14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Pramita Shade | Peranjakan Dua Puluhan

Pramita Shade by Pramita Shade
May 10, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Pramita Shade | Peranjakan Dua Puluhan

Pramita Shade

Naungan Kecil

Hiduplah aku pada batas-batas
Terkadang pada ruang yang jemu
Terkadang pada cinta semu
Terkadang pula tersesat pada dahaga yang utuh

Tubuhku menyerah disetubuhi
Telingaku seperti kuali besar yang tak tuntas dimasak
Mataku terus menyayat jejak kenangan yang terpaksa lebur
Tanganku seperti kayu bakar pada tungku
Sedangkan bibirku justru tak lagi dinanti

Segala mantra beralih pucat pasi
Kadang aku bersembunyi di balik hilang
Maka kubiarkan langkahku tinggal
bersama arah yang kehabisan pulang

Denpasar, 5/12/2022

Omong Kosong

Ujar Yah, apa leherku bisa diikatnya,
sehingga tunduk pada yang tak tertulis
Ujar Yah, hanya masalah yang bisa kuberi,
mana bagian indah yang Bunda terima

Ujar Bapak, setidaknya tanyakan kabarnya,
walau cinta tak pernah diberinya
Ujar Bapak, semoga aku masih hidup di perantauan,
walaupun tanpa inderanya sekalipun

Ujar Ayah, anak perempuan satu-satunya ini terbaik,
meskipun ia tinggal pergi selamanya.
Ujar Ayah,

Al-fatihah

Buleleng, 11/8/23

Baik Kugenggam Erat

Seperti bintang, ditunggu banyak pasang mata
Bahkan butapun merindu
Lakumu seperti selimut
Mendekap hangat dari gigil
Seperti genggaman bayi
Seperti udara pagi di pantai mertasari

Segala hal baik kau miliki
Kecuali aroma sangit yang kucumbu
Setiap kali kau ingin terbang
Terbang yang bukan bersamaku
Lenggang yang bukan apapun
Nyenyak yang bukan pelukku

Sedikit kecil kau rumpang
Perihal beberapa lompatan ruang
Do’a cinta yang karam
Alkohol dengan kamar gelap
Bahkan musik yang kuanggap bising

Bintang belum beranjak
Hurufku enggan berhenti
Mengisahkan bintang jatuh di Peninsula
Sebab hal-hal terajut tak hanya waktu
Tuhan adil, kali itu.

Kurasa kali ini Tuhan juga bijak
Gemuruh langit tak kunjung runtuh
Sedangkan mataku terlanjur basah
Membayangkan benar kepergiannya

Dengan mohon yang sungguh
Dengan serak yang sisa
Dengan tangan yang beku
Mengampun
Memaksa
Memaksa
Memaksa
Bersungguh

Langit memang angkuh
Tapi bintang ini milikku

Buleleng, 8/8/23

Apakah Aku Pelacur?

Apakah aku pelacur?
Melacurkan cinta sesuka hati
Kubebaskan ia meniduri segala milikku
Kuberikan ia ruang istirahat
Namun kurasa ia hanya ingin nikmat
Hanya ingin segera usaikan
Tak peduli rasa dan inginku

Kulacurkan cintaku
Kau pinjami aku cicip
Tanpa membiarkanku cukup

Kuberikan kau dadaku
Kau sudahi penatmu
Tanpa tanya bagaimana senyumku

Lalu terus kau lacurkan aku
Dihadapanku kau merindu
Kau hanya penjilat
Dengan ludah menyilang

Aku adalah pelajur bagi orang tuaku

Denpasar, 3/4/23

Lampu Kost Kita, Awalnya

Lampu kamar mandi kost
mati sebulan yang lalu
Katamu, akan segera beli baru
Kapan ya kira-kira ia kembali hidup?

