3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September: 254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 2, 2025
in Panggung
Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September:  254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Fransiska Prihadi, Edo Wulia, Birus Suarbawa, pada jumpa pers Minikino Film Week 11 di Sanur

PECINTA dan penghobi film pendek bisa berbahagia, karena Minikino Film Week 11 (MFW11) bakal digelar pada tanggal 12–19 September 2025. Festival film pendek internasional berbasis di Denpasar ini hadir di berbagai titik di seluruh Bali, dengan pusat kegiatan di Dharma Negara Alaya dan MASH Denpasar. Di sinilah cerita-cerita lintas budaya dipertemukan, perspektif baru dibuka, dan jejaring kolaborasi tumbuh.

Selama lebih dari satu dekade, Minikino Film Week telah menjadi ruang pertemuan bagi pembuat film, penonton, dan para pelaku industri dari berbagai penjuru dunia. “Sementara kita merayakan kisah-kisah dari seluruh dunia, tidak mungkin mengabaikan kesakitan dan keresahan yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia,” kata Edo Wulia, Direktur Festival saat konferensi pers di ARTOTEL Sanur – Bali, Selasa 2 September 2025.

Dalam masa-masa seperti ini, nilai pertemuan dan keterhubungan budaya jadi semakin mendesak. Film pendek memiliki kekuatan untuk menjembatani jarak antar bahasa, budaya, juga antara mimpi dan harapan, dan akhirnya menjadi jembatan hubungan antar manusia. Tahun ini, Minikino Film Week 11 menghadirkan sebuah semangat baru, yakni menaruh audiens sebagai pusat festival.

Visual utama karya ilustrator Beng Rahadian menampilkan 11 karakter penonton, masing-masing terinspirasi dari beragam pengalaman sinematik para penikmat film pendek. Beng menegaskan pesan sederhana namun kuat, “Dalam setiap festival, sebenarnya bintangnya adalah penonton. Kalau filmmaker sudah memiliki panggungnya, apa artinya panggung tanpa penonton?” ucap Edo Wulia.

Selain mengangkat audiens sebagai pusat, skala festival tahun ini juga semakin meluas. Minikino Film Week 11 menghadirkan 254 film pendek dari 59 negara, tersusun dalam 34 program yang diputar di berbagai lokasi pemutaran. Sepanjang periode festival akan berlangsung 196 aktivasi kegiatan, termasuk pemutaran publik, diskusi, market, hingga aktivitas edukasi. Angka-angka ini menegaskan posisi Minikino Film Week 11 sebagai salah satu festival film pendek paling dinamis di kawasan, dengan jangkauan yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Dengan pendekatan ini, Minikino Film Week 11 menegaskan perannya bukan hanya sebagai festival pemutaran film, tetapi juga ruang bersama untuk berbagi perspektif, menjembatani budaya, dan merayakan pertemuan manusia lewat film pendek,” paparnya.

Peta program MFW 11 di Bali

Direktur Program, Fransiska Prihadi menekankan, kurasi tahun ini mengajak penonton melihat dunia melalui beragam sudut pandang, baik yang intim maupun yang luas. “Di tengah dunia yang penuh perubahan, film pendek menjadi alternatif cara kita membaca zaman dan keluar dari ruang arus utama pemberitaan public,” ungkapnya.

Setiap film pendek di Minikino Film Week 11 adalah undangan untuk berhenti sejenak, mendengar, dan membuka diri pada pengalaman hidup yang seringkali personal bagi para pembuat film dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. “Kami percaya keberagaman perspektif inilah yang membuat festival ini hidup,” ungkapnya.

Melanjutkan semangat ini, Minikino Film Week 11 menghadirkan beragam program untuk merangkul berbagai lapisan ekosistem film pendek: pembuat film, audiens, komunitas, dan profesional industri. Salah satu sorotan utamanya adalah Short Film Market, yang tahun ini memasuki edisi ketujuh. Di sinilah percakapan lintas generasi dan komunitas terjadi, ide-ide dibagikan, dan kolaborasi baru bermula.

“Short Film Market adalah ruang di mana energi ekosistem film pendek terasa paling hidup. Di sinilah pembuat film dan profesional saling bertemu, berbagi pengalaman, dan menemukan peluang kerja sama,” ujar Koordinator Short Film Market, Putu Wulandari Dyana.

Minikino Film Week 11 juga memperkuat jejaring internasionalnya melalui Bali-Glasgow Filmmaker & Programme Exchange, sebuah kolaborasi dengan Glasgow Short Film Festival (GSFF) yang didukung oleh British Council – Connections Through Culture.

