24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Musik Klasik dan Sastra Semakin Mesra di Kompetisi Piano Nusantara Plus

Emi Suy by Emi Suy
September 3, 2024
in Esai
Musik Klasik dan Sastra Semakin Mesra di Kompetisi Piano Nusantara Plus

Ratnaganadi Paramita (soprano, kiri) dan Angelica Liviana (pianis, memegang karangan bunga)

SEMESTA puitik dan musik klasik sedang mesra akhir pekan yang menyongsong tibanya bulan September kemarin. Dimulai dengan lembaga pendidikan musik Piano & Co. yang didirikan oleh pianis Angelica Liviana merayakan ulang tahunnya ke-5. Untuk itu mereka telah mengundang komponis dan pianis Ananda Sukarlan yang menjadi composer in residence selama bulan Agustus, dan hasilnya dipagelarkan di sebuah konser Gedung Yamaha Musik, Jalan Gatot Subroto, Sabtu, 31 Agustus 2024, lalu.

Para siswa, guru, bahkan Ananda Sukarlan sendiri ikut tampil di konser yang dipenuhi penonton dalam dua sesi sejak siang hari. Bukan hanya musik instrumental, tapi juga tembang puitik Ananda Sukarlan berdasarkan puisi Kurnia Effendi dan Galuh Ayara diperdanakan oleh soprano Ratnaganadi Paramita.  Penampilan Ratnaganadi yang diiringi pianis Angelica Liviana di mana mereka tampil memukau itu sudah diunggah di YouTube.  Lengkapnya dapat dibaca di: https://seni.co.id/berita/bersama-ananda-sukarlan-piano-co-menorehkan-sejarah-musik-di-ulangtahunnya-ke-5/

Malam setelah konser tersebut Ananda Sukarlan langsung berangkat dengan kereta cepat Whoosh ke Bandung. Apa pasalnya?

Setelah sukses diselenggarakan di Bogor 25 Agustus lalu, babak penyisihan Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) dilanjutkan di Bandung.

Sebanyak 58 pianis dan vokalis muda mengikuti kompetisi musik klasik yang sedang hangat dibicarakan ini sedang berlangsung di berbagai kota sampai babak finalnya tanggal 8 Desember 2024 nanti di Jakarta. Di Bandung, KPN+ diadakan di auditorium IFI (Institut Francais d’Indonesie).

Di Bandung, Ananda Sukarlan, pendiri KPN+ dan ketua juri di semua kota, didampingi Yohanes Siem, pendiri Asosiasi Guru Piano Bandung (AGPB). Keduanya tampak akrab selama kompetisi, karena ternyata keduanya adalah lulusan konservatorium musik di Belanda. Yohanes Siem adalah lulusan Prins Claus Conservatorium di Kota Groningen dengan dosen utama Paul Komen, sedangkan Ananda Sukarlan lulusan Koninklijk Conservatorium di Den Haag di bawah dosen utama pianis Naum Grubert.

Juara 1

“Kompetisi Piano Nusantara Plus 2024 Kota Bandung, membuat saya terkagum, banyak bakat-bakat muda yang potensinya di luar bayangan saya, memainkan karya-karya Kak Ananda Sukarlan yang kompleks, dibawakan dengan balance & harmony yang indah didengar. Semoga dengan adanya kompetisi seperti ini bisa memacu peserta untuk mau  berlatih karya-karya terkini, terutama karya komposisi anak bangsa. Semangat terus untuk Kompetisi Piano Nusantara Plus berikutnya. Terus berkarya dan asah terus  bakat-bakat musisi muda,” ujar Yuliana Supriadi, penyelenggara dan penanggungjawab KPN+ Region Bandung.

Walaupun diadakan di Bandung, peserta berdatangan dari seluruh penjuru Jawa Barat. Bahkan, pianis pemenang kategori menengah, Hawden, datang dari Tasikmalaya, tiga jam naik mobil ke Bandung. Sedangkan kategori paling tinggi yaitu Lanjutan dimenangkan oleh Reynard Jeremy Chandra dari Bandung.