Nafasmu sengal terlalu
Bantal tebal kau rebut lembut
Satu tipis, satu tebal dan guling kesukaanmu
Sedang aku bertumpu pada waktu
Kita berdo’a selalu tidak khusyuk

Kau tak suka pakai selimut
Tetap kusiapkan supaya hangat memeluk
Pilihanmu tetap jatuh pada tubuhku

Kau sebut peluk sebagai pulang
Betul, sungguh, betul, sungguh, pulang
Darimana asalku, tak sabaran segera lenggang

Ucapkan sekali lagi janjimu
Bangun esok pagi dan hidup lebih lama
Dengan jumawa pada telingaku,
Teriakkan saja

Mulutmu terkunci
Jalanmu diiringi
Bayangmu tak terlihat lagi
Membayang di mimpi

Lampu kamar kost tetap hidup, tapi redup
Biar yang mati tetap mati
Kau belum
Hanya pulang ke rahim mamak, kan?
Tunggu aku, ya?

Denpasar, 11/9/24

Sertakan Sepotong Amin

Kalau kabul hanya sekeping-keping
Seremah-remah bahkan berserakan
Kupunguti lalu habis kutelan
Membekas pada gingsulmu, sayang

Pantai Lovina jadi tuan rumah
Kakiku hampir terkikis laut
Disambut oleh seteguk hangat
Habis kita tenggak
Di sepanjang Jl. Ahmad Yani

Sertakan nama depanku setidaknya
Pada potongan do’a pendekmu
Yang tak kunjung teraminkan itu
Walau kadang,
Rasanya Tuhan pun paham

Tubuh kita menyatu
Seperti anggrek pada pinggulmu
Nanti kusemogakan dadamu
Untuk Tuhan dan adilnya

Denpasar, 29/11/24

Kepala Perempat Malam

Malam malam kosong tergeletak
Butuh bir di hidung
Tembakau terlanjur tersedak
Buket bunga masih berlindung
Ikut tidur bersama serak

Hadehhh udah masuk bab empat mennn
Inguh tetap jadi alasan
Tapi warisan Ayahku eman
Harusnya kupakai nikah
Bukan liburan

Besok Dayu Tri jemput pagi
Kalau siang takut hujan lagi
Kami akan berkelana ke bukit
Selesaikan kuliah biar bisa cari duit
Katanya

Kami dan perjalanan adalah sahabat
Pagi ke pagi jadi mengasyikkan
Tapi Bali gak aman belakangan
Sana sini berita bunuh-bunuhan
Yaelahhh semua juga pengen mati kali
Tuhan, sebentar yaaa, kami izin sebat

Sampai jumpa besok!

Denpasar, 25/2/25

Ngopag Di Kodya

Sepasang gadis datang mengumpat
Harusnya cerah berpihak
Untuk tugas anjing kuliahnya
Mereka cuma butuh cahaya

Segelas matcha singgah
Hanya untuk ditelanjangi
Dicumbui dengan cantik
Lalu disetor ke dosen pembimbing
“Kurang estetik nih”, geramnya.

Ini kopisop terbersih menurutnya
Tujuh tahun memang sebentar
Dibanding wangi parfumnya
Bisa merasuki hidungku
Sepanjang ricebowl yang kelaparan

Mereka seperti aku 2 atau 3 tahun lalu
Menelan bekal demi dapat nilai B
Setidaknya.

Mereka seperti aku yang asing
Tak kenal perantauannya
Hanya butuh cuddle di jam 4 subuh
Dengan mekdi atau intisari

Eksosekskeleton adikku diganjal korek
Supaya bisa kubaca setelah berak
Buku apa sih ini
Kok senyumku ada terus
Seperti menonton teater sampah
Baru tumbuh di kodya

Denpasar, 3/5/25

*

Penulis: Pramita Shade
Editor: Adnyana Ole


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi IAO Suwati Sideman | Centum Triginta Unum
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tentang Harimau Jawa
Puisi-puisi Leya Kuan | Pernah Aku Menjadi Remaja

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Next Post

Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

Pramita Shade

Pramita Shade

Pramita Shade (re: sya-dé) adalah seorang mahasiswi gen Z Ilmu Komunikasi Universitas udayana, kelahiran Jakarta, 2002. Berlatar belakang urban dari Sidoarjo ke Denpasar membuatnya menuangkan segala riuh kepala dan hatinya pada puisi, esai, teater dan menonton konser musik sebagai jembatan melegakan yang sukar diutarakan.

Related Posts

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
0
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

Read moreDetails

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails
Next Post
Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co