23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan: Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

tatkala by tatkala
July 21, 2025
in Esai
Dari Tradisi ke Aksi Ramah Lingkungan:  Catatan Refleksi KMHD YBV Undiksha atas Pesta Kesenian Bali 2025

Suasana Pesta Kesenian Bali 2025

PESTA Kesenian Bali (PKB) tak pernah absen mengisi lembar kebudayaan Bali tiap tahunnya. Ia bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi perayaan hidup yang menghidupkan. Sebuah yadnya besar-besaran, di mana seni, spiritualitas, dan kebanggaan budaya menyatu dalam satu tarikan napas. Taman Budaya Bali, Art Center Denpasar, menjadi wadah bagi ingatan kolektif yang terus dihidupkan melalui bunyi gamelan, gerak tari, dan warna-warni busana adat.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, isu lingkungan sempat membayangi terutama persoalan sampah plastik sekali pakai yang selama bertahun-tahun menodai kesakralan ruang-ruang budaya. Kini, di PKB 2025, keadaan mulai berubah. Pengelolaan sampah menunjukkan arah yang lebih baik. Tak lagi sebatas janji atau imbauan, tetapi bergerak menuju praktik nyata.

Upaya ini berakar pada kesadaran bersama. Bahwa PKB bukan sekadar ruang tontonan, tetapi juga ruang tuntunan. Di sinilah nilai-nilai Hindu, seperti Bhuta Yadnya dan Tri Hita Karana, menemukan relevansinya kembali. Bukan hanya sebagai simbol spiritual, tetapi sebagai dasar etik dalam mengelola relasi dengan alam.

Tahun ini, PKB memasuki usia ke-47. Dari sisi artistik, semangat pelestarian tetap menyala. Namun dari sisi lingkungan, ada secercah optimisme baru. Dinas Lingkungan Hidup Bali mencatat penurunan signifikan dalam jumlah sampah harian selama PKB berlangsung. Jika tahun-tahun sebelumnya rata-rata sampah mencapai 5 ton per hari, kini berkurang menjadi sekitar 2–3 ton. Ini bukan angka sempurna, tetapi menunjukkan langkah maju.

Sidak gabungan yang melibatkan Dinas KLH, Satpol PP, serta komunitas lingkungan memperlihatkan hasil. Hanya sekitar dua hingga tiga dari sepuluh kios yang masih menggunakan plastik sekali pakai. Meski belum ideal, penurunan ini menjadi tanda bahwa sosialisasi, kurasi produk, dan kebijakan pengurangan plastik mulai berdampak.

Panitia memberlakukan sistem kurasi ketat: produk UMKM wajib ramah lingkungan, pedagang harus menyajikan makanan dengan daun atau wadah kertas, dan penggunaan tas plastik dilarang keras. Edukasi dilakukan secara berlapis baik kepada pedagang, pengunjung, maupun pengisi acara. Kesadaran bahwa PKB adalah ruang suci mulai mengakar.

Menariknya, para pemuda tampil sebagai katalis perubahan. Sejumlah relawan banyak di antaranya berasal dari kalangan mahasiswa membentuk tim edukasi dan monitoring. Mereka tidak sekadar membagikan brosur, tetapi mengajak pengunjung berdialog, mengingatkan pedagang, bahkan memberikan contoh penggunaan bahan alternatif seperti daun, bambu, dan kertas. Dalam praktik ini, Bhuta Yadnya bukan lagi ritus yang diam, tetapi gerakan yang hidup.

Pendekatan Hindu Sebagai Inspirasi

Bhuta Yadnya mengajarkan manusia Bali untuk senantiasa hormat terhadap semesta. Alam bukan obyek, tetapi subyek yang hidup. Setiap tindakan manusia termasuk membuang sampah memiliki dimensi spiritual. Maka ketika plastik mengotori tanah tempat sakral berlangsungnya seni dan yadnya, itu bukan sekadar pelanggaran ekologis, tetapi juga pelanggaran etis dan spiritual.

