14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [32]: Pemilihan Dekan Beraroma Mistis

Chusmeru by Chusmeru
September 11, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

JABATAN dekan fakultas di perguruan tinggi dianggap sangat strategis. Secara struktural dekan membawahi ketua jurusan dan koordinator program studi. Dekan mengemban visi dan misi fakultas dan universitas, baik di bidang pendidikan, keuangan, adminitrasi, dan kemahasiswaan. Untuk melaksanakan tugas-tugas itu dekan akan dibantu oleh wakil dekan bidang masing-masing.

Begitu seksi jabatan dekan, sehingga banyak diperebutkan oleh dosen. Meski sesungguhnya orientasi dosen lebih kepada pencapaian kinerja akademis, namun menjadi dekan merupakan prestise sekaligus prestasi yang dianggap membanggakan. Tidak jarang, dosen yang telah meraih gelar akademik doktor maupun jabatan akademis profesor, tergiur juga untuk menjadi dekan.

Secara politis dekan juga merupakan sosok yang penting di kampus. Ia akan diperebutkan suaranya dalam pemilihan rektor. Seorang dekan secara otomatis akan menjadi anggota senat universitas, sehingga ia memiliki satu suara dalam proses pemilihan rektor. Kedekatan dekan dengan rektor akan memuluskan rencana kerjanya di fakultas.

Secara ekonomis jabatan dekan sebetulnya tidak begitu memberi harapan besar. Apalagi saat ini banyak kampus yang menerapkan zona integritas, sehingga dekan tidak bisa gegabah menerima gratifikasi dari pihak mana pun. Akan tetapi, dengan menjabat dekan akan meningkatkan tunjangan struktural yang secara ekonomis cukup lumayan.

Sedangkan secara sosial, jabatan dekan tentu saja merupakan gengsi bagi dosen. Di lingkungan kampus ia akan mendapat panggilan Bapak Dekan atau Ibu Dekan. Sementara di lingkungan tempat tinggalnya akan dianggap sebagai pejabat di perguruan tinggi. Apalagi bila setiap berangkat atau pulang kerja dekan akan dijemput dengan mobil dinas kampus.

Proses pemilihan dekan berlangsung sengit, layaknya pemilihan rektor maupun pemilihan presiden. Ada tim sukses yang akan menyertainya. Ada kampanye dan propaganda yang dimainkan. Bahkan tidak jarang ada buzzer juga yang ikut meramaikan proses pemilihan dekan.

Pemilihan jabatan di lembaga akademis, lembaga pendidikan tinggi, kadang tidak selamanya mengedepankan rasionalitas. Aroma mistis, klenik, dan irrasional juga tidak jarang mewarnai pemilihan dekan. Muncul penasihat spiritual yang berperan memberi masukan dari sisi supranatural. Bahkan ada pula calon dekan yang mendatangi seorang kiai untuk meminta doa, mendatangi paranormal untuk mendapatkan ramalan nasib, atau mendatangi tempat-tempat keramat untuk mencari wangsit.

                                                                        ***

Bintoro ditunjuk pimpinan untuk menjadi ketua panitia pemilihan dekan di kampusnya. Sebagai anggota senat fakultas ia terlibat dalam proses pemilihan. Beberapa persyaratan sebagai calon dekan sudah ia edarkan ke semua jurusan dan program studi untuk menjaring kandidat. Tidak semua dosen akan mendaftarkan diri. Biasanya hanya mereka yang pernah menduduki jabatan struktural di tingkat jurusan yang akan mendaftar.

Tidak membutuhkan waktu lama, Bintoro sudah mendapatkan tiga kandidat calon dekan. Mereka adalah Joni Sutopo, Sukur Renaldi, dan Mirna Setyowati. Ketiganya berasal dari jurusan yang berbeda. Usia mereka pun tidak terlalu jauh berbeda.

