24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pematung Ketut Muka Pendet Dikukuhkan jadi Profesor: Tekankan Pentingnya Inovasi Kerajinan Batu Padas

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 23, 2025
in Pendidikan
Pematung Ketut Muka Pendet Dikukuhkan jadi Profesor: Tekankan Pentingnya Inovasi Kerajinan Batu Padas

Prof Ketut Muka dan Rektor ISI Denpasar Prof Wayan Adnyana

KETUT Muka Pendet kini menyandang gelar profesor seni kriya setelah dikukuhkan upacara akademik sidang senat terbuka di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Rabu, 20 Februari 2025.

Dalam seidang terbuka itu, Ketut Muka Pendet yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Seni Kriya, juuga dikukuhkan empat profesor lainnya.

Yakni, Prof. Dr. Drs. Wayan Karja, MFA, (guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Seni Murni), Prof. Dr. Anak Agung Bagus Udayana, S.Sn., M.Si. (guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Desain Komunikasi Visual), Prof. Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti, M.Hum.,M.Si. (guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Linguistik Kebudayaan) dan Prof. Dr. Hendra Santosa, SS.Kar., M.Hum.(guru besar dalam ranting ilmu/kepakaran Sejarah Seni Pertunjukan).

Ketut Muka Pendet kini menyandang dertan gelar yang cukup panjang, Prof. Dr. Drs. Ketut Muka Pendet, M.Si.

Bagi Prof. Muka Pendet, gelar profesor ini merupakan capaian jenjang akademik tertinggi yang sungguh berarti bagi pengembangan diri, khususnya di bidang seni, baik dalam penciptaan dan pengkajian.

“Capaian ini sebuah prestasi sekaligus prestise. Namun, ketika menyandang guru besar, tentu saya merasa berat dari sisi tanggung jawab. Setidaknya harus mampu menuangkan kebijakan sebagai dasar pengembangan seni, khususnya kesenian Bali,” kata Ketut Muka.

Ketut Muka Pendet adalah putra seniman Jro Mangku Wayan Pendet asal Nyuh Kuning, Ubud, Gianyar.

Dengan dikukuhkan Ketut Muka Pendet menjadi guru besar, maka kini ada tiga putra Jro Mangku Wayan Pendet telah bergelar profesor, yakni Prof. Dr. Wayan P Windia, Prof. Dr. dr. Made Jawi dan yang paling anyar adalah Prof. Dr.  Ketut Muka Pendet.

Seni Patung Tidak Pernah Mati

“Seni patung tidak pernah mati,” kata Ketut  Muka Pendet suatu kali sebagaimana pernah ditulis di tatkala.co.

Ketut Muka menunjuk tempat-tempat strategis di Bali, seperti ruang-ruang publik di dalam kota, di persimpangan jalan-jalan desa dan kota, juga pada obyek atau destinasi pariwisata, patung bukan hanya berdiri begitu saja, melainkan juga memberi perwajahan pada sebuah ruang, sebuah tempat, atau sebuah kota.

“Sekarang banyak ikon-ikon patung bermunculan di sejumlah tempat setrategis yang mendukung sebuah destinasi atau perwajahan perkotaan di Bali,” katanya.

Dr. I Ketut Muka Pendet adalah pematung juga seorang akademisi di Kampus ISI Denpasar. Ia lahir di Nyuh Kuning, Ubud, 31 Desember 1961.

Di dunia seni patung, ia adalah panutan bagi pematung-pematung muda.

Ketut Muka memang punya perhatian besar terhadap tumbuhnya pematung-pematung muda. Apalagi, saat-saat ini, seniman yang menggeluti seni rupa khususnya eni patung di Bali makin bergeliat.

“Trend karya seni rupa patung patut diapresiasi karena masih memiliki akar tradisi yang kuat untuk melahirkan sebuah karya seni kebaruan,” kata dia.  

Jika kita bergerak di bidang seni rupa, kata Ketut Muka, memang harus mampu tampil beda, baik dari segi konsep ataupun visual, ide dan gagasan.

”Tetapi, ingat,  tetap berangkat dari tradisi,” ujarnya.

Kalau membaca peminat atau membaca pasar, kata dia, sekarang ini banyak orang yang menyukai dan berminat pada patung dengan gaya yang baru, walau dari segi teknik dan bahan itu sama.

