2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi, Cerminan Jati Diri

Pitrus Puspito by Pitrus Puspito
April 30, 2025
in Esai
Komunikasi, Cerminan Jati Diri

Ilustrasi tatkala.co | Arix | Diolah dari AI dan Canva

DALAM salah satu pengantar buku puisinya, penyair M. Aan Mansyur menulis begini: “Percakapan adalah salah satu perihal paling manusiawi, dan memanusiakan, yang bisa kita lakukan untuk mengalami kehidupan dengan baik. Kita, melalui percakapan, belajar menyatakan pikiran dan saling mendengarkan. Kita mengembangkan empati dan melatih kesetaraan. Kita mengalami kegembiraan karena didengarkan dan dipahami.”

Penyataan di atas tidak hanya merupakan sikap Aan Mansyur tentang pentingnya komunikasi sebagai cerminan dari sisi kemanusiaan seseorang tetapi juga mencerminkan pengalaman Aan dalam mengolah bahasa untuk menciptakan puisi-puisinya. Aan Mansyur merupakan salah satu penyair Indonesia yang karya-karyanya banyak diperbincangkan dalam lima belas tahun terakhir. Keterampilan Aan mengolah bahasa menjadi puisi yang menggugah pembacanya telah mengantarkannya menjadi penyair yang hebat.

Melalui puisi kita semua bisa belajar tentang memilih kata-kata, menyusun kalimat yang tepat, bahkan imaji atau efek bahasa yang memberi kesan bagi lawan bicara. Efek bahasa ini juga berarti memikirkan dampak dari ucapan kita agar tidak menyinggung perasaan pembaca. Dari puisi kita juga belajar kesantunan berbahasa. Prinsip kesantunan berbahasa meliputi dua hal. Pertama menghormati lawan bicara dan yang kedua melatih empati dalam berkomunikasi.

Masalah etika berkomunikasi yang dilakukan oleh oknum pejabat publik menjadi perbincangan hangat di Indonesia akhir-akhir ini. Mulai dari umpatan yang dilontarkan pemuka agama kepada pedagang es hingga respon, staff khusus kepresidenan yang marah-marah kea nak SD, sampai komentar nirempati Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia (KKK RI) tentang teror kepala babi kepada kantor Tempo. Lalu, bagaimana komunikasi semestinya dilakukan? Apa saja indikasi komunikasi yang baik terutama berkaitan dengan khalayak ramai?

Tuturan Mencerminkan Kepribadian

Dalam ilmu linguistik, bahasa mencerminkan pemikiran dan kebribadian penuturnya. Bahasa merupakan ungkapan pikiran sekaligus ungkapan jiwa seseorang (ekspresi). Patut disayangkan jika seorang pejabat publik yang diharapkan menjadi panutan rakyatnya, justru lalai dalam berkomunikasi. Namun di sini kita justru bisa menganalisa apa yang ada di dalam pikiran dan bagaimana kepribadian oknum pejabat publik tersebut. Kepribadian yang tertangkap dari buruknya komunikasi ialah sifat reaktif dan tempramen.

Reaktif merupakan sikap menanggapi masalah secara spontan tanpa memikirkan dan cenderung apatis terhadap masalah tersebut. Sehingga, bukan solusi yang ditawarkan justru “menyerah kepada keadaan”. Sedangkan tempramen dalam arti ini dapat dipahami sebagai gejala reaktif yang ditambah dengan marah. Sehingga selain nada bicara yang kasar, seorang yang reaktif juga cenderung menyalahkan orang lain dan menganggap diri paling benar. Selain itu upaya untuk klarifikasi kesalahan yang sedang tren saat ini, justru hanya memperlihatkan upaya pembenaran diri.

Setiap orang baik masyarakat sipil maupun pejabat semestinya dapat menguasai diri dalam berkomunikasi. Penguasaan diri erat kaitannya dengan refleksi dan olah emosi sebelum bertindak. Refleski perlu dilakukan dalam berkomunikasi untuk mempertimbangkan dengan saksama mengenai siapa diri kita, porsi komunikasi kita, dan dampak ujaran kita. Sedangkan olah emosi lebih mengedepankan aspek berbela rasa dalam berkomunikasi. Dengan kata lain memikirkan perasaan lawan bicara kita.

