13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan: Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

tatkala by tatkala
July 21, 2025
in Esai
Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan:  Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

Suasana Pesta Kesenian Bali 2025

PESTA Kesenian Bali (PKB) tak pernah absen mengisi lembar kebudayaan Bali tiap tahunnya. Ia bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi perayaan hidup yang menghidupkan. Sebuah yadnya besar-besaran, di mana seni, spiritualitas, dan kebanggaan budaya menyatu dalam satu tarikan napas. Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, menjadi wadah bagi ingatan kolektif yang terus dihidupkan melalui bunyi gamelan, gerak tari, dan warna-warni busana adat.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, isu lingkungan sempat membayangi terutama persoalan sampah plastik sekali pakai yang selama bertahun-tahun menodai kesakralan ruang-ruang budaya. Kini, di PKB 2025, keadaan mulai berubah. Pengelolaan sampah menunjukkan arah yang lebih baik. Tak lagi sebatas janji atau imbauan, tetapi bergerak menuju praktik nyata.

Upaya ini berakar pada kesadaran bersama. Bahwa PKB bukan sekadar ruang tontonan, tetapi juga ruang tuntunan. Di sinilah nilai-nilai Hindu, seperti Bhuta Yadnya dan Tri Hita Karana, menemukan relevansinya kembali. Bukan hanya sebagai simbol spiritual, tetapi sebagai dasar etik dalam mengelola relasi dengan alam.

Tahun ini, PKB memasuki usia ke-47. Dari sisi artistik, semangat pelestarian tetap menyala. Namun dari sisi lingkungan, ada secercah optimisme baru. Dinas Lingkungan Hidup Bali mencatat penurunan signifikan dalam jumlah sampah harian selama PKB berlangsung. Jika tahun-tahun sebelumnya rata-rata sampah mencapai 5 ton per hari, kini berkurang menjadi sekitar 2–3 ton. Ini bukan angka sempurna, tetapi menunjukkan langkah maju.

Sidak gabungan yang melibatkan Dinas KLH, Satpol PP, serta komunitas lingkungan memperlihatkan hasil. Hanya sekitar dua hingga tiga dari sepuluh kios yang masih menggunakan plastik sekali pakai. Meski belum ideal, penurunan ini menjadi tanda bahwa sosialisasi, kurasi produk, dan kebijakan pengurangan plastik mulai berdampak.

Panitia memberlakukan sistem kurasi ketat: produk UMKM wajib ramah lingkungan, pedagang harus menyajikan makanan dengan daun atau wadah kertas, dan penggunaan tas plastik dilarang keras. Edukasi dilakukan secara berlapis baik kepada pedagang, pengunjung, maupun pengisi acara. Kesadaran bahwa PKB adalah ruang suci mulai mengakar.

Menariknya, para pemuda tampil sebagai katalis perubahan. Sejumlah relawan banyak di antaranya berasal dari kalangan mahasiswa membentuk tim edukasi dan monitoring. Mereka tidak sekadar membagikan brosur, tetapi mengajak pengunjung berdialog, mengingatkan pedagang, bahkan memberikan contoh penggunaan bahan alternatif seperti daun, bambu, dan kertas. Dalam praktik ini, Bhuta Yadnya bukan lagi ritus yang diam, tetapi gerakan yang hidup.

Pendekatan Hindu Sebagai Inspirasi

Bhuta Yadnya mengajarkan manusia Bali untuk senantiasa hormat terhadap semesta. Alam bukan obyek, tetapi subyek yang hidup. Setiap tindakan manusia termasuk membuang sampah memiliki dimensi spiritual. Maka ketika plastik mengotori tanah tempat sakral berlangsungnya seni dan yadnya, itu bukan sekadar pelanggaran ekologis, tetapi juga pelanggaran etis dan spiritual.

Dalam bingkai Tri Hita Karana, menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk nyata menjaga harmoni dengan alam (palemahan), dengan sesama (pawongan), dan dengan Hyang Widhi (parahyangan). Tiga relasi ini berpadu di arena PKB. Seni sebagai bakti, pertemuan antar manusia sebagai pawongan, dan komitmen menjaga kebersihan sebagai bentuk palemahan.

Sad Kerthi menambahkan fondasi nilai yang lebih spesifik, terutama Jagat Kerthi dan Wana Kerthi. Nilai-nilai ini menuntut umat Hindu Bali untuk menjaga kelestarian bumi dan hutan. Dalam konteks PKB, desa adat bahkan dilibatkan secara aktif sebagai penjaga tatanan—bukan hanya budaya, tetapi juga kebersihan dan ketertiban.

Refleksi KMHD YBV Undiksha

Bagi Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) YBV Undiksha, PKB bukan hanya ajang seni, tetapi ruang belajar sekaligus ruang bertindak. Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari spiritualitas. Oleh karena itu, refleksi kami mengarah pada tiga kontribusi konkret:

1.Edukasi Kontekstual Berbasis Nilai Hindu

   Kajian, diskusi, hingga media sosial digunakan untuk mengangkat nilai Bhuta Yadnya sebagai dasar etika ekologis. Edukasi ini tidak eksklusif, tetapi menyentuh ruang-ruang sehari-hari seperti kantong belanja, warung, stan makanan.

2.Mendukung Penguatan Bank Sampah dan Ekonomi Daur Ulang

   KMHD mendorong pelatihan pengolahan sampah menjadi produk kreatif. Plastik tak selalu jadi beban ia bisa jadi potensi. Kami ingin mengubah paradigma itu, khususnya pada generasi muda.

3.Eksperimen dan Pelatihan Media Ramah Lingkungan

 Bersama relawan, kami membagikan alternatif praktis seperti penggunaan daun pisang, wadah bambu, hingga inovasi berbasis kertas daur ulang. PKB kami anggap sebagai ruang laboratorium budaya, tempat nilai-nilai Hindu diuji dalam praktik nyata.

Kesimpulan

PKB 2025 menghadirkan harapan baru. Bahwa budaya Bali tidak hanya bisa lestari dalam bentuk tari dan tabuh, tetapi juga dalam tindakan nyata menjaga lingkungan. Sampah plastik tak lagi jadi momok besar, meskipun pekerjaan belum selesai. Tetapi arah perubahannya sudah jelas: menuju perayaan yang lebih bersih, lebih bermakna.

KMHD YBV Undiksha menegaskan bahwa jalan menuju keselarasan tak bisa ditopang oleh regulasi semata. Ia butuh gerakan kolektif, kesadaran yang menyentuh akar. Dalam konteks itu, Bhuta Yadnya bukan lagi sekadar persembahan sesajen, melainkan cara hidup, cara berpikir, dan cara bertindak. Inilah yadnya yang sejati: menjaga, menyucikan, dan merawat Bali tak hanya secara budaya, tetapi juga ekologis.

Penulis: Ditulis bersama oleh KMHD YBV Undiksha masa bakti 2025/2026
Editor: Adnyana Ole

Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing
Pesta Kesenian Bali 2025 Didominasi Seniman-seniman Muda, dan Itu Membuat Kita Bangga
Arja RRI Masih Bisa Menebar Pesona pada Pesta Kesenian Bali 2025
Bungah dan Cekatan, Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Kuta Selatan, Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025
Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025
Sesama Denpasar, Angklung Brahmara Sini dan Angklung Jaya Suara Mabarung di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: lingkunganPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamanya Diogo Jota

Next Post

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co