Dalam bingkai Tri Hita Karana, menjaga kebersihan lingkungan adalah bentuk nyata menjaga harmoni dengan alam (palemahan), dengan sesama (pawongan), dan dengan Hyang Widhi (parahyangan). Tiga relasi ini berpadu di arena PKB. Seni sebagai bakti, pertemuan antar manusia sebagai pawongan, dan komitmen menjaga kebersihan sebagai bentuk palemahan.

Sad Kerthi menambahkan fondasi nilai yang lebih spesifik, terutama Jagat Kerthi dan Wana Kerthi. Nilai-nilai ini menuntut umat Hindu Bali untuk menjaga kelestarian bumi dan hutan. Dalam konteks PKB, desa adat bahkan dilibatkan secara aktif sebagai penjaga tatanan—bukan hanya budaya, tetapi juga kebersihan dan ketertiban.

Refleksi KMHD YBV Undiksha

Bagi Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) YBV Undiksha, PKB bukan hanya ajang seni, tetapi ruang belajar sekaligus ruang bertindak. Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari spiritualitas. Oleh karena itu, refleksi kami mengarah pada tiga kontribusi konkret:

1.Edukasi Kontekstual Berbasis Nilai Hindu

   Kajian, diskusi, hingga media sosial digunakan untuk mengangkat nilai Bhuta Yadnya sebagai dasar etika ekologis. Edukasi ini tidak eksklusif, tetapi menyentuh ruang-ruang sehari-hari seperti kantong belanja, warung, stan makanan.

2.Mendukung Penguatan Bank Sampah dan Ekonomi Daur Ulang

   KMHD mendorong pelatihan pengolahan sampah menjadi produk kreatif. Plastik tak selalu jadi beban ia bisa jadi potensi. Kami ingin mengubah paradigma itu, khususnya pada generasi muda.

3.Eksperimen dan Pelatihan Media Ramah Lingkungan

 Bersama relawan, kami membagikan alternatif praktis seperti penggunaan daun pisang, wadah bambu, hingga inovasi berbasis kertas daur ulang. PKB kami anggap sebagai ruang laboratorium budaya, tempat nilai-nilai Hindu diuji dalam praktik nyata.

Kesimpulan

PKB 2025 menghadirkan harapan baru. Bahwa budaya Bali tidak hanya bisa lestari dalam bentuk tari dan tabuh, tetapi juga dalam tindakan nyata menjaga lingkungan. Sampah plastik tak lagi jadi momok besar, meskipun pekerjaan belum selesai. Tetapi arah perubahannya sudah jelas: menuju perayaan yang lebih bersih, lebih bermakna.

KMHD YBV Undiksha menegaskan bahwa jalan menuju keselarasan tak bisa ditopang oleh regulasi semata. Ia butuh gerakan kolektif, kesadaran yang menyentuh akar. Dalam konteks itu, Bhuta Yadnya bukan lagi sekadar persembahan sesajen, melainkan cara hidup, cara berpikir, dan cara bertindak. Inilah yadnya yang sejati: menjaga, menyucikan, dan merawat Bali tak hanya secara budaya, tetapi juga ekologis.

Penulis: Ditulis bersama oleh KMHD YBV Undiksha masa bakti 2025/2026
Editor: Adnyana Ole

Koster Senang Karena Seniman Menggarap Karya Seni Berdasar Kearifan Lokal di Daerah Masing-masing
Pesta Kesenian Bali 2025 Didominasi Seniman-seniman Muda, dan Itu Membuat Kita Bangga
Arja RRI Masih Bisa Menebar Pesona pada Pesta Kesenian Bali 2025
Bungah dan Cekatan, Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala, Kuta Selatan, Badung, di Pesta Kesenian Bali 2025
Karya Maestro I Wayan Begeg Dimainkan Sekaa Gong Taruna Mekar Tunjuk-Tabanan di Pesta Kesenian Bali 2025
Sesama Denpasar, Angklung Brahmara Sini dan Angklung Jaya Suara Mabarung di Pesta Kesenian Bali 2025
Tags: lingkunganPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selamanya Diogo Jota

Next Post

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Hari Pertama yang RAMAH dan Ceria di SMK Kesehatan Bali Medika

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co