4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pro-Kontra Fotografer “fotoyou” di CFD Renon: Antara Dokumentasi Olahraga dan Perlindungan Privasi

Putu Ayu Ariani by Putu Ayu Ariani
September 2, 2025
in Khas
Pro-Kontra Fotografer “fotoyou” di CFD Renon: Antara Dokumentasi Olahraga dan Perlindungan Privasi

Suasana CFD di sekitar Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar | Foto: Ariani

MINGGU pagi, 24 Agustus 2025, di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala,  Renon, Denpasar, seperti biasa, ribuan orang berbaur dalam acara mingguan, car free day (CFD). Udara pagi terasa segar, embusan angin menyejukkan, dan sinar matahari hangat menyinari rumput hijau di lapangan.

Orang-orang lalu-lalang di jalanan tanpa kendaraan. Orang-orang joging mengelilingi lapangan. Orang berlari-lari kecil, ada juga yang cukup kencang. Anak-anak, remaja, hingga orang tua, berolahraga santai di lapangan.

Ada juga orang sekadar berjalan sambil berbicara dan ngobrol dengan keluarga. Dari sudut-sudut lapangan, aroma berbagai jenis makanan menguar mengusik selera.

CFD di lapangan, dan di jalan-jalan sekitar Lapangan Renon ,memang sudah lama menjadi ruang publik tempat masyarakat tidak hanya berolahraga tetapi untuk bersosialisasi dan melepaskan rasa lelah setelah bekerja.

Namun belakangan ini ada warna lain di CFD. Di antara keramaian tampak sejumlah fotografer yang sedang berdiri dengan kamera siap di tangan. Jumlah mereka lumayan banyak, kira- kira lebih dari 10 oran.

fotografer ini tidak sekadar membidik orang-orang yang hasil fotonya untuk koleksi sendiri, namun di antara mereka juga mengunggah hasil fotonya ke sebuah aplikasi digital bernama fotoyou. Aplikasi ini memungkinkan orang- orang yang fotonya tertangkap kamera untuk mencari, menemukan dan membeli foto mereka secara langsung dengan harga yang berbeda-beda.

fotoyou adalah aplikasi berbasis teknologi pengenal wajah yang saat ini tengah populer di kalangan komunitas olahraga. Cara kerja aplikasi ini, setelah CFD, fotografer akan mengunggah ratusan bahkan ribuan foto ke aplikasi ini. Para pelari cukup membuka aplikasi mengunggah foto wajah mereka, lalu sistem secara otomatis akan menampilkan foto- foto hasil fotografer yang menampilkan wajah mereka.

Harga foto biasanya berkisaran antara Rp 30.000-50.000 per foto tergantung kualitas dan daya pengambilan gambar.

Suasana CFD di sekitar Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar | Foto: Ariani

Putu (25), seorang fotografer, yang sudah enam bulan bergabung di aplikasi fotoyou, mengatakan aplikasi ini memberikan peluang baru untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi dirinya.

“Banyak orang yang ingin punya foto bagus saat olahraga. Dan fotoyou sangat memudahkan kami menjual hasil foto. Orang-orang juga mudah menemukannya. Dalam satu kali CFD saya bisa dapat ratusan ribu,tergantung berapa orang yang membelinya,” kata Putu yang enggan disebut nama lengkapnya.

Putu biasanya bisa menjual 10 hingga 20 foto setiap minggu. Per hari, penghasilannya bisa menambah ratusan ribu.

“Saya sadar ada beberapa orang yang risih dan keberatan ketika saya foto. Tapi tidak semua seperti itu. Ada juga yang senang ketika saya foto. Biasanya mereka kasih kode dengan tangan disilang, itu tandanya tidak boleh difoto,” kata Putu.

Bagi sebagian pelari, kehadiran fotografer di CFD Renon adalah hal yang menyenangkan. Salah satunya Artiasih (24), pelari muda asal Denpasar yang kerap mengikuti CFD bersama teman-temanya. Ia mengaku senang bisa mendapatkan dokumentasi tanpa harus meminta tolong orang lain.

“Positifnya saya bisa punya foto bagus yang bisa saya unggah ke instagram atau jadi kenangan pribadi. Kadang hasil fotonya lebih bagus dari foto selfie,” kata Artiasih sambil tersenyum

Meski begitu, Artiasih juga menyoroti sisi negatif dari fotografer ini. Ia mengaku terkadang kurang nyaman difoto tanpa persiapan yang pas.

“Negatifnya ya kalau saya sedang tidak siap difoto rasanya jadi risih. Saya juga sudah pernah membeli foto yang bagus, tapi kalau sering-sering jatuhnya lumayan mahal,” katanya.

Ternyata tidak semua pelari bisa menerima adanya fotografer di CFD. Made Dona (32), seorang mahasiswa yang sering joging di Renon mengaku keberatan jika dirinya difoto tanpa izin.

Artiasih, perempuan yang setia datang ke CFD untuk berolahraga | Foto: Ist

“Saya datang ke sini untuk olahraga, bukan untuk objek bisnis orang lain. Jujur saya merasa terganggu ketika kamera diarahkan ke wajah saya tanpa saya tahu. Rasanya privasi saya dilanggar,” katanya.

Dona juga menambahkan, meskipun CFD adalah ruang publik, tetap saja seharusnya ada etika ketika memotret orang lain.

“Kalau memang mau memotret, minimal minta izin dulu, jangan tiba-tiba langsung foto lalu dijual di aplikasi. Saya sendiri tidak nyaman wajah saya dijadikan komoditas,” katanya.

Beberapa pelari lain yang saya temui di Lapangan Renon juga berpendapat sama. Ada yang merasa canggung karena khawatir hasil fotonya tersebar di internet tanpa kendali, ada juga  yang merasa takut wajahnya disalahgunakan.

Fenomena fotografer CFD Renon ini akhirnya menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi masyarakat mendapatkan layanan dokumentasi berkualitas tanpa harus repot berfoto sendiri, dan banyak yang merasa terbantu karena bisa mengabadikan momen olahraga dengan hasil yang bagus.

Namun di sisi lain muncul polemik terkait privasi, tidak semua orang nyaman wajahnya difoto tanpa izin apalagi jika di jual di platform digital. Beberapa komunitas pelari bahkan mulai memperdebatkan etika pengambilan foto di ruang publik.

Putu dan fotografer lain sebenarnya sudah berusaha mencari jalan tengah dengan menerapkan sistem kode tangan silang sebagai penanda tidak ingin difoto. Tetapi tidak semua orang mengetahui kode tersebut, akibatnya tetap ada potensi gesekan antara fotografer dan pelari yang keberatan. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Putu Ayu Ariani
Editor: Adnyana Ole

Tags: Car Free DaydenpasarfotograferfotoyouLapangan Niti Mandala RenonLapangan Puputanolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empat Catatan untuk Lomba Gong Kebyar Dewasa, Baleganjur Ngarap, dan Baleganjur Kreasi HUT ke-130 Kota Negara

Next Post

Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September: 254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Putu Ayu Ariani

Putu Ayu Ariani

Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September:  254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September: 254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co