3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pematung Ketut Muka Pendet Dikukuhkan jadi Profesor: Tekankan Pentingnya Inovasi Kerajinan Batu Padas

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 23, 2025
in Pendidikan
Pematung Ketut Muka Pendet Dikukuhkan jadi Profesor: Tekankan Pentingnya Inovasi Kerajinan Batu Padas

Prof Ketut Muka dan Rektor ISI Denpasar Prof Wayan Adnyana

KETUT Muka Pendet kini menyandang gelar profesor seni kriya setelah dikukuhkan upacara akademik sidang senat terbuka di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu, 20 Februari 2025.

Dalam seidang terbuka itu, Ketut Muka Pendet yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Seni Kriya, juuga dikukuhkan empat profesor lainnya.

Yakni, Prof. Dr. Drs. Wayan Karja, MFA, (guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Seni Murni), Prof. Dr. Anak Agung Bagus Udayana, S.Sn., M.Si. (guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Desain Komunikasi Visual), Prof. Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti, M.Hum.,M.Si. (guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Linguistik Kebudayaan) dan Prof. Dr. Hendra Santosa, SS.Kar., M.Hum.(guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Sejarah Seni Pertunjukan).

Ketut Muka Pendet kini menyandang dertan gelar yang cukup panjang, Prof. Dr. Drs. Ketut Muka Pendet, M.Si.

Bagi Prof. Muka Pendet, gelar profesor ini merupakan capaian jenjang akademik tertinggi yang sungguh berarti bagi pengembangan diri, khususnya di bidang seni, baik dalam penciptaan dan pengkajian.

“Capaian ini sebuah prestasi sekaligus prestise. Namun, ketika menyandang guru besar, tentu saya merasa berat dari sisi tanggung jawab. Setidaknya harus mampu menuangkan kebijakan sebagai dasar pengembangan seni, khususnya kesenian Bali,” kata Ketut Muka.

Ketut Muka Pendet adalah putra seniman Jro Mangku Wayan Pendet asal Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar.

Dengan dikukuhkan Ketut Muka Pendet menjadi guru besar, maka kini ada tiga putra Jro Mangku Wayan Pendet telah bergelar profesor, yakni Prof. Dr. Wayan P Windia, Prof. Dr. dr. Made Jawi dan yang paling anyar adalah Prof. Dr.  Ketut Muka Pendet.

Seni Patung Tidak Pernah Mati

“Seni patung tidak pernah mati,” kata Ketut  Muka Pendet suatu kali sebagaimana pernah ditulis di tatkala.co.

Ketut Muka menunjuk tempat-tempat strategis di Bali, seperti ruang-ruang publik di dalam kota, di persimpangan jalan-jalan desa dan kota, juga pada obyek atau destinasi pariwisata, patung bukan hanya berdiri begitu saja, melainkan juga memberi perwajahan pada sebuah ruang, sebuah tempat, atau sebuah kota.

“Sekarang banyak ikon-ikon patung bermunculan di sejumlah tempat setrategis yang mendukung sebuah destinasi atau perwajahan perkotaan di Bali,” katanya.

Dr. I Ketut Muka Pendet adalah pematung juga seorang akademisi di Kampus ISI Denpasar. Ia lahir di Nyuh Kuning, Ubud, 31 Desember 1961.

Di dunia seni patung, ia adalah panutan bagi pematung-pematung muda.

Ketut Muka memang punya perhatian besar terhadap tumbuhnya pematung-pematung muda. Apalagi, saat-saat ini, seniman yang menggeluti seni rupa khususnya eni patung di Bali makin bergeliat.

“Trend karya seni rupa patung patut diapresiasi karena masih memiliki akar tradisi yang kuat untuk melahirkan sebuah karya seni kebaruan,” kata dia.  

Jika kita bergerak di bidang seni rupa, kata Ketut Muka, memang harus mampu tampil beda, baik dari segi konsep ataupun visual, ide dan gagasan.

”Tetapi, ingat,  tetap berangkat dari tradisi,” ujarnya.

Kalau membaca peminat atau membaca pasar, kata dia, sekarang ini banyak orang yang menyukai dan berminat pada patung dengan gaya yang baru, walau dari segi teknik dan bahan itu sama.

“Contohnya,  perkembangan  patung-patung untuk dekorasi saat ini luar biasa, sangat laris dan diminati, baik secara lokal maupun nasional,” katanya,

Inovasi Kerajinan Batu Padas

Dalam pengukuhan guru besarnya, Prof. Muka Pendet membawakan orasi ilmiah berjudul “Inovasi Kerajinan Batu Padas Masa Kini: Tantangan Kreatif dan Tegangan Pasar”.

