23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Asep Kurnia by Asep Kurnia
July 22, 2025
in Esai
Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

MENUANGKAN ide gagasan, pemikiran, konsep, perasaan, kejadian, dan apa yang dilakukan ke dalam bentuk tulisan begitu sulit bagi kebanyakan orang, namun tidak bagi sebagian orang lainnya.

Sebagian orang begitu kelu dan susah sekali untuk memulai menulis, namun aneh bin ajaib sebagian lainnya begitu mudah dan lancar tanpa hambatan. Bagi kelompok yang kedua ini, merangkai kata serta kalimat bisa mengalir begitu saja seakan-akan tak menemukan beban sedikit pun. Itulah seni dan keunikan menulis.

Ada seorang penulis harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melahirkan satu karya tulis. Entah karena kehati-hatian atau apalah penyebabnya namun apa pun alasannya orang tersebut the real sudah mampu menulis dan melahirkan karya tulis.

Penulis seperti di atas biasanya seorang original researcher ( penelaah murni). Penulis seperti ini amat sangat jarang dan langka ditemukan tetapi sekali muncul tulisannya meledak dan menggegerkan dunia karena tingkat keakuratan hasil kajian ilmiah, kesahihannya, dan daya manfaatnya begitu besar bagi kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi—bahkan perubahan peradaban dunia—misalnya.

Selain itu, ada lagi tipe penulis baku, atau saya sebut penulis rutinitas, yang terus menulis secara berkala demi memenuhi tuntutan kewajiban yang melekat pada jabatan yang erat kaitannya dengan kenaikan kepangkatan dan mempertahankan insentif (tunjangan fungsional dan profesional) yang include pada jabatanya itu.

Biasanya, kelas penulis seperti itu memaksakan dan terpaksa (deadline) untuk menulis karena terdorong oleh aturan main. Kelompok penulis ini menempati angka terbanyak karena berada di lembaga resmi bernama perguruan tinggi atau universitas dan lembaga pemerintahan. Biasanya, penulis rutinitas ini dosen dan  guru.

Apakah masih ada kelompok penulis lainnya? Tentunya banyak, karena menulis dan tulisan itu adakah dua sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Penulis dan menulis adalah paduan subjek dan objek yang menyatu.

Seorang penulis bersifat independen, dalam artian memiliki kebebasan berekspresi. Tulisan adalah salah satu bentuk dan hasil ekspresi sedangkan menulis adalah wahana memproses atau menjelmakan ekspresi jiwa penulis—dan setiap orang memungkinkan untuk mengekspresikannya secara lisan atau tulisan.

Sampai di sini, tentu saja masih bertebaran jenis penulis lain selain kelompok penulis yang saya paparkan di atas, yakni penulis kelompok ketiga, yang saya sebut kelompok penulis bebas—penulis yang tidak terlalu terikat oleh aturan bakutet keketatan dengan tata cara dan syarat-syarat  serta sistematika penulisan seperti di kelompok researcher original dan penulis rutinitas.

Penulis bebas ini kerjaannya menulis, menulis, dan terus menulis, dengan kebebasan berekspresi mengungkap ide, gagasan, perasaan, pemikiran ke dalam bentuk tulisan yang tak beraturan, yang penting pesannya tersampaikan secara gamblang ke receiver (penerima dan peminat pesan).

Para penulis bebas ini kaya dengan berbagai style dan improvisasi menulis. Mereka punya cara tertentu dan skill mutakhir (talenta) dalam meramu kata dan kalimat yang bernuansa inspiratif, provokatif, bombastis, puitis, bahkan filosofis—dengan nuansa rileks dalam memproduksi tulisannya.

Produk tulisan kelompok ketiga ini mudah dinikmati dan digandrungi para pembaca, dalam bahasa akademik sering disebut tulisan populer dan sastra—karena bahan-bahan tulisannya diambil secara spontan dari kejadian sehari-hari yang mereka tangkap dan secara refleks menginspirasi untuk segera ditulis di mana saja, kapan saja, dan dengan media apa saja.

***

Kita ini kalau interest jadi penulis mau memilih dan menjadi penulis tipikal atau kelompok yang mana? Hayoohhh, sulit menjawabnya yah?

Sebenarnya penjelasan di atas telah memberi pencerahan, peluang, dan kemudahan ke jenis atau kelompok penulis mana yang kita mau berlabuh. Kalau ke kelompok reseacher original, maka bersiap-siaplah untuk tabah, sabar, dan ulet karena membutuhkan waktu yang lama untuk melahirkan satu tulisan saja—yang tak terbiasa menunggu tentunya akan kerepotan.

