24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Asep Kurnia by Asep Kurnia
July 22, 2025
in Esai
Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

MENUANGKAN ide gagasan, pemikiran, konsep, perasaan, kejadian, dan apa yang dilakukan ke dalam bentuk tulisan begitu sulit bagi kebanyakan orang, namun tidak bagi sebagian orang lainnya.

Sebagian orang begitu kelu dan susah sekali untuk memulai menulis, namun aneh bin ajaib sebagian lainnya begitu mudah dan lancar tanpa hambatan. Bagi kelompok yang kedua ini, merangkai kata serta kalimat bisa mengalir begitu saja seakan-akan tak menemukan beban sedikit pun. Itulah seni dan keunikan menulis.

Ada seorang penulis harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melahirkan satu karya tulis. Entah karena kehati-hatian atau apalah penyebabnya namun apa pun alasannya orang tersebut the real sudah mampu menulis dan melahirkan karya tulis.

Penulis seperti di atas biasanya seorang original researcher ( penelaah murni). Penulis seperti ini amat sangat jarang dan langka ditemukan tetapi sekali muncul tulisannya meledak dan menggegerkan dunia karena tingkat keakuratan hasil kajian ilmiah, kesahihannya, dan daya manfaatnya begitu besar bagi kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi—bahkan perubahan peradaban dunia—misalnya.

Selain itu, ada lagi tipe penulis baku, atau saya sebut penulis rutinitas, yang terus menulis secara berkala demi memenuhi tuntutan kewajiban yang melekat pada jabatan yang erat kaitannya dengan kenaikan kepangkatan dan mempertahankan insentif (tunjangan fungsional dan profesional) yang include pada jabatanya itu.

Biasanya, kelas penulis seperti itu memaksakan dan terpaksa (deadline) untuk menulis karena terdorong oleh aturan main. Kelompok penulis ini menempati angka terbanyak karena berada di lembaga resmi bernama perguruan tinggi atau universitas dan lembaga pemerintahan. Biasanya, penulis rutinitas ini dosen dan  guru.

Apakah masih ada kelompok penulis lainnya? Tentunya banyak, karena menulis dan tulisan itu adakah dua sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Penulis dan menulis adalah paduan subjek dan objek yang menyatu.

Seorang penulis bersifat independen, dalam artian memiliki kebebasan berekspresi. Tulisan adalah salah satu bentuk dan hasil ekspresi sedangkan menulis adalah wahana memproses atau menjelmakan ekspresi jiwa penulis—dan setiap orang memungkinkan untuk mengekspresikannya secara lisan atau tulisan.

Sampai di sini, tentu saja masih bertebaran jenis penulis lain selain kelompok penulis yang saya paparkan di atas, yakni penulis kelompok ketiga, yang saya sebut kelompok penulis bebas—penulis yang tidak terlalu terikat oleh aturan bakutet keketatan dengan tata cara dan syarat-syarat  serta sistematika penulisan seperti di kelompok researcher original dan penulis rutinitas.

Penulis bebas ini kerjaannya menulis, menulis, dan terus menulis, dengan kebebasan berekspresi mengungkap ide, gagasan, perasaan, pemikiran ke dalam bentuk tulisan yang tak beraturan, yang penting pesannya tersampaikan secara gamblang ke receiver (penerima dan peminat pesan).

Para penulis bebas ini kaya dengan berbagai style dan improvisasi menulis. Mereka punya cara tertentu dan skill mutakhir (talenta) dalam meramu kata dan kalimat yang bernuansa inspiratif, provokatif, bombastis, puitis, bahkan filosofis—dengan nuansa rileks dalam memproduksi tulisannya.

Produk tulisan kelompok ketiga ini mudah dinikmati dan digandrungi para pembaca, dalam bahasa akademik sering disebut tulisan populer dan sastra—karena bahan-bahan tulisannya diambil secara spontan dari kejadian sehari-hari yang mereka tangkap dan secara refleks menginspirasi untuk segera ditulis di mana saja, kapan saja, dan dengan media apa saja.

***

Kita ini kalau interest jadi penulis mau memilih dan menjadi penulis tipikal atau kelompok yang mana? Hayoohhh, sulit menjawabnya yah?

Sebenarnya penjelasan di atas telah memberi pencerahan, peluang, dan kemudahan ke jenis atau kelompok penulis mana yang kita mau berlabuh. Kalau ke kelompok reseacher original, maka bersiap-siaplah untuk tabah, sabar, dan ulet karena membutuhkan waktu yang lama untuk melahirkan satu tulisan saja—yang tak terbiasa menunggu tentunya akan kerepotan.

Bagi yang interest menjadi penulis rutinitas, maka silakan masuk lembaga resmi dan ikuti tata aturan, baik waktu, sistematika, dan sebagainya, karena penulis jenis ini harus melewati bimbingan-bimbingan khusus sesuai protap, juklak, dan juknis yang berlaku. Contoh kecil saja karya ilmiah jenis skripsi, itu rata-rata disesuaikan setelah 4 tahun kuliah; tesis, disertasi, adalah tulisan lanjutan karier yang tidak sembarangan bisa dilakukan orang disembarang waktu.

Dua kelompok penulis ini titik beratnya melahirkan tulisan berkualitas dan bermanfaat untuk jangka panjang dan membentuk penulis spesifikasi atau jurusan dan keahlian tertentu menurut rumpun keilmuan.

Bagi yang tidak sanggup atau tidak interest pada kedua tipikal penulis tersebut, maka ada pilihan yang mudah ,yaitu menjadi penulis bebas atau saya sebut saja penulis demokrasi, karena syaratnya sungguh simpel dan mudah, yaitu silakan Anda menulis kalau mau menulis, tulislah sesuatu yang bisa Anda tulis dengan style-mu, improvisasimu, talentamu dan kesempatanmu, dan jangan tunda tulisan Anda—serba free bukan? 

Tulisan jenis itu banyak menginspirasi pembaca karena memang lahir dan berasal dari bahan-bahan, kejadian-kejadian alami yang terjadi di sekeliling kita, yang menginspirasi kita untuk ditulis. Maka kelompok ini saya sebut juga sebagai penulis inspiratif.

Karena kejadian-kejadian penting, aneh, dan unik itu terus terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para penulis inspiratif akan terus kebanjiran bahan tulisan untuk segera dituliskan, bisa saja menjadi suasana tiada hari tanpa menulis, karena tiada hari tanpa kejadian baru. Bayangkan, kalau penulis inspiratif sudah pada posisi seperti itu, maka dipastikan ia akan bergeser menjadi penulis produktif.

Lalu, bagaimana kalau kita menjatuhkan pilihan (interest) atau jatuh cinta ingin jadi penulis tipe penulis inspiratif dan produktif? Dan bagaimana untuk mencapainya?

Wah, berabe juga jika sudah pada posisi ini, mau tak mau penulis harus menjelaskan sekaligus menyajikan tips-tips dan kiat-kiat khusus yang mudah dan singkat (shot cuts) untuk menuju dan mencapainya.

***

Tentunya banyak literatur dan konsep, juga teori, para pakar atau begawan penulis yang bisa dijadikan rujukan atau tuntunan untuk menjadi penulis inspiratif dan produktif. Untuk menu atau tips yang ini silakan saja bongkar sendiri literatur-literatur karya pakar yang sudah baku dan dijadikan rujukan para penulis.

Ini mah hanya sekadar oleh-oleh atau cinderamata sederhana saja dari saya.

Ada beberapa tips mujarab atau langkah-langkah excellence yang bisa mengantarkan kita dari penulis biasa-biasa saja menjadi penulis luar bisa (inspirator dan produktif), antara lain: Pertama, biasakan kita menerima dan responsif terhadap kejadian-kejadian yang berkembang di sekitar kita, karena setiap kejadian apa pun bisa menjadi bahan dan menginspirasi kita. Rumusannya, semakin kita menerima dan responsif, maka akan semakin inspiratif (teori impuls-rangsang). Artinya, semakin banyak bahan untuk ditulis maka akan banyak tulisan yang bisa kita buat—dan jika banyak itulah ciri produktif.

Tips spesial kedua dari saya adalah jangan ditunda-tunda hasrat baik mau menulis, karena ide, interest, dan hasrat, bila ditunda bisa menguap dan hilang dari inner speaking serta otak kita atau mengendap karena terkena hukum tertimbun.

Ketiga, resep mujarab sejak zaman purba, yaitu coba. Coba dan terus mencoba menulis untuk memenuhi teori “alah bisa karena biasa” (trial and error). Bukankah situasi luar biasa itu berangkat dari situasi biasa-biasa saja?

Tips keempat,dan pamungkas dari saya adalah menulislah kamu dengan stylemu, karakter dan jiwamu, karena keindahan dan inspiratif tulisanmu itu adalah jati dirimu.  Wow. Makjleb nich.

Wah, panjang juga coretan penaku ini. Yuk, kita sudahi tulisanku ini dengan closing statement “Jadilah penulis sejati yang inspiratif dan produktif karena terbukti menulis itu mudah.”

Ditulis di Padepokan Saung Leutik saat hujan rintik–rintik, Juli  2025.

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Jaswanto

Apakah Menulis Masih Relevan di Era Kecerdasan Buatan?
Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?
Menulis Menjadi Media Terapi
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Tags: menulismenulis kreatiftips menulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Karya Bertajuk “Campus Week 2025”: Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali

Next Post

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co