12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
February 23, 2025
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

SEPANJANG sejarah peradaban manusia, cinta memiliki tempatnya tersendiri seraya terabadikan dalam ragam kisah yang dituturkan dari generasi ke generasi. Hampir di seluruh belahan dunia, memiliki kisahnya masing-masing tentang pertemuan dua anak manusia yang di dalamnya berkelindan dan penuh dialektika akan ketertarikan, keberbagian, dan rasa ingin memiliki satu sama lain, termasuk juga ketika rasa itu bertepuk sebelah tangan!

Cinta memang punya pesonanya tersendiri, dan terbukti dengan mudahnya dijumpai dalam penciptaan karya manusia di mana pun berada. Sebut saja kisah klasik dari negeri anak benua atau India, ada kisah tentang Resi Bhisma dan Dewi Amba, sebagaimana Rama dan Shinta dalam kisah Ramayana.

Maju sedikit ke masa pertengahan, di Eropa dengan penyair kenamaannya William Shakespeare yang meramu kisah Romeo Juliet. Atau, tidak perlu jauh-jauh, kisah dari negeri sendiri, mulai era awal abad dengan kisah kasih tak sampai-nyaSitti Nurbaya atau cerita Rara Mendut.

 Ini baru sebagian saja, dan baru dari  sub karya kesusastraan, belum lagi dalam bentuk puisi atau drama, bahkan dari lirik lagu yang didendangkan, dari lukisan, seni kriya yang tak berbilang jumlahnya. Termasuk, bisa dijumpai dalam karya warisan sejarah dunia dalam bentuk karya arsitektural, yakni Taj Mahal di India.

Belum lagi dalam versi budaya pop kontemporer seperti film dari seluruh wilayah budaya yang ada di dunia. Sebutlah yang kini sedang happening,  seperti film Korea, ada Business Proposal, World of Marriage, Love Scout atau dari negeri sendiri, Gadis Kretek, Ipar adalah Maut, The Most Beautiful in the World. Belum lagi karya dari sineas Hollywood yang juga tidak akan pernah habis untuk dihitung.

Semuanya membincangkan cinta adalah sebuah kata yang bisa dikatakan punya kisahnya tersendiri.  Selalu diasosiasikan sebagai perasaan yang menghadirkan rasa bahagia, sebagaimana kerap juga menjadi alasan seseorang terpuruk, jatuh, dan terluka. Kadang dia hadir sebagai penyemangat jiwa laksana asmaradahana, seperti juga dia membuat kegelisahan dan kesedihan yang membuat rasa merana.  Kesemuanya boleh jadi menjadi bukti, betapa cinta dengan segala artikulasinya, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tarikan nafas dan aliran darah manusia.

 ***

Apa sejatinya cinta itu dalam dan bagi kehidupan manusia? Sejatinya, membincangkan cinta tidaklah melulu tentang pertemuan dua insan yang, sebut saja; sedang “mabuk kepayang”. Narasi cinta yang disebutkan di atas, adalah satu dari ragam tafsir tentang cinta. Iya benar! Cinta itu punya banyak wajahnya, mulai dari yang bersifat spiritual, kemanusiaan, relasi orang tua dengan anak, hingga memuliakan tanah air, bangsa dan negara; semuanya juga sama-sama menggunakan terminologi cinta. Semuanya menggunakan kata cinta, dan menunjukkan betapa cinta adalah sesuatu yang bukan main-main tentunya!

Namun, untuk kali ini, cinta yang akan diangkat adalah lebih dalam konteks relasi dua anak manusia yang memiliki ketertarikan untuk saling dekat dan lekat satu sama lain, seraya menggenapkannya dalam rasa yang menolak untuk berjeda. Nah, uniknya ternyata cinta yang kerap diasosiasikan melulu emosional belaka, justru secara saintifik ada teori yang dapat menjelaskannya, yakni karya Robert Sternberg yang dikenal dengan Triangular theory of love ,  atau juga disebut dengan Segitiga Cinta ( Pastikan untuk tidak terbalik menjadi Cinta Segitiga!)