Bagi yang interest menjadi penulis rutinitas, maka silakan masuk lembaga resmi dan ikuti tata aturan, baik waktu, sistematika, dan sebagainya, karena penulis jenis ini harus melewati bimbingan-bimbingan khusus sesuai protap, juklak, dan juknis yang berlaku. Contoh kecil saja karya ilmiah jenis skripsi, itu rata-rata disesuaikan setelah 4 tahun kuliah; tesis, disertasi, adalah tulisan lanjutan karier yang tidak sembarangan bisa dilakukan orang disembarang waktu.

Dua kelompok penulis ini titik beratnya melahirkan tulisan berkualitas dan bermanfaat untuk jangka panjang dan membentuk penulis spesifikasi atau jurusan dan keahlian tertentu menurut rumpun keilmuan.

Bagi yang tidak sanggup atau tidak interest pada kedua tipikal penulis tersebut, maka ada pilihan yang mudah ,yaitu menjadi penulis bebas atau saya sebut saja penulis demokrasi, karena syaratnya sungguh simpel dan mudah, yaitu silakan Anda menulis kalau mau menulis, tulislah sesuatu yang bisa Anda tulis dengan style-mu, improvisasimu, talentamu dan kesempatanmu, dan jangan tunda tulisan Anda—serba free bukan? 

Tulisan jenis itu banyak menginspirasi pembaca karena memang lahir dan berasal dari bahan-bahan, kejadian-kejadian alami yang terjadi di sekeliling kita, yang menginspirasi kita untuk ditulis. Maka kelompok ini saya sebut juga sebagai penulis inspiratif.

Karena kejadian-kejadian penting, aneh, dan unik itu terus terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para penulis inspiratif akan terus kebanjiran bahan tulisan untuk segera dituliskan, bisa saja menjadi suasana tiada hari tanpa menulis, karena tiada hari tanpa kejadian baru. Bayangkan, kalau penulis inspiratif sudah pada posisi seperti itu, maka dipastikan ia akan bergeser menjadi penulis produktif.

Lalu, bagaimana kalau kita menjatuhkan pilihan (interest) atau jatuh cinta ingin jadi penulis tipe penulis inspiratif dan produktif? Dan bagaimana untuk mencapainya?

Wah, berabe juga jika sudah pada posisi ini, mau tak mau penulis harus menjelaskan sekaligus menyajikan tips-tips dan kiat-kiat khusus yang mudah dan singkat (shot cuts) untuk menuju dan mencapainya.

***

Tentunya banyak literatur dan konsep, juga teori, para pakar atau begawan penulis yang bisa dijadikan rujukan atau tuntunan untuk menjadi penulis inspiratif dan produktif. Untuk menu atau tips yang ini silakan saja bongkar sendiri literatur-literatur karya pakar yang sudah baku dan dijadikan rujukan para penulis.

Ini mah hanya sekadar oleh-oleh atau cinderamata sederhana saja dari saya.

Ada beberapa tips mujarab atau langkah-langkah excellence yang bisa mengantarkan kita dari penulis biasa-biasa saja menjadi penulis luar bisa (inspirator dan produktif), antara lain: Pertama, biasakan kita menerima dan responsif terhadap kejadian-kejadian yang berkembang di sekitar kita, karena setiap kejadian apa pun bisa menjadi bahan dan menginspirasi kita. Rumusannya, semakin kita menerima dan responsif, maka akan semakin inspiratif (teori impuls-rangsang). Artinya, semakin banyak bahan untuk ditulis maka akan banyak tulisan yang bisa kita buat—dan jika banyak itulah ciri produktif.

Tips spesial kedua dari saya adalah jangan ditunda-tunda hasrat baik mau menulis, karena ide, interest, dan hasrat, bila ditunda bisa menguap dan hilang dari inner speaking serta otak kita atau mengendap karena terkena hukum tertimbun.

Ketiga, resep mujarab sejak zaman purba, yaitu coba. Coba dan terus mencoba menulis untuk memenuhi teori “alah bisa karena biasa” (trial and error). Bukankah situasi luar biasa itu berangkat dari situasi biasa-biasa saja?

Tips keempat,dan pamungkas dari saya adalah menulislah kamu dengan stylemu, karakter dan jiwamu, karena keindahan dan inspiratif tulisanmu itu adalah jati dirimu.  Wow. Makjleb nich.

Wah, panjang juga coretan penaku ini. Yuk, kita sudahi tulisanku ini dengan closing statement “Jadilah penulis sejati yang inspiratif dan produktif karena terbukti menulis itu mudah.”

Ditulis di Padepokan Saung Leutik saat hujan rintik–rintik, Juli  2025.

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Jaswanto

Apakah Menulis Masih Relevan di Era Kecerdasan Buatan?
Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?
Menulis Menjadi Media Terapi
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Tags: menulismenulis kreatiftips menulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Karya Bertajuk “Campus Week 2025”: Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali

Next Post

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co