24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mencegah Konflik Dokter Pasien

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
August 17, 2025
in Esai
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

Putu Arya Nugraha

SEBETULNYA mudah sekali memahami betapa pentingnya hubungan baik antara dokter dan pasien itu. Ini didasari oleh kepentingan yang sama yaitu mewujudkan suatu kesembuhan. Kesembuhan yang diharapka oleh pasien dan keluarganya, pun kesembuhan yang didambakan oleh dokter dan RS. Pasien ingin keluar dari penderitaan sakitnya dan dokter punya tanggung jawab profesional untuk memberi kesembuhan kepada pasiennya. Pasien dapat kembali hidup sehat dan produktif, termasuk rasa percaya diri yang pulih, sementara kepuasan serta rasa bangga diraih oleh dakter dan RS memperoleh citra positif.

Dari prinsip-prinsip yang sudah sedemikian nyata dan lugas tersebut, maka tiada pilihan selain dokter dan pasien harus rukun, solid dan kolaboratif. Tentunya dengan dukungan keluarga pasien dan manajemen RS di mana dokter tersebut bekerja. RS, dokter dan nakes dengan pasien dan keluarganya adalah sebuah team work. Tim yang punya spirit dan motivasi kuat bergerak kearah yang sama, menuju suatu kesembuhan. Namun mengapa belakangan ini kerap kali terjadi konflik dan benturan antara dokter dan RS dengan pasien dan keluarganya, alih-alih kompak bersatu?

Ada sebuah konsep paling mendasar yang harus dipahami oleh pasien serta keluarganya dan dokter. Konsep itu adalah kesepakatan upaya maksimal, setinggi-tingginya, antara dokter dan RS dengan pasien dan keluarga dalam proses pengobatan yang akan dijalani pasien. Jadi bukan kesepakatan untuk mencapai kesembuhan. Melainkan sekali lagi, sebuah kesepakatan upaya. Sudah barang tentu dokter dan RS wajib berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan prosedur pelayanan medis kepada pasien yang dirawat. Sarana terbaik yang tersedia serta SDM dokter maupun nakes yang paling kompeten dan profesional di RS tersebut.

Bahkan jika perlu, menerapkan prosedur rujukan ke RS lebih lengkap bila ada indikasi medis yang kuat. Demikian pula pasien dan keluarganya, harus betul-betul memahami prinsip kesepakatan upaya tersebut. Mencapai kesembuhan adalah harapan setiap pasien. Namun kesembuhan dan kematian sepenuhnya kuasa Tuhan. Maka pasien dan keluarga mesti ikhlas menerima apapun hasil terapi dokter, jika itu telah dilakukan dengan maksimal.

Konflik dokter pasien sesungguhnya tidak banyak disebabkan oleh faktor teknis medis belaka. Perselisihan dokter dan pasien, bahkan hingga tindakan fisik, lebih banyak disebabkan oleh karena faktor komunikasi. Ini merupakan area yang sangat rentan dan krusial mengingat dokter dan pasien berada pada level literasi yang berbeda soal medis. Kemudahan mengakses media di bidang apapun, termasuk medis, hingga AI, bukannya menjembatani kesenjangan literasi medis dokter dan pasien. Kontraproduktif, justru sering memperdalam jurang persepsi dokter dengan pasiennya.

Pasien yang tidak memiliki latar belakang komprehensif terkait teori medis, kadang tiba-tiba merasa pintar hanya dengan sekali baca. Pengetahuan yang tergesa-gesa tersebut akhirnya berhadapan dengan sikap para dokter yang kadang juga terlalu konservatif dan kaku. Seakan kebenaran sepenuhnya ada dalam genggaman mereka, yang memang telah digalinya bahkan sampai belasan tahun, dalam proses pendidikan yang tak mudah.

Di era kemudahan informasi ini, sudah saatnya para dokter membuka diri dan menyediakan waktu lebih banyak melayani pasien maupun  keluarganya yang tiba-tiba pintar karena Chat GPT atau platform AI yang lain. Sikap luwes dan apresiatif dalam berkomunikasi justru memberikan tempat bagi para dokter pada posisi yang lebih terhormat di hati pasien dan keluarganya. Bukannya justru menurunkan kredibilitas maupun kapasitas seorang dokter. Ingat, kehebatan apapun AI saat ini dan kedepannya, itu takkan mampu menggantikan relasi batiniah dokter dengan pasien.

Semakin rendah hati, semakin positif sikap seorang dokter kepada pasien dan keluarganya, itu sudah merupakan suatu terapi awal yang sangat efektif dan investasi di kemudian hari terkait apapun hasil terapi yang diberikan. Saat pasien dan keluarga tetap mengucapkan terimakasih meski hasil terapi tidak sesuai dengan yang diharapakan, itu adalah sebuah investasi. Maka gedung RS yang nyaman, sarana medis yang modern, SDM yang kompeten takkan berarti apa-apa, tanpa hubungan baik dengan pasien dan keluarganya.

Untuk sebuah kesembuhan, seorang pasien perlu menjadi pasien yang baik. Sikap baik pasien dapat menjadi salah satu prediktor untuk kesembuhannya. Baik tidkak hanya dalam hal Ikhlas menerima sakit yang diderita saat ini dan gigih menjalani pengobatan, namun baik dalam menjaga hubungan  dengan dokter dan nakes yang merawat.

Bagaimana mungkin, para nakes akan melayani dengan baik setipa hari jika pasien dan keluarganya misalnya merasa lebih pintar dan kuasa. Mengintervensi terapi hanya karena informasi dari Chat GPT atau menuntut keistimewaan dengan memanfaatkan orang dalam atau para pejabat yang kebetulan adalah sahabat atau kerabatnya.

Percayalah, cara-cara itu takkan bermanfaat. Sama halnya dengan sikap yang harus diacu oleh seorang dokter, sikap itu pun harus diterapkan oleh para pasien, yaitu sikap rendah hati. Secara alamiah, sikap tersebut akan menyatukan dokter dan pasiennya untuk solid melawan satu musuh bersama yaitu diagnosis penyakit. [T]

Penulis: Putu Arya Nugraha
Editor: Adnyana Ole

Klik  BACA  untuk melihat esai dan cerpen dari penulis  DOKTER PUTU ARYA NUGRAHA

Uji Coba Vaksin, Kontroversi Agenda Depopulasi versus Kultur Egoistik Masyarakat
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Video Short, Informasi Medis yang Wajib Diwaspadai
Tags: dokterDokter Arya Nugrahakesehatanpasien
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pendekatan Diferensiasi dalam Pembelajaran Sastra Daerah

Next Post

Osmosia: Menonton Sebuah Mimpi yang Tak Ingin Dijelaskan

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Osmosia: Menonton Sebuah Mimpi yang Tak Ingin Dijelaskan

Osmosia: Menonton Sebuah Mimpi yang Tak Ingin Dijelaskan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co