25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pro-Kontra Fotografer “fotoyou” di CFD Renon: Antara Dokumentasi Olahraga dan Perlindungan Privasi

Putu Ayu Ariani by Putu Ayu Ariani
September 2, 2025
in Khas
Pro-Kontra Fotografer “fotoyou” di CFD Renon: Antara Dokumentasi Olahraga dan Perlindungan Privasi

Suasana CFD di sekitar Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar | Foto: Ariani

MINGGU pagi, 24 Agustus 2025, di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala,  Renon, Denpasar, seperti biasa, ribuan orang berbaur dalam acara mingguan, car free day (CFD). Udara pagi terasa segar, embusan angin menyejukkan, dan sinar matahari hangat menyinari rumput hijau di lapangan.

Orang-orang lalu-lalang di jalanan tanpa kendaraan. Orang-orang joging mengelilingi lapangan. Orang berlari-lari kecil, ada juga yang cukup kencang. Anak-anak, remaja, hingga orang tua, berolahraga santai di lapangan.

Ada juga orang sekadar berjalan sambil berbicara dan ngobrol dengan keluarga. Dari sudut-sudut lapangan, aroma berbagai jenis makanan menguar mengusik selera.

CFD di lapangan, dan di jalan-jalan sekitar Lapangan Renon ,memang sudah lama menjadi ruang publik tempat masyarakat tidak hanya berolahraga tetapi untuk bersosialisasi dan melepaskan rasa lelah setelah bekerja.

Namun belakangan ini ada warna lain di CFD. Di antara keramaian tampak sejumlah fotografer yang sedang berdiri dengan kamera siap di tangan. Jumlah mereka lumayan banyak, kira- kira lebih dari 10 oran.

fotografer ini tidak sekadar membidik orang-orang yang hasil fotonya untuk koleksi sendiri, namun di antara mereka juga mengunggah hasil fotonya ke sebuah aplikasi digital bernama fotoyou. Aplikasi ini memungkinkan orang- orang yang fotonya tertangkap kamera untuk mencari, menemukan dan membeli foto mereka secara langsung dengan harga yang berbeda-beda.

fotoyou adalah aplikasi berbasis teknologi pengenal wajah yang saat ini tengah populer di kalangan komunitas olahraga. Cara kerja aplikasi ini, setelah CFD, fotografer akan mengunggah ratusan bahkan ribuan foto ke aplikasi ini. Para pelari cukup membuka aplikasi mengunggah foto wajah mereka, lalu sistem secara otomatis akan menampilkan foto- foto hasil fotografer yang menampilkan wajah mereka.

Harga foto biasanya berkisaran antara Rp 30.000-50.000 per foto tergantung kualitas dan daya pengambilan gambar.

Suasana CFD di sekitar Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar | Foto: Ariani

Putu (25), seorang fotografer, yang sudah enam bulan bergabung di aplikasi fotoyou, mengatakan aplikasi ini memberikan peluang baru untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi dirinya.

“Banyak orang yang ingin punya foto bagus saat olahraga. Dan fotoyou sangat memudahkan kami menjual hasil foto. Orang-orang juga mudah menemukannya. Dalam satu kali CFD saya bisa dapat ratusan ribu,tergantung berapa orang yang membelinya,” kata Putu yang enggan disebut nama lengkapnya.

Putu biasanya bisa menjual 10 hingga 20 foto setiap minggu. Per hari, penghasilannya bisa menambah ratusan ribu.

“Saya sadar ada beberapa orang yang risih dan keberatan ketika saya foto. Tapi tidak semua seperti itu. Ada juga yang senang ketika saya foto. Biasanya mereka kasih kode dengan tangan disilang, itu tandanya tidak boleh difoto,” kata Putu.

Bagi sebagian pelari, kehadiran fotografer di CFD Renon adalah hal yang menyenangkan. Salah satunya Artiasih (24), pelari muda asal Denpasar yang kerap mengikuti CFD bersama teman-temanya. Ia mengaku senang bisa mendapatkan dokumentasi tanpa harus meminta tolong orang lain.

“Positifnya saya bisa punya foto bagus yang bisa saya unggah ke instagram atau jadi kenangan pribadi. Kadang hasil fotonya lebih bagus dari foto selfie,” kata Artiasih sambil tersenyum

Meski begitu, Artiasih juga menyoroti sisi negatif dari fotografer ini. Ia mengaku terkadang kurang nyaman difoto tanpa persiapan yang pas.

“Negatifnya ya kalau saya sedang tidak siap difoto rasanya jadi risih. Saya juga sudah pernah membeli foto yang bagus, tapi kalau sering-sering jatuhnya lumayan mahal,” katanya.

Ternyata tidak semua pelari bisa menerima adanya fotografer di CFD. Made Dona (32), seorang mahasiswa yang sering joging di Renon mengaku keberatan jika dirinya difoto tanpa izin.

Artiasih, perempuan yang setia datang ke CFD untuk berolahraga | Foto: Ist

“Saya datang ke sini untuk olahraga, bukan untuk objek bisnis orang lain. Jujur saya merasa terganggu ketika kamera diarahkan ke wajah saya tanpa saya tahu. Rasanya privasi saya dilanggar,” katanya.

Dona juga menambahkan, meskipun CFD adalah ruang publik, tetap saja seharusnya ada etika ketika memotret orang lain.

“Kalau memang mau memotret, minimal minta izin dulu, jangan tiba-tiba langsung foto lalu dijual di aplikasi. Saya sendiri tidak nyaman wajah saya dijadikan komoditas,” katanya.

Beberapa pelari lain yang saya temui di Lapangan Renon juga berpendapat sama. Ada yang merasa canggung karena khawatir hasil fotonya tersebar di internet tanpa kendali, ada juga  yang merasa takut wajahnya disalahgunakan.

Fenomena fotografer CFD Renon ini akhirnya menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi masyarakat mendapatkan layanan dokumentasi berkualitas tanpa harus repot berfoto sendiri, dan banyak yang merasa terbantu karena bisa mengabadikan momen olahraga dengan hasil yang bagus.

Namun di sisi lain muncul polemik terkait privasi, tidak semua orang nyaman wajahnya difoto tanpa izin apalagi jika di jual di platform digital. Beberapa komunitas pelari bahkan mulai memperdebatkan etika pengambilan foto di ruang publik.

Putu dan fotografer lain sebenarnya sudah berusaha mencari jalan tengah dengan menerapkan sistem kode tangan silang sebagai penanda tidak ingin difoto. Tetapi tidak semua orang mengetahui kode tersebut, akibatnya tetap ada potensi gesekan antara fotografer dan pelari yang keberatan. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Putu Ayu Ariani
Editor: Adnyana Ole

Tags: Car Free DaydenpasarfotograferfotoyouLapangan Niti Mandala RenonLapangan Puputanolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Empat Catatan untuk Lomba Gong Kebyar Dewasa, Baleganjur Ngarap, dan Baleganjur Kreasi HUT ke-130 Kota Negara

Next Post

Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September: 254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Putu Ayu Ariani

Putu Ayu Ariani

Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails
Next Post
Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September:  254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September: 254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co