5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Pramita Shade | Peranjakan Dua Puluhan

Pramita Shade by Pramita Shade
May 10, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Pramita Shade | Peranjakan Dua Puluhan

Pramita Shade

Naungan Kecil

Hiduplah aku pada batas-batas
Terkadang pada ruang yang jemu
Terkadang pada cinta semu
Terkadang pula tersesat pada dahaga yang utuh

Tubuhku menyerah disetubuhi
Telingaku seperti kuali besar yang tak tuntas dimasak
Mataku terus menyayat jejak kenangan yang terpaksa lebur
Tanganku seperti kayu bakar pada tungku
Sedangkan bibirku justru tak lagi dinanti

Segala mantra beralih pucat pasi
Kadang aku bersembunyi di balik hilang
Maka kubiarkan langkahku tinggal
bersama arah yang kehabisan pulang

Denpasar, 5/12/2022

Omong Kosong

Ujar Yah, apa leherku bisa diikatnya,
sehingga tunduk pada yang tak tertulis
Ujar Yah, hanya masalah yang bisa kuberi,
mana bagian indah yang Bunda terima

Ujar Bapak, setidaknya tanyakan kabarnya,
walau cinta tak pernah diberinya
Ujar Bapak, semoga aku masih hidup di perantauan,
walaupun tanpa inderanya sekalipun

Ujar Ayah, anak perempuan satu-satunya ini terbaik,
meskipun ia tinggal pergi selamanya.
Ujar Ayah,

Al-fatihah

Buleleng, 11/8/23

Baik Kugenggam Erat

Seperti bintang, ditunggu banyak pasang mata
Bahkan butapun merindu
Lakumu seperti selimut
Mendekap hangat dari gigil
Seperti genggaman bayi
Seperti udara pagi di pantai mertasari

Segala hal baik kau miliki
Kecuali aroma sangit yang kucumbu
Setiap kali kau ingin terbang
Terbang yang bukan bersamaku
Lenggang yang bukan apapun
Nyenyak yang bukan pelukku

Sedikit kecil kau rumpang
Perihal beberapa lompatan ruang
Do’a cinta yang karam
Alkohol dengan kamar gelap
Bahkan musik yang kuanggap bising

Bintang belum beranjak
Hurufku enggan berhenti
Mengisahkan bintang jatuh di Peninsula
Sebab hal-hal terajut tak hanya waktu
Tuhan adil, kali itu.

Kurasa kali ini Tuhan juga bijak
Gemuruh langit tak kunjung runtuh
Sedangkan mataku terlanjur basah
Membayangkan benar kepergiannya

Dengan mohon yang sungguh
Dengan serak yang sisa
Dengan tangan yang beku
Mengampun
Memaksa
Memaksa
Memaksa
Bersungguh

Langit memang angkuh
Tapi bintang ini milikku

Buleleng, 8/8/23

Apakah Aku Pelacur?

Apakah aku pelacur?
Melacurkan cinta sesuka hati
Kubebaskan ia meniduri segala milikku
Kuberikan ia ruang istirahat
Namun kurasa ia hanya ingin nikmat
Hanya ingin segera usaikan
Tak peduli rasa dan inginku

Kulacurkan cintaku
Kau pinjami aku cicip
Tanpa membiarkanku cukup

Kuberikan kau dadaku
Kau sudahi penatmu
Tanpa tanya bagaimana senyumku

Lalu terus kau lacurkan aku
Dihadapanku kau merindu
Kau hanya penjilat
Dengan ludah menyilang

Aku adalah pelajur bagi orang tuaku

Denpasar, 3/4/23

Lampu Kost Kita, Awalnya

Lampu kamar mandi kost
mati sebulan yang lalu
Katamu, akan segera beli baru
Kapan ya kira-kira ia kembali hidup?

