6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tirtayatra Sambil “Melali”: Perjalanan ke Pura Tap Sai Karangasem

Winar Ramelan by Winar Ramelan
February 15, 2025
in Tualang
Tirtayatra Sambil “Melali”: Perjalanan ke Pura Tap Sai Karangasem

Melukat di Pura Tap Sai

“Melali sambil tirtayatra!”.  Ini seperti peribahasa: sekali mendayung dua pulau terlampaui.

Dan perjalanan “sekali mendayung untuk melampaui dua tiga pulau” ini sudah seperti tradisi di keluarga besar kami, setiap awal tahun, sebelum kami menjalani hari-hari berikutnya yang penuh dinamika.

Harapannya, dalam satu tahun ke depan, kami selalu sehat, panjang umur, bahagia dan tak kekurangan apapun agar bisa bersama-sama, kembali jalan-jalan sambil tirtayatra ke pura yang berbeda-beda.

Seperti di  awal tahun 2025 ini, keluarga besar kami, dari yang paling kecil  yaitu cucu cicit, sampai yang paling dewasa yaitu kakek-nenek, bersama-sama melakukan perjalanan ke Pura Pajinengan Tap Sai.

Tujuannya, pada yang kecil kita mengenalkan kerukunan untuk saling asah-asuh dan kebiasaan ke Pura untuk mebhakti. Pada yang dewasa,  untuk mengeratkan dan mengekalkan kekerabatan. Karena, menurut saya, “Keluarga adalah garda terdepan untuk tercapainya kerukunan seluruh umat manusia.”

Di sini bukan kami sok religius hingga menempuh perjalanan spiritual dan mengunjungi Pura-Pura yang jauh. Tetapi mengunjungi sebuah Pura, sembahyang, menghaturkan banten bahkan melukat sebagai sarana bhakti kami pada Hyang Widhi.

Selain itu, juga untuk mencari kegembiraan dan kedamaian hati karena kami pergi dan jalan-jalan ke tempat yang baik. Juga untuk tahu dan mengenal Pura-Pura tua dan bersejarah yang ada di jagat Bali ini.

Seperti awal tahun ini. Kami mengunjungi dan sembahyang di pura kahyangan jagat yang ada di Dusun Purugai, Kecamatan Rendang Karangasem. Yaitu Pura Pejinengan Tap Sai atau lebih dikenal dengan Pura Tap Sai.

Perjalanan ke Pura dengan melewati hutan hijau | Foto: Winar

Untuk menuju ke sana memang memerlukan perjuangan, karena berada di lereng Gunung Agung dan di tengah hutan belantara dengan medan yang menanjak serta sempit.

Karena awal tahun adalah musim penghujan dan tahun ini hujannya cukup deras yang menjadikan jalannya rusak akibat banjir, perjalanan kami sedikit tersendat karena harus pelan dan berhati-hati agar selamat sampai tujuan.

Tetapi kecemasan kami sirna setelah mendekati lokasi. Karena sepanjang jalan terlihat kebun warga dengan aneka tanaman buah yang segar, yang tentu saja menjadi pemandangan langka buat kami yang dari Denpasar, lalu memasuki wilayah yang diapit oleh hutan pinus yang hijau dan sunyi.

Ketika berada di perjalanan, kami kira hanya ada rombongan kami yang akan tangkil, karena sepanjang perjalanan tak bertemu dengan kendaraan lain yang membawa pemedek. Ternyata perkiraan kami salah. Di parkiran sudah penuh kendaraan, pemedek juga ramai. Artinya, meski pura ini letaknya di lereng gunung dan di tengah hutan belantara, umat tetap antusias untuk mengunjunginya dan sembahyang di sana.

Berpose dulu di areal Pura | Foto: Winar

“Wooow!” Itulah kesan pertama saat melihat ke sekeliling, pemandangan yang hijau dan indah, pada tebing tebingnya tumbuh pohon-pohon yang menjulang. Pura ini seperti dipagari bukit hijau nan menawan. Kebetulan saat itu langit cerah di tengah hari, namun hawa tetap terasa sejuk dan segar.

Dengan prasarana berupa pejati, sodan, canang sari, bungkak nyuh gading, kwangen, bunga, dupa, kami pun melangkah dengan pasti dan tiba di pelinggih Ratu Penyarikan. Dengan menghaturkan pejati untuk matur piuning atau mohon ijin agar yang kami jalani aman dan lancar.

Usai sembahyang di Ratu Penyarikan selanjutnya naik beberapa tangga  menuju ke pelinggih Ratu Mekele Lingsir, yang berupa Batu Alam yang besar, sebagai pengayengan Bhatara Dalem Ped  di Nusa Penida.

Usai dari Ratu Mekele Lingsir, kami kembali naik menuju beji untuk melukat dengan  membawa sarana berupa bungkak nyuh gading dan menghaturkan pejati. Di beji ini terlebih dahulu dilukat dengan tirta bang yaitu salah satu tirta yang ada di Pura Tap Sai.

Melukat | Foto: Winar

Di Pura ada tiga tirta yaitu tirta selem, tirta bang juga tirta putih. Usai melukat tirta bang, selanjutnya melukat dengan bungkak nyuh gading yang sudah diisi bunga dan disucikan pemangku Pura.

Usai melukat, jika mau berganti pakaian yang basah di sana juga disediakan tempat di sekitar area pura, tinggal turun beberapa puluh langkah, ketemu tempat ganti dan pakaian yang basah bisa dititipkan di sana.

Namun jika merasa nyaman_nyaman dengan baju basah, tinggal melanjutkan persembahyangan dengan naik di atas beji. Di sini disediakan bale sebagai tempat sembahyang.

