14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Asep Kurnia by Asep Kurnia
July 22, 2025
in Esai
Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

MENUANGKAN ide gagasan, pemikiran, konsep, perasaan, kejadian, dan apa yang dilakukan ke dalam bentuk tulisan begitu sulit bagi kebanyakan orang, namun tidak bagi sebagian orang lainnya.

Sebagian orang begitu kelu dan susah sekali untuk memulai menulis, namun aneh bin ajaib sebagian lainnya begitu mudah dan lancar tanpa hambatan. Bagi kelompok yang kedua ini, merangkai kata serta kalimat bisa mengalir begitu saja seakan-akan tak menemukan beban sedikit pun. Itulah seni dan keunikan menulis.

Ada seorang penulis harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melahirkan satu karya tulis. Entah karena kehati-hatian atau apalah penyebabnya namun apa pun alasannya orang tersebut the real sudah mampu menulis dan melahirkan karya tulis.

Penulis seperti di atas biasanya seorang original researcher ( penelaah murni). Penulis seperti ini amat sangat jarang dan langka ditemukan tetapi sekali muncul tulisannya meledak dan menggegerkan dunia karena tingkat keakuratan hasil kajian ilmiah, kesahihannya, dan daya manfaatnya begitu besar bagi kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi—bahkan perubahan peradaban dunia—misalnya.

Selain itu, ada lagi tipe penulis baku, atau saya sebut penulis rutinitas, yang terus menulis secara berkala demi memenuhi tuntutan kewajiban yang melekat pada jabatan yang erat kaitannya dengan kenaikan kepangkatan dan mempertahankan insentif (tunjangan fungsional dan profesional) yang include pada jabatanya itu.

Biasanya, kelas penulis seperti itu memaksakan dan terpaksa (deadline) untuk menulis karena terdorong oleh aturan main. Kelompok penulis ini menempati angka terbanyak karena berada di lembaga resmi bernama perguruan tinggi atau universitas dan lembaga pemerintahan. Biasanya, penulis rutinitas ini dosen dan  guru.

Apakah masih ada kelompok penulis lainnya? Tentunya banyak, karena menulis dan tulisan itu adakah dua sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Penulis dan menulis adalah paduan subjek dan objek yang menyatu.

Seorang penulis bersifat independen, dalam artian memiliki kebebasan berekspresi. Tulisan adalah salah satu bentuk dan hasil ekspresi sedangkan menulis adalah wahana memproses atau menjelmakan ekspresi jiwa penulis—dan setiap orang memungkinkan untuk mengekspresikannya secara lisan atau tulisan.

Sampai di sini, tentu saja masih bertebaran jenis penulis lain selain kelompok penulis yang saya paparkan di atas, yakni penulis kelompok ketiga, yang saya sebut kelompok penulis bebas—penulis yang tidak terlalu terikat oleh aturan bakutet keketatan dengan tata cara dan syarat-syarat  serta sistematika penulisan seperti di kelompok researcher original dan penulis rutinitas.

Penulis bebas ini kerjaannya menulis, menulis, dan terus menulis, dengan kebebasan berekspresi mengungkap ide, gagasan, perasaan, pemikiran ke dalam bentuk tulisan yang tak beraturan, yang penting pesannya tersampaikan secara gamblang ke receiver (penerima dan peminat pesan).

Para penulis bebas ini kaya dengan berbagai style dan improvisasi menulis. Mereka punya cara tertentu dan skill mutakhir (talenta) dalam meramu kata dan kalimat yang bernuansa inspiratif, provokatif, bombastis, puitis, bahkan filosofis—dengan nuansa rileks dalam memproduksi tulisannya.

Produk tulisan kelompok ketiga ini mudah dinikmati dan digandrungi para pembaca, dalam bahasa akademik sering disebut tulisan populer dan sastra—karena bahan-bahan tulisannya diambil secara spontan dari kejadian sehari-hari yang mereka tangkap dan secara refleks menginspirasi untuk segera ditulis di mana saja, kapan saja, dan dengan media apa saja.

***

Kita ini kalau interest jadi penulis mau memilih dan menjadi penulis tipikal atau kelompok yang mana? Hayoohhh, sulit menjawabnya yah?

Sebenarnya penjelasan di atas telah memberi pencerahan, peluang, dan kemudahan ke jenis atau kelompok penulis mana yang kita mau berlabuh. Kalau ke kelompok reseacher original, maka bersiap-siaplah untuk tabah, sabar, dan ulet karena membutuhkan waktu yang lama untuk melahirkan satu tulisan saja—yang tak terbiasa menunggu tentunya akan kerepotan.