Di kategori Tembang Puitik, Juara 1 dimenangkan Hanna Anindya yang menyanyikan tembang puitik “Rindu” dari puisi Emi Suy. Berikut videonya saat tampil:

Rindu (musik Ananda Sukarlan dari puisi Emi Suy)

Rindu (musik Ananda Sukarlan dari puisi Emi Suy)

Berikut puisi yang berjudul Rindu memenangkan kompetisi juara 1 dan 2.

RINDU

Bu, di sini
di tanah ini
kerinduan menjelma jarum-jarum hujan
menjahit luka—duka di kepala
yang kerap terbentur tembok kota

Bu, di sini di permenungan ini
aku mencari sebuah jalan
jauh di kedalaman dan pedalaman
paling pelosok
digenangi sunyi yang penuh
hati yang utuh

2023

Juara ke-2 diraih Melana Daniela Nguru yang juga menyanyikan “Rindu” dari puisi Emi Suy, sedangkan Juara ke-3 diraih oleh Yudith Octorina yang menyanyikan “September Tuarang” dari puisi Rissa Churria.

Saya tidak menyangka bahwa juara 1 dan juara 2 pemenangnya menyanyikan tembang putik yang sama, yaitu puisi saya yang berjudul “Rindu”. Apresiasi sangat mendalam, tentu saya merasa bangga dan bahagia ketika puisi digubah menjadi  partitur musik klasik dan dinyanyikan oleh soprano menjadi sebuah kombinasi penyatuan dari dua unsur teks puisi dan musik.

Juara 2

Sunyi puisi yang diperam menghasilkan partitur-partitur dalam satu karya musik klasik menjadi saling mengisi. Puisi yang berasal dari bunyi ke bunyi—dari sunyi yang candu—sunyi paling merdu terbuat dari kepala berisik dan menghasilkan bunyi-bunyi yang berbeda interpretasi yang menyentuh perasaan-perasaan—berloncatan berlarian di antara tuts-tuts piano klasik yang berdenting.

Bahwasanya ketika orang suka puisi atau tidak, terlepas tahu maknanya atau tidak—tapi ketika itu dinyanyikan atau dilagukan menjadi sebuah nyanyian dan diiringi musik klasik piano semua pasti menikmati dengan khidmat. Dalam ruang hening terbentuk sebuah ruang di dalam ruang.

Musik adalah bahasa universal, maka semua orang tahu atau tidak tahu itu puisi—tahu atau tidak tahu itu musik klasik—tapi pasti turut menikmatinya. Inti sarinya meresap dalam jiwa. Jadi, menurut, saya ketika sebuah puisi dijadikan sebagai sumber inspirasi atau ide penciptaan menjadi sebuah karya baru, yaitu musik klasik dalam hal ini, itu membentuk suatu ruangan atau sebuah lorong panjang yang menghubungkan antara penikmat musik yang mendengarkan musiknya dan teksnya.

Juga keindahan musik itu sendiri terjadi sebuah komunikasi yang mungkin di bawah alam kesadarannya karena dengan begitu puisi dapat dinikmati dalam bentuk baru dan terjadinya sebuah ikatan antara teks dengan musik.

Ratnaganadi Paramita (soprano, kiri) dan Angelica Liviana (pianis, memegang karangan bunga)

Jadi, saya sangat bersyukur ketika puisi saya menjadi pemenang juara 1 dan juara 2 berarti bukan sesuatu yang tidak mungkin bahwa “teks” itu atau puisi “Rindu” itu mempunyai kekuatan, jadi pilihan, daripada penyanyinya atau supranonya. Boleh jadi puisi itu bertuah, ungkapan canda dari seorang teman.

Mengutip pernyataan Pak Widi Suharto bahwa puisi kemudian menjadi lirik sebuah lagu, selain lebih diterima sebagai karya yang baik, penikmatnya menjadi lebih luas mulai dari akar rumput, pemerhati, pecinta sastra, apresiator sampai para seniman lintas bidang dan genre.