Di sini terdapat patung naga juga ada air terjun alami yang sangat eksotis dengan kolam-kolam buatan yang indah. Tak terkecuali juga bale banten.

Di areal Pura | Foto: Winar

Dengan asap dupa yang tak henti membumbung yang lesap di antara pepohonan dan batu-batu hitam, gemericik air terjun dan suara genta pemangku, sungguh terasa hening, sakral dan magis. (Matur suksma Hyang Widhi, engkau hadirkan keindahan semesta ini)

Usai sembahyang di sini, kita tinggal belok kanan lalu menuruni tangga yang berkelok, turun ke madya mandala. Di madya mandala ada pelinggih Ganesha atau Ida Bhatara Sang Hyang Ganapati, selaku perwujudan Ida Bhatara Rambut Sedana yang memberikan perlindungan dan pemusnah segala rintangan bagi umat manusia. Serta terdapat pohon tua yang disakralkan.

Usai sembahyang dari madya mandala kembali menaiki tangga yang lumayan tinggi dan curam untuk menuju ke utama mandala. Di sini ada banyak pelinggih  juga tempat tiga Dewi berstana yang disebut juga Tri Upasedana. Yaitu Dewi Laksmi, Dewi Sri juga Dewi Saraswati. Serta pelinggih Lingga Yoni.

Berfoto bersama keluarga besar | Foto: Winar

Disini pula selain menghaturkan pejati dan sembahyang, kita bisa mengucapkan permohonan dengan membakar 11 dupa yang diikat dengan benang Tridatu dan melakukan sungkem di pelinggih Lingga Yoni. Jadi sebelum berangkat bisa buat list permohonan, atau polos-polos saja.

Benang tridatu bisa minta di lokasi jika tak membawa dari rumah dengan berdana punia seiklasnya.

Selanjutnya kita turun menuju pelinggih Ratu Niang Bungkut, dan ini menjadi pelinggih terakhir di Pura Tap Sai.

Selanjutnya acara suka-suka, langsung pulang atau buka lungsuran bersama sama dengan gembira.

Jika pulang, kita akan menyusuri jalan yang sama seperti waktu berangkat  yaitu hutan pinus yang lebat dan hijau dengan rumput gajah yang lumayan subur lalu ketemu perkebunan warga, entah kebun alpukat, jeruk, durian. Mata kami benar-benar dimanjakan.

Yang pasti perjalanan ke Pura Tap Sai ini sangat menyenangkan dan ingin mengulang kembali. Karena dapat mebhakti, melukat sekaligus melali atau berwisata dengan kelurga besar.

Dengan melakukan perjalanan seperti ini kita dapat me-refresh kembali badan juga pikiran, sebelum akhirnya sibuk dengan rutinitas harian.

Dan “dunia terasa lebih indah, ketika kita merayakan bersama sama segala hal yang kita sukai bersama”, salah satunya melali sambil tirtayatra atau tirtayatra sambil melali, ini. [T]

Penulis: Winar Ramelan
Editor: Adnyana Ole

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  
Yan Nano, Mencari Tuhan dengan Bersepeda
Menuju Puncak Lempuyang, Sehat Rohani-Jasmani, Mencari Anak Tangga Terakhir
Air, Tirtha (Patirtan), Toya (Patoyan), & Beji dalam Tradisi Jawa Kuna
Tags: hinduPura Tap Saitirtayatra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada Lontar “Tamba” Hingga “Panulak Leak” — Konservasi Lontar di Kedisan dan Suter Kintamani

Next Post

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]

Winar Ramelan

Winar Ramelan

Lahir di Malang 05 Juni, kini tinggal di Denpasar. Menulis kumpulan puisi tunggal dengan judul Narasi Sepasang Kaos Kaki. Puisinya dimuat di berbagai media lokal dan nasional

Related Posts

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails

Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

by Chusmeru
February 1, 2026
0
Benteng Van der Wijck, Gombong: Jejak Silam Kolonial Belanda

GOMBONG merupakan satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kecamatan ini memiliki lokasi yang strategis, karena dilewati oleh...

Read moreDetails

Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 27, 2026
0
Kilas Balik Sejarah Kelam di Kamp Konsentrasi Auschwitz

KATOWICE, kota tempat saya menjalankan exchange di Polandia, menawarkan kesibukan layaknya kota modern pada umumnya. Namun, hanya satu jam dari...

Read moreDetails

Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

by Nadia Pranasiwi Justie Dewantari
January 22, 2026
0
Lebih dari Sekadar ‘Exchange’: Pengalaman Berharga di Polandia

Dzień dobry! Nama saya Nadia Pranasiwi Justie Dewantari, mahasiswi kedokteran Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Pada bulan Agustus 2025, saya mengikuti...

Read moreDetails

Jejak Sunyi di Negeri Sakura

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
January 8, 2026
0
Jejak Sunyi di Negeri Sakura

JEPANG kerap dijuluki sebagai negeri Sakura yang disinari matahari terang, sebuah citra yang terpatri kuat melalui benderanya: lingkaran merah di...

Read moreDetails

Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

by Doni Sugiarto Wijaya
January 6, 2026
0
Mengamati Wolfdog di Alpha Wolf Lodge Nuanu

DI kabupaten Tabanan, tepatnya tak jauh dari lokasi Pantai Nyanyi, Desa  Beraban, ada tempat wisata bernama Nuanu. Nuanu dikenal sebagai...

Read moreDetails

Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

by Nyoman Nadiana
December 30, 2025
0
Mengagumi Branding Negeri Perak, Ipoh, Malaysia

PERJALANAN di penghujung tahun 2025 kemarin, saya menaruh Ipoh di Negeri Perak Malaysia sebagai destinasi setelah Singapura. Mengambil jalur darat...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Ilusi Komunikasi dalam Perspektif “Helical Model” [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co