12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seberapa Pantas Seseorang Disebut Cendekiawan?

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
June 2, 2025
in Esai
Syair Pilu Berbalut Nada, Dari Ernest Hemingway Hingga Bob Dylan

Ahmad Sihabudin

SIAPAKAH yang pantas kita sebut sebagai cendekiawan?. Kita tidak bisa mengaku-ngaku sebagai ilmuwan, cendekiawan, ilmuwan, apalagi mengatakan di depan publik saya ini, kami ini, adalah ilmuwan. Setahu saya ilmuwan atau cendekiawan itu pengakuan dari publik atas apa yang telah mereka kerjakan untuk masyarakat luas, dan mafaatnya dapat dirasakan baik lahir maupun batin.

Seseorang disebut ilmuwan, cendekiawan atau intelektual harus mengacu pada pemahaman umum atau batasan yang biasa masyarakat gunakan. Cendekiawan atau intelektual adalah orang yang menggunakan kecerdasannya untuk bekerja, belajar, menggagas, serta mempertanyakan dan menjawab persoalan tentang berbagai gagasan. Dalam bahasa Inggris, cendekiawan dikenal sebagai “scholar” atau “intellectual”.

Intelektual berarti seseorang yang memiliki kecerdasan tinggi, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan. Secara umum, intelektual adalah orang yang terlibat dalam kegiatan intelektual seperti berpikir, belajar, dan menggagas ide-ide baru. Intelektual juga dapat merujuk pada kemampuan untuk memperoleh informasi, berpikir abstrak, menalar, dan bertindak secara efisien.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia dikemukakan, intelektual memiliki beberapa ciri khas: cerdas dan berakal, memiliki kecerdasan yang tinggi dan kemampuan berpikir secara rasional. Berpengetahuan luas, memiliki pengetahuan yang luas di berbagai bidang, terutama bidang yang menjadi minatnya. Berpikir kritis, mampu menganalisis masalah dengan mendalam dan mengidentifikasi solusi yang efektif. Mampu mengkomunikasikan ide, mampu menyampaikan pemikiran dan gagasan dengan jelas dan persuasif.  Berdedikasi pada pengembangan diri, selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. 

Terus apa dan siapa yang disebut ilmuwan itu?. Dalam kamus yang sama dikemukakan, ilmuwan adalah orang yang mendalami, menguasai, mengembangkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi untuk mencari kebenaran dan meningkatkan kesejahteraan manusia. Mereka adalah ahli dalam bidang ilmu tertentu, melakukan penelitian, eksperimen, dan pengembangan untuk memahami alam dan dunia di sekitar kita.

Dalam Wikapedia, ilmuwan (scientist) batasannya adalah orang yang ahli atau memiliki banyak pengetahuan mengenai suatu ilmu. Dalam arti yang lain, ilmuwan adalah orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan. 

Contoh beberapa ilmuwan terkenal termasuk Albert Einstein (fisikawan), Marie Curie (fisikawan dan kimiawan), Isaac Newton (fisikawan dan matematikawan), Nikola Tesla (insinyur dan fisikawan), dan BJ. Habiebie. Mereka telah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi , dan peradaban manusia. Ini pengertian yang dapat saya pahami perihal predikat ilmuwan.

                                       ***

Menuliskan hal ini tidak bermaksud mengajari khalayak, hanya bagian sikap tanggung jawab sebagai akademisi pendidik, dan berbagi sudut pandang perihal tiga istilah tersebut. Saya pribadi  tidak berani mengatakan diri ini mengklaim sebagai ilmuwan, karena belakangan ini tiba-tiba saja ada yang mengaku-ngaku dirinya, kelompoknya, adalah ilmuwan, peneliti, berusaha mengobok-obok kerukunan persatuan bangsa, pemerintah kita, melalui “Isu Ijazah Palsu” Presiden ke-7 Joko Widodo.

Kelompok yang mengaku ilmuwan tersebut dalam pandangan saya yang mungkin keliru, sama sekali tidak mencerminkan perilaku sebagai ilmuwan, intelektual, atau cendekiawan sebagaimana pengertian batasan ilmuwan. Karena mereka bekerja atas dasar perasaan tidak suka, benci pada sosok pemilik ijazah dan keluarganya, untuk tujuan dan orientasi politik yang sarat kepentingan kelompok dan ambisi individu, padahal ilmuwan harus terbebas dari semuanya itu.

Selain perilaku kelompok yang mengatasnamakan ilmuwan dan peneliti tersebut, dalam menyampaikan apa yang mereka klaim sebagai “temuan” perihal ijazah Jokowi, seharusnya mendiskusikan, mendialogkan dalam suatu forum resmi; ada penelaah, peserta dialog lazimnya seminar hasil penelitian.