Menurut Sternberg, cinta adalah gabungan dari kepemilikan hasrat, keintiman dan komitmen. Hasrat adalah adanya rasa ketertarikan secara fisik sekaligus bernilai emosional yang membuat seseorang menginginkan untuk dekat dengan seseorang yang disukainya, untuk kemudian diartikulasikan dalam ekspresi romansa.  Lalu apa yang disebut dengan keintiman, sebagai kehendak seseorang untuk terhubung, menjadi dekat dan melekat satu sama lain sehingga merasa nyaman dalam kebersamaan tersebut. Serta, komitmen yakni kemauan untuk meniadakan kehadiran orang lain selain dirinya dalam satu ikatan yang kokoh dan tak berkesudahan.  

Cinta baru “sempurna” manakala ketiga sisi tersebut menjadi satu kesatuan. Cinta baru “meniscaya” manakala tak bertepuk sebelah tangan alias satu sama lain merasakan hal yang sama. Tanpa ketertarikan fisik, orang akan tergoda untuk melihat yang lain sebagai yang lebih menarik, meskipun fisik memiliki keterbatasan waktu.

Tanpa keintiman, sebuah hubungan akan kehilangan otentisitasnya karena lalai dengan menghadirkan kenyamanan, sebagaimana tanpa komitmen, maka sebuah hubungan pada muaranya menjadi sesuatu yang akan dipertanyakan. Atau dengan kata lain, memadukannya adalah sebuah cara yang logis untuk merawat sebuah hubungan, menjaganya sebagai sebuah keterberian sekaligus apa yang diperjuangkan.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana cinta yang sempurna itu hadir? Sesungguhnya kesempurnaan cinta hanya terjadi ketika kita menjadi pribadi yang “tidak sempurna” sehingga pasangan kitalah yang menyempurnakan kehidupan kita. Menyempurna dengan menerima kedirian kita secara fisikal, dengan senantiasa mengelola komunikasi yang intens, mengedepankan kebersamaan dan menghargai ruang privat masing-masing, seraya merawat kesetiaan sebagai perjalanan menghayati ruang dan waktu yang mengasyikkan. 

Kesadaran akan ketidaksempurnaan tersebut, menjadikan kita tidak terjebak dengan sesuatu yang ragawi sekaligus tidak mengabaikan arti kenyamanan akan ketubuhan itu sendiri. Keniscayaan akan keintiman, menjadikan kita terus belajar untuk mengelola interaksi sebagai pertukaran pesan yang hangat dan mendewasakan, sebagaimana memuliakan komitmen sebagai tujuan sekaligus proses yang layak diperjuangkan dengan penuh sukacita.

Sehingga, tidak ada kata lain bila mendialogkan tentang cinta, maka sejatinya kita sedang belajar meniti rasa, menata jiwa. Meniti rasa, adalah sebuah perjalanan menuju sekaligus dialektika pada setiap episode perjumpaan, yang dimulai dari pertama kali rasa itu hadir, keberanian untuk menyatakan dalam mengartikulasikannnya, gelora bahagia atas penerimaannya, kesediaan untuk menerima perbedaan dan sisi-sisi uniknya.

Menata jiwa, hakikatnya adalah sebuah perayaan kebersyukuran atas apa yang dimiliki, yang boleh jadi rasa itu tidak atau belum dimiliki orang lain, sehingga kemudian mampu mengelola setiap godaan untuk bersetia sejak dalam alam pikir hingga perbuatan.

Cinta akan selalu menemukan jalannya untuk mengabadi dalam rasa dan tindakan nyata. Tidak selalu melulu romansa, karena mungkin akan ada onak duri, riak-riak yang kadang membuat kita terbersit untuk lelah akan rasa itu.

Memperjuangkan cinta adalah memuliakan pasangan dengan sepenuh hormat, menjadikan dirinya sebagai pelabuhan jiwa tempat bersandar, menambatkannya sebagai tempat bersauh untuk selamanya. Selama dia menjadi energi hidup yang menghidupkan, maka itulah cinta yang sesungguhnya, sebagaimana dia membuat kita merasa bahagia, maka disitulah ada cinta. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Cinta Itu Oksimoron, Tapi Musik Duet Menyatukannya: Playlist Valentine Untuk Mereka yang Merayakan

                                                                       

Mendefinisikan Ulang Makna Toleransi Melalui Perspektif Cinta Erich Fromm
Semua Karena Cinta
Tags: cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

Next Post

TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman

TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co