12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cinta Itu Oksimoron, Tapi Musik Duet Menyatukannya: Playlist Valentine Untuk Mereka yang Merayakan

Pry S. by Pry S.
February 10, 2025
in Esai
Cinta Itu Oksimoron, Tapi Musik Duet Menyatukannya: Playlist Valentine Untuk Mereka yang Merayakan

Ilustrasi tatkala.co | Satya Saputra

ISTILAH cinta sering kali membingungkan. Ia bisa ditulis dengan tanda petik, diawali dengan huruf C kapital, atau bahkan dibubuhi tanda dicoret di atasnya, seolah-olah setiap bentuknya membawa makna berbeda. Sepanjang sejarah, cinta telah didefinisikan dan dikisahkan dari berbagai sudut pandang: ia kerap dipuja setinggi langit, tetapi seringnya juga dicela tanpa ampun. Seakan-akan cintalah yang menguatkan manusia sekaligus melemahkannya. Bagaimana mungkin?

Dari Erich Fromm yang menyebut cinta sebagai seni dalam gagasan filsafat mazhab Frankfurt, hingga cerpenis Maroeli Simbolon yang memaki cinta sebagai “tai kucing” lewat kisah fiksinya, semua menunjukkan cinta sebagai sesuatu yang oksimoron, ia saling bertolak belakang namun tetap hadir bersamaan.

Di usia paruh baya, setelah mengalami berbagai kesuksesan dan kegagalan dalam hubungan, saya curiga jangan-jangan saya hanya menikmati cinta saat harmonis, lalu berubah sinis saat patah hati. Yang jadi pertanyaan, apakah pantas jika saya memuja cinta karena sedang mendapatkan manfaatnya, tapi di lain hari bisa juga berbalik menghujat cinta, hanya karena situasi mana yang lebih menguntungkan saya? Apakah memang cinta boleh se-pragmatis itu, ataukah ia merupakan sesuatu yang lebih besar dari sekadar kefanaan pengalaman duniawi saya yang seringnya receh ini?

Saat mendalami ilmu Agile, saya pernah membaca referensi yang mengatakan bahwa cinta, seperti banyak hal dalam hidup, juga bisa dipandang sebagai proses yang terus berkembang. Dalam konteks ini, Agile tentu bukan lagi sekedar metode teknis yang digunakan para developer dalam pengembangan perangkat lunak, tetapi juga sebuah mindset yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk relasi. Dan di zaman yang serba cepat dan penuh ketidakpastian (VUCA: volatile, uncertain, complex, ambiguous), cinta mungkin tidak cukup hanya mengandalkan perasaan semata, tetapi ia juga membutuhkan pemahaman, adaptasi, dan usaha bersama.

Sebagai seseorang yang menerapkan prinsip Agile bahkan dalam kehidupan sehari-hari, saya percaya bahwa cinta adalah suatu praktik empiris yang harus didahului dengan pengalaman eksistensial, alih-alih janji-janji dan perencanaan di awal. Karenanya, ia tidak cukup hanya dirasakan, tetapi juga perlu diuji, dipahami, dan terus dikembangkan. Sebagaimana kepercayaan dalam suatu sistem hanya dapat dibangun melalui transparansi, refleksi (inspection), dan adaptasi, hemat saya cinta pun demikian. Ia harus dimulai dengan keterbukaan antar pasangan, diperiksa secara berkala untuk memahami dinamika hubungan dan menghindari kesalahan berulang, serta terus berkembang seiring perjalanan waktu.

Dengan keseimbangan ini, cinta dapat menjadi ruang yang saling menguatkan, membebaskan manusia dari ketergantungan yang membelenggu. Dalam rangka inilah empirisme cinta adalah jalan untuk memanusiakan manusia, memerdekakannya dari perbudakan (baca: bucin) dan mewujudkan apa yang dulu pernah digagas Plato pada zaman Yunani Kuno tentang cinta platonis.

Plato sendiri menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang berangkat dari ketertarikan fisik, tetapi seiring waktu berkembang menjadi penghargaan terhadap keindahan intelektual dan spiritual. Dengan memperlakukan cinta sebagai praktik menuju kebaikan yang lebih tinggi, cinta menurut versinya dapat membawa seseorang untuk berkembang secara intelektual dan spiritual: ini adalah bentuk cinta yang mendorong manusia untuk mencapai versi terbaik dari dan bagi dirinya sendiri. Dalam rangka ini, cinta tak hanya mensyaratkan kolaborator (baca: pasangan) yang agile, tapi juga saling kolaboratif.

