4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Legong Pengeleb, Tarian Menyeru Kesetaraan: Sebuah Persembahan dari Seka Gong Saraswati Desa Menyali di Gong Mebarung Bulfest 2025

Son Lomri by Son Lomri
August 23, 2025
in Panggung
Legong Pengeleb, Tarian Menyeru Kesetaraan: Sebuah Persembahan dari Seka Gong Saraswati Desa Menyali di Gong Mebarung Bulfest 2025

Penampilan Tari Legong Pengeleb Seka Gong Saraswati Desa Menyali di Bulfest 2025 | Foto: Disbud Buleleng

PADA serangkaian acara Buleleng Festival (Bulfest) 2025 di Sasana Budaya Jumat (22/8/2025) malam, banyak sekali pengunjung yang datang. Padat. Tempat duduk seakan tak ada celah bagi pengunjung yang baru masuk, kecuali mau berdesakkan atau menderita kejepit-jepit orang ramai.

“Mereka membawa suporter masing-masing,” kata Gede Bob Suardika, seorang penonton asal Singaraja. “Malam ini akan ada momen penting,” sambungnya. Ya, Bulfest kali ini menyelenggarakan gong mebarung antara Seka Gong Kebyar Legendaris Eka Wakya Banjar Paketan, Buleleng, dengan Seka Gong Saraswati Desa Menyali, Sawan.

Suasana Gedung Sasana Budaya saat acara gong mebarung Buleleng Festival 2025 | Foto: tatkala.co/Son

Di atas panggung, Seka Gong Kebyar Legendaris Eka Wakya membawakan tabuh kreasi Singa Ambara Raja dan dua tarian, yakni Tari Eka Lawya dan Tari Subali Sugriwa.  Sementara Seka Gong Saraswati Menyali membawakan Tabuh Sriwijaya, Tari Legong Pengeleb, dan Tari Kreasi Sriwijaya.

Tarian Legong Pengeleb

Sementara pihak Eka Wakya pentas, di belakang panggung, Kristina, Karunia, Safira, dan Githa sedang bersiap dengan kostum warna biru. Mereka dari Seka Gong Saraswati, yang akan membawakan satu tarian berjudul Legong Pengeleb, sebuah tarian asli Menyali.

“Sudah 12 hari kami latihan. Tarian ini mengisahkan perjuangan seorang perempuan untuk mendapatkan kebebasan—kesetaraan gender,” kata Kristina.

Karunia, Safira, Kristina, dan Githa duduk di belakang panggung Sasana Budaya sebelum menarikan Legong Pengeleb | Foto: tatkala.co/Son

Tari Legong Pangeleb memang tarian yang menggambarkan suasana hati kaum perempuan yang penuh kegembiraan yang diluapkan dengan ekspresi bahagia, suka cita, dan keagresifan.

Tari ini lahir di zaman pergerakan nasional dan emansipasi wanita ketika Raden Ajeng Kartini sedang gencar memperjuangkan kesetaraan derajat (gender) wanita dengan kaum laki-laki.

Tari ini direkonstruksi oleh para seniman Buleleng yang sangat intens melakukan kegiatan pelestarian kesenian tradisi, yakni I Made Redita (Pan Carik), I Made Keranca, dan I Made Pasca Wirsutha sebagai rekonstruktor karawitannya.

Kristina sedang menarikan Legong Pengeleb | Foto: Disbud Buleleng

“Kesulitannya digerak kaki, kelincahan, ekspresi. Karena ini tarian atraktif. Saya sudah lama menari, sejak kelas 4 SD, 2009, tapi masih ada kesulitan-kesulitan soal itu,” lanjut Kristiana.

Selepas Eka Wakya selesai menampilkan karyanya, di atas panggung Sasana Budaya, Seka Gong Saraswati dipanggil oleh MC. Seperti penampil sebelumnya, Seka Gong Saraswati juga mendapat apresiasi yang bagus—karena sama-sama melegenda di segala arah mata angin.

Kristina dan kawan-kawan naik ke atas panggung. Mereka menari dengan kompak. Kipas dibuka, mata melirik tajam—sebagaimana mata penari Bali umumnya.

Penampilan Tari Legong Pengeleb Seka Gong Saraswati Desa Menyali di Bulfest 2025 | Foto: Disbud Buleleng

Tangan Kristina masih meliuk dibawa alunan musik, tiga temannya juga meliuk sama. Mereka menari dengan baik.

“Keren,” kata Bob. Lantas, ia beranjak dari duduknya, dan pergi ke belakang panggung selepas tarian itu selesai. “Saya mau wawancara dulu,” ujar Bob, penonton sekaligus wartawan.

Seka Gong Legendaris

Sekadar informasi, pada 1604, kelompok kesenian ini bernama Seka Gong Sekar Gadung. Namun, setelah mendapat anugerah berupa panji/bendera Saraswati dari Anak Agung Geg—Raja Klungkung yang bertahta saat itu—pada tanggal 10 November 1934 sebagai hadiah jayanti/juara pada Parade Gong Mebarung di Puri Klungkung, Seka Gong Sekar Gadung berubah nama menjadi Seka Gong Saraswati.

Seka gong dari Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, itu juga menyandang label ”legendaris” atas beberapa alasan sebagai berikut:

Pertama, memiliki gong gantung (lanang) yang diberi nama Sekar Gadung yang merupakan anugerah/pemberian dari Raja Buleleng Ki Barak Panji Sakti, karena kesaktian Penglingsir Pasek Menyali yang pada saat itu ikut membantu kapal dagang China Dampu Awang yang kandas di Pantai Penimbangan pada tahun 1640 (sesuai kisah Babad Buleleng yang tersimpan di Gedong Kirtya).

Seka Gong Legendaris Saraswati Desa Menyali di atas panggung Sasana Budaya | Foto: tatkala.co/Son

Kedua, memiliki kemong—gamelan yang menjadi bagian terompong jegogan pada paling besar (bongkol)—yang diberi nama Sekar Taji warisan dari Penglingsir Jro Pasek Bulian, Jero Pasek Kubutambahan, dan Jero Pasek Menyali.

Ketiga, memperoleh penghargaan berupa Panji Bendera Saraswati dari Raja Klungkung Anak Agung Geg pada tanggal 10 November 1934.

Keempat, memiliki Tari Legong Pengeleb yang diciptakan oleh Penglingsir Guru Cening Beritem dan Gede Negara pada tahun 1934 yang telah direkontruksi oleh I made Kranca, I Made PascaWirasuta, dan Made Redita (Pan Carik).

Kelima, memiliki Tari Pudak Sinunggal yang juga telah direkontruksi. Dan keenam, memiliki tabuh yang juga merupakan warisan dari Penglingsir Guru Putu Kota dan Gede Negara.[T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Tags: buleleng festivalBulfest 2025gong mebarungSeka Gong Kebyar Legendaris Eka Wakya Banjar PaketanSeka Gong Saraswati Desa Menyali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [11]—Menginap Dua Malam di Tarano Sebelum Menghadapi Nanga Tumpu

Next Post

Tanah Lot Art & Food Festival: Ajang Pelestarian Warisan Leluhur dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Lokal

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Tanah Lot Art & Food Festival: Ajang Pelestarian Warisan Leluhur dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Lokal

Tanah Lot Art & Food Festival: Ajang Pelestarian Warisan Leluhur dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Lokal

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co