6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kembali ke Amerika [1] — Tanah Impian (Bagi yang Bisa Punya Mobil)

J. Savitri by J. Savitri
September 27, 2025
in Tualang
Kembali ke Amerika [1] — Tanah Impian (Bagi yang Bisa Punya Mobil)

Penulis berpose di samping mobil di Cincinnati, Ohio, AS

SEJAK kecil saya ingin pergi ke luar negeri, belajar di sana. Katanya di negara maju semua serba teratur, tidak seperti di Indonesia. Saat SMA, keinginan itu mulai mengerucut dengan adanya tujuan yang lebih spesifik: Amerika. Lebih spesifik lagi: Amerika Serikat atawa AS.

Siapa yang tidak kenal negara paling berkuasa di dunia saat ini. Film dan drama serinya menjadi hiburan semua kalangan. Kita dibuat kagum dengan kemajuan budayanya. Di benak kita, paling tidak di benak saya, negara ini (beserta penduduknya) superior; lebih maju, lebih kaya, lebih pintar, lebih hebat, lebih segalanya. Tidak heran banyak orang bertanya, “Kenapa tidak tinggal di Amerika saja?” ketika saya kembali ke Indonesia, dari belajar di Amerika, beberapa tahun lalu.

Saya tinggal untuk sementara waktu di negeri Paman Sam–hampir tiga tahun–-untuk menyelesaikan studi pasca sarjana dan bekerja di satu tahun terakhirnya. Saya masih ingat kekaguman saya yang saat langsung teruji di hari-hari pertama tinggal di Amerika, tepatnya di Cincinnati, negara bagian Ohio, AS.

Di sini semua infrastruktur seperti punya skala 1,5-2 kali lipat lebih besar. Pergi kemana saja jadi terasa melelahkan jika dilakukan dengan berjalan kaki. Tidak terlihat fasilitas transportasi publik yang mudah dijangkau. Kebingungan-kebingungan pun muncul; di mana bisa membeli kebutuhan? Toko-toko seperti tidak ada dalam jangkauan.

Deretan mobil di Cincinnati, AS | Foto: J Savitri

Untungnya, saya memilih jurusan yang tepat–planologi–karena diskusi-diskusi yang terjadi selama perkuliahan memaparkan latar belakang dari keadaan ini. Ternyata, Amerika dibangun menjadi negara yang berorientasi pada penggunaan mobil sebagai alat mobilitas utama. Istilah terkenalnya, car-centric atau car-oriented development.

Sebenarnya tidak masalah ke mana tujuannya, asal punya mobil, kebutuhan dasar bisa dijangkau dalam waktu 5-10 menit. Tentu dengan laju berkendara rata-rata 50-70 km/jam di area perkotaan. Di jalan tol antar kota atau antar negara bagian, rata-rata kecepatan ini naik menjadi 100-130 km/jam.

Beruntung di tahun kedua perkuliahan saya punya mobil. Saya jadi bisa dengan mudah belanja ke toko Asia yang jaraknya sekitar 18 km dari rumah, cuma butuh waktu 19-24 menit. Selain itu, pilihan berbelanja kebutuhan jadi lebih luas, bisa memilih toko-toko yang lebih murah.

Supermarket favorit saya namanya Aldi. Dengan belanja di sana, saya bisa hemat 50 sampai 100 dollar setiap bulannya. Rp.750.000-1.500.000 per bulan. Bayangkan jika dikalikan satu tahun.

Mobil dan jalan yang lengang di Cincinnati, AS | Foto: J Savitri

Tapi sekarang, ketika kembali lagi ke Cincinnati, saya berada dalam keadaan yang tidak asing, keterbatasan yang sama seperti tahun pertama hidup di Amerika. Saya mengandalkan teman yang punya mobil. Untung masih ada banyak teman di sini. Lalu bagaimana jika tidak punya teman atau mobil sendiri? Atau jika sekadar enggan terus merepotkan?

Pilihannya ada beberapa. Mari kita coba simulasikan dengan Google Maps. Supermarket terdekat dari area apartemen lama saya jaraknya 2,8 km, dengan mudah dijangkau dalam waktu 7 menit menggunakan mobil atau 10-12 menit jika memasukkan waktu keluar dari rumah dan menyalakan mobil. Dengan bus, waktu perjalanan menjadi 12 menit; belum termasuk waktu jalan ke bus stop dan menunggu bus datang. Waktu ini bisa menjadi 30 menit jika ditotal. Lebih dari dua kali lipat.