Sebagai ketua panitia pemilihan dekan, Bintoro tentu saja senang, karena pemilihan dekan akan berlangsung melalui mekanisme pemungutan suara. Akan tetapi, entah mengapa Bintoro merasa ada suasana lain yang mewarnai proses pemilihan dekan kali ini. Periode sebelumnya ia juga menjadi anggota panitia pemilihan dekan. Namun saat itu suasananya biasa saja. Kini ia merasa ada sesuatu yang aneh, sesuatu yang beraura mistis.

Saat mengamati foto para calon dekan, Bintoro merasa merinding. Padahal foto mereka biasa saja. Ia mencoba menepis perasaannya sendiri. Mungkin saja ia terbawa perasaan cerita tentang kampusnya yang sering disebut sebagai sarang hantu. Tetapi apa hubungannya pemilihan dekan dengan cerita misteri? Bintoro tak mau berspekulasi. Meski ia tak habis pikir, setiap memandang foto ketiga kandidat bulu kuduknya selalu berdiri.

Aroma mistis Bintoro rasakan saat berlangsung tahapan pemaparan visi misi calon dekan. Angin kencang bertiup di seputaran kampus. Ruangan aula tempat berlangsungnya acara juga bernuansa mistis. Lampu ruangan yang biasanya terang menjadi redup beberapa saat. Para dosen yang diundang menyaksikan paparan visi misi calon dekan pun merasa heran. Suasana semakin mistis ketika tercium aroma bunga melati di sekeliling aula.

Sebagai penanggung jawab acara, tentu saja Bintoro merasa tidak enak hati kepada para undangan yang hadir. Ia sudah mempersiapkan acara sedemikian rupa. Berharap acara berjalan dengan lancar. Apa mau dikata, ia tidak tahu dari mana aroma melati dan mengapa lampu di aula tiba-tiba menjadi redup.

Bagian perlengkapan kampus diminta untuk menjelaskan. Namun tidak satu pun pegawai yang menyemprotkan pengharum ruangan beraroma melati. Teknisi pun mengatakan sudah mengecek semua instalasi listrik. Tidak ada masalah. Bintoro kembali berspekulasi. Pemilihan dekan periode ini beraroma mistis.

Beruntung ketika acara dimulai semua kembali normal. Lampu di aula memancarkan sinar terang. Aroma bunga melati tak lagi tercium. Bintoro merasa lega sesaat. Ia berpikir, jika proses awal dari tahapan pemilihan dekan saja sudah diwarnai suasana mistis, jangan-jangan tahapan selanjutnya juga akan terjadi hal-hal yang tak terduga dan lebih menyeramkan.

                                                                        ***

Bintoro baru saja memasuki ruangannya di kampus. Ia ada jadwal mengajar pukul 10.00. Belum sempat membuka laptop untuk menyiapkan materi kuliah, pintu ruangannya diketuk orang. Ternyata Mirna Setyowati, calon dekan yang meminta waktu untuk mengobrol.

“Semalam saya mimpi aneh, Pak Bintoro..,” ucap Mirna Setyowati mengawali obrolannya.

“Aneh bagaimana, Bu Mirna?” tanya Bintoro.

“Saya mimpi didatangi raksasa,” jawab Mirna dengan wajah ketakutan.

“Saya kok curiga, ada yang tidak wajar dalam pemilihan dekan,” lanjut Mirna.

“Tidak wajar bagaimana, Bu?” tanya Bintoro tak mengerti maksud Mirna.

“Saya curiga pak Joni Sutopo menggunakan dukun dalam pemilihan dekan ini. Raksasa dalam mimpi saya sengaja dikirim untuk menakuti saya,” kata Mirna masih dengan wajah takut.

BIntoro terkejut. Ia tak mengomentari ucapan Mirna Setyowati. Sebagai ketua panitia pemilihan dekan, dia tidak boleh berasumsi yang menyudutkan salah satu calon. Apalagi hanya berdasarkan mimpi calon dekan lain. Walau dalam hati ia mencoba mengaitkan suasana di aula dengan cerita Mirna Setyowati. Pemilihan dekan ini memang menyimpan misteri, kata Bintoro dalam hati.

