23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Asep Kurnia by Asep Kurnia
July 22, 2025
in Esai
Kiat Menjadi Penulis Inspiratif dan Produktif

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

MENUANGKAN ide gagasan, pemikiran, konsep, perasaan, kejadian, dan apa yang dilakukan ke dalam bentuk tulisan begitu sulit bagi kebanyakan orang, namun tidak bagi sebagian orang lainnya.

Sebagian orang begitu kelu dan susah sekali untuk memulai menulis, namun aneh bin ajaib sebagian lainnya begitu mudah dan lancar tanpa hambatan. Bagi kelompok yang kedua ini, merangkai kata serta kalimat bisa mengalir begitu saja seakan-akan tak menemukan beban sedikit pun. Itulah seni dan keunikan menulis.

Ada seorang penulis harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melahirkan satu karya tulis. Entah karena kehati-hatian atau apalah penyebabnya namun apa pun alasannya orang tersebut the real sudah mampu menulis dan melahirkan karya tulis.

Penulis seperti di atas biasanya seorang original researcher ( penelaah murni). Penulis seperti ini amat sangat jarang dan langka ditemukan tetapi sekali muncul tulisannya meledak dan menggegerkan dunia karena tingkat keakuratan hasil kajian ilmiah, kesahihannya, dan daya manfaatnya begitu besar bagi kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi—bahkan perubahan peradaban dunia—misalnya.

Selain itu, ada lagi tipe penulis baku, atau saya sebut penulis rutinitas, yang terus menulis secara berkala demi memenuhi tuntutan kewajiban yang melekat pada jabatan yang erat kaitannya dengan kenaikan kepangkatan dan mempertahankan insentif (tunjangan fungsional dan profesional) yang include pada jabatanya itu.

Biasanya, kelas penulis seperti itu memaksakan dan terpaksa (deadline) untuk menulis karena terdorong oleh aturan main. Kelompok penulis ini menempati angka terbanyak karena berada di lembaga resmi bernama perguruan tinggi atau universitas dan lembaga pemerintahan. Biasanya, penulis rutinitas ini dosen dan  guru.

Apakah masih ada kelompok penulis lainnya? Tentunya banyak, karena menulis dan tulisan itu adakah dua sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Penulis dan menulis adalah paduan subjek dan objek yang menyatu.

Seorang penulis bersifat independen, dalam artian memiliki kebebasan berekspresi. Tulisan adalah salah satu bentuk dan hasil ekspresi sedangkan menulis adalah wahana memproses atau menjelmakan ekspresi jiwa penulis—dan setiap orang memungkinkan untuk mengekspresikannya secara lisan atau tulisan.

Sampai di sini, tentu saja masih bertebaran jenis penulis lain selain kelompok penulis yang saya paparkan di atas, yakni penulis kelompok ketiga, yang saya sebut kelompok penulis bebas—penulis yang tidak terlalu terikat oleh aturan bakutet keketatan dengan tata cara dan syarat-syarat  serta sistematika penulisan seperti di kelompok researcher original dan penulis rutinitas.

Penulis bebas ini kerjaannya menulis, menulis, dan terus menulis, dengan kebebasan berekspresi mengungkap ide, gagasan, perasaan, pemikiran ke dalam bentuk tulisan yang tak beraturan, yang penting pesannya tersampaikan secara gamblang ke receiver (penerima dan peminat pesan).

Para penulis bebas ini kaya dengan berbagai style dan improvisasi menulis. Mereka punya cara tertentu dan skill mutakhir (talenta) dalam meramu kata dan kalimat yang bernuansa inspiratif, provokatif, bombastis, puitis, bahkan filosofis—dengan nuansa rileks dalam memproduksi tulisannya.

Produk tulisan kelompok ketiga ini mudah dinikmati dan digandrungi para pembaca, dalam bahasa akademik sering disebut tulisan populer dan sastra—karena bahan-bahan tulisannya diambil secara spontan dari kejadian sehari-hari yang mereka tangkap dan secara refleks menginspirasi untuk segera ditulis di mana saja, kapan saja, dan dengan media apa saja.

***

Kita ini kalau interest jadi penulis mau memilih dan menjadi penulis tipikal atau kelompok yang mana? Hayoohhh, sulit menjawabnya yah?

Sebenarnya penjelasan di atas telah memberi pencerahan, peluang, dan kemudahan ke jenis atau kelompok penulis mana yang kita mau berlabuh. Kalau ke kelompok reseacher original, maka bersiap-siaplah untuk tabah, sabar, dan ulet karena membutuhkan waktu yang lama untuk melahirkan satu tulisan saja—yang tak terbiasa menunggu tentunya akan kerepotan.

