23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan: Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

tatkala by tatkala
July 21, 2025
in Esai
Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan:  Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

Suasana Pesta Kesenian Bali 2025

PESTA Kesenian Bali (PKB) tak pernah absen mengisi lembar kebudayaan Bali tiap tahunnya. Ia bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi perayaan hidup yang menghidupkan. Sebuah yadnya besar-besaran, di mana seni, spiritualitas, dan kebanggaan budaya menyatu dalam satu tarikan napas. Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, menjadi wadah bagi ingatan kolektif yang terus dihidupkan melalui bunyi gamelan, gerak tari, dan warna-warni busana adat.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, isu lingkungan sempat membayangi terutama persoalan sampah plastik sekali pakai yang selama bertahun-tahun menodai kesakralan ruang-ruang budaya. Kini, di PKB 2025, keadaan mulai berubah. Pengelolaan sampah menunjukkan arah yang lebih baik. Tak lagi sebatas janji atau imbauan, tetapi bergerak menuju praktik nyata.

Upaya ini berakar pada kesadaran bersama. Bahwa PKB bukan sekadar ruang tontonan, tetapi juga ruang tuntunan. Di sinilah nilai-nilai Hindu, seperti Bhuta Yadnya dan Tri Hita Karana, menemukan relevansinya kembali. Bukan hanya sebagai simbol spiritual, tetapi sebagai dasar etik dalam mengelola relasi dengan alam.

Tahun ini, PKB memasuki usia ke-47. Dari sisi artistik, semangat pelestarian tetap menyala. Namun dari sisi lingkungan, ada secercah optimisme baru. Dinas Lingkungan Hidup Bali mencatat penurunan signifikan dalam jumlah sampah harian selama PKB berlangsung. Jika tahun-tahun sebelumnya rata-rata sampah mencapai 5 ton per hari, kini berkurang menjadi sekitar 2–3 ton. Ini bukan angka sempurna, tetapi menunjukkan langkah maju.

Sidak gabungan yang melibatkan Dinas KLH, Satpol PP, serta komunitas lingkungan memperlihatkan hasil. Hanya sekitar dua hingga tiga dari sepuluh kios yang masih menggunakan plastik sekali pakai. Meski belum ideal, penurunan ini menjadi tanda bahwa sosialisasi, kurasi produk, dan kebijakan pengurangan plastik mulai berdampak.

Panitia memberlakukan sistem kurasi ketat: produk UMKM wajib ramah lingkungan, pedagang harus menyajikan makanan dengan daun atau wadah kertas, dan penggunaan tas plastik dilarang keras. Edukasi dilakukan secara berlapis baik kepada pedagang, pengunjung, maupun pengisi acara. Kesadaran bahwa PKB adalah ruang suci mulai mengakar.

Menariknya, para pemuda tampil sebagai katalis perubahan. Sejumlah relawan banyak di antaranya berasal dari kalangan mahasiswa membentuk tim edukasi dan monitoring. Mereka tidak sekadar membagikan brosur, tetapi mengajak pengunjung berdialog, mengingatkan pedagang, bahkan memberikan contoh penggunaan bahan alternatif seperti daun, bambu, dan kertas. Dalam praktik ini, Bhuta Yadnya bukan lagi ritus yang diam, tetapi gerakan yang hidup.

Pendekatan Hindu Sebagai Inspirasi

Bhuta Yadnya mengajarkan manusia Bali untuk senantiasa hormat terhadap semesta. Alam bukan obyek, tetapi subyek yang hidup. Setiap tindakan manusia termasuk membuang sampah memiliki dimensi spiritual. Maka ketika plastik mengotori tanah tempat sakral berlangsungnya seni dan yadnya, itu bukan sekadar pelanggaran ekologis, tetapi juga pelanggaran etis dan spiritual.

Dalam bingkai Tri Hita Karana, menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk nyata menjaga harmoni dengan alam (palemahan), dengan sesama (pawongan), dan dengan Hyang Widhi (parahyangan). Tiga relasi ini berpadu di arena PKB. Seni sebagai bakti, pertemuan antar manusia sebagai pawongan, dan komitmen menjaga kebersihan sebagai bentuk palemahan.

Sad Kerthi menambahkan fondasi nilai yang lebih spesifik, terutama Jagat Kerthi dan Wana Kerthi. Nilai-nilai ini menuntut umat Hindu Bali untuk menjaga kelestarian bumi dan hutan. Dalam konteks PKB, desa adat bahkan dilibatkan secara aktif sebagai penjaga tatanan—bukan hanya budaya, tetapi juga kebersihan dan ketertiban.

Refleksi KMHD YBV Undiksha

Bagi Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) YBV Undiksha, PKB bukan hanya ajang seni, tetapi ruang belajar sekaligus ruang bertindak. Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari spiritualitas. Oleh karena itu, refleksi kami mengarah pada tiga kontribusi konkret:

1.Edukasi Kontekstual Berbasis Nilai Hindu

   Kajian, diskusi, hingga media sosial digunakan untuk mengangkat nilai Bhuta Yadnya sebagai dasar etika ekologis. Edukasi ini tidak eksklusif, tetapi menyentuh ruang-ruang sehari-hari seperti kantong belanja, warung, stan makanan.

2.Mendukung Penguatan Bank Sampah dan Ekonomi Daur Ulang

   KMHD mendorong pelatihan pengolahan sampah menjadi produk kreatif. Plastik tak selalu jadi beban ia bisa jadi potensi. Kami ingin mengubah paradigma itu, khususnya pada generasi muda.

3.Eksperimen dan Pelatihan Media Ramah Lingkungan

 Bersama relawan, kami membagikan alternatif praktis seperti penggunaan daun pisang, wadah bambu, hingga inovasi berbasis kertas daur ulang. PKB kami anggap sebagai ruang laboratorium budaya, tempat nilai-nilai Hindu diuji dalam praktik nyata.

Kesimpulan

PKB 2025 menghadirkan harapan baru. Bahwa budaya Bali tidak hanya bisa lestari dalam bentuk tari dan tabuh, tetapi juga dalam tindakan nyata menjaga lingkungan. Sampah plastik tak lagi jadi momok besar, meskipun pekerjaan belum selesai. Tetapi arah perubahannya sudah jelas: menuju perayaan yang lebih bersih, lebih bermakna.

KMHD YBV Undiksha menegaskan bahwa jalan menuju keselarasan tak bisa ditopang oleh regulasi semata. Ia butuh gerakan kolektif, kesadaran yang menyentuh akar. Dalam konteks itu, Bhuta Yadnya bukan lagi sekadar persembahan sesajen, melainkan cara hidup, cara berpikir, dan cara bertindak. Inilah yadnya yang sejati: menjaga, menyucikan, dan merawat Bali tak hanya secara budaya, tetapi juga ekologis.

Penulis: Ditulis bersama oleh KMHD YBV Undiksha masa bakti 2025/2026
Editor: Adnyana Ole

Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing
Pesta Kesenian Bali 2025 Didominasi Seniman-seniman Muda, dan Itu Membuat Kita Bangga
Arja RRI Masih Bisa Menebar Pesona pada Pesta Kesenian Bali 2025
Bungah dan Cekatan, Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Kuta Selatan, Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025
Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025
Sesama Denpasar, Angklung Brahmara Sini dan Angklung Jaya Suara Mabarung di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: lingkunganPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamanya Diogo Jota

Next Post

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co