2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko by Wisnu Widjanarko
February 23, 2025
in Esai
Mempertanyakan Cinta : Meniti Rasa, Menata Jiwa

Wisnu Widjanarko

SEPANJANG sejarah peradaban manusia, cinta memiliki tempatnya tersendiri seraya terabadikan dalam ragam kisah yang dituturkan dari generasi ke generasi. Hampir di seluruh belahan dunia, memiliki kisahnya masing-masing tentang pertemuan dua anak manusia yang di dalamnya berkelindan dan penuh dialektika akan ketertarikan, keberbagian, dan rasa ingin memiliki satu sama lain, termasuk juga ketika rasa itu bertepuk sebelah tangan!

Cinta memang punya pesonanya tersendiri, dan terbukti dengan mudahnya dijumpai dalam penciptaan karya manusia di mana pun berada. Sebut saja kisah klasik dari negeri anak benua atau India, ada kisah tentang Resi Bhisma dan Dewi Amba, sebagaimana Rama dan Shinta dalam kisah Ramayana.

Maju sedikit ke masa pertengahan, di Eropa dengan penyair kenamaannya William Shakespeare yang meramu kisah Romeo Juliet. Atau, tidak perlu jauh-jauh, kisah dari negeri sendiri, mulai era awal abad dengan kisah kasih tak sampai-nyaSitti Nurbaya atau cerita Rara Mendut.

 Ini baru sebagian saja, dan baru dari  sub karya kesusastraan, belum lagi dalam bentuk puisi atau drama, bahkan dari lirik lagu yang didendangkan, dari lukisan, seni kriya yang tak berbilang jumlahnya. Termasuk, bisa dijumpai dalam karya warisan sejarah dunia dalam bentuk karya arsitektural, yakni Taj Mahal di India.

Belum lagi dalam versi budaya pop kontemporer seperti film dari seluruh wilayah budaya yang ada di dunia. Sebutlah yang kini sedang happening,  seperti film Korea, ada Business Proposal, World of Marriage, Love Scout atau dari negeri sendiri, Gadis Kretek, Ipar adalah Maut, The Most Beautiful in the World. Belum lagi karya dari sineas Hollywood yang juga tidak akan pernah habis untuk dihitung.

Semuanya membincangkan cinta adalah sebuah kata yang bisa dikatakan punya kisahnya tersendiri.  Selalu diasosiasikan sebagai perasaan yang menghadirkan rasa bahagia, sebagaimana kerap juga menjadi alasan seseorang terpuruk, jatuh, dan terluka. Kadang dia hadir sebagai penyemangat jiwa laksana asmaradahana, seperti juga dia membuat kegelisahan dan kesedihan yang membuat rasa merana.  Kesemuanya boleh jadi menjadi bukti, betapa cinta dengan segala artikulasinya, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tarikan nafas dan aliran darah manusia.

 ***

Apa sejatinya cinta itu dalam dan bagi kehidupan manusia? Sejatinya, membincangkan cinta tidaklah melulu tentang pertemuan dua insan yang, sebut saja; sedang “mabuk kepayang”. Narasi cinta yang disebutkan di atas, adalah satu dari ragam tafsir tentang cinta. Iya benar! Cinta itu punya banyak wajahnya, mulai dari yang bersifat spiritual, kemanusiaan, relasi orang tua dengan anak, hingga memuliakan tanah air, bangsa dan negara; semuanya juga sama-sama menggunakan terminologi cinta. Semuanya menggunakan kata cinta, dan menunjukkan betapa cinta adalah sesuatu yang bukan main-main tentunya!

Namun, untuk kali ini, cinta yang akan diangkat adalah lebih dalam konteks relasi dua anak manusia yang memiliki ketertarikan untuk saling dekat dan lekat satu sama lain, seraya menggenapkannya dalam rasa yang menolak untuk berjeda. Nah, uniknya ternyata cinta yang kerap diasosiasikan melulu emosional belaka, justru secara saintifik ada teori yang dapat menjelaskannya, yakni karya Robert Sternberg yang dikenal dengan Triangular theory of love ,  atau juga disebut dengan Segitiga Cinta ( Pastikan untuk tidak terbalik menjadi Cinta Segitiga!)