Bagi yang interest menjadi penulis rutinitas, maka silakan masuk lembaga resmi dan ikuti tata aturan, baik waktu, sistematika, dan sebagainya, karena penulis jenis ini harus melewati bimbingan-bimbingan khusus sesuai protap, juklak, dan juknis yang berlaku. Contoh kecil saja karya ilmiah jenis skripsi, itu rata-rata disesuaikan setelah 4 tahun kuliah; tesis, disertasi, adalah tulisan lanjutan karier yang tidak sembarangan bisa dilakukan orang disembarang waktu.

Dua kelompok penulis ini titik beratnya melahirkan tulisan berkualitas dan bermanfaat untuk jangka panjang dan membentuk penulis spesifikasi atau jurusan dan keahlian tertentu menurut rumpun keilmuan.

Bagi yang tidak sanggup atau tidak interest pada kedua tipikal penulis tersebut, maka ada pilihan yang mudah ,yaitu menjadi penulis bebas atau saya sebut saja penulis demokrasi, karena syaratnya sungguh simpel dan mudah, yaitu silakan Anda menulis kalau mau menulis, tulislah sesuatu yang bisa Anda tulis dengan style-mu, improvisasimu, talentamu dan kesempatanmu, dan jangan tunda tulisan Anda—serba free bukan? 

Tulisan jenis itu banyak menginspirasi pembaca karena memang lahir dan berasal dari bahan-bahan, kejadian-kejadian alami yang terjadi di sekeliling kita, yang menginspirasi kita untuk ditulis. Maka kelompok ini saya sebut juga sebagai penulis inspiratif.

Karena kejadian-kejadian penting, aneh, dan unik itu terus terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para penulis inspiratif akan terus kebanjiran bahan tulisan untuk segera dituliskan, bisa saja menjadi suasana tiada hari tanpa menulis, karena tiada hari tanpa kejadian baru. Bayangkan, kalau penulis inspiratif sudah pada posisi seperti itu, maka dipastikan ia akan bergeser menjadi penulis produktif.

Lalu, bagaimana kalau kita menjatuhkan pilihan (interest) atau jatuh cinta ingin jadi penulis tipe penulis inspiratif dan produktif? Dan bagaimana untuk mencapainya?

Wah, berabe juga jika sudah pada posisi ini, mau tak mau penulis harus menjelaskan sekaligus menyajikan tips-tips dan kiat-kiat khusus yang mudah dan singkat (shot cuts) untuk menuju dan mencapainya.

***

Tentunya banyak literatur dan konsep, juga teori, para pakar atau begawan penulis yang bisa dijadikan rujukan atau tuntunan untuk menjadi penulis inspiratif dan produktif. Untuk menu atau tips yang ini silakan saja bongkar sendiri literatur-literatur karya pakar yang sudah baku dan dijadikan rujukan para penulis.

Ini mah hanya sekadar oleh-oleh atau cinderamata sederhana saja dari saya.

Ada beberapa tips mujarab atau langkah-langkah excellence yang bisa mengantarkan kita dari penulis biasa-biasa saja menjadi penulis luar bisa (inspirator dan produktif), antara lain: Pertama, biasakan kita menerima dan responsif terhadap kejadian-kejadian yang berkembang di sekitar kita, karena setiap kejadian apa pun bisa menjadi bahan dan menginspirasi kita. Rumusannya, semakin kita menerima dan responsif, maka akan semakin inspiratif (teori impuls-rangsang). Artinya, semakin banyak bahan untuk ditulis maka akan banyak tulisan yang bisa kita buat—dan jika banyak itulah ciri produktif.

Tips spesial kedua dari saya adalah jangan ditunda-tunda hasrat baik mau menulis, karena ide, interest, dan hasrat, bila ditunda bisa menguap dan hilang dari inner speaking serta otak kita atau mengendap karena terkena hukum tertimbun.

Ketiga, resep mujarab sejak zaman purba, yaitu coba. Coba dan terus mencoba menulis untuk memenuhi teori “alah bisa karena biasa” (trial and error). Bukankah situasi luar biasa itu berangkat dari situasi biasa-biasa saja?

Tips keempat,dan pamungkas dari saya adalah menulislah kamu dengan stylemu, karakter dan jiwamu, karena keindahan dan inspiratif tulisanmu itu adalah jati dirimu.  Wow. Makjleb nich.

Wah, panjang juga coretan penaku ini. Yuk, kita sudahi tulisanku ini dengan closing statement “Jadilah penulis sejati yang inspiratif dan produktif karena terbukti menulis itu mudah.”

Ditulis di Padepokan Saung Leutik saat hujan rintik–rintik, Juli  2025.

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Jaswanto

Apakah Menulis Masih Relevan di Era Kecerdasan Buatan?
Mengapa Mahasiswa HI Masa Kini ‘Blank’ Saat Menulis Skripsi?
Menulis Menjadi Media Terapi
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Tags: menulismenulis kreatiftips menulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Karya Bertajuk “Campus Week 2025”: Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali

Next Post

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Ketika Sekolah Berguncang, Langkah-langkah Kecil Berhamburan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co