2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cinta Itu Oksimoron, Tapi Musik Duet Menyatukannya: Playlist Valentine Untuk Mereka yang Merayakan

Pry S. by Pry S.
February 10, 2025
in Esai
Cinta Itu Oksimoron, Tapi Musik Duet Menyatukannya: Playlist Valentine Untuk Mereka yang Merayakan

Ilustrasi tatkala.co | Satya Saputra

ISTILAH cinta sering kali membingungkan. Ia bisa ditulis dengan tanda petik, diawali dengan huruf C kapital, atau bahkan dibubuhi tanda dicoret di atasnya, seolah-olah setiap bentuknya membawa makna berbeda. Sepanjang sejarah, cinta telah didefinisikan dan dikisahkan dari berbagai sudut pandang: ia kerap dipuja setinggi langit, tetapi seringnya juga dicela tanpa ampun. Seakan-akan cintalah yang menguatkan manusia sekaligus melemahkannya. Bagaimana mungkin?

Dari Erich Fromm yang menyebut cinta sebagai seni dalam gagasan filsafat mazhab Frankfurt, hingga cerpenis Maroeli Simbolon yang memaki cinta sebagai “tai kucing” lewat kisah fiksinya, semua menunjukkan cinta sebagai sesuatu yang oksimoron, ia saling bertolak belakang namun tetap hadir bersamaan.

Di usia paruh baya, setelah mengalami berbagai kesuksesan dan kegagalan dalam hubungan, saya curiga jangan-jangan saya hanya menikmati cinta saat harmonis, lalu berubah sinis saat patah hati. Yang jadi pertanyaan, apakah pantas jika saya memuja cinta karena sedang mendapatkan manfaatnya, tapi di lain hari bisa juga berbalik menghujat cinta, hanya karena situasi mana yang lebih menguntungkan saya? Apakah memang cinta boleh se-pragmatis itu, ataukah ia merupakan sesuatu yang lebih besar dari sekadar kefanaan pengalaman duniawi saya yang seringnya receh ini?

Saat mendalami ilmu Agile, saya pernah membaca referensi yang mengatakan bahwa cinta, seperti banyak hal dalam hidup, juga bisa dipandang sebagai proses yang terus berkembang. Dalam konteks ini, Agile tentu bukan lagi sekedar metode teknis yang digunakan para developer dalam pengembangan perangkat lunak, tetapi juga sebuah mindset yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk relasi. Dan di zaman yang serba cepat dan penuh ketidakpastian (VUCA: volatile, uncertain, complex, ambiguous), cinta mungkin tidak cukup hanya mengandalkan perasaan semata, tetapi ia juga membutuhkan pemahaman, adaptasi, dan usaha bersama.

Sebagai seseorang yang menerapkan prinsip Agile bahkan dalam kehidupan sehari-hari, saya percaya bahwa cinta adalah suatu praktik empiris yang harus didahului dengan pengalaman eksistensial, alih-alih janji-janji dan perencanaan di awal. Karenanya, ia tidak cukup hanya dirasakan, tetapi juga perlu diuji, dipahami, dan terus dikembangkan. Sebagaimana kepercayaan dalam suatu sistem hanya dapat dibangun melalui transparansi, refleksi (inspection), dan adaptasi, hemat saya cinta pun demikian. Ia harus dimulai dengan keterbukaan antar pasangan, diperiksa secara berkala untuk memahami dinamika hubungan dan menghindari kesalahan berulang, serta terus berkembang seiring perjalanan waktu.

Dengan keseimbangan ini, cinta dapat menjadi ruang yang saling menguatkan, membebaskan manusia dari ketergantungan yang membelenggu. Dalam rangka inilah empirisme cinta adalah jalan untuk memanusiakan manusia, memerdekakannya dari perbudakan (baca: bucin) dan mewujudkan apa yang dulu pernah digagas Plato pada zaman Yunani Kuno tentang cinta platonis.

Plato sendiri menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang berangkat dari ketertarikan fisik, tetapi seiring waktu berkembang menjadi penghargaan terhadap keindahan intelektual dan spiritual. Dengan memperlakukan cinta sebagai praktik menuju kebaikan yang lebih tinggi, cinta menurut versinya dapat membawa seseorang untuk berkembang secara intelektual dan spiritual: ini adalah bentuk cinta yang mendorong manusia untuk mencapai versi terbaik dari dan bagi dirinya sendiri. Dalam rangka ini, cinta tak hanya mensyaratkan kolaborator (baca: pasangan) yang agile, tapi juga saling kolaboratif.

