12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [32]: Pemilihan Dekan Beraroma Mistis

Chusmeru by Chusmeru
September 11, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

JABATAN dekan fakultas di perguruan tinggi dianggap sangat strategis. Secara struktural dekan membawahi ketua jurusan dan koordinator program studi. Dekan mengemban visi dan misi fakultas dan universitas, baik di bidang pendidikan, keuangan, adminitrasi, dan kemahasiswaan. Untuk melaksanakan tugas-tugas itu dekan akan dibantu oleh wakil dekan bidang masing-masing.

Begitu seksi jabatan dekan, sehingga banyak diperebutkan oleh dosen. Meski sesungguhnya orientasi dosen lebih kepada pencapaian kinerja akademis, namun menjadi dekan merupakan prestise sekaligus prestasi yang dianggap membanggakan. Tidak jarang, dosen yang telah meraih gelar akademik doktor maupun jabatan akademis profesor, tergiur juga untuk menjadi dekan.

Secara politis dekan juga merupakan sosok yang penting di kampus. Ia akan diperebutkan suaranya dalam pemilihan rektor. Seorang dekan secara otomatis akan menjadi anggota senat universitas, sehingga ia memiliki satu suara dalam proses pemilihan rektor. Kedekatan dekan dengan rektor akan memuluskan rencana kerjanya di fakultas.

Secara ekonomis jabatan dekan sebetulnya tidak begitu memberi harapan besar. Apalagi saat ini banyak kampus yang menerapkan zona integritas, sehingga dekan tidak bisa gegabah menerima gratifikasi dari pihak mana pun. Akan tetapi, dengan menjabat dekan akan meningkatkan tunjangan struktural yang secara ekonomis cukup lumayan.

Sedangkan secara sosial, jabatan dekan tentu saja merupakan gengsi bagi dosen. Di lingkungan kampus ia akan mendapat panggilan Bapak Dekan atau Ibu Dekan. Sementara di lingkungan tempat tinggalnya akan dianggap sebagai pejabat di perguruan tinggi. Apalagi bila setiap berangkat atau pulang kerja dekan akan dijemput dengan mobil dinas kampus.

Proses pemilihan dekan berlangsung sengit, layaknya pemilihan rektor maupun pemilihan presiden. Ada tim sukses yang akan menyertainya. Ada kampanye dan propaganda yang dimainkan. Bahkan tidak jarang ada buzzer juga yang ikut meramaikan proses pemilihan dekan.

Pemilihan jabatan di lembaga akademis, lembaga pendidikan tinggi, kadang tidak selamanya mengedepankan rasionalitas. Aroma mistis, klenik, dan irrasional juga tidak jarang mewarnai pemilihan dekan. Muncul penasihat spiritual yang berperan memberi masukan dari sisi supranatural. Bahkan ada pula calon dekan yang mendatangi seorang kiai untuk meminta doa, mendatangi paranormal untuk mendapatkan ramalan nasib, atau mendatangi tempat-tempat keramat untuk mencari wangsit.

                                                                        ***

Bintoro ditunjuk pimpinan untuk menjadi ketua panitia pemilihan dekan di kampusnya. Sebagai anggota senat fakultas ia terlibat dalam proses pemilihan. Beberapa persyaratan sebagai calon dekan sudah ia edarkan ke semua jurusan dan program studi untuk menjaring kandidat. Tidak semua dosen akan mendaftarkan diri. Biasanya hanya mereka yang pernah menduduki jabatan struktural di tingkat jurusan yang akan mendaftar.

Tidak membutuhkan waktu lama, Bintoro sudah mendapatkan tiga kandidat calon dekan. Mereka adalah Joni Sutopo, Sukur Renaldi, dan Mirna Setyowati. Ketiganya berasal dari jurusan yang berbeda. Usia mereka pun tidak terlalu jauh berbeda.

