2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pendekatan Diferensiasi dalam Pembelajaran Sastra Daerah

Komang Sujana by Komang Sujana
August 17, 2025
in Esai
Pendekatan Diferensiasi dalam Pembelajaran Sastra Daerah

RUANG sastra daerah di sekolah sempit dan redup. Menurut Hidayat (2009) pembelajaran sastra daerah bersifat aktif reseptif karena siswa tidak dapat membaca karya sastra dengan benar apalagi diajari menulis. Pembelajaran bahasa, aksara, dan sastra Bali misalnya, dianggap membosankan, tidak menarik dan tidak produktif. Wayan Artika (2024) menyatakan pelajaran bahasa Bali sebagai kuliah-kuliah linguistik yang berat, hafalan, dan tidak fungsional. Buku-buku pelajaran bahasa Bali sama sekali tidak didukung oleh literasi sastra. Seperti itulah pendapat para pegiat sastra yang mencerminkan kondisi pembelajaran bahasa dan sastra daerah saat ini.

Namun, harus diakui juga pembelajaran bahasa dan sastra daerah yang aktif, produktif, dan menyenangkan di sekolah di tengah gempuran era digital dan perubahan zaman memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin untuk diwujudkan. Jika pembelajaran dilaksanakan secara berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan, niscaya sastra daerah akan menguar dari jendela dan pintu kelas.

Hasil belajar siswa berupa cerita bergambar dengan pendekatan diferensiasi. Luh Suci Armini Putri sebagai Penulis Cerita dan Kadek Wiwin Riska Ariyani sebagai ilustrator

Tidak semua siswa memiliki minat dan bakat menulis karya sastra. Jika semua siswa diharapkan menghasilkan karya sastra berupa puisi atau cerita di akhir pembelajaran, maka ini tentu sulit untuk direalisasikan. Sebagaimana kata Ki Hadjar Dewantara, setiap murid memiliki potensi yang unik. Dengan ini keberagaman kelas adalah keniscayaan, juga tantangan sekaligus kekayaan. Jika pada akhirnya hasil atau produk belajar itu harus dipaksakan seragam, maka pembelajaran tidak memberikan kesempatan siswa untuk berkembang. Kemampuan siswa tidak dihargai. Alih-alih produktif, pembelajaran sastra malah menjadi pasif.

Siswa asyik menggambar padahal guru sedang menjelaskan materi ajar. Fenomena ini tak jarang dijumpai di ruang-ruang kelas. Salah satu bukti keragaman kelas yang sering tak disadari. Perilaku seperti ini dianggap kurang sopan hingga guru akhirnya memberikan teguran. Apakah guru salah mengingatkan siswanya agar fokus belajar tidak hilang? Tentu tidak. Akan tetapi, setelah itu, yang perlu direfleksi bersama adalah kekayaan kelas ini luput dari pemberdayaan sehingga pembelajaran menjadi tidak membahagiakan siswa karena tidak sejalan dengan kebutuhan belajarnya.

Lantas bagaimana sebaiknya pembelajaran sastra daerah dilaksanakan di ruang kelas yang unik agar tetap produktif?

Pendekatan diferensiasi memberikan kesempatan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan melalui berbagai bentuk sumber belajar (diferensiasi konten), memahami materi melalui berbagai aktivitas pembelajaran (diferensiasi proses), dan menunjukkan apa yang mereka pahami lewat berbagai bentuk (diferensiasi produk).

Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran sastra daerah adalah upaya menciptakan pembelajaran sastra yang diselaraskan dengan kebutuhan belajar siswa. Selain menggunakan sumber belajar cetak, sejalan dengan kodrat zaman perlu juga memanfaatkan sumber belajar digital, seperti kamus bahasa daerah daring, buku nonteks digital, dan video. Agar lebih menarik minat belajar siswa perlu difasilitasi sumber belajar yang sesuai dengan kemampuan awal, konteks lingkungan dan budayanya.

Modifikasi atau penyelarasan aktivitas pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif. Pendekatan pembelajaran berkelompok ini dapat membantu siswa untuk menguasai pengetahuan faktual juga aplikatif sejalan dengan teori konstruktivisme sosial. Psikolog Rusia, Lev Vygotsky menyatakan bahwa pengetahuan dikonstruksi melalui interaksi sosial.

Pengelompokan perlu dilakukan secara fleksibel. Menurut Imelda Hutapea (dalam Shibab, 2016) pengelompokan yang kaku tanpa usaha meningkatkan kemampuan pelajar adalah miskonsepsi diferensiasi. Bekerja sama dengan pelajar yang berlainan baik dari segi minat dan kesiapan memberikan kesempatan menguasai strategi belajar baru dan memperdalam apa yang telah dimilikinya.

Pembelajaran berbasis teks—menjadikan teks sebagai pusat kegiatan belajar—juga dapat digunakan untuk memodifikasi proses pembelajaran sastra. Aktivitas pembelajarannya, yaitu pemodelan teks, bekerja sama membangun teks, membangun teks secara mandiri, (Knapp dan Watkins, dalam Mahsun (2014:115). Guru menunjukkan teks sastra yang relevan dengan konteks siswa serta menjelaskan bagaimana teks itu dibangun (pemodelan). Siswa dalam kelompok belajar bersama untuk menulis karya sastra (bekerja sama membangun teks). Siswa menerapkan pengetahuan yang telah diketahui untuk mencipta teks secara mandiri (membangun teks secara mandiri).

