2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kepanikan Elite Politik: Belajar dari Sandiwara Orson Welles

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
September 8, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

Kepanikan adalah separuh penyakit, Ketenangan adalah separuh obat,
dan kesabaran adalah langkah awal kesembuhan.
– Ibnu Sina.

PADA malam tanggal 30 Oktober 1938, ribuan orang Amerika panik karena siaran radio yang menggambarkan serangan mahluk Mars yang mengancam seluruh peradaban manusia. “Barangkali tidak pernah terjadi sebelumnya, begitu banyak orang dari berbagai lapisan dan di berbagai tempat di Amerika secara begitu mendadak dan begitu tegang tergoncangkan oleh apa yang terjadi waktu itu,” frasa tentang The Invasion of Mars (Schramm, 1977:579).

Sebuah pemancar radio menyiarkan sandiwara Orson Welles. Sandiwara ini begitu hidup sehingga orang menduga bahwa yang terjadi adalah laporan pandangan mata, bahwa mahluk Mars akan  mengancam seluruh peradaban manusia.

Peristiwa itu menarik berberapa orang peneliti sosial, suatu peristiwa langka telah terjadi. Peristiwa ini juga menarik karena menggambarkan keperkasaan media massa dalam mempengaruhi khalayaknya. Di Jerman, orang melihat bagaimana sebuah bangsa beradab diseret pada kegilaan massa yang mengerikan, mengikuti kata, kalimat, dan perintah “sang Fuhrer” Adolf Hitler ( https://suakaonline.com/sejarah-penelitian-efek-komunikasi-massa/).

Pada tanggal 30-31 Agustus 2025 terjadi “serangan” pada rumah-rumah politisi, elite politik kita, disiarkan oleh berbagai saluran komunikasi media sosial dan media massa. Serangan yang begitu tiba-tiba dari massa membuat panik semua elite saat itu. Kepanikan yang melanda elite politik saat ini nampak jelas gugup, “tiba-tiba demam panggung”, yang awalnya penuh percaya diri kalau di depan kamera (media), kini mereka sangat panik.

Khawatir salah bicara, salah memilih kata, diksi dan kalimatnya, ketika diminta komentar pada isu yang sedang hangat diperbincangkan publik. Setelah kejadian peristiwa ratusan massa menggeruduk rumah para politisi dan seorang menteri baru-baru ini.

Kepanikan yang melanda elite politik dirasakan juga oleh mereka yang tidak tertangkap kamera saat “flexing joget ria”, khawatir rekam jejak digital mereka diunggah publik ke media sosial.  “Mahkamah warganet” bertindak pada elite, langsung menghukum mereka tanpa pandang bulu, terjadi proses penghukuman yang dilakukan warganet lewat  “mahkamah dunia maya”.

Rekam jejak digital kaum elite mana pun selalu terekam, baik yang sedang maupun sudah purna tugas, Ketika jejak rekamnya dianggap pernah melakukan kekeliruan di masa lalu, atau 2-3 tahun ke belakang banyak bermunculan, seperti jejak rekam mantan Capres kemarin sering muncul di platform media sosial, atas keputusan atau kebijakannya yang dianggap keliru dan ada hubungan dengan isu saat ini, diangkat ke media dengan komentar-komentar publik yang tajam.

Seperti kejadian khalayak sandiwara Orson Welles 85 tahun lalu, saya juga tidak tahu seperti apa kejadiannya saat itu. Banyak buku komunikasi massa menggambarkan kepanikan khalayak oleh sebuah pesan media yang dikemas dengan berbagai bentuk sound effect, narasi pada masanya mampu menggemparkan seolah ini nyata, padahal fiksi. Seperti film 2012 yang menggambarakan akan terjadi kiamat dalam perhitungan usia bumi menurut suku Maya, yang dikemas oleh berbagai media dalam memasarkan film tersebut juga pernah terjadi keguncangan dan kepanikan khalayak, seolah-olah akan terjadi kiamat 2012.