Selain unsur kelalaian, dalam beberapa kasus buruknya komunikasi juga merupakan kesengajaan. Dalam perkembangan ilmu linguistik pascastruktural, bahasa tidak sekadar memuat makna dan maksud dari penuturnya. Melainkan menyembunyikan ideologi dan praktik kekuasaan. Ideologi dalam arti ini, yaitu mempengaruhi orang memalui bahasa demi kepentingan pribadi. Selain itu dalam kajian linguistik kritis, bahasa juga dapat dijadikan alat untuk mendominasi orang lain dan memanipulasi kebenaran.

Bicara Mencerminkan Kegemaran Membaca

Kualitas sebuah komunikasi juga berhubungan dengan kegemaran membaca. Seseorang yang tuturannya bermutu mencerminkan kualitas buku-buku yang dibacanya. Kegemaran membaca yang terjadi bertahun-tahun ibarat menabung pengetahuan dalam benak. Dalam ilmu bahasa seseorang yang gemar membaca akan memperolah banyak kosa kata dan kosa budaya (pengetahuan/ wawasan). Kedua hal ini merupakan modal yang diperlukan dalam berkomunikasi yang baik. Seseorang yang telah banyak membaca buku-buku berkualitas akan terlihat dari isi tuturannya bermutu dan juga gaya bahasanya luwes.

Gaya bahasa dari bahan bacaan akan sangat berdampak pada gaya bahasa secara lisan. Orang sering menyebut gaya bahasa dalam komunikasi lisan dengan istilah retorika atau seni berbicara. Kalau kita mengingat tokoh-tokoh politik dunia yang memiliki retorika yang hebat, tentu kita akan mudah mengingat nama-nama seperti Cicero, Martin Luther King Jr, Winston Churchill, Ir. Soekarno, Nelson Mandela, Barack Obama dan lain-lain. Mereka semua merupakan orator yang ulung. Mereka tidak hanya memiliki segudang gagasan tetapi juga menguasai seni berkomunkasi yang menarik sekaligus dapat meyakinkan jutaan orang.

Bahasa memang memiliki kuasa sebesar itu. Bahasa mampu meyakinkan orang, menghibur dan menyemangati orang. Namun di lain sisi bahasa juga dapat dimanfaatkan untuk memanipulasi, menciptakan hoaks, memprovokasi, hingga menciptakan konflik. Oleh karena itu penting bagi kita untuk terus belajar berkomunikasi agar tidak menjadi korban dari komunikasi itu sendiri.

Salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi secara mudah dan murah dalam mengaksesnya ialah dengan membaca surat kabar dan karya sastra. Surat kabar cetak merupakan sumber informasi yang terpercaya dan sudah melalui tahap pengecekan fakta oleh para redaktur sehingga dapat dijadikan rujukan dalam memperoleh informasi terkini. Sedangkan karya sastra seperti puisi dan novel, selain menghibur juga menyajikan inspirasi dalam menghadapi konflik dan pergulatan hidup manusia. Karya sastra selalu menawarkan nilai-nilai sebagai bekal kehidupan. Menurut Guru Besar Unpar, Prof. Bambang Sugiharto, karya sastra dapat melatih empati dalam diri manusia.

Terwujudnya komunikasi yang baik di masyarakat akan sangat berdampak positif pada perkembangan peradaban kita. Dengan terwujudnya komunikasi yang baik di masyarakat diharapkan dapat mengurangi konflik yang terjadi akibat miskomunikasi. Selain itu kemampuan berkomunikasi juga dapat menjadi penyeimbang laju informasi yang sangat pesat di era digital. Semoga kita semua tertantang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi kita dalam kehidupan sehari-hari. [T]

Penulis: Pitrus Puspito
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Pemerintahan yang Gagal Berkomunikasi dengan Rakyat
Lebaran : Sebuah Praktik Komunikasi Keluarga
Elphaba-Glinda (Wicked 2024): Cermin Kontras Psikologi Identitas dalam Komunikasi Antarbudaya
Tags: Bahasailmu komunikasikomunikasiPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wartawan Belakang Meja

Next Post

Dewa Soma Wijaya, Penjaga Budaya Lama

Pitrus Puspito

Pitrus Puspito

Guru bahasa Indonesia dan peneliti bidang bahasa dan sastra Indonesia. Ia menempuh pendidikan terakhir di Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2020-2023). Selain menulis puisi dan cerita anak, ia juga menulis esai dan artikel ilmiah. Buku yang telah terbit yakni kumpulan puisi berjudul Yang Hilang (2018) dan Menyayangi Ingatan (2019) yang diterbitkan oleh Bening Pustaka. Instagram: @pitruspiet

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Dewa Soma Wijaya, Penjaga Budaya Lama

Dewa Soma Wijaya, Penjaga Budaya Lama

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co