“Contohnya,  perkembangan  patung-patung untuk dekorasi saat ini luar biasa, sangat laris dan diminati, baik secara lokal maupun nasional,” katanya,

Inovasi Kerajinan Batu Padas

Dalam pengukuhan guru besarnya, Prof. Muka Pendet membawakan orasi ilmiah berjudul “Inovasi Kerajinan Batu Padas Masa Kini: Tantangan Kreatif dan Tegangan Pasar”.

Prof. Dr. Drs. Ketut Muka Pendet, M.Si. di sela acara pengukuhan | Foto: Ist

Prof. Muka menyebutkan bahwa kerajinan batu padas Bali merupakan salah satu potensi seni yang berkembang dengan baik sampai sekarang.

“Bahkan belakangan ini menjadi pekerjaan pokok dilakoni anak-anak muda putus sekolah,” katanya Ketut Muka dalam orasinya.

Terjadinya perkembangan bentuk dan proses inovasi, kata Ketut Muka, pada dasarnya dipicu oleh harus globalisasi memberikan peluang bagi masyarakat khususnya perajin muda kreatif untuk berkreativitas.

Dalam konteks ini yang dimaksud masyarakat adalah pemilik modal atau pengusaha, masyarakat perajin dan masyarakat konsumen yang mengkonsumsi kerajinan batu padas, baik dari Bali, maupun dari luar Bali. 

“Berkembangnya inovasi kerajinan batu padas pada intinya mengarah pada pengembangan ide dan gagasan, bentuk, teknik produksi, motif desain, dan fungsi,” ujar Ketut Muka.

Hasil rekayasa ide dan gagasan secara kreatif, kata Ketut Muka, bersumber dari nilai warisan budaya Bali dikembangkan menjadi multifungsi dengan konsep penciptaan menuju kepentingan praktis.

Sebagai penyebab munculnya inovasi adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal menyangkut daya kreativitas dan ekonomi. Faktor eksternal menyangkut perkembangan pariwisata, teknologi, dan pengaruh budaya modern.

Di samping faktor tersebut juga peningkatan permintaan pasar lokal-global (dikonsumsi) peningkatan nilai harga jual (distribusi) dan mudahnya mendapatkan bahan baku (produksi).

Menurut Ketut Muka, perkembangan inovasi juga mempengaruhi perubahan nilai-nilai estetik kerajinan batu padas, yang pada awalnya masih tradisional, komunal, monoton dan penuh fantasi akhirnya berubah ke estetika postmodern.

“Hal tersebut dicirikan dengan lahirnya bentuk- bentuk kerajinan batu padas dengan gaya pastiche (imitasi), kitsch (tempelan), dan parody (lucu),” kata Ketut Muka.

Perubahan gaya estetika tradisional menjadi estetika postmodern tersebut dipengaruhi oleh proses produksi yang dilakukan oleh perajin muda kreatif berpendidikan formal.

“Sistem pendekatan komodifikasi serta mendekonstruksi kembali model kerajinan batu padas tradisional menjadi pola-pola atau model kerajinan batu padas bersifat kekinian dengan karakter postmodern untuk menjawab tantangan pasar global,” kata Ketut Muka.

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada akhir Februari 2025 ini akan menyandang nama ISI Bali.  Bagi ISI Denpasar, kebetulan Perpres perubahan nama menjadi ISI Bali sudah turun dan akan diresmikan tanggal 27 atau 28 Februari 2025,  tentu seluruh guru besar harus berkomitmen menjaga dan berbuat menjadikan kampus  seni ini sebagai laboratorium, bahkan barometer seni Indonesia.

“Harapannya, ISI Bali selalu di depan, yang capaiannya sudah tertancap selama ini,” ujar Ketut Muka. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
I Ketut Muka Pendet: Seni Patung Tidak Pernah Mati
Tags: guru besarguru esar ISI DenpasarISI DenpasarSeni Kriya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Landep dan Ketajaman Pikiran

Next Post

“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
0
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

Read moreDetails

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
0
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

Read moreDetails

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

Read moreDetails

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
0
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

Read moreDetails

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

Read moreDetails

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

by tatkala
October 3, 2026
0
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

Read moreDetails

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
0
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

Read moreDetails

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

Read moreDetails

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
0
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

Read moreDetails

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
0
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

Read moreDetails
Next Post
“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co