Prof. Dr. Drs. Ketut Muka Pendet, M.Si. di sela acara pengukuhan | Foto: Ist

Prof. Muka menyebutkan bahwa kerajinan batu padas Bali merupakan salah satu potensi seni yang berkembang dengan baik sampai sekarang.

“Bahkan belakangan ini menjadi pekerjaan pokok dilakoni anak-anak muda putus sekolah,” katanya Ketut Muka dalam orasinya.

Terjadinya perkembangan bentuk dan proses inovasi, kata Ketut Muka, pada dasarnya dipicu oleh harus globalisasi memberikan peluang bagi masyarakat khususnya perajin muda kreatif untuk berkreativitas.

Dalam konteks ini yang dimaksud masyarakat adalah pemilik modal atau pengusaha, masyarakat perajin dan masyarakat konsumen yang mengkonsumsi kerajinan batu padas, baik dari Bali, maupun dari luar Bali. 

“Berkembangnya inovasi kerajinan batu padas pada intinya mengarah pada pengembangan ide dan gagasan, bentuk, teknik produksi, motif desain, dan fungsi,” ujar Ketut Muka.

Hasil rekayasa ide dan gagasan secara kreatif, kata Ketut Muka, bersumber dari nilai warisan budaya Bali dikembangkan menjadi multifungsi dengan konsep penciptaan menuju kepentingan praktis.

Sebagai penyebab munculnya inovasi adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal menyangkut daya kreativitas dan ekonomi. Faktor eksternal menyangkut perkembangan pariwisata, teknologi, dan pengaruh budaya modern.

Di samping faktor tersebut juga peningkatan permintaan pasar lokal-global (dikonsumsi) peningkatan nilai harga jual (distribusi) dan mudahnya mendapatkan bahan baku (produksi).

Menurut Ketut Muka, perkembangan inovasi juga mempengaruhi perubahan nilai-nilai estetik kerajinan batu padas, yang pada awalnya masih tradisional, komunal, monoton dan penuh fantasi akhirnya berubah ke estetika postmodern.

“Hal tersebut dicirikan dengan lahirnya bentuk- bentuk kerajinan batu padas dengan gaya pastiche (imitasi), kitsch (tempelan), dan parody (lucu),” kata Ketut Muka.

Perubahan gaya estetika tradisional menjadi estetika postmodern tersebut dipengaruhi oleh proses produksi yang dilakukan oleh perajin muda kreatif berpendidikan formal.

“Sistem pendekatan komodifikasi serta mendekonstruksi kembali model kerajinan batu padas tradisional menjadi pola-pola atau model kerajinan batu padas bersifat kekinian dengan karakter postmodern untuk menjawab tantangan pasar global,” kata Ketut Muka.

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada akhir Februari 2025 ini akan menyandang nama ISI Bali.  Bagi ISI Denpasar, kebetulan Perpres perubahan nama menjadi ISI Bali sudah turun dan akan diresmikan tanggal 27 atau 28 Februari 2025,  tentu seluruh guru besar harus berkomitmen menjaga dan berbuat menjadikan kampus  seni ini sebagai laboratorium, bahkan barometer seni Indonesia.

“Harapannya, ISI Bali selalu di depan, yang capaiannya sudah tertancap selama ini,” ujar Ketut Muka. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
I Ketut Muka Pendet: Seni Patung Tidak Pernah Mati
Tags: guru besarguru esar ISI DenpasarISI DenpasarSeni Kriya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran

Next Post

“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

by Dewi Yulianti
July 29, 2026
0
Mengangkat Kearifan Lokal Melalui Drama Tari Berbahasa Inggris ——Dari FGD ISI Bali

DENPASAR | TATKALA.CO -- Tim Penelitian Fundamental menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Formulasi Konsep Drama Tari Berbahasa Inggris Berbasis...

Read moreDetails

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

Read moreDetails

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

by tatkala
June 25, 2026
0
Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

Read moreDetails

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
0
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

Read moreDetails

Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

by tatkala
June 12, 2026
0
Storynomics Tourism Berbasis Kearifan Lokal —Catatan dari PkM Undiksha di Komunitas Wanayana Kayoman dan Sekolah Adat Manik Empul, Desa Pedawa

DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada...

Read moreDetails

OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

by Dede Putra Wiguna
June 12, 2026
0
OSIS dan MPK SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Gelar Bakti Sosial di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali

Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
0
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

Read moreDetails

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

by tatkala
June 8, 2026
0
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

Read moreDetails

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

by tatkala
June 6, 2026
0
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

Read moreDetails

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

by Son Lomri
May 15, 2026
0
‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

Read moreDetails
Next Post
“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co