Esok harinya Sukur Renaldi menemui Bintoro di ruangannya. Melihat gelagat dari wajah Sukur Renaldi muncul dugaan kecurigaan dari Bintoro . Apakah aka nada cerita mistis yang sama dengan Mirna Setyowati?

“Saya didatangi genderuwo, Pak Bintoro,” kata Sukur Renaldi mengejutkan.

“Haaahh… genderuwo…??!!!, di mana Pak Sukur?” tanya Bintoro kaget mendengar cerita Sukur.

“Di ruangan saya kemarin. Saya curiga, ada yang tidak beres dalam pemilihan dekan ini,” kata Sukur dengan nada sedikit meninggi, menahan emosi.

“Tidak beres bagaimana maksudnya, Pak Sukur?” tanya Bintoro.

“Ada calon dekan yang pakai dukun mengirimkan genderuwo untuk menakuti saya. Saya curiga dengan pak Joni Sutopo,” jawab Sukur.

BIntoro diam, tak berkomentar sebagaimana ia juga diam ketika Mirna Setyowati bercerita tentang mimpinya didatangi raksasa. Aneh, pikir Bintoro. Bagaimana mungkin dosen-dosen calon dekan itu percaya pada sesuatu yang mistis. Bukankah nanti mereka akan jadi pemimpin kampus, lembaga pendidikan yang mengedepankan intelektualitas dan rasionalitas?

Manusia kadang memang unik. Di tengah kemajuan teknologi, hal-hal yang bersifat klenik dan mistis masih mewarnai kehidupan. Bintoro menengarai, kesulitan dan keinginan manusia yang berjalan bersama itu dapat menyebabkan orang mengambil jalan pintas. Dan jalan itu tak pernah dipelajari di bangku kuliah. Jalan mistis, jalan tak rasional.

Di tengah kebingungan dan keterkejutan Bintoro mendengar kecurigaan calon dekan, kembali ia didatangi calon dekan lain. Joni Sutopo datang dengan dua cerita mistis dan dua kecurigaan menurut versinya. Bintoro penasaran, apa lagi cerita mistis yang akan ia peroleh dari Joni Sutopo?

“Kemarin siang di ruangan saya ada pocong laki-laki,” kata Joni Sutopo.

“Pocong…???!!!” tanya Bintoro kaget dibarengi rasa takut.

“Iya.. pasti ada yang mau menjatuhkan mental saya dalam pemilihan dekan,” kata Joni Sutopo langsung bersikap curiga.

“Siapa yang mau menjatuhkan Pak Joni?” pancing Bintoro.

“Mungkin Pak Sukur Renaldi,” jawab Joni Sutopo menduga-duga.

Bintoro tak mau ikut-ikutan menduga. Kini ia menyadari persaingan calon dekan sudah diwarnai aroma mistis. Antara percaya dan tidak, Bintoro merasa ada sesuatu yang janggal. Ada perasaan merinding saat ia mendengar cerita para calon dekan.

“Tadi malam saya juga mimpi berkencan dengan seorang bidadari cantik. Tapi tiba-tiba saya diusir oleh seorang raja yang didampingi harimau,” Joni Sutopo melanjutkan ceritanya.

“Wah.. apa lagi ini artinya, Pak Joni?” tanya Bintoro.

“Pasti Ibu Mirna Setyowati menggunakan ilmu mistis untuk mengusir saya dari pencalonan dekan,” Joni Sutopo menjawab dengan wajah seolah ingin mendapat tanggapan Bintoro.

“Maksudnya mengusir, bagaimana Pak?” tanya Bintoro meminta penjelasan.

“Iya.. dia ingin saya mundur dari pencalonan dekan, biar dia lebih berpeluang menang,” jelas Joni Sutopo.

Bintoro terdiam. Begitu banyak kecurigaan di antara para calon dekan. Semua menuding calon lain menggunakan mistik. Padahal baru memasuki tahapan awal pemilihan. Bintoro berharap pada saat hari H pemilihan dekan suasana menjadi tenang. Ia tak ingin menjadi larut dalam aroma mistis pemilihan dekan.