Bagi yang interest menjadi penulis rutinitas, maka silakan masuk lembaga resmi dan ikuti tata aturan, baik waktu, sistematika, dan sebagainya, karena penulis jenis ini harus melewati bimbingan-bimbingan khusus sesuai protap, juklak, dan juknis yang berlaku. Contoh kecil saja karya ilmiah jenis skripsi, itu rata-rata disesuaikan setelah 4 tahun kuliah; tesis, disertasi, adalah tulisan lanjutan karier yang tidak sembarangan bisa dilakukan orang disembarang waktu.

Dua kelompok penulis ini titik beratnya melahirkan tulisan berkualitas dan bermanfaat untuk jangka panjang dan membentuk penulis spesifikasi atau jurusan dan keahlian tertentu menurut rumpun keilmuan.

Bagi yang tidak sanggup atau tidak interest pada kedua tipikal penulis tersebut, maka ada pilihan yang mudah ,yaitu menjadi penulis bebas atau saya sebut saja penulis demokrasi, karena syaratnya sungguh simpel dan mudah, yaitu silakan Anda menulis kalau mau menulis, tulislah sesuatu yang bisa Anda tulis dengan style-mu, improvisasimu, talentamu dan kesempatanmu, dan jangan tunda tulisan Anda—serba free bukan? 

Tulisan jenis itu banyak menginspirasi pembaca karena memang lahir dan berasal dari bahan-bahan, kejadian-kejadian alami yang terjadi di sekeliling kita, yang menginspirasi kita untuk ditulis. Maka kelompok ini saya sebut juga sebagai penulis inspiratif.

Karena kejadian-kejadian penting, aneh, dan unik itu terus terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para penulis inspiratif akan terus kebanjiran bahan tulisan untuk segera dituliskan, bisa saja menjadi suasana tiada hari tanpa menulis, karena tiada hari tanpa kejadian baru. Bayangkan, kalau penulis inspiratif sudah pada posisi seperti itu, maka dipastikan ia akan bergeser menjadi penulis produktif.

Lalu, bagaimana kalau kita menjatuhkan pilihan (interest) atau jatuh cinta ingin jadi penulis tipe penulis inspiratif dan produktif? Dan bagaimana untuk mencapainya?

Wah, berabe juga jika sudah pada posisi ini, mau tak mau penulis harus menjelaskan sekaligus menyajikan tips-tips dan kiat-kiat khusus yang mudah dan singkat (shot cuts) untuk menuju dan mencapainya.

***

Tentunya banyak literatur dan konsep, juga teori, para pakar atau begawan penulis yang bisa dijadikan rujukan atau tuntunan untuk menjadi penulis inspiratif dan produktif. Untuk menu atau tips yang ini silakan saja bongkar sendiri literatur-literatur karya pakar yang sudah baku dan dijadikan rujukan para penulis.

Ini mah hanya sekadar oleh-oleh atau cinderamata sederhana saja dari saya.

Ada beberapa tips mujarab atau langkah-langkah excellence yang bisa mengantarkan kita dari penulis biasa-biasa saja menjadi penulis luar bisa (inspirator dan produktif), antara lain: Pertama, biasakan kita menerima dan responsif terhadap kejadian-kejadian yang berkembang di sekitar kita, karena setiap kejadian apa pun bisa menjadi bahan dan menginspirasi kita. Rumusannya, semakin kita menerima dan responsif, maka akan semakin inspiratif (teori impuls-rangsang). Artinya, semakin banyak bahan untuk ditulis maka akan banyak tulisan yang bisa kita buat—dan jika banyak itulah ciri produktif.

Tips spesial kedua dari saya adalah jangan ditunda-tunda hasrat baik mau menulis, karena ide, interest, dan hasrat, bila ditunda bisa menguap dan hilang dari inner speaking serta otak kita atau mengendap karena terkena hukum tertimbun.

Ketiga, resep mujarab sejak zaman purba, yaitu coba. Coba dan terus mencoba menulis untuk memenuhi teori “alah bisa karena biasa” (trial and error). Bukankah situasi luar biasa itu berangkat dari situasi biasa-biasa saja?

Tips keempat,dan pamungkas dari saya adalah menulislah kamu dengan stylemu, karakter dan jiwamu, karena keindahan dan inspiratif tulisanmu itu adalah jati dirimu.  Wow. Makjleb nich.

Wah, panjang juga coretan penaku ini. Yuk, kita sudahi tulisanku ini dengan closing statement “Jadilah penulis sejati yang inspiratif dan produktif karena terbukti menulis itu mudah.”

Ditulis di Padepokan Saung Leutik saat hujan rintik–rintik, Juli  2025.

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Jaswanto

Apakah Menulis Masih Relevan di Era Kecerdasan Buatan?
Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?
Menulis Menjadi Media Terapi
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Tags: menulismenulis kreatiftips menulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Karya Bertajuk “Campus Week 2025”: Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali

Next Post

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co