Nafasmu sengal terlalu
Bantal tebal kau rebut lembut
Satu tipis, satu tebal dan guling kesukaanmu
Sedang aku bertumpu pada waktu
Kita berdo’a selalu tidak khusyuk

Kau tak suka pakai selimut
Tetap kusiapkan supaya hangat memeluk
Pilihanmu tetap jatuh pada tubuhku

Kau sebut peluk sebagai pulang
Betul, sungguh, betul, sungguh, pulang
Darimana asalku, tak sabaran segera lenggang

Ucapkan sekali lagi janjimu
Bangun esok pagi dan hidup lebih lama
Dengan jumawa pada telingaku,
Teriakkan saja

Mulutmu terkunci
Jalanmu diiringi
Bayangmu tak terlihat lagi
Membayang di mimpi

Lampu kamar kost tetap hidup, tapi redup
Biar yang mati tetap mati
Kau belum
Hanya pulang ke rahim mamak, kan?
Tunggu aku, ya?

Denpasar, 11/9/24

Sertakan Sepotong Amin

Kalau kabul hanya sekeping-keping
Seremah-remah bahkan berserakan
Kupunguti lalu habis kutelan
Membekas pada gingsulmu, sayang

Pantai Lovina jadi tuan rumah
Kakiku hampir terkikis laut
Disambut oleh seteguk hangat
Habis kita tenggak
Di sepanjang Jl. Ahmad Yani

Sertakan nama depanku setidaknya
Pada potongan do’a pendekmu
Yang tak kunjung teraminkan itu
Walau kadang,
Rasanya Tuhan pun paham

Tubuh kita menyatu
Seperti anggrek pada pinggulmu
Nanti kusemogakan dadamu
Untuk Tuhan dan adilnya

Denpasar, 29/11/24

Kepala Perempat Malam

Malam malam kosong tergeletak
Butuh bir di hidung
Tembakau terlanjur tersedak
Buket bunga masih berlindung
Ikut tidur bersama serak

Hadehhh udah masuk bab empat mennn
Inguh tetap jadi alasan
Tapi warisan Ayahku eman
Harusnya kupakai nikah
Bukan liburan

Besok Dayu Tri jemput pagi
Kalau siang takut hujan lagi
Kami akan berkelana ke bukit
Selesaikan kuliah biar bisa cari duit
Katanya

Kami dan perjalanan adalah sahabat
Pagi ke pagi jadi mengasyikkan
Tapi Bali gak aman belakangan
Sana sini berita bunuh-bunuhan
Yaelahhh semua juga pengen mati kali
Tuhan, sebentar yaaa, kami izin sebat

Sampai jumpa besok!

Denpasar, 25/2/25

Ngopag Di Kodya

Sepasang gadis datang mengumpat
Harusnya cerah berpihak
Untuk tugas anjing kuliahnya
Mereka cuma butuh cahaya

Segelas matcha singgah
Hanya untuk ditelanjangi
Dicumbui dengan cantik
Lalu disetor ke dosen pembimbing
“Kurang estetik nih”, geramnya.

Ini kopisop terbersih menurutnya
Tujuh tahun memang sebentar
Dibanding wangi parfumnya
Bisa merasuki hidungku
Sepanjang ricebowl yang kelaparan

Mereka seperti aku 2 atau 3 tahun lalu
Menelan bekal demi dapat nilai B
Setidaknya.

Mereka seperti aku yang asing
Tak kenal perantauannya
Hanya butuh cuddle di jam 4 subuh
Dengan mekdi atau intisari

Eksosekskeleton adikku diganjal korek
Supaya bisa kubaca setelah berak
Buku apa sih ini
Kok senyumku ada terus
Seperti menonton teater sampah
Baru tumbuh di kodya

Denpasar, 3/5/25

*

Penulis: Pramita Shade
Editor: Adnyana Ole


[][] Klik untuk BACA puisi-puisi lain

Puisi-puisi IAO Suwati Sideman | Centum Triginta Unum
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Tentang Harimau Jawa
Puisi-puisi Leya Kuan | Pernah Aku Menjadi Remaja

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak

Next Post

Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

Pramita Shade

Pramita Shade

Pramita Shade (re: sya-dé) adalah seorang mahasiswi gen Z Ilmu Komunikasi Universitas udayana, kelahiran Jakarta, 2002. Berlatar belakang urban dari Sidoarjo ke Denpasar membuatnya menuangkan segala riuh kepala dan hatinya pada puisi, esai, teater dan menonton konser musik sebagai jembatan melegakan yang sukar diutarakan.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

Selendang Putih Bertuliskan Mantra | Cerpen I Wayan Kuntara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co