Febriany dari Penastri (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia). Ada Luna Vidya penulis dan performer dari Makasar.

Ada juga Rebecca dan Zulkifli dari MTN (Manajemen Talenta Nasional) Kementerian Kebudayaan RI, ada juga Sanne Breimer penulis dari Belanda. Kami berkumpul untuk saling berbagi rasa dalam konteks penguatan jejaring dan ekosistem kebudayaan. Pertemuan di festival seringkali terasa sangat menyenangkan.

Lalu apa selanjutnya. Eksplorasi alam. Tanggal 11 Oktober saya memutuskan ke Raja Ampat. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya bulat pergi. Bersama sahabat saya Sanne Breimer, kami bangun pagi dan menuju Pelabuhan Usahamina. Di sana kami disambut tur guide yang sangat ramah, Alon dan Juan. Dua pemuda ini sangat menikmati perannya sebagai tur guide, selalu tersenyum dan memberikan vibrasi positif.

Setelah 3 jam di speedboat, kami tiba di Raja Ampat. Luar biasa indahnya. Kami terkesima. Siapapun mengakui bahwa Raja Ampat seperti serpihan surga yang ada di dunia. Kami menjelajahi beberapa tempat, dimulai dari Piaynemo, Telaga Bintang, hingga Kampung Wisata Sauwandarek, surganya snorkelling. Lalu berakhir di Pasir Timbul. Seluruh tur ini menghabiskan waktu 12 jam. Melelahkan, juga menyenangkan.

Saya tiba di hotel sudah malam. Bahagia rasanya sudah mampir di Papua. Besok pagi, 12 Oktober, saya menyiapkan diri pulang ke Bali. Satu versi baru lahir hari ini. Versi baru yang memiliki sudut pandang baru, Papua dan kisahnya. [T]

Sorong, 11 Oktober 2025

Penulis: Kadek Sonia Piscayanti
Editor: Adnyana Ole

Tags: Festival Sastra SorongKadek Sonia PiscayantiPapua Barat Dayasastrasorong
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baris Gede Telek dan Gending Ancag-Ancagan dari Denpasar Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Next Post

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Penyusup di Taman Kita

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Redi Aryanto | Penyusup di Taman Kita

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Penyusup di Taman Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co