Filmmaker Skotlandia Holly Parnell serta Direktur GSFF, Matt Lloyd, akan hadir di Bali untuk mengembangkan proyek film barunya, sementara filmmaker Indonesia Haris Yuliyanto dan Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi, sebelumnya menjadi perwakilan ke GSFF pada Maret lalu. Sebagai bagian dari pertukaran program, GSFF juga akan membawa program film pendek bertajuk “Whatever It Takes” ke Bali.

Dukungan pada talenta baru juga menjadi bagian penting Minikino Film Week 11 melalui Shorts Up 2025, sebuah program inkubasi yang pertama kali diluncurkan pada 2024 atas inisiatif Minikino dengan dukungan penuh dari Manajemen Talenta Nasional Seni dan Budaya, kini bekerja sama dengan Purin Film Fund (Thailand).

Empat kelompok pembuat film muda terpilih telah menjalani proses mentoring sejak Juni dan akan mempresentasikan proyek film mereka selama festival. Program ini menjadi pijakan penting bagi generasi baru pembuat film untuk memasuki ekosistem film yang lebih luas.

Selain merangkul pembuat film, Minikino Film Week 11 berkomitmen membuka akses lebih luas bagi audiens melalui Sinema Inklusif. Tahun ini, festival menyiapkan 5 film dengan Audio Description untuk penonton dengan hambatan visual, dan 5 film lainnya dengan Subtitles for the Deaf and Hard of Hearing (SDH). Inisiatif ini menegaskan upaya Minikino Film Week 11 menghadirkan pengalaman menonton yang lebih setara dan inklusif bagi semua orang.

Kesadaran akan potensi film pendek sebagai media pendidikan melahirkan Minikino Film Week Education, divisi baru Minikino sejak 2024 yang berfokus menciptakan pengalaman belajar berbasis film pendek untuk anak-anak, remaja, sekolah, dan komunitas.

Tahun ini, Minikino Film Week 11 mengundang komunitas, guru, murid sekolah, dan mahasiswa dari Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Buleleng untuk terlibat langsung dalam program edukasi. Hampir 60 film pendek dalam lebih dari 10 program disertai Panduan Nonton dan Belajar yang dirancang untuk memfasilitasi diskusi setelah menonton, guna mendorong kemampuan berpikir kritis dan memperluas wawasan peserta.

Selain itu, ada pula Community Screening, sebuah kolaborasi dengan komunitas lokal di berbagai titik Bali, mulai dari ruang kreatif, sekolah, hingga pusat kebudayaan, yang bertujuan membuka akses lebih luas ke film pendek dan mengajak penonton baru untuk ikut serta.

“Film pendek memicu rasa ingin tahu, membangun empati, dan melatih daya pikir kritis. Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan sekolah dan komunitas untuk memperluas akses dan menghadirkan pengalaman menonton yang mendalam,” kata Tim Minikino Film Week Education, Ritaro Hari Wangsa.

Semua inisiatif ini bertujuan merawat ekosistem film pendek yang sehat dan berkelanjutan. Dengan mempertemukan penonton, pembuat film, komunitas, dan profesional industri, Minikino Film Week 11 menciptakan ruang di mana cerita-cerita bertemu dan masa depan perfilman pendek dirancang bersama.

“Minikino Film Week 11 mengundang siapa saja untuk menonton, berdiskusi, dan merayakan film pendek bersama. Informasi lengkap tentang program festival tersedia melalui katalog daring: https://minikino.org/filmweek Mari rayakan film pendek bersama. Mari rayakan cerita-cerita kita,” ajaknya.

Executive Assistant Manager, Yuli Arlina mengucapkan terima kasih kepada Minikino Film Week yang memberikan kesempatan ARTOTEL Sanur – Bali untuk mensukseskan festival film pendek ini. Ajangan ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya. “Kami berharap semoga acara festival ini berjalan lancar, dan tetap menjalin kerjasama selanjutnya. Akhirnya selamat berkarya dan selamat berkreativitas,” katanya. [T]

Penulis/Reporter: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pro-Kontra Fotografer “fotoyou” di CFD Renon: Antara Dokumentasi Olahraga dan Perlindungan Privasi

Next Post

Mengamati Titik-Garis Paralel Wisata Desa Les, Sembari Menunggu Sertifikat Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Mengamati Titik-Garis Paralel Wisata Desa Les, Sembari Menunggu Sertifikat Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Mengamati Titik-Garis Paralel Wisata Desa Les, Sembari Menunggu Sertifikat Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co