Sebagai ketua panitia pemilihan dekan, Bintoro tentu saja senang, karena pemilihan dekan akan berlangsung melalui mekanisme pemungutan suara. Akan tetapi, entah mengapa Bintoro merasa ada suasana lain yang mewarnai proses pemilihan dekan kali ini. Periode sebelumnya ia juga menjadi anggota panitia pemilihan dekan. Namun saat itu suasananya biasa saja. Kini ia merasa ada sesuatu yang aneh, sesuatu yang beraura mistis.

Saat mengamati foto para calon dekan, Bintoro merasa merinding. Padahal foto mereka biasa saja. Ia mencoba menepis perasaannya sendiri. Mungkin saja ia terbawa perasaan cerita tentang kampusnya yang sering disebut sebagai sarang hantu. Tetapi apa hubungannya pemilihan dekan dengan cerita misteri? Bintoro tak mau berspekulasi. Meski ia tak habis pikir, setiap memandang foto ketiga kandidat bulu kuduknya selalu berdiri.

Aroma mistis Bintoro rasakan saat berlangsung tahapan pemaparan visi misi calon dekan. Angin kencang bertiup di seputaran kampus. Ruangan aula tempat berlangsungnya acara juga bernuansa mistis. Lampu ruangan yang biasanya terang menjadi redup beberapa saat. Para dosen yang diundang menyaksikan paparan visi misi calon dekan pun merasa heran. Suasana semakin mistis ketika tercium aroma bunga melati di sekeliling aula.

Sebagai penanggung jawab acara, tentu saja Bintoro merasa tidak enak hati kepada para undangan yang hadir. Ia sudah mempersiapkan acara sedemikian rupa. Berharap acara berjalan dengan lancar. Apa mau dikata, ia tidak tahu dari mana aroma melati dan mengapa lampu di aula tiba-tiba menjadi redup.

Bagian perlengkapan kampus diminta untuk menjelaskan. Namun tidak satu pun pegawai yang menyemprotkan pengharum ruangan beraroma melati. Teknisi pun mengatakan sudah mengecek semua instalasi listrik. Tidak ada masalah. Bintoro kembali berspekulasi. Pemilihan dekan periode ini beraroma mistis.

Beruntung ketika acara dimulai semua kembali normal. Lampu di aula memancarkan sinar terang. Aroma bunga melati tak lagi tercium. Bintoro merasa lega sesaat. Ia berpikir, jika proses awal dari tahapan pemilihan dekan saja sudah diwarnai suasana mistis, jangan-jangan tahapan selanjutnya juga akan terjadi hal-hal yang tak terduga dan lebih menyeramkan.

                                                                        ***

Bintoro baru saja memasuki ruangannya di kampus. Ia ada jadwal mengajar pukul 10.00. Belum sempat membuka laptop untuk menyiapkan materi kuliah, pintu ruangannya diketuk orang. Ternyata Mirna Setyowati, calon dekan yang meminta waktu untuk mengobrol.

“Semalam saya mimpi aneh, Pak Bintoro..,” ucap Mirna Setyowati mengawali obrolannya.

“Aneh bagaimana, Bu Mirna?” tanya Bintoro.

“Saya mimpi didatangi raksasa,” jawab Mirna dengan wajah ketakutan.

“Saya kok curiga, ada yang tidak wajar dalam pemilihan dekan,” lanjut Mirna.

“Tidak wajar bagaimana, Bu?” tanya Bintoro tak mengerti maksud Mirna.

“Saya curiga pak Joni Sutopo menggunakan dukun dalam pemilihan dekan ini. Raksasa dalam mimpi saya sengaja dikirim untuk menakuti saya,” kata Mirna masih dengan wajah takut.

BIntoro terkejut. Ia tak mengomentari ucapan Mirna Setyowati. Sebagai ketua panitia pemilihan dekan, dia tidak boleh berasumsi yang menyudutkan salah satu calon. Apalagi hanya berdasarkan mimpi calon dekan lain. Walau dalam hati ia mencoba mengaitkan suasana di aula dengan cerita Mirna Setyowati. Pemilihan dekan ini memang menyimpan misteri, kata Bintoro dalam hati.