Dengan demikian puisi semakin naik kelas. Semakin dinikmati pada segmen lebih luas.

KPN+ akan berlanjut akhir pekan depan di Medan. Minggu, 8 September KPN+ akan berlangsung di Avia Music Center. Setelah pengumuman pemenang pukul 16.00 WIB, Ananda Sukarlan akan memberikan talkshow yang juga terbuka untuk umum pada pukul 17.00—18.00 WIB di tempat yang sama. Di sini, Ananda Sukarlan akan didampingi juri Dr. Christine Utomo, yang meraih gelar Doktor di USC Thornton School of Music dengan dosen utama pianis Norman Krieger, dan kini adalah Associate Professor of Piano Performance at College of Chinese & Asean Arts di Chengdu, China.

Hari berikutnya, Ananda Sukarlan melanjutkan jadwalnya yang sibuk dengan terbang langsung ke Helsinki, di mana ia akan konser di gedung bersejarah Ritarihuone (The House of Nobility) tanggal 11 September dan dilanjutkan dengan periode mengajar sebagai dosen tamu di Sibelius Academy of Music, Helsinki, selama seminggu ke depannya.

Di Helsinki ia akan memperdanakan karyanya untuk merayakan 70 tahun hubungan diplomasi Finlandia dan Indonesia, yaitu “Findolandesia” untuk biola dan piano. Karya tersebut sudah ditampilkan di Jakarta Juni 2024 lalu dengan pemain biola muda Aurell Marcella, lulusan Australian Institute of Music. Di Helsinki Ananda akan memainkannya dengan Alisa Khodos, dan juga dengan pemain cello asal Colombia, Daniel Sebastian Castrillon Arcila. [T]

BACA artikel lain dari penulis EMI SUY

Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Puisi-puisi Emi Suy | Kepada Capres
Berdialog dengan Pemikiran Riri Satria Tentang Algoritma, Metaverse, dan Sastra
Kampanye dan Mengawal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan [Sustainable Development Goals – SDGs] dengan Puisi
Tags: Ananda SukarlanmusikpianoPuisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis Menjadi Media Terapi

Next Post

Singaraja Literary Festival, Sebuah Reuni dan Pertemuan yang Hangat — Catatan Volunteer

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, dengan nama Emi Suyanti. Emi penyair perempuan Indonesia yang ikut mendirikan Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM) dan saat ini aktif menjadi pengurus, serta menjabat sebagai sekretaris redaksi merangkap redaktur Sastramedia, sebuah jurnal sastra daring. Sampai saat ini Emi sudah menerbitkan lima buku kumpulan puisi tunggal, yaitu Tirakat Padam Api (2011), serta trilogi Sunyi yang terdiri dari Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), Api Sunyi (2020) serta Ibu Menanak Nasi Hingga Matang Usia Kami (2022), buku kumpulan esai sastra Interval (2023), serta satu buku kumpulan puisi duet bersama Riri Satria berjudul Algoritma Kesunyian (2023). Penulis Naskah Opera (Libretto) I’m Not For Sale tentang perjuangan tokoh perempuan Ny. Auw Tjoei Lan menantang kematian menyelamatkan kehidupan, oleh pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Puisi Emi Suy dimuat di lebih dari 200 buku kumpulan puisi bersama, serta di berbagai media online, seperti Basabasi.co, Sastramedia.com, juga dimuat di media nasional, antara lain Malutpost, Lampung Post, Banjarmasin Post, Suara Merdeka, Media Indonesia, serta Kompas. Puisinya pernah dimuat di majalah internasional dalam bahasa Inggris; majalah Porch Litmag.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Singaraja Literary Festival, Sebuah Reuni dan Pertemuan yang Hangat — Catatan Volunteer

Singaraja Literary Festival, Sebuah Reuni dan Pertemuan yang Hangat -- Catatan Volunteer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co