12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan: Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

tatkala by tatkala
July 21, 2025
in Esai
Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan:  Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

Suasana Pesta Kesenian Bali 2025

PESTA Kesenian Bali (PKB) tak pernah absen mengisi lembar kebudayaan Bali tiap tahunnya. Ia bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi perayaan hidup yang menghidupkan. Sebuah yadnya besar-besaran, di mana seni, spiritualitas, dan kebanggaan budaya menyatu dalam satu tarikan napas. Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, menjadi wadah bagi ingatan kolektif yang terus dihidupkan melalui bunyi gamelan, gerak tari, dan warna-warni busana adat.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, isu lingkungan sempat membayangi terutama persoalan sampah plastik sekali pakai yang selama bertahun-tahun menodai kesakralan ruang-ruang budaya. Kini, di PKB 2025, keadaan mulai berubah. Pengelolaan sampah menunjukkan arah yang lebih baik. Tak lagi sebatas janji atau imbauan, tetapi bergerak menuju praktik nyata.

Upaya ini berakar pada kesadaran bersama. Bahwa PKB bukan sekadar ruang tontonan, tetapi juga ruang tuntunan. Di sinilah nilai-nilai Hindu, seperti Bhuta Yadnya dan Tri Hita Karana, menemukan relevansinya kembali. Bukan hanya sebagai simbol spiritual, tetapi sebagai dasar etik dalam mengelola relasi dengan alam.

Tahun ini, PKB memasuki usia ke-47. Dari sisi artistik, semangat pelestarian tetap menyala. Namun dari sisi lingkungan, ada secercah optimisme baru. Dinas Lingkungan Hidup Bali mencatat penurunan signifikan dalam jumlah sampah harian selama PKB berlangsung. Jika tahun-tahun sebelumnya rata-rata sampah mencapai 5 ton per hari, kini berkurang menjadi sekitar 2–3 ton. Ini bukan angka sempurna, tetapi menunjukkan langkah maju.

Sidak gabungan yang melibatkan Dinas KLH, Satpol PP, serta komunitas lingkungan memperlihatkan hasil. Hanya sekitar dua hingga tiga dari sepuluh kios yang masih menggunakan plastik sekali pakai. Meski belum ideal, penurunan ini menjadi tanda bahwa sosialisasi, kurasi produk, dan kebijakan pengurangan plastik mulai berdampak.

Panitia memberlakukan sistem kurasi ketat: produk UMKM wajib ramah lingkungan, pedagang harus menyajikan makanan dengan daun atau wadah kertas, dan penggunaan tas plastik dilarang keras. Edukasi dilakukan secara berlapis baik kepada pedagang, pengunjung, maupun pengisi acara. Kesadaran bahwa PKB adalah ruang suci mulai mengakar.

Menariknya, para pemuda tampil sebagai katalis perubahan. Sejumlah relawan banyak di antaranya berasal dari kalangan mahasiswa membentuk tim edukasi dan monitoring. Mereka tidak sekadar membagikan brosur, tetapi mengajak pengunjung berdialog, mengingatkan pedagang, bahkan memberikan contoh penggunaan bahan alternatif seperti daun, bambu, dan kertas. Dalam praktik ini, Bhuta Yadnya bukan lagi ritus yang diam, tetapi gerakan yang hidup.

Pendekatan Hindu Sebagai Inspirasi

Bhuta Yadnya mengajarkan manusia Bali untuk senantiasa hormat terhadap semesta. Alam bukan obyek, tetapi subyek yang hidup. Setiap tindakan manusia termasuk membuang sampah memiliki dimensi spiritual. Maka ketika plastik mengotori tanah tempat sakral berlangsungnya seni dan yadnya, itu bukan sekadar pelanggaran ekologis, tetapi juga pelanggaran etis dan spiritual.

Dalam bingkai Tri Hita Karana, menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk nyata menjaga harmoni dengan alam (palemahan), dengan sesama (pawongan), dan dengan Hyang Widhi (parahyangan). Tiga relasi ini berpadu di arena PKB. Seni sebagai bakti, pertemuan antar manusia sebagai pawongan, dan komitmen menjaga kebersihan sebagai bentuk palemahan.

Sad Kerthi menambahkan fondasi nilai yang lebih spesifik, terutama Jagat Kerthi dan Wana Kerthi. Nilai-nilai ini menuntut umat Hindu Bali untuk menjaga kelestarian bumi dan hutan. Dalam konteks PKB, desa adat bahkan dilibatkan secara aktif sebagai penjaga tatanan—bukan hanya budaya, tetapi juga kebersihan dan ketertiban.

Refleksi KMHD YBV Undiksha

Bagi Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) YBV Undiksha, PKB bukan hanya ajang seni, tetapi ruang belajar sekaligus ruang bertindak. Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari spiritualitas. Oleh karena itu, refleksi kami mengarah pada tiga kontribusi konkret:

1.Edukasi Kontekstual Berbasis Nilai Hindu

   Kajian, diskusi, hingga media sosial digunakan untuk mengangkat nilai Bhuta Yadnya sebagai dasar etika ekologis. Edukasi ini tidak eksklusif, tetapi menyentuh ruang-ruang sehari-hari seperti kantong belanja, warung, stan makanan.

2.Mendukung Penguatan Bank Sampah dan Ekonomi Daur Ulang

   KMHD mendorong pelatihan pengolahan sampah menjadi produk kreatif. Plastik tak selalu jadi beban ia bisa jadi potensi. Kami ingin mengubah paradigma itu, khususnya pada generasi muda.

3.Eksperimen dan Pelatihan Media Ramah Lingkungan

 Bersama relawan, kami membagikan alternatif praktis seperti penggunaan daun pisang, wadah bambu, hingga inovasi berbasis kertas daur ulang. PKB kami anggap sebagai ruang laboratorium budaya, tempat nilai-nilai Hindu diuji dalam praktik nyata.

Kesimpulan

PKB 2025 menghadirkan harapan baru. Bahwa budaya Bali tidak hanya bisa lestari dalam bentuk tari dan tabuh, tetapi juga dalam tindakan nyata menjaga lingkungan. Sampah plastik tak lagi jadi momok besar, meskipun pekerjaan belum selesai. Tetapi arah perubahannya sudah jelas: menuju perayaan yang lebih bersih, lebih bermakna.

KMHD YBV Undiksha menegaskan bahwa jalan menuju keselarasan tak bisa ditopang oleh regulasi semata. Ia butuh gerakan kolektif, kesadaran yang menyentuh akar. Dalam konteks itu, Bhuta Yadnya bukan lagi sekadar persembahan sesajen, melainkan cara hidup, cara berpikir, dan cara bertindak. Inilah yadnya yang sejati: menjaga, menyucikan, dan merawat Bali tak hanya secara budaya, tetapi juga ekologis.

Penulis: Ditulis bersama oleh KMHD YBV Undiksha masa bakti 2025/2026
Editor: Adnyana Ole

Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing
Pesta Kesenian Bali 2025 Didominasi Seniman-seniman Muda, dan Itu Membuat Kita Bangga
Arja RRI Masih Bisa Menebar Pesona pada Pesta Kesenian Bali 2025
Bungah dan Cekatan, Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Kuta Selatan, Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025
Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025
Sesama Denpasar, Angklung Brahmara Sini dan Angklung Jaya Suara Mabarung di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: lingkunganPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamanya Diogo Jota

Next Post

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co