Esok harinya Sukur Renaldi menemui Bintoro di ruangannya. Melihat gelagat dari wajah Sukur Renaldi muncul dugaan kecurigaan dari Bintoro . Apakah aka nada cerita mistis yang sama dengan Mirna Setyowati?

“Saya didatangi genderuwo, Pak Bintoro,” kata Sukur Renaldi mengejutkan.

“Haaahh… genderuwo…??!!!, di mana Pak Sukur?” tanya Bintoro kaget mendengar cerita Sukur.

“Di ruangan saya kemarin. Saya curiga, ada yang tidak beres dalam pemilihan dekan ini,” kata Sukur dengan nada sedikit meninggi, menahan emosi.

“Tidak beres bagaimana maksudnya, Pak Sukur?” tanya Bintoro.

“Ada calon dekan yang pakai dukun mengirimkan genderuwo untuk menakuti saya. Saya curiga dengan pak Joni Sutopo,” jawab Sukur.

BIntoro diam, tak berkomentar sebagaimana ia juga diam ketika Mirna Setyowati bercerita tentang mimpinya didatangi raksasa. Aneh, pikir Bintoro. Bagaimana mungkin dosen-dosen calon dekan itu percaya pada sesuatu yang mistis. Bukankah nanti mereka akan jadi pemimpin kampus, lembaga pendidikan yang mengedepankan intelektualitas dan rasionalitas?

Manusia kadang memang unik. Di tengah kemajuan teknologi, hal-hal yang bersifat klenik dan mistis masih mewarnai kehidupan. Bintoro menengarai, kesulitan dan keinginan manusia yang berjalan bersama itu dapat menyebabkan orang mengambil jalan pintas. Dan jalan itu tak pernah dipelajari di bangku kuliah. Jalan mistis, jalan tak rasional.

Di tengah kebingungan dan keterkejutan Bintoro mendengar kecurigaan calon dekan, kembali ia didatangi calon dekan lain. Joni Sutopo datang dengan dua cerita mistis dan dua kecurigaan menurut versinya. Bintoro penasaran, apa lagi cerita mistis yang akan ia peroleh dari Joni Sutopo?

“Kemarin siang di ruangan saya ada pocong laki-laki,” kata Joni Sutopo.

“Pocong…???!!!” tanya Bintoro kaget dibarengi rasa takut.

“Iya.. pasti ada yang mau menjatuhkan mental saya dalam pemilihan dekan,” kata Joni Sutopo langsung bersikap curiga.

“Siapa yang mau menjatuhkan Pak Joni?” pancing Bintoro.

“Mungkin Pak Sukur Renaldi,” jawab Joni Sutopo menduga-duga.

Bintoro tak mau ikut-ikutan menduga. Kini ia menyadari persaingan calon dekan sudah diwarnai aroma mistis. Antara percaya dan tidak, Bintoro merasa ada sesuatu yang janggal. Ada perasaan merinding saat ia mendengar cerita para calon dekan.

“Tadi malam saya juga mimpi berkencan dengan seorang bidadari cantik. Tapi tiba-tiba saya diusir oleh seorang raja yang didampingi harimau,” Joni Sutopo melanjutkan ceritanya.

“Wah.. apa lagi ini artinya, Pak Joni?” tanya Bintoro.

“Pasti Ibu Mirna Setyowati menggunakan ilmu mistis untuk mengusir saya dari pencalonan dekan,” Joni Sutopo menjawab dengan wajah seolah ingin mendapat tanggapan Bintoro.

“Maksudnya mengusir, bagaimana Pak?” tanya Bintoro meminta penjelasan.

“Iya.. dia ingin saya mundur dari pencalonan dekan, biar dia lebih berpeluang menang,” jelas Joni Sutopo.

Bintoro terdiam. Begitu banyak kecurigaan di antara para calon dekan. Semua menuding calon lain menggunakan mistik. Padahal baru memasuki tahapan awal pemilihan. Bintoro berharap pada saat hari H pemilihan dekan suasana menjadi tenang. Ia tak ingin menjadi larut dalam aroma mistis pemilihan dekan.