Jika ini terdengar terlalu muluk-muluk, konsep cinta platonis dan kolaboratif sebenarnya telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari kita, salah satunya lewat musik. Lihatlah bagaimana lagu-lagu duet menyajikan kisah cinta dalam format yang unik. Lagu-lagu tersebut memiliki karakteristik khas: liriknya dilantunkan secara bersahut-sahutan seperti dialog, saling melengkapi, dan menghasilkan estetika yang tak lengkap jika hanya dinyanyikan satu pihak saja.

Karena itulah, dalam rangka merayakan kasih sayang yang jatuh pada hari ini, saya mengumpulkan selusin lebih nomor legendaris dari berbagai era yang menurut saya patut disambangi lagi hari ini.

Sila dengarkan playlist ini, semoga bisa menjadi hiburan baru bagi teman-teman, baik dinikmati sendiri maupun bersama pasangan.

Happy Valentine!

***

Hujan Gerimis – Benyamin S. & Ida Royani

Duet ikonik yang memadukan humor dan romansa khas Betawi. Seperti cinta, kadang manis, kadang bikin manyun.

Usah Kau Lara Sendiri – Katon Bagaskara & Ruth Sahanaya

Lagu pengingat bahwa cinta sejati hadir dalam suka maupun duka. Kadang yang paling kita butuhkan hanyalah seseorang yang mau mendengar.

Kulakukan Semua Untukmu – Fatur & Nadila

Bukti bahwa cinta adalah kesediaan untuk berkorban, tanpa harus kehilangan diri sendiri. Nada 90-an yang hangat ini membawa nostalgia tersendiri.

Amin Paling Serius – Sal Priadi & Nadin Amizah

Doa yang dinyanyikan dalam nada, harapan yang dibisikkan lewat melodi. Sebuah pengingat bahwa cinta sejati adalah kesediaan untuk tumbuh bersama.

Mungkinkah Terjadi – Trie Utami & Utha Likumahua

Cinta yang diragukan, rindu yang tak terjawab. Ada kisah yang hanya bisa dihidupi dalam angan-angan.

Biar Menjadi Kenangan – Reza Artamevia & Masaki Ueda

Saat cinta tak bisa dipertahankan, kenangan adalah satu-satunya yang tersisa. Lagu ini membuktikan bahwa perpisahan pun bisa terdengar indah.

Jika – Melly Goeslaw & Ari Lasso

Sebuah percakapan tentang keinginan untuk tetap bersama. Lagu ini mengajarkan bahwa cinta butuh keyakinan lebih dari sekadar kata-kata.

My Heart – Acha Septriasa & Irwansyah

Bagi yang tumbuh di era 2000-an, lagu ini adalah definisi cinta remaja. Simpel, polos, tapi melekat di hati.

Cinta Mati – Ahmad Dhani & Agnez Monica

Dramatis, penuh emosi, dan seintens kisah cinta yang berapi-api. Tidak semua cinta sehat, tapi semuanya punya pelajaran.

Berartinya Dirimu – Anang Hermansyah & Krisdayanti

Romansa era 90-an yang sarat akan janji dan pengorbanan. Lagu ini membuktikan bahwa duet yang harmonis tak selalu bertahan selamanya.

Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa

Puitis dan surealis, lagu ini seperti kisah cinta yang melampaui batas duniawi. Beberapa pasangan memang ditakdirkan untuk terbang lebih tinggi.

Terbiasa – Glue & Maria Stereomantic

Lagu underrated yang menggambarkan transisi dari cinta menjadi kebiasaan. Kadang, kita baru sadar berharganya seseorang setelah kehilangan.

Sampai Jadi Debu – Rara Sekar & Ananda Badudu

Cinta yang sederhana, tapi penuh janji kekekalan. Lagu ini seperti selimut hangat di tengah malam yang dingin.

Penulis: Pry S.
Editor: Adnyana Ole

Tags: Hari Valentinelagulagu cintapenyanyi duet
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

Next Post

Cuaca Ekstrem, Warung di Pantai Panimbangan Buka-Tutup: Takut Badai, Tapi Ingat Cicilan

Pry S.

Pry S.

Mantan jurnalis, aktif menulis esai dan resensi musik di Jakartabeat, Pop Hari Ini dan Serunai. Menggeluti dunia programming dan Agile Framework. Kini tinggal dan bekerja di Denpasar.

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Cuaca Ekstrem, Warung di Pantai Panimbangan Buka-Tutup: Takut Badai, Tapi Ingat Cicilan

Cuaca Ekstrem, Warung di Pantai Panimbangan Buka-Tutup: Takut Badai, Tapi Ingat Cicilan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co