Dalam pembelajaran menulis puisi misalnya, merujuk buku Pedoman Model Pembelajaran Bahasa Bali Tingkat SMP (Balai Bahasa Provinsi Bali, 2022) dapat digunakan model pembelajaran mind mapping dengan langkah-langkah, yaitu menentukan tema puisi, mencari kata-kata yang akan digunakan sebagai kata kunci, merumuskan menjadi kalimat, menyusun kalimat ke dalam baris-baris puisi, menghias, dan finishing.

Juga model pembelajaran pengamatan objek sekitar (POS) dengan langkah-langkah, yaitu keluar dari lingkungan keseharian, misalnya ke pasar, sungai, atau tempat apapun yang ada di sekitar, mencatat hal-hal menarik yang ditemui dalam pengamatan, menentukan hal yang akan ditulis/topik, dan menulis puisi berdasarkan hasil pengamatan.

Modifikasi produk dapat berupa hasil belajar yang selaras dengan minat dan bakatnya. Hasil belajar tidak selalu dalam bentuk teks puisi atau cerita, tetapi bisa dalam bentuk gambar, musikalisasi puisi, teks ulasan, komik, pembacaan puisi, dan lain sebagainya.

Pada tahun ajaran 2021/2022 dan 2022/2023, saya pernah mengajak siswa untuk belajar menulis puisi Bali modern. Semua siswa memang berhasil menulis, tetapi karena perbedaan minat dan bakat tidak semua mampu menunjukkan hasil karya puisi yang maksimal, hanya 12 siswa dari 120-an siswa. Walaupun demikian, saya sangat mengapresiasi usaha keras siswa untuk tetap belajar menulis.

Produk kolaborasi cerita bergambar berjudul I Moka karya Ni Luh Pebri Ani Suwarnisi sebagai penulis cerita dan Komang Andini Pradnyadewi sebagai ilustrator

Beberapa puisi-puisi terpilih sempat dimuat di majalah Suara Saking Bali—majalah daring berbahasa Bali yang memuat karya sastra berbahasa Bali. Berkat dukungan Kepala SMPN 2 Sawan, Ni Nyoman Kartikawati, S.Pd., karya-karya terpilih dari siswa tersebut kemudian diterbitkan dalam satu buku antologi Nyurat Rasa Ngupapira Basa (Pustaka Ekspresi, 2023). Publikasi karya di media digital dan dalam bentuk buku dapat memotivasi semangat belajar dan menginspirasi siswa yang lain.

Kemudian pada tahun ajaran 2024/2025, saya meninjau kembali implementasi diferensiasi produk dalam pembelajaran sastra. Siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan hasilnya belajarnya tidak hanya dengan satu jenis produk. Hasilnya di luar ekspektasi. Ada siswa yang menunjukkan hasil belajarnya dengan bercerita. Ada juga siswa yang menulis cerita, siswa yang lain mengalihwahanakannya dalam bentuk gambar. Jadilah kemudian produk belajar berupa cerita bergambar.

Pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran sastra dapat menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa. Keragaman potensi siswa yang terfasilitasi menjadikan pembelajaran kaya hasil belajar. Namun, tantangannya adalah diperlukan waktu yang tak sedikit bagi guru untuk memberikan umpan balik yang relevan, apalagi produk belajar siswa yang beragam.

Apakah implementasi pendekatan diferensiasi dalam pembelajaran sastra ini PR bagi guru? Iya, pembelajaran berdiferensiasi itu ribet atau rumit. Namun, orang bijak mengatakan bahwa tantangan adalah peluang. Kesulitan pembelajaran niscaya akan teratasi—tumbuh berkembang menjadi kesuksesan—jika guru senantiasa merefleksi diri, berdiskusi, dan berkolaborasi. [T]

Sumber bacaan:

  • Artika, I Wayan. (2024). Guru Bahasa Bali “Pengawi” : Kata Pengantar Buku Antologi Puisi ”Gita Rasmi Sancaya” Karya I Putu Wahya Santosa. Diakses 6 Agustus 2025 dari https://tatkala.co/2024/02/14/guru-bahasa-bali-pengawi-kata-pengantar-buku-antologi-puisi-gita-rasmi-sancaya-karya-i-putu-wahya-santosa/
  • Hidayat, A. (2009). Pembelajaran Sastra di Sekolah. INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 14 (2), 221-230.
  • Mahsun, (2014). Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Putra, Ida Bagus Rai, dkk. (2022). Pedoman Model Pembelajaran Bahasa Bali Tingkat SMP. Denpasar: Balai Bahasa Provinsi Bali.
  • Shihab, Najelaa, dkk. (2016). Diferensiasi Memahami Pelajar untuk Belajar Bermakna & Menyenangkan. Tangerang: Literati.

Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Merebak Ruang Sastra Daerah di Sekolah — Catatan dari Seminar Kesusastraan Daerah di Bandung
Puisi-puisi Komang Sujana | Di Binar Matamu
Membaca, Menulis, dan Kesadaran: Modal Menjadi Pemimpin Pembelajaran
Pembelajaran Sastra Inovatif Berbasis Teknologi Pendidikan Sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah, Penguatan Literasi dan Karakter
Tags: Pendidikansastrasastra sekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HUT ke-80 RI, Merah Putih Berkibar di Bukit Belong, Klungkung

Next Post

Mencegah Konflik Dokter Pasien

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Mencegah Konflik Dokter Pasien

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co