                                                                        ***

Rasa suntuk dirasakan oleh Bintoro sebagai ketua panitia pemilihan dekan. Suntuk pada aroma mistis yang terjadi di kampus. Ia bosan mendengar cerita mistis para calon dekan. Bukan masalah percaya atau tidak. Ia mulai merasa terganggu dengan cerita-cerita itu. Apalagi di awal proses penjaringan calon dekan, ia sudah berhadapan dengan suasana merinding ketika melihat foto calon dekan.

Ternyata cerita mistis itu bukan hanya disampaikan ketiga calon dekan. Tim sukses ketiga calon juga menyebarkan cerita itu sebagai bagian dari kampanye dan propaganda. Beberapa cerita ditambah-tambahi agar terdengar lebih menyeramkan. Tujuannya tentu saja ingin menjatuhkan citra masing-masing kandidat.

Bintoro tak menanggapi berbagai cerita versi tim sukses. Terpenting baginya semua calon dekan sudah memenuhi persyaratan administrasi dan akademis. Tidak ada pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan. Kalau pun beredar cerita mistis tentang salah satu calon, itu sulit untuk dibuktikan; sehingga tidak masuk dalam kategori pelanggaran.

Tiba pada hari pemilihan. Bintoro berharap cuaca akan cerah dan situasi baik-baik saja. Anggota senat fakultas yang berjumlah 22 orang sudah berada di ruang rapat. Suasana menegangkan sempat dirasakan Bintoro. Padahal ia bukan calon dekan, tetapi ia merasakan ketegangan. Apalagi ia masih terbayang cerita-cerita mistis para calon dekan.

Satu per satu anggota senat fakultas menggunakan haknya. Bintoro mencoba mengendus seisi ruangan. Tidak tercium aroma melati, mawar, atau bunga apa pun. Ia lega. Tidak ada tanda-tanda mistis dalam hari pemilihan. Ketiga calon dekan juga saling sapa dan saling mengumbar senyum. Bintoro senang. Pemilihan berjalan kondusif.

Hasil penghitungan, Sukur Renaldi memenangi pemilihan dengan perolehan 13 suara. Sedangkan Mirna Setyowati 8 suara, dan  Joni Sutopo hanya meraih 1 suara. Wajah sumringrah terpancar dari diri Sukur Renaldi. Meski kalah, Mirna Setyowati dan Joni Sutopo tidak tampak begitu kecewa. Hanya saja mereka merasa penasaran tidak berhasil mendapat suara terbanyak. Apakah Sukur Renaldi memang menggunakan cara mistis, sehingga unggul dalam pemeilihan dekan?

Saat Bintoro akan mengumumkan pemenang dalam pemilihan dekan, tiba-tiba lampu di ruangan padam. Semua terkejut. Rasa curiga kembali muncul. Dekan yang terplih menggunakan cara mistis, pikir beberapa orang. Namun kecurigaan tak berlangsung lama. Bagian teknisi kampus menyatakan ada pemeliharaan jaringan listrik di kampus oleh PLN, sehingga listrik di seputaran kampus padam. Akan tetapi bisa teratasi dengan generator di fakultas, dan lampu kembali menyala.

Pemilihan dekan telah berjalan lancar. Tidak ada lagi cerita mistis di kampus. Yang menang terpilih sebagai dekan secara demokratis. Yang kalah tetap menjadi dosen. Dan mungkin beberapa tahun lagi mereka yang kalah akan menjadi dekan juga. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Jaswanto

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterimisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Next Post

Bali Damai dan Bali “Koh Ngomong”

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Bermain dengan Jin Tengah Malam

by Chusmeru
May 7, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Tanda Merah di Paha

by Chusmeru
April 16, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

TERLAHIR dengan paras yang cantik sangat disyukuri Paramita Laksmi. Tubuhnya yang ramping dengan rambut hitam lebat membuat penampilannya selalu memikat...

Read moreDetails
Next Post
Bali Damai dan Bali “Koh Ngomong”

Bali Damai dan Bali “Koh Ngomong”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co