11 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Milpil Arsip: Catatan GURATGURIT 2024

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 16, 2024
in Esai
Milpil Arsip: Catatan GURATGURIT 2024

Display Milpil Arsip di Nonfrasa Art Gallery - Arsip Gurat Institute 2024

GURATGURIT 2024 menjadi perayaan sederhana yang spesial, sebab tahun ini secara resmi Gurat Institute dalam naungan payung Komunitas Budaya Gurat Indonesia (KBGI) telah menginjak usia 10 tahun, tema event GURATGURIT 2024 pun telah disepakati tahun lalu dengan hal-hal yang berkaitan dengan arsip, pengarsipan dan pengembangan arsip sehingga dirumuskan dan disepakati pula sebuah judul tema sekaligus sebagai judul pameran yaitu Milpil Arsip.

GURATGURIT konsisten sejak digelar pertama kali mempergunakan istilah-istilah lokal di dalam penamaan sesi-sesinya, bermain dengan terminologi yang tidak terlalu berat atau dengan kata lain mempergunakan istilah Bali lumrah.

Hal itu dilakukan, selain sebagai identitas yang dibangun di dalam GURATGURIT sekaligus dalam upaya membumikan kelokalan Bali, sebagai bentuk oposisi penggunaan istilah seram pasang tempel frasa kata Jawa Kuna ala kampus atau pemerintahan sebagaimana fenomena hari-hari ini yang makin membuat bingung, di lain sisi juga sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum I Gede Gita Purnama Arsa Putra atau Bli Tilem a.k.a Bli Bayu yang