5 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Emi Suy | Merah Putih di Jalan Berdebu

Emi Suy by Emi Suy
August 17, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Emi Suy | Merah Putih di Jalan Berdebu

Emi Suy

MERAH PUTIH DI JALAN BERDEBU

bendera itu masih berkibar
seperti doa yang disematkan pada bambu
tiangnya rapuh, catnya terkelupas
namun tetap menantang angin
seolah hendak berkata:
“aku adalah saksi sejarah yang tak bisa dipadamkan.”

tetapi tanah di bawahnya tetap retak,
jalan penuh lubang menyimpan genangan,
anak-anak berlari dengan kaki telanjang
mengejar sekolah yang jauh
seperti cahaya yang menipu di balik kabut.

di mata mereka, merah putih tampak gagah,
tapi di perut mereka, lapar masih bersuara.
di buku catatan mereka, angka berhenti di halaman awal.
apakah kemerdekaan hanya untuk mereka
yang sudah kenyang?
sementara yang lapar
hanya bisa melambai pada bendera
tanpa tahu arti bebas
selain bebas untuk terus menunggu janji.

Cengkareng, Agustus 2025

 

MERDEKA YANG BELUM PULANG

di televisi, parade berjalan rapi.
barisan seragam menapak dengan nada yang sama,
musik militer menghentak seperti genderang kemenangan.
di layar itu, bangsa ini tampak gagah.

tapi di rumahku, ibu mengaduk panci kosong
lebih lama dari biasanya,
seakan-akan doa bisa menumbuhkan nasi.
di meja makan kami, sendok berbaris tanpa isi.
kami menonton pesta itu dari jauh,
seperti tamu asing di pesta tetangga
yang tak pernah mengundang kami.

kemerdekaan,
kau berjanji pulang ke setiap rumah
tapi langkahmu seperti tersesat.
kau singgah ke istana,
menyelip di pidato yang berapi-api,
namun lupa singgah di dapur kami.
kau hadir di spanduk besar di jalan raya,
tapi hilang di pasar tradisional.
kau berdiri tegak di lapangan upacara,
tapi tertidur di tubuh petani
yang tak mampu membeli pupuk lagi.

mungkin merdeka adalah seekor burung
yang dilepas dari sangkar
tapi kehilangan arah pulang.
ia berputar-putar di langit kota
sementara di kampung,
anak-anak hanya bisa menunggu
suara sayapnya.

Cengkareng, Agustus 2025

 

DOA SEORANG BURUH

mesin pabrik berdengung
seperti doa panjang tanpa jeda.
ia terus berputar, tak pernah tidur,
sementara tubuhku pelan-pelan aus
seperti baut yang dipaksa bertahan
meski ulirnya sudah terkikis.

aku percaya, aku warga negara merdeka.
kata itu tercetak di kartu identitasku,
dikumandangkan setiap kali Agustus tiba.
tapi di slip gaji yang kusimpan rapi
tertulis angka yang selalu lebih kecil
dari kebutuhan sederhana:
sewa rumah, uang sekolah,
dan sedikit mimpi yang tak pernah terbeli.

aku pulang larut,
menyapa anakku yang sudah tertidur.
kulihat wajahnya,
dan ia seakan bertanya tanpa suara:
“ayah, apa arti bebas
jika tubuhmu masih terikat jam kerja
dan hidupmu dikejar oleh angka-angka?”

aku tak sanggup menjawab.
hanya meletakkan doa di dahinya
agar suatu hari, merdeka itu turun
bukan sebagai pidato di televisi
melainkan sebagai roti di meja,
segelas susu hangat,
dan kesempatan bagi anakku
untuk bermimpi tanpa batas.

Cengkareng, Agustus 2025

 

SUDAHKAH KITA MERDEKA?

agustus datang seperti pesta.
bendera dipasang di setiap sudut jalan,
anak-anak bersorak,
lomba-lomba digelar untuk tertawa sebentar.
panjat pinang, balap karung,
semua riuh, seolah-olah
kita benar-benar telah sampai
di negeri yang dijanjikan.

tetapi setelah pesta usai,
asap kembang api memudar,
langit kembali kelabu seperti biasa.
september datang dengan tagihan listrik,
oktober dengan harga sembako,
dan bulan-bulan berikutnya
dengan pertanyaan yang tak pernah selesai:
sudahkah kita merdeka?

mungkin merdeka bukan soal bendera.
bukan pula soal siapa yang berkuasa.
ia adalah pertanyaan yang selalu terbuka,
pertanyaan yang mengguncang dada:
apakah manusia sudah bebas
dari rasa takut, dari lapar, dari luka
yang diwariskan turun-temurun?

mungkin kita belum sepenuhnya bebas,
karena kita masih harus berteriak
untuk didengar.
kita masih harus menuntut
sekadar hidup yang layak.
kemerdekaan, barangkali,
adalah rumah yang belum selesai dibangun.

Cengkareng, Agustus 2025

 

KEMERDEKAAN HARIAN

aku tak mencari merdeka di monumen
atau di buku sejarah yang dipelajari terburu-buru.
aku mencarinya di wajah ibu
yang menanak nasi dari beras terakhir,
di tangan ayah yang kembali dari ladang
dengan tubuh letih namun tetap tersenyum.

merdeka bukan kata besar
yang dipahat di dinding museum.
ia adalah denyut kecil sehari-hari:
kemampuan tertawa tanpa cemas,
makan tanpa menghitung utang,
belajar tanpa takut dihentikan waktu.

aku ingin merdeka hadir
di sawah yang masih menunggu hujan,
di pelabuhan kecil tempat nelayan
menambatkan perahu reotnya,
di rumah sempit yang dihuni tiga keluarga
yang tetap tertawa meski sesak.

merdeka tidak usah berwajah mewah.
cukup hadir sebagai udara lega
yang bisa kami hirup setiap hari.
cukup hadir sebagai ruang
di mana manusia boleh menjadi manusia
tanpa takut dihakimi, ditindas,
atau dilupakan sejarah.

jika itu datang,
barulah aku percaya
kemerdekaan bukan lagi mimpi bangsa,
melainkan rumah
tempat setiap manusia
boleh pulang dengan tenang.

Cengkareng, Agustus 2025


Penulis: Emi Suy
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Puisi-puisi Emi Suy | Merdeka Sunyi
Puisi-puisi Emi Suy | Kepada Capres
Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Torso dan Singaraja Literary Festival, Ketika Lampung dan Buleleng Berdialog Tentang Perempuan dan Energi Penyembuhan

Next Post

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails
Next Post
Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co