Bukan langsung dengan cara menyiarkan melalui media, dengan gaya memprovokasi, menghasut masyarakat luas melalui berbagai platform media sosial, acara-acara podcast di berbagai saluran yang cenderung ”saluran kelompok pembenci Jokowi”, teriak-teriak di jalan, juga di acara media televisi nasional, dengan narasi-narasi tuduhan, tidak menerima perbedaan pendapat, “pokoknya” temuan mereka yang paling valid.

Narasi mereka tidak mempercayai institusi-institusi resmi negara ini, mulai KPU, Universitas Gajah Mada, institusi resmi yang mengeluarkan ijazah bahkan mengobok-obok martabat perguruan tinggi yang sangat terhormat ini. Terakhir mereka tidak memepercayai hasil laboratorium forensik Bareskim Polri yang menyatakan ijazah Jokowi identik dengan sampel yang diuji, Bareskrim menyatakan  itu sah dan asli ijazah tersebut.

Perilaku mereka dengan narasi menolak semua keterangan dari sumber resmi, ini bukan perilaku ilmuwan, intelektual, cendekiawan, tapi perilaku orang yang sudah dipenuhi dengan sifat hasad, yaituperasaan dengki atau iri hati terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain, disertai dengan keinginan agar nikmat tersebut hilang atau berpindah kepada dirinya. 

Hasad adalah sifat tercela yang harus dihindari karena dapat merusak kebaikan seseorang dan menimbulkan berbagai dampak negatif. Contohnya perilaku mereka sampai saat ini masih terus saja menarasikan keterangan merekalah yang benar; telinga, mata, dan hatinya seperti telah dibutakan.    

 Mereka bukan mencerminkan sikap seorang ilmuwan tetapi lebih kelompok orang-orang hasad, hatinya sudah ”menghitam”. Perilaku mereka dapat kita lihat dengan mendatangi Komnas HAM, dengan dalih mereka telah dikriminalisasi oleh pelapor, padahal mereka bekerja untuk ”kebenaran”, setelah mereka melakukan berbagai hinaan, sehina-hinanya kepada Presiden ke-7 RI. Mereka tidak terima dan mengadu pada Komnas HAM, ini menurut saya ”ganjil” dan lucu; ilmuwan kok tidak percaya diri, tidak yakin pada kebenaran yang mereka simpulkan.

Mereka mengatakan sudah dikriminalisasi oleh ”pelapor” alasannya mereka sedang bekerja sebagai ilmuwan untuk mencari kebenaran, padahal yang dikerjakannya adalah memfitnah, menyebarkan narasi bohong kepada publik, menghina, mencemarkan nama baik dan menghina martabat kelurga Jokowi. Itulah yang mereka kerjakan. Ruang publik NKRI jadi ”polusi” oleh sumpah serapah orang-orang yang mengaku-ngaku ilmuwan.

Padahal mengadukan mereka kepada yang berwenang Bareskrim Polri adalah hak setiap warga negara. Setelah dilaporkan oleh Jokowi, mereka mengaku sebagai korban kezaliman dan dikriminalisaasi; luar biasa memang ”ilmuwan”ini. Semoga UGM juga dapat melakukan langkah yang sama mengadukan mereka, karena institusi ini sudah mereka degradasi harkat martabatnya dengan narasi-narasi busuk mereka, dituduh sebagai institusi yang mengeluarkan ijazah palsu. Akhir tulisan ini kita berharap semoga selalu diberikan petunjuk dan hidayah oleh Allah SWT, dalam setiap melangkah di bumiNya dengan tidak menyombongkan diri. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis AHMAD SIHABUDIN
Pulau dan Kepulauan di Nusantara: Nama, Identitas, dan Pengakuan
Kita Hanyalah Setetes Air dan Butiran Debu | Refleksi dari Lagu “Dust in the Wind”
Mungkinkah Bumi Tanpa Konflik? Jawabnya Bersama Angin | Dari ”Blowing in The Wind” Bob Dylan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Screen Time vs Quality Time: Pilihan Berkata Iya atau Tidak dari Rayuan Dunia Digital

Next Post

GEMO FEST #5 : Mahasiswa Wujudkan Aksi, Bukan Sekadar Teori

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
GEMO FEST #5 : Mahasiswa Wujudkan Aksi, Bukan Sekadar Teori

GEMO FEST #5 : Mahasiswa Wujudkan Aksi, Bukan Sekadar Teori

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co