26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tengah Riuh PKB, Ada Riuh Gong Mebarung di Desa Munduk: Kebyar Munduk vs Kebyar Desa Musi

Komang Yudistia by Komang Yudistia
July 1, 2025
in Panggung
Di Tengah Riuh PKB, Ada Riuh Gong Mebarung di Desa Munduk: Kebyar Munduk vs Kebyar Desa Musi

Gong kebyar dari Musi dan dari Desa Munduk saat mebarung di Desa Munduk | Foto: Soni Saputra

KETIKA kebanyakan orang berangkat ke Taman Budaya Bali di Denpasar untuk menyaksikan Pesta Kesenian Bali (PKB), pada Jumat, 28 Juni 2025, justru orang-orang di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, sedang ramai-ramai di desa sendiri menyaksikan gong kebyar mebarung.

Jumat sore hingga malam itu, di sebuah wantilan di Desa Munduk memang sedang diadakan pergelaran seni dengan mementaskan sejumlah karya seni anak muda di Desa Munduk, dan puncaknya adalah gong kebyar mebarung antara gong kebyar dari Sanggar Seni Tripitaka, Desa Munduk, selaku tuan rumah, dan gong kebyar dari Komunitas Sari Kencana Desa Musi Kecamatan Gerokgak sebagai bintang tamu.

Nama wantilan yang dijadikan tempat gong kebyar mebarung itu memang beragam. Ada yang menyebut wantilan, ada yang menyebut balai serbaguna, ada juga yang menyebut lapangan bulutangkis. Dari banyaknya istilah tersebut menunjukan kebingungan saya memilih istilah untuk bangunan ini.

Wantilan di Desa Munduk, Buleleng, penuh sesak saat digelar gong kebyar mebarung | Foto: Soni Saputra

Di Munduk, tempat itu memang selalu menjadi pembicaraan, terutama ketika digunakan untuk pementasan seni musik. Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, tempat itu sepertinya tidak layak digunakan untuk pementasan seni musik. Tapi mau bagaimana lagi, sepertinya di Desa Munduk, sebagai desa wisata yang cukup potensial, sepertinya tak memiliki banyak lokasi strategis untuk mementaskan seni pertunjukan.

Seperti Jumat sore hingga malam itu. Wantilan itu, atau apalah namanya, dijadikan panggung untuk mementaskan gong kebyar mebarung. Dan, penontonnya tetap ramai, bukan hanya penonton dari Munduk saja, melainkan juga datang dari desa-desa lain di sekitarnya. Meski panggungnya tidak seluas Ardha Candra di Taman Budaya Bali, namun wantilang di Desa Munduk itu sanggup memberi aura positif bagi perkembangan kesenian di Desa Munduk dan sekitarnya.

Made Terip | Foto: Soni Saputra

Bicara gong kebyar, atau seni karawitan Bali secara umum, Desa Munduk tidak bisa lepas dari nama besar seniman karawitan I Made Terip. Nama Terip sangat kondang di kalangan seniman khususnya seniman karawitan di Bali. Untuk saya yang sempat kuliah di ISI Denpasar (bukan jurusan karawitan), nama I Made Terip akan ditanyakan pertama kali ketika saya memperkenalkan Desa Munduk sebagai daerah asal saya.

Wajar, karena Sanggar Seni Tripitaka sudah ada sejak tahun 1993 dan konsisten berkarya bahkan sampai ke luar negeri. Beberapa kali gong kebyar Desa Munduk menjadi duta Buleleng dalam Pesta Kesenian Bali. Sayang sekali sebenarnya nama besar itu tidak dibarengi dengan kehidupan seni yang berkelanjutan. Acara kesenian, seperti pementasan gong kebyar mebarung, itu sangat jarang digelar di Desa Munduk. Seingat saya, terakhir gong mebarung itu diadakan lima atau enam tahun yang lalu.

Penampilan Sanggar Seni Tripitaka Desa Munduk | Foto: Soni Saputra

Nah, gong kebyar mebarung pada Jumat malam 28 Juni itu mudah-mudahan  menjadi pertanda kehidupan dunia seni di desa Munduk. Apalagi dalam dua bulan ini desa munduk mulai aktif melaksanakan kegiatan dan semuanya diinisiasi oleh kelompok anak muda. Seperti gong kebyar mebarung itu sebagian besar diisi anak-anak muda Munduk. Sanggar Seni Tripitaka yang pentas malam itu inisiatornya sebagian besar adalah cucu dan kumpi dari I Made Terip.

Acara seni ini dihadiri oleh Perbekel Munduk yang juga memberikan sambutan. Sebelum acara mebarung, saya lumayan terkejut dengan penampilan kelompok penabuh perempuan, sebuah kelompok yang sudah lumayan lama tidak ada di Munduk. Kelompok penabuh perempuan itu tampil membawakan tari nelayan. Selain itu ada juga klompok penabuh anak-anak yang membawakan Tabuh Kreasi Jayeng Rana.

Penampilan Komunitas Sari Kencana Desa Musi Kecamatan Gerokgak | Foto: Soni Saputra

Jam 17.40, tibalah acara utama, gong kebyar mebarung.  MC memanggil kedua kubu gong kebyar yang mebarung. Sanggar Seni Sari Kencana  tampil dengan balutan baju putih dan Sanggar Seni Tripitaka dengan stelan hitam-hitam. Penonton disapa oleh tuan rumah Sanggar Seni Tripitaka dengan tabuh lelalmbatan Tasik Madu dan di lanjutkan dengan persembahan tabuh kreasi Batan Nyuh oleh sang tamu dari Musi.

Malam semakin pecah ketika Putu Rima Febriana menarikan Tari Palawakya. Rima adalah salah satu penari yang memiliki nama besar di Buleleng dan kami kira sudah pensiun dari pementasan seni tari, namun malam itu ia tampil apik dan masih sangat energik mengobati kerinduan penonton.

Putu Rima Febriana menarikan Tari Palawakya | Foto: Soni Saputra

Gong kebyar perempuan dari Desa Munduk | Foto: Soni Saputra

Penonton pun terlarut dalam suara gambelan di dalam ruangan itu dan seolah tidak tidak ingin menyelesaikan pementasan gong mebarung ini. Terlihat bahkan ketika MC menutup acara pada jam 10 malam penonton masih enggan beranjak seolah menunggu pertunjukan selanjutnya. [T]

Penulis: Komang Yudistia
Editor: Nyoman Budarsana

  • BACA JUGA:
“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng
Gong Mebarung Banjar Paketan dan Desa Umejero: Karya Rekonstruksi dan Reinterpretasi
Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Aksi “Magangsing” dari Sekeha Gangsing Kayu Sambuk, Desa Gobleg, Pukau Penonton
Tags: bulelengDesa MundukDesa Musigong kebyargong mebarungkesenian baliseni karawitan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Joged Pingitan dari Batuan-Sukawati di Pesta Kesenian Bali 2025: Simbol Bidadari Turun ke Bumi

Next Post

Dunia yang Kehilangan Cermin

Komang Yudistia

Komang Yudistia

Pendiri Komunitas Abiwara di Desa Munduk. Pernah ikut Teater Ilalang di SMA Lab Undiksha Singaraja. Menamatkan kuliah S1 desain interior dan S2 desain di ISI Denpasar (sekarang ISI Bali).

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Dunia yang Kehilangan Cermin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co