23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September: 254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 2, 2025
in Panggung
Minikino Film Week 11 Digelar 12–19 September:  254 Film Pendek, 59 Negara, 34 Program

Fransiska Prihadi, Edo Wulia, Birus Suarbawa, pada jumpa pers Minikino Film Week 11 di Sanur

PECINTA dan penghobi film pendek bisa berbahagia, karena Minikino Film Week 11 (MFW11) bakal digelar pada tanggal 12–19 September 2025. Festival film pendek internasional berbasis di Denpasar ini hadir di berbagai titik di seluruh Bali, dengan pusat kegiatan di Dharma Negara Alaya dan MASH Denpasar. Di sinilah cerita-cerita lintas budaya dipertemukan, perspektif baru dibuka, dan jejaring kolaborasi tumbuh.

Selama lebih dari satu dekade, Minikino Film Week telah menjadi ruang pertemuan bagi pembuat film, penonton, dan para pelaku industri dari berbagai penjuru dunia. “Sementara kita merayakan kisah-kisah dari seluruh dunia, tidak mungkin mengabaikan kesakitan dan keresahan yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia,” kata Edo Wulia, Direktur Festival saat konferensi pers di ARTOTEL Sanur – Bali, Selasa 2 September 2025.

Dalam masa-masa seperti ini, nilai pertemuan dan keterhubungan budaya jadi semakin mendesak. Film pendek memiliki kekuatan untuk menjembatani jarak antar bahasa, budaya, juga antara mimpi dan harapan, dan akhirnya menjadi jembatan hubungan antar manusia. Tahun ini, Minikino Film Week 11 menghadirkan sebuah semangat baru, yakni menaruh audiens sebagai pusat festival.

Visual utama karya ilustrator Beng Rahadian menampilkan 11 karakter penonton, masing-masing terinspirasi dari beragam pengalaman sinematik para penikmat film pendek. Beng menegaskan pesan sederhana namun kuat, “Dalam setiap festival, sebenarnya bintangnya adalah penonton. Kalau filmmaker sudah memiliki panggungnya, apa artinya panggung tanpa penonton?” ucap Edo Wulia.

Selain mengangkat audiens sebagai pusat, skala festival tahun ini juga semakin meluas. Minikino Film Week 11 menghadirkan 254 film pendek dari 59 negara, tersusun dalam 34 program yang diputar di berbagai lokasi pemutaran. Sepanjang periode festival akan berlangsung 196 aktivasi kegiatan, termasuk pemutaran publik, diskusi, market, hingga aktivitas edukasi. Angka-angka ini menegaskan posisi Minikino Film Week 11 sebagai salah satu festival film pendek paling dinamis di kawasan, dengan jangkauan yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Dengan pendekatan ini, Minikino Film Week 11 menegaskan perannya bukan hanya sebagai festival pemutaran film, tetapi juga ruang bersama untuk berbagi perspektif, menjembatani budaya, dan merayakan pertemuan manusia lewat film pendek,” paparnya.

Peta program MFW 11 di Bali

Direktur Program, Fransiska Prihadi menekankan, kurasi tahun ini mengajak penonton melihat dunia melalui beragam sudut pandang, baik yang intim maupun yang luas. “Di tengah dunia yang penuh perubahan, film pendek menjadi alternatif cara kita membaca zaman dan keluar dari ruang arus utama pemberitaan public,” ungkapnya.

Setiap film pendek di Minikino Film Week 11 adalah undangan untuk berhenti sejenak, mendengar, dan membuka diri pada pengalaman hidup yang seringkali personal bagi para pembuat film dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. “Kami percaya keberagaman perspektif inilah yang membuat festival ini hidup,” ungkapnya.

Melanjutkan semangat ini, Minikino Film Week 11 menghadirkan beragam program untuk merangkul berbagai lapisan ekosistem film pendek: pembuat film, audiens, komunitas, dan profesional industri. Salah satu sorotan utamanya adalah Short Film Market, yang tahun ini memasuki edisi ketujuh. Di sinilah percakapan lintas generasi dan komunitas terjadi, ide-ide dibagikan, dan kolaborasi baru bermula.

“Short Film Market adalah ruang di mana energi ekosistem film pendek terasa paling hidup. Di sinilah pembuat film dan profesional saling bertemu, berbagi pengalaman, dan menemukan peluang kerja sama,” ujar Koordinator Short Film Market, Putu Wulandari Dyana.

Minikino Film Week 11 juga memperkuat jejaring internasionalnya melalui Bali-Glasgow Filmmaker & Programme Exchange, sebuah kolaborasi dengan Glasgow Short Film Festival (GSFF) yang didukung oleh British Council – Connections Through Culture.