Jalan kaki butuh 36 menit jika langkahmu panjang seperti kaki-kaki orang Amerika. Kalau menggunakan sepeda, waktu tempuh menjadi 14 menit dengan kontur tanah Cincinnati yang berbukit. Ada bonus betis kuat ala tukang becak. Namun, ketiga opsi tersebut datang dengan banyak batasan, dari segi waktu sampai jumlah barang yang bisa dibawa.

Hidup di Amerika tanpa mobil mungkin seperti hidup di Indonesia tanpa motor. Bedanya, di sini tidak ada warung madura, toko kelontong, apalagi pedagang sayur keliling. Di sini juga tidak ada taksi motor online yang meskipun mahal kalau diakses setiap hari, bisa terjangkau untuk masa-masa emergency.

Mungkin tidak jadi masalah jika tinggal di Amerika untuk sementara. Paling hanya tidak bisa pergi jalan-jalan menikmati taman kota secara leluasa, harus mengandalkan kebaikan teman. Menabung juga lebih susah karena perlu membayar biaya makan atau transportasi yang lebih mahal. Pada umumnya, pengalaman di Amerika menjadi sangat terbatas.

Masalahnya, ada 6% penduduk Amerika (sekitar 13-14 juta jiwa) yang tidak punya akses transportasi yang memadai. Persentasenya jauh lebih besar untuk suku asli Amerika dan Alaska (17.1%) dan African American (9.2%). Sebagai perbandingan, hanya sedikit dari penduduk Amerika berkulit putih yang menghadapi tantangan serupa (4.8%). Keadaan seperti ini tidak bisa dipisahkan dari kesenjangan berbasis ras.

Apa tidak punya akses pada mobil hal yang sebegitu buruknya? Sebagai negara yang sangat bergantung pada mobil, semua kebutuhan dasar manusia pun akses terbaiknya hanya bisa dicapai dengan mobil. Kita sudah membahas tentang kebutuhan makan. Kebanyakan dari mereka yang tidak mampu membeli mobil, tinggal di daerah yang tidak punya akses memadai ke supermarket apalagi ke sumber makanan sehat. Pilihannya adalah makanan cepat saji yang sangat buruk bagi kesehatan.

Tetapi jika punya masalah kesehatan, mereka juga akan kesulitan untuk pergi berobat, lagi-lagi karena klinik atau rumah sakit tidak dalam jangkauan. Untuk membuat keadaan lebih rumit lagi, keluar dari kondisi finansial yang buruk adalah proses yang sulit.

Mobil di jalan yang lebar di Cincinnati, AS | Foto: J Savitri

Jika ingin mencari pekerjaan dengan bayaran lebih baik, mereka harus punya mobil karena pekerjaan-pekerjaan tersebut biasanya jauh dari area tempat mereka tinggal. Dengan mengandalkan bus, jarak yang bisa dijangkau mobil selama 20-30 menit, dengan mudah berubah menjadi 2 jam.

Tentu saya bertanya, mengapa Amerika tidak mengembangkan sistem transportasi umum? Barangkali keadaannya tak berbeda jauh dari Indonesia yang kian gencar membangun jalan tol namun terus memangkas anggaran transportasi umum. Toh sekarang kita sudah merasakannya; naik bus kota sangat lambat dan tidak bisa diandalkan! Lebih enak naik motor. Tetapi harga motor kian mahal sehingga akhirnya semakin banyak orang tidak mampu membelinya. Mereka yang tidak mampu, hanya bisa mengandalkan transportasi umum yang terbatas jangkauan aksesnya. Kita hanya mengulang kesalahan yang sama.

Semakin banyak mobil dan motor yang ada di jalanan dan di garasi-garasi rumah sebenarnya bukan pertanda yang baik. Ini justru sebuah alarm. Di saat planet sudah tidak mampu lagi menerima limbah pembakaran energi fosil, beralih pada transportasi umum adalah pilihan yang paling bijaksana.

Sudah saatnya kita bertanya kepada presiden, kepala daerah, atau lembaga eksekutif: apa rencana anda terkait pembangunan transportasi umum? [T]

Cincinnati, Ohio, 23 September 2025

Penulis: J. Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: Amerika SerikatCincinnatiKembali ke AmerikaOhiotransportasitransportasi publik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari “Soccer” Menjadi “Football”

Next Post

 Kampusku Sarang Hantu [34]: “Healing” Berujung Merinding

J. Savitri

J. Savitri

Penyuka martabak dan senang belajar, sesekali menyanyi. Saat ini sedang menimba ilmu di Bali Utara

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

 Kampusku Sarang Hantu [34]: “Healing” Berujung Merinding

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co