                                                                        ***

Rasa suntuk dirasakan oleh Bintoro sebagai ketua panitia pemilihan dekan. Suntuk pada aroma mistis yang terjadi di kampus. Ia bosan mendengar cerita mistis para calon dekan. Bukan masalah percaya atau tidak. Ia mulai merasa terganggu dengan cerita-cerita itu. Apalagi di awal proses penjaringan calon dekan, ia sudah berhadapan dengan suasana merinding ketika melihat foto calon dekan.

Ternyata cerita mistis itu bukan hanya disampaikan ketiga calon dekan. Tim sukses ketiga calon juga menyebarkan cerita itu sebagai bagian dari kampanye dan propaganda. Beberapa cerita ditambah-tambahi agar terdengar lebih menyeramkan. Tujuannya tentu saja ingin menjatuhkan citra masing-masing kandidat.

Bintoro tak menanggapi berbagai cerita versi tim sukses. Terpenting baginya semua calon dekan sudah memenuhi persyaratan administrasi dan akademis. Tidak ada pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan. Kalau pun beredar cerita mistis tentang salah satu calon, itu sulit untuk dibuktikan; sehingga tidak masuk dalam kategori pelanggaran.

Tiba pada hari pemilihan. Bintoro berharap cuaca akan cerah dan situasi baik-baik saja. Anggota senat fakultas yang berjumlah 22 orang sudah berada di ruang rapat. Suasana menegangkan sempat dirasakan Bintoro. Padahal ia bukan calon dekan, tetapi ia merasakan ketegangan. Apalagi ia masih terbayang cerita-cerita mistis para calon dekan.

Satu per satu anggota senat fakultas menggunakan haknya. Bintoro mencoba mengendus seisi ruangan. Tidak tercium aroma melati, mawar, atau bunga apa pun. Ia lega. Tidak ada tanda-tanda mistis dalam hari pemilihan. Ketiga calon dekan juga saling sapa dan saling mengumbar senyum. Bintoro senang. Pemilihan berjalan kondusif.

Hasil penghitungan, Sukur Renaldi memenangi pemilihan dengan perolehan 13 suara. Sedangkan Mirna Setyowati 8 suara, dan  Joni Sutopo hanya meraih 1 suara. Wajah sumringrah terpancar dari diri Sukur Renaldi. Meski kalah, Mirna Setyowati dan Joni Sutopo tidak tampak begitu kecewa. Hanya saja mereka merasa penasaran tidak berhasil mendapat suara terbanyak. Apakah Sukur Renaldi memang menggunakan cara mistis, sehingga unggul dalam pemeilihan dekan?

Saat Bintoro akan mengumumkan pemenang dalam pemilihan dekan, tiba-tiba lampu di ruangan padam. Semua terkejut. Rasa curiga kembali muncul. Dekan yang terplih menggunakan cara mistis, pikir beberapa orang. Namun kecurigaan tak berlangsung lama. Bagian teknisi kampus menyatakan ada pemeliharaan jaringan listrik di kampus oleh PLN, sehingga listrik di seputaran kampus padam. Akan tetapi bisa teratasi dengan generator di fakultas, dan lampu kembali menyala.

Pemilihan dekan telah berjalan lancar. Tidak ada lagi cerita mistis di kampus. Yang menang terpilih sebagai dekan secara demokratis. Yang kalah tetap menjadi dosen. Dan mungkin beberapa tahun lagi mereka yang kalah akan menjadi dekan juga. [T]

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Jaswanto

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterimisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Next Post

Bali Damai dan Bali “Koh Ngomong”

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Ajian Jaran Goyang

by Chusmeru
August 20, 2026
0
Meninggal Seperti Pepes Ikan

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails
Next Post
Bali Damai dan Bali “Koh Ngomong”

Bali Damai dan Bali “Koh Ngomong”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co