2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Mama,” kata Si Bayi Menutup Film “Ya Hanouni” (2024) karya Lyna Tadount dan Sofian Chouaib

Son Lomri by Son Lomri
September 14, 2025
in Ulas Film
Minikino Film Week 11, Ruang Pertemuan Inklusif yang Sebenar-benarnya Antara Penonton dan Filmmaker

Film "Hanouni" (2024) karya Lyn Tadount dan Sofian Chouaib

HANYA cukup 03:00 menit, Lyna Tadount dan Sofian Chouaib menyolok mata dan memukul dada penonton dengan film Ya Hanouni (2024).

Film itu bergenre fiksi. Diputar setelah film pendek Blitmusik (2024), Lunch Women (2024), No Room (2024), dan A Waiting Room (2024), di Ruang Taksu Dharma Alaya, Denpasar, Jumat, 12 September 2025.

Film Ya Hanouni adalah film pendek yang sederhana, yang pendek sekali; 03:00 menit, digarap di Prancis. Tidak dengan simbolis—yang mesti mengerutkan jidat untuk menyecap pesan apa yang hendak di ampaikan Lyna Tadount dan Sofian Chouaib kepada penontonnya.

Bercerita tentang sepasang suami-istri sedang bertengkar sangat romantis. Di rumah di sebuah kamar, sepasang istri (muslim) itu, sedang mengajarkan anaknya yang masih bayi—untuk mengucapkan Mama dan Baba

Pokoknya, si anak, harus lebih dulu bisa memanggil Mama ketimbang Baba. Tentu, sang suami tidak mau kalah, ia berusaha agar si bayi memanggil namanya lebih dulu dengan sebutan Baba.

Pertengkaran mereka adalah pertengkaran cinta. Mereka bertengkar kecil saling dorong dengan sambil tertawa tipis. Dan bermain cilukba dengan si bayi, sebagai sogokan agar anaknya memangil lebih dulu dari salah satu mereka, Mama atau Baba? Si bayi belum bereaksi.

Entah di menit-detik ke berapa, kamar kecil mereka bergetar setelah suara letupan di luar rumah terdengar. Lalu di salah satu adegan mereka melontarkan kalimat penenang untuk si bayi; tenang saja, nak, itu hanya gempa.

Selepas itu, getaran terasa tambah kencang dan suara terdengar sangat keras dan dekat. Suami-istri itu panik saling tatap. Cahaya ledakan mulai masuk ke ruangan mereka silau sekali. Lantas dengan segera si suami menutup bayinya dengan sesuatu agar aman dari reruntuhan gedung.

Lalu sepasang kekasih itu pergi entah ke mana dilalap cahaya, terkecuali bayi itu masih ada, tertimbun reruntuhan rumah sendiri.

Keesokan harinya, ketika semua bangunan sudah runtuh, petugas negara setempat masuk, membuka penutup—tempat tidur si bayi setelah kamar jadi bebas udara. Mereka tercengang ada seorang bayi masih hidup tanpa ibu dan bapak.

“Mama,” ucap si bayi itu menatap petugas yang menatapnya. Film berakhir.

Derita Perang

Tentu, di Prancis, di tahun 2024, tidak ada perang yang sedahsyat Palestina yang diperangi kolonialis Israel. Melihat Lyn Tadount dan Sofian Chouaib menggarap film itu dengan latar keluarga muslim, siapapun bakal mengira—bahwa filmnya, menjelaskan tentang kondisi chaos Gaza, sebagaimana mengangkat latar keluarga muslim.

Lyn Tadount dan Sofian Chouaib mengambil angle yang berbeda ketika pemberitaan di tahun 2024 atau ke belakang, banyak mengabarkan penderitaan soal bayi atau anak-anak, dan tentu sipil lainnya lintas usia—yang dilaparkan di tengah perang, lalu wafat.

Perang bisa merenggut apapun bagi Lyna Tadount dan Sofian Chouaib melalui film itu, salah satunya kasih sayang dan kebahagiaan dari keluarga kecil.

Barangkali lebih luas cara pandang kita selepas menyaksikan atau Anda membayangkan perang, menghasilkan bangunan hancur, termasuk kamar tidur Ayah-Ibu, juga anak-anak, dengan meminjam puisi milik Khaled Juma berjudul “Oh Rescal Children of Gaza”.

Itu adalah puisi jujur sebagaimana Ya Hanouni milik Lyna Tadount dan Sofian Chouaib—dengan latar berbeda sebagai film pendek—yang puitik.

Melalui puisinya, Khaled Juma—menyeret serangan Isarel tahun 2014 dengan sebutan  “Operasi Protective Edge”—atau Operasi Perisai Pelindung. Telah membuat sepi rumah-rumah dari teriakan anak-anak. Karena mewafatkan 547 dan 3.374 anak-anak luka, termasuk di dalamnya mencacatkan 1000 anak secara permanen (baca: Jewish Voice For Labour).

Berikut ini penggalan puisinya Khaled Juma :

you wo broke my vase and stole the lonely flower on my balcony // come back // And scream as you want, // And break all the vases // Steal all the flowers//Come back // Just come back //

Kamu yang memecahkan vasku dan mencuri bunga kesepian di balkonku // Kembali– // Dan teriaklah sesuka hatimu // Dah memecahkan semua vas // Curi semua bunganya //

Puisi itu sangat jernih—dengan rasa perih yang pekat. Di puisi itu, terasa betul bagaimana rasa kehilangan pada anak-anak yang biasanya menganggu para tetangga dengan teriakan dan usil, telah hilang wafat berikut dengan rumah-rumah mereka.

Atau ketika di tahun 2024 akhir Juni, The Lancet mengutip Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED) terhitung dari media, masyarakat sipil dan sumber pemerintah, bahwa ada 39.276 kematian di Gaza akibat perang.

Namun setelah serangan brutal tak henti oleh Israel di tahun 2024 atau beberapa tahun terakhir juga brutal, Lyn Tadount dan Sofian Chouaib menyuguhkan kesedihan yang berbeda, kesedihan yang panjang selain kabar kematian.

Ya, perang, mengakibatkan anak-anak menjadi yatim-piatu: tanpa kasih sayang. [T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025perang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tata Maharani, Jegeg Blahkiuh, dan Cara Mempromosikan Pariwisata Desa Blahkiuh ke Seantero Dunia

Next Post

Karma Hijau Genzi di Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails
Next Post
Karma Hijau Genzi di Bali

Karma Hijau Genzi di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co