Filmmaker Skotlandia Holly Parnell serta Direktur GSFF, Matt Lloyd, akan hadir di Bali untuk mengembangkan proyek film barunya, sementara filmmaker Indonesia Haris Yuliyanto dan Direktur Program Minikino, Fransiska Prihadi, sebelumnya menjadi perwakilan ke GSFF pada Maret lalu. Sebagai bagian dari pertukaran program, GSFF juga akan membawa program film pendek bertajuk “Whatever It Takes” ke Bali.

Dukungan pada talenta baru juga menjadi bagian penting Minikino Film Week 11 melalui Shorts Up 2025, sebuah program inkubasi yang pertama kali diluncurkan pada 2024 atas inisiatif Minikino dengan dukungan penuh dari Manajemen Talenta Nasional Seni dan Budaya, kini bekerja sama dengan Purin Film Fund (Thailand).

Empat kelompok pembuat film muda terpilih telah menjalani proses mentoring sejak Juni dan akan mempresentasikan proyek film mereka selama festival. Program ini menjadi pijakan penting bagi generasi baru pembuat film untuk memasuki ekosistem film yang lebih luas.

Selain merangkul pembuat film, Minikino Film Week 11 berkomitmen membuka akses lebih luas bagi audiens melalui Sinema Inklusif. Tahun ini, festival menyiapkan 5 film dengan Audio Description untuk penonton dengan hambatan visual, dan 5 film lainnya dengan Subtitles for the Deaf and Hard of Hearing (SDH). Inisiatif ini menegaskan upaya Minikino Film Week 11 menghadirkan pengalaman menonton yang lebih setara dan inklusif bagi semua orang.

Kesadaran akan potensi film pendek sebagai media pendidikan melahirkan Minikino Film Week Education, divisi baru Minikino sejak 2024 yang berfokus menciptakan pengalaman belajar berbasis film pendek untuk anak-anak, remaja, sekolah, dan komunitas.

Tahun ini, Minikino Film Week 11 mengundang komunitas, guru, murid sekolah, dan mahasiswa dari Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Buleleng untuk terlibat langsung dalam program edukasi. Hampir 60 film pendek dalam lebih dari 10 program disertai Panduan Nonton dan Belajar yang dirancang untuk memfasilitasi diskusi setelah menonton, guna mendorong kemampuan berpikir kritis dan memperluas wawasan peserta.

Selain itu, ada pula Community Screening, sebuah kolaborasi dengan komunitas lokal di berbagai titik Bali, mulai dari ruang kreatif, sekolah, hingga pusat kebudayaan, yang bertujuan membuka akses lebih luas ke film pendek dan mengajak penonton baru untuk ikut serta.

“Film pendek memicu rasa ingin tahu, membangun empati, dan melatih daya pikir kritis. Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan sekolah dan komunitas untuk memperluas akses dan menghadirkan pengalaman menonton yang mendalam,” kata Tim Minikino Film Week Education, Ritaro Hari Wangsa.

Semua inisiatif ini bertujuan merawat ekosistem film pendek yang sehat dan berkelanjutan. Dengan mempertemukan penonton, pembuat film, komunitas, dan profesional industri, Minikino Film Week 11 menciptakan ruang di mana cerita-cerita bertemu dan masa depan perfilman pendek dirancang bersama.

“Minikino Film Week 11 mengundang siapa saja untuk menonton, berdiskusi, dan merayakan film pendek bersama. Informasi lengkap tentang program festival tersedia melalui katalog daring: https://minikino.org/filmweek Mari rayakan film pendek bersama. Mari rayakan cerita-cerita kita,” ajaknya.

Executive Assistant Manager, Yuli Arlina mengucapkan terima kasih kepada Minikino Film Week yang memberikan kesempatan ARTOTEL Sanur – Bali untuk mensukseskan festival film pendek ini. Ajangan ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya. “Kami berharap semoga acara festival ini berjalan lancar, dan tetap menjalin kerjasama selanjutnya. Akhirnya selamat berkarya dan selamat berkreativitas,” katanya. [T]

Penulis/Reporter: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pro-Kontra Fotografer “fotoyou” di CFD Renon: Antara Dokumentasi Olahraga dan Perlindungan Privasi

Next Post

Mengamati Titik-Garis Paralel Wisata Desa Les, Sembari Menunggu Sertifikat Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Mengamati Titik-Garis Paralel Wisata Desa Les, Sembari Menunggu Sertifikat Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Mengamati Titik-Garis Paralel Wisata Desa Les, Sembari Menunggu Sertifikat Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co