Jika ini terdengar terlalu muluk-muluk, konsep cinta platonis dan kolaboratif sebenarnya telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari kita, salah satunya lewat musik. Lihatlah bagaimana lagu-lagu duet menyajikan kisah cinta dalam format yang unik. Lagu-lagu tersebut memiliki karakteristik khas: liriknya dilantunkan secara bersahut-sahutan seperti dialog, saling melengkapi, dan menghasilkan estetika yang tak lengkap jika hanya dinyanyikan satu pihak saja.

Karena itulah, dalam rangka merayakan kasih sayang yang jatuh pada hari ini, saya mengumpulkan selusin lebih nomor legendaris dari berbagai era yang menurut saya patut disambangi lagi hari ini.

Sila dengarkan playlist ini, semoga bisa menjadi hiburan baru bagi teman-teman, baik dinikmati sendiri maupun bersama pasangan.

Happy Valentine!

***

Hujan Gerimis – Benyamin S. & Ida Royani

Duet ikonik yang memadukan humor dan romansa khas Betawi. Seperti cinta, kadang manis, kadang bikin manyun.

Usah Kau Lara Sendiri – Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya

Lagu pengingat bahwa cinta sejati hadir dalam suka maupun duka. Kadang yang paling kita butuhkan hanyalah seseorang yang mau mendengar.

Kulakukan Semua Untukmu – Fatur & Nadila

Bukti bahwa cinta adalah kesediaan untuk berkorban, tanpa harus kehilangan diri sendiri. Nada 90-an yang hangat ini membawa nostalgia tersendiri.

Amin Paling Serius – Sal Priadi & Nadin Amizah

Doa yang dinyanyikan dalam nada, harapan yang dibisikkan lewat melodi. Sebuah pengingat bahwa cinta sejati adalah kesediaan untuk tumbuh bersama.

Mungkinkah Terjadi – Trie Utami & Utha Likumahua

Cinta yang diragukan, rindu yang tak terjawab. Ada kisah yang hanya bisa dihidupi dalam angan-angan.

Biar Menjadi Kenangan – Reza Artamevia & Masaki Ueda

Saat cinta tak bisa dipertahankan, kenangan adalah satu-satunya yang tersisa. Lagu ini membuktikan bahwa perpisahan pun bisa terdengar indah.

Jika – Melly Goeslaw & Ari Lasso

Sebuah percakapan tentang keinginan untuk tetap bersama. Lagu ini mengajarkan bahwa cinta butuh keyakinan lebih dari sekadar kata-kata.

My Heart – Acha Septriasa & Irwansyah

Bagi yang tumbuh di era 2000-an, lagu ini adalah definisi cinta remaja. Simpel, polos, tapi melekat di hati.

Cinta Mati – Ahmad Dhani & Agnez Monica

Dramatis, penuh emosi, dan seintens kisah cinta yang berapi-api. Tidak semua cinta sehat, tapi semuanya punya pelajaran.

Berartinya Dirimu – Anang Hermansyah & Krisdayanti

Romansa era 90-an yang sarat akan janji dan pengorbanan. Lagu ini membuktikan bahwa duet yang harmonis tak selalu bertahan selamanya.

Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa

Puitis dan surealis, lagu ini seperti kisah cinta yang melampaui batas duniawi. Beberapa pasangan memang ditakdirkan untuk terbang lebih tinggi.

Terbiasa – Glue & Maria Stereomantic

Lagu underrated yang menggambarkan transisi dari cinta menjadi kebiasaan. Kadang, kita baru sadar berharganya seseorang setelah kehilangan.

Sampai Jadi Debu – Rara Sekar & Ananda Badudu

Cinta yang sederhana, tapi penuh janji kekekalan. Lagu ini seperti selimut hangat di tengah malam yang dingin.

Penulis: Pry S.
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari Valentinelagulagu cintapenyanyi duet
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

Next Post

Cuaca Ekstrem, Warung di Pantai Panimbangan Buka-Tutup: Takut Badai, Tapi Ingat Cicilan

Pry S.

Pry S.

Mantan jurnalis, aktif menulis esai dan resensi musik di Jakartabeat, Pop Hari Ini dan Serunai. Menggeluti dunia programming dan Agile Framework. Kini tinggal dan bekerja di Denpasar.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Cuaca Ekstrem, Warung di Pantai Panimbangan Buka-Tutup: Takut Badai, Tapi Ingat Cicilan

Cuaca Ekstrem, Warung di Pantai Panimbangan Buka-Tutup: Takut Badai, Tapi Ingat Cicilan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co