 ***

Informasi dan berita yang “bombastis” perihal penyerangan warga pada rumah para elite di Jakarta dan sekitarnya ini membuat  elite terguncang jiwanya. Ada rasa panik para elite saat berhadapan dengan media dan massa. “Pelit” bicara, berbeda dengan sebelumnya, mereka akan langsung banyak bicara agar tampak cerdas dan berwibawa dengan gayanya masing-masing. Kini mereka seperti kerupuk di siram air, lembek.

Pemerintah dan pimpinan DPR juga langsung mengadakan pertemuan, yang kemudian   membatalkan beberapa keputusan yang sudah mereka putuskan terkait tunjangan anggota DPR. Geruduk massa, dengan merusak dan menjarah semua barang mewah para elite ini, sebetulnya bukan hanya kerugian pribadi para politisi ini, tetapi simbol dari runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat. “Rakyat sudah capek”, begitu kira-kira kata rakyat. Rakyat merasa tidak didengar, hanya dijadikan alat politik, dan tukang dorong saat pemilu.

Peristiwa itu semakin dramatis karena disiarkan langsung melalui akun TikTok @cukupsatu_selamanya. Tayangan tersebut ditonton lebih dari 1,5 juta kali hanya dalam hitungan jam, menjadikannya bukan sekadar aksi jalanan, melainkan tontonan publik yang membetot atensi nasional. “Lagi nyerang rumah Syahroni di Tanjung Priok,” ujar pemilik akun, sambil menunjukkan warga berbondong-bondong membawa televisi dan perabot dari rumah tersebut ( https://katasulsel.com/2025/08/30/massa-geruduk-rumah-sahroni-aksi-politik-bergeser-ke-ranah-pribadi/).

Dengan terlibat dalam produksi pesan media, dan dengan mengembangkan jaringan komunikasi horisontal yang otonom, saat ini masyarakat menjadi mampu menciptakan sebuah program dengan bahan daripenderitaan, ketakutan, mimpi dan harapan mereka. Mereka menciptakan pesan, mengatasi ketidakberdayaan keputusasaan soliter dengan jaringan yang diinginkan. Mereka melawan kekuasaan yang ada dengan mengidentifikasi jaringan yang digunakan, seperti yang dilakukan akun TikTok-nya.

Belajar dari drama yang disajikan Orson Welles, masyarakat marah karena telah mencoba membodohi mereka. Banyak orang menggugat, yang lain bertanya-tanya apakah Welles sengaja menyebabkan kepanikan. Kekuatan radio telah menipu para pendengar. Mereka terbiasa mempercayai semua yang mereka dengar di radio, tanpa mempertanyakannya.

Drama geruduk rumah politisi adalah nyata, dirasakan langsung paniknya oleh elite, dengan menonaktifkan para senator yang dianggap biang kerok kemarahan publik pada lembaga legislatif yang terhormat. Semoga kita dapat menjaga lisan, dan tidak melakukan penghakiman sendiri, karena semua ada konsekuensi hukumnya. Jagalah persatuan dan kesatuan, tidak mudah diadu domba dan dihasut. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
“Taxman” dan Sindiran bagi Elite yang Berhidup Megah

Tags: Orson WellesPolitikpolitisisandiwara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rumah, Luka, Jalan Kembali – Tentang Psikologi Pulang

Next Post

Betutu, Sapuh Leger, Gamelan Selonding dan Kain Tenun Gringsing Menjadi Topik Seminar “Future of Intangible Cultural Heritage” di ISI Bali

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Betutu, Sapuh Leger, Gamelan Selonding dan Kain Tenun Gringsing Menjadi Topik Seminar “Future of Intangible Cultural Heritage” di ISI Bali

Betutu, Sapuh Leger, Gamelan Selonding dan Kain Tenun Gringsing Menjadi Topik Seminar "Future of Intangible Cultural Heritage" di ISI Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co