5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tengah Riuh PKB, Ada Riuh Gong Mebarung di Desa Munduk: Kebyar Munduk vs Kebyar Desa Musi

Komang Yudistia by Komang Yudistia
July 1, 2025
in Panggung
Di Tengah Riuh PKB, Ada Riuh Gong Mebarung di Desa Munduk: Kebyar Munduk vs Kebyar Desa Musi

Gong kebyar dari Musi dan dari Desa Munduk saat mebarung di Desa Munduk | Foto: Soni Saputra

KETIKA kebanyakan orang berangkat ke Taman Budaya Bali di Denpasar untuk menyaksikan Pesta Kesenian Bali (PKB), pada Jumat, 28 Juni 2025, justru orang-orang di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, sedang ramai-ramai di desa sendiri menyaksikan gong kebyar mebarung.

Jumat sore hingga malam itu, di sebuah wantilan di Desa Munduk memang sedang diadakan pergelaran seni dengan mementaskan sejumlah karya seni anak muda di Desa Munduk, dan puncaknya adalah gong kebyar mebarung antara gong kebyar dari Sanggar Seni Tripitaka, Desa Munduk, selaku tuan rumah, dan gong kebyar dari Komunitas Sari Kencana Desa Musi Kecamatan Gerokgak sebagai bintang tamu.

Nama wantilan yang dijadikan tempat gong kebyar mebarung itu memang beragam. Ada yang menyebut wantilan, ada yang menyebut balai serbaguna, ada juga yang menyebut lapangan bulutangkis. Dari banyaknya istilah tersebut menunjukan kebingungan saya memilih istilah untuk bangunan ini.

Wantilan di Desa Munduk, Buleleng, penuh sesak saat digelar gong kebyar mebarung | Foto: Soni Saputra

Di Munduk, tempat itu memang selalu menjadi pembicaraan, terutama ketika digunakan untuk pementasan seni musik. Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, tempat itu sepertinya tidak layak digunakan untuk pementasan seni musik. Tapi mau bagaimana lagi, sepertinya di Desa Munduk, sebagai desa wisata yang cukup potensial, sepertinya tak memiliki banyak lokasi strategis untuk mementaskan seni pertunjukan.

Seperti Jumat sore hingga malam itu. Wantilan itu, atau apalah namanya, dijadikan panggung untuk mementaskan gong kebyar mebarung. Dan, penontonnya tetap ramai, bukan hanya penonton dari Munduk saja, melainkan juga datang dari desa-desa lain di sekitarnya. Meski panggungnya tidak seluas Ardha Candra di Taman Budaya Bali, namun wantilang di Desa Munduk itu sanggup memberi aura positif bagi perkembangan kesenian di Desa Munduk dan sekitarnya.

Made Terip | Foto: Soni Saputra

Bicara gong kebyar, atau seni karawitan Bali secara umum, Desa Munduk tidak bisa lepas dari nama besar seniman karawitan I Made Terip. Nama Terip sangat kondang di kalangan seniman khususnya seniman karawitan di Bali. Untuk saya yang sempat kuliah di ISI Denpasar (bukan jurusan karawitan), nama I Made Terip akan ditanyakan pertama kali ketika saya memperkenalkan Desa Munduk sebagai daerah asal saya.

Wajar, karena Sanggar Seni Tripitaka sudah ada sejak tahun 1993 dan konsisten berkarya bahkan sampai ke luar negeri. Beberapa kali gong kebyar Desa Munduk menjadi duta Buleleng dalam Pesta Kesenian Bali. Sayang sekali sebenarnya nama besar itu tidak dibarengi dengan kehidupan seni yang berkelanjutan. Acara kesenian, seperti pementasan gong kebyar mebarung, itu sangat jarang digelar di Desa Munduk. Seingat saya, terakhir gong mebarung itu diadakan lima atau enam tahun yang lalu.

Penampilan Sanggar Seni Tripitaka Desa Munduk | Foto: Soni Saputra

Nah, gong kebyar mebarung pada Jumat malam 28 Juni itu mudah-mudahan  menjadi pertanda kehidupan dunia seni di desa Munduk. Apalagi dalam dua bulan ini desa munduk mulai aktif melaksanakan kegiatan dan semuanya diinisiasi oleh kelompok anak muda. Seperti gong kebyar mebarung itu sebagian besar diisi anak-anak muda Munduk. Sanggar Seni Tripitaka yang pentas malam itu inisiatornya sebagian besar adalah cucu dan kumpi dari I Made Terip.

Acara seni ini dihadiri oleh Perbekel Munduk yang juga memberikan sambutan. Sebelum acara mebarung, saya lumayan terkejut dengan penampilan kelompok penabuh perempuan, sebuah kelompok yang sudah lumayan lama tidak ada di Munduk. Kelompok penabuh perempuan itu tampil membawakan tari nelayan. Selain itu ada juga klompok penabuh anak-anak yang membawakan Tabuh Kreasi Jayeng Rana.

Penampilan Komunitas Sari Kencana Desa Musi Kecamatan Gerokgak | Foto: Soni Saputra

Jam 17.40, tibalah acara utama, gong kebyar mebarung.  MC memanggil kedua kubu gong kebyar yang mebarung. Sanggar Seni Sari Kencana  tampil dengan balutan baju putih dan Sanggar Seni Tripitaka dengan stelan hitam-hitam. Penonton disapa oleh tuan rumah Sanggar Seni Tripitaka dengan tabuh lelalmbatan Tasik Madu dan di lanjutkan dengan persembahan tabuh kreasi Batan Nyuh oleh sang tamu dari Musi.

Malam semakin pecah ketika Putu Rima Febriana menarikan Tari Palawakya. Rima adalah salah satu penari yang memiliki nama besar di Buleleng dan kami kira sudah pensiun dari pementasan seni tari, namun malam itu ia tampil apik dan masih sangat energik mengobati kerinduan penonton.

Putu Rima Febriana menarikan Tari Palawakya | Foto: Soni Saputra

Gong kebyar perempuan dari Desa Munduk | Foto: Soni Saputra

Penonton pun terlarut dalam suara gambelan di dalam ruangan itu dan seolah tidak tidak ingin menyelesaikan pementasan gong mebarung ini. Terlihat bahkan ketika MC menutup acara pada jam 10 malam penonton masih enggan beranjak seolah menunggu pertunjukan selanjutnya. [T]

Penulis: Komang Yudistia
Editor: Nyoman Budarsana

  • BACA JUGA:
“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng
Gong Mebarung Banjar Paketan dan Desa Umejero: Karya Rekonstruksi dan Reinterpretasi
Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Aksi “Magangsing” dari Sekeha Gangsing Kayu Sambuk, Desa Gobleg, Pukau Penonton
Tags: bulelengDesa MundukDesa Musigong kebyargong mebarungkesenian baliseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Joged Pingitan dari Batuan-Sukawati di Pesta Kesenian Bali 2025: Simbol Bidadari Turun ke Bumi

Next Post

Dunia yang Kehilangan Cermin

Komang Yudistia

Komang Yudistia

Pendiri Komunitas Abiwara di Desa Munduk. Pernah ikut Teater Ilalang di SMA Lab Undiksha Singaraja. Menamatkan kuliah S1 desain interior dan S2 desain di ISI Denpasar (sekarang ISI Bali).

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Dunia yang Kehilangan Cermin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co