Menurut Sternberg, cinta adalah gabungan dari kepemilikan hasrat, keintiman dan komitmen. Hasrat adalah adanya rasa ketertarikan secara fisik sekaligus bernilai emosional yang membuat seseorang menginginkan untuk dekat dengan seseorang yang disukainya, untuk kemudian diartikulasikan dalam ekspresi romansa.  Lalu apa yang disebut dengan keintiman, sebagai kehendak seseorang untuk terhubung, menjadi dekat dan melekat satu sama lain sehingga merasa nyaman dalam kebersamaan tersebut. Serta, komitmen yakni kemauan untuk meniadakan kehadiran orang lain selain dirinya dalam satu ikatan yang kokoh dan tak berkesudahan.  

Cinta baru “sempurna” manakala ketiga sisi tersebut menjadi satu kesatuan. Cinta baru “meniscaya” manakala tak bertepuk sebelah tangan alias satu sama lain merasakan hal yang sama. Tanpa ketertarikan fisik, orang akan tergoda untuk melihat yang lain sebagai yang lebih menarik, meskipun fisik memiliki keterbatasan waktu.

Tanpa keintiman, sebuah hubungan akan kehilangan otentisitasnya karena lalai dengan menghadirkan kenyamanan, sebagaimana tanpa komitmen, maka sebuah hubungan pada muaranya menjadi sesuatu yang akan dipertanyakan. Atau dengan kata lain, memadukannya adalah sebuah cara yang logis untuk merawat sebuah hubungan, menjaganya sebagai sebuah keterberian sekaligus apa yang diperjuangkan.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana cinta yang sempurna itu hadir? Sesungguhnya kesempurnaan cinta hanya terjadi ketika kita menjadi pribadi yang “tidak sempurna” sehingga pasangan kitalah yang menyempurnakan kehidupan kita. Menyempurna dengan menerima kedirian kita secara fisikal, dengan senantiasa mengelola komunikasi yang intens, mengedepankan kebersamaan dan menghargai ruang privat masing-masing, seraya merawat kesetiaan sebagai perjalanan menghayati ruang dan waktu yang mengasyikkan. 

Kesadaran akan ketidaksempurnaan tersebut, menjadikan kita tidak terjebak dengan sesuatu yang ragawi sekaligus tidak mengabaikan arti kenyamanan akan ketubuhan itu sendiri. Keniscayaan akan keintiman, menjadikan kita terus belajar untuk mengelola interaksi sebagai pertukaran pesan yang hangat dan mendewasakan, sebagaimana memuliakan komitmen sebagai tujuan sekaligus proses yang layak diperjuangkan dengan penuh sukacita.

Sehingga, tidak ada kata lain bila mendialogkan tentang cinta, maka sejatinya kita sedang belajar meniti rasa, menata jiwa. Meniti rasa, adalah sebuah perjalanan menuju sekaligus dialektika pada setiap episode perjumpaan, yang dimulai dari pertama kali rasa itu hadir, keberanian untuk menyatakan dalam mengartikulasikannnya, gelora bahagia atas penerimaannya, kesediaan untuk menerima perbedaan dan sisi-sisi uniknya.

Menata jiwa, hakikatnya adalah sebuah perayaan kebersyukuran atas apa yang dimiliki, yang boleh jadi rasa itu tidak atau belum dimiliki orang lain, sehingga kemudian mampu mengelola setiap godaan untuk bersetia sejak dalam alam pikir hingga perbuatan.

Cinta akan selalu menemukan jalannya untuk mengabadi dalam rasa dan tindakan nyata. Tidak selalu melulu romansa, karena mungkin akan ada onak duri, riak-riak yang kadang membuat kita terbersit untuk lelah akan rasa itu.

Memperjuangkan cinta adalah memuliakan pasangan dengan sepenuh hormat, menjadikan dirinya sebagai pelabuhan jiwa tempat bersandar, menambatkannya sebagai tempat bersauh untuk selamanya. Selama dia menjadi energi hidup yang menghidupkan, maka itulah cinta yang sesungguhnya, sebagaimana dia membuat kita merasa bahagia, maka disitulah ada cinta. [T]

Penulis: Wisnu Widjanarko
Editor: Adnyana Ole

Cinta Itu Oksimoron, Tapi Musik Duet Menyatukannya: Playlist Valentine Untuk Mereka yang Merayakan

                                                                       

Mendefinisikan Ulang Makna Toleransi Melalui Perspektif Cinta Erich Fromm
Semua Karena Cinta
Tags: cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Matemuang Samaya” dari Teater Genta Malini SMAN 1 Gianyar: Bicara Cinta, Bicara Tanah

Next Post

TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman

Wisnu Widjanarko

Wisnu Widjanarko

Dosen Psikologi Komunikasi dan Komunikasi Keluarga pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman

TRI KARANA SWARŪPA : Temuan Ida Wayan Oka Granoka untuk Menjawab Tantangan Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co