3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Asep Kurnia by Asep Kurnia
July 22, 2025
in Esai
Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

MENUANGKAN ide gagasan, pemikiran, konsep, perasaan, kejadian, dan apa yang dilakukan ke dalam bentuk tulisan begitu sulit bagi kebanyakan orang, namun tidak bagi sebagian orang lainnya.

Sebagian orang begitu kelu dan susah sekali untuk memulai menulis, namun aneh bin ajaib sebagian lainnya begitu mudah dan lancar tanpa hambatan. Bagi kelompok yang kedua ini, merangkai kata serta kalimat bisa mengalir begitu saja seakan-akan tak menemukan beban sedikit pun. Itulah seni dan keunikan menulis.

Ada seorang penulis harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melahirkan satu karya tulis. Entah karena kehati-hatian atau apalah penyebabnya namun apa pun alasannya orang tersebut the real sudah mampu menulis dan melahirkan karya tulis.

Penulis seperti di atas biasanya seorang original researcher ( penelaah murni). Penulis seperti ini amat sangat jarang dan langka ditemukan tetapi sekali muncul tulisannya meledak dan menggegerkan dunia karena tingkat keakuratan hasil kajian ilmiah, kesahihannya, dan daya manfaatnya begitu besar bagi kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi—bahkan perubahan peradaban dunia—misalnya.

Selain itu, ada lagi tipe penulis baku, atau saya sebut penulis rutinitas, yang terus menulis secara berkala demi memenuhi tuntutan kewajiban yang melekat pada jabatan yang erat kaitannya dengan kenaikan kepangkatan dan mempertahankan insentif (tunjangan fungsional dan profesional) yang include pada jabatanya itu.

Biasanya, kelas penulis seperti itu memaksakan dan terpaksa (deadline) untuk menulis karena terdorong oleh aturan main. Kelompok penulis ini menempati angka terbanyak karena berada di lembaga resmi bernama perguruan tinggi atau universitas dan lembaga pemerintahan. Biasanya, penulis rutinitas ini dosen dan  guru.

Apakah masih ada kelompok penulis lainnya? Tentunya banyak, karena menulis dan tulisan itu adakah dua sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Penulis dan menulis adalah paduan subjek dan objek yang menyatu.

Seorang penulis bersifat independen, dalam artian memiliki kebebasan berekspresi. Tulisan adalah salah satu bentuk dan hasil ekspresi sedangkan menulis adalah wahana memproses atau menjelmakan ekspresi jiwa penulis—dan setiap orang memungkinkan untuk mengekspresikannya secara lisan atau tulisan.

Sampai di sini, tentu saja masih bertebaran jenis penulis lain selain kelompok penulis yang saya paparkan di atas, yakni penulis kelompok ketiga, yang saya sebut kelompok penulis bebas—penulis yang tidak terlalu terikat oleh aturan bakutet keketatan dengan tata cara dan syarat-syarat  serta sistematika penulisan seperti di kelompok researcher original dan penulis rutinitas.

Penulis bebas ini kerjaannya menulis, menulis, dan terus menulis, dengan kebebasan berekspresi mengungkap ide, gagasan, perasaan, pemikiran ke dalam bentuk tulisan yang tak beraturan, yang penting pesannya tersampaikan secara gamblang ke receiver (penerima dan peminat pesan).

Para penulis bebas ini kaya dengan berbagai style dan improvisasi menulis. Mereka punya cara tertentu dan skill mutakhir (talenta) dalam meramu kata dan kalimat yang bernuansa inspiratif, provokatif, bombastis, puitis, bahkan filosofis—dengan nuansa rileks dalam memproduksi tulisannya.

Produk tulisan kelompok ketiga ini mudah dinikmati dan digandrungi para pembaca, dalam bahasa akademik sering disebut tulisan populer dan sastra—karena bahan-bahan tulisannya diambil secara spontan dari kejadian sehari-hari yang mereka tangkap dan secara refleks menginspirasi untuk segera ditulis di mana saja, kapan saja, dan dengan media apa saja.

***

Kita ini kalau interest jadi penulis mau memilih dan menjadi penulis tipikal atau kelompok yang mana? Hayoohhh, sulit menjawabnya yah?

Sebenarnya penjelasan di atas telah memberi pencerahan, peluang, dan kemudahan ke jenis atau kelompok penulis mana yang kita mau berlabuh. Kalau ke kelompok reseacher original, maka bersiap-siaplah untuk tabah, sabar, dan ulet karena membutuhkan waktu yang lama untuk melahirkan satu tulisan saja—yang tak terbiasa menunggu tentunya akan kerepotan.

Bagi yang interest menjadi penulis rutinitas, maka silakan masuk lembaga resmi dan ikuti tata aturan, baik waktu, sistematika, dan sebagainya, karena penulis jenis ini harus melewati bimbingan-bimbingan khusus sesuai protap, juklak, dan juknis yang berlaku. Contoh kecil saja karya ilmiah jenis skripsi, itu rata-rata disesuaikan setelah 4 tahun kuliah; tesis, disertasi, adalah tulisan lanjutan karier yang tidak sembarangan bisa dilakukan orang disembarang waktu.

Dua kelompok penulis ini titik beratnya melahirkan tulisan berkualitas dan bermanfaat untuk jangka panjang dan membentuk penulis spesifikasi atau jurusan dan keahlian tertentu menurut rumpun keilmuan.

Bagi yang tidak sanggup atau tidak interest pada kedua tipikal penulis tersebut, maka ada pilihan yang mudah ,yaitu menjadi penulis bebas atau saya sebut saja penulis demokrasi, karena syaratnya sungguh simpel dan mudah, yaitu silakan Anda menulis kalau mau menulis, tulislah sesuatu yang bisa Anda tulis dengan style-mu, improvisasimu, talentamu dan kesempatanmu, dan jangan tunda tulisan Anda—serba free bukan? 

Tulisan jenis itu banyak menginspirasi pembaca karena memang lahir dan berasal dari bahan-bahan, kejadian-kejadian alami yang terjadi di sekeliling kita, yang menginspirasi kita untuk ditulis. Maka kelompok ini saya sebut juga sebagai penulis inspiratif.

Karena kejadian-kejadian penting, aneh, dan unik itu terus terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para penulis inspiratif akan terus kebanjiran bahan tulisan untuk segera dituliskan, bisa saja menjadi suasana tiada hari tanpa menulis, karena tiada hari tanpa kejadian baru. Bayangkan, kalau penulis inspiratif sudah pada posisi seperti itu, maka dipastikan ia akan bergeser menjadi penulis produktif.

Lalu, bagaimana kalau kita menjatuhkan pilihan (interest) atau jatuh cinta ingin jadi penulis tipe penulis inspiratif dan produktif? Dan bagaimana untuk mencapainya?

Wah, berabe juga jika sudah pada posisi ini, mau tak mau penulis harus menjelaskan sekaligus menyajikan tips-tips dan kiat-kiat khusus yang mudah dan singkat (shot cuts) untuk menuju dan mencapainya.

***

Tentunya banyak literatur dan konsep, juga teori, para pakar atau begawan penulis yang bisa dijadikan rujukan atau tuntunan untuk menjadi penulis inspiratif dan produktif. Untuk menu atau tips yang ini silakan saja bongkar sendiri literatur-literatur karya pakar yang sudah baku dan dijadikan rujukan para penulis.

Ini mah hanya sekadar oleh-oleh atau cinderamata sederhana saja dari saya.

Ada beberapa tips mujarab atau langkah-langkah excellence yang bisa mengantarkan kita dari penulis biasa-biasa saja menjadi penulis luar bisa (inspirator dan produktif), antara lain: Pertama, biasakan kita menerima dan responsif terhadap kejadian-kejadian yang berkembang di sekitar kita, karena setiap kejadian apa pun bisa menjadi bahan dan menginspirasi kita. Rumusannya, semakin kita menerima dan responsif, maka akan semakin inspiratif (teori impuls-rangsang). Artinya, semakin banyak bahan untuk ditulis maka akan banyak tulisan yang bisa kita buat—dan jika banyak itulah ciri produktif.

Tips spesial kedua dari saya adalah jangan ditunda-tunda hasrat baik mau menulis, karena ide, interest, dan hasrat, bila ditunda bisa menguap dan hilang dari inner speaking serta otak kita atau mengendap karena terkena hukum tertimbun.

Ketiga, resep mujarab sejak zaman purba, yaitu coba. Coba dan terus mencoba menulis untuk memenuhi teori “alah bisa karena biasa” (trial and error). Bukankah situasi luar biasa itu berangkat dari situasi biasa-biasa saja?

Tips keempat,dan pamungkas dari saya adalah menulislah kamu dengan stylemu, karakter dan jiwamu, karena keindahan dan inspiratif tulisanmu itu adalah jati dirimu.  Wow. Makjleb nich.

Wah, panjang juga coretan penaku ini. Yuk, kita sudahi tulisanku ini dengan closing statement “Jadilah penulis sejati yang inspiratif dan produktif karena terbukti menulis itu mudah.”

Ditulis di Padepokan Saung Leutik saat hujan rintik–rintik, Juli  2025.

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Jaswanto

Apakah Menulis Masih Relevan di Era Kecerdasan Buatan?
Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?
Menulis Menjadi Media Terapi
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Tags: menulismenulis kreatiftips menulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Karya Bertajuk “Campus Week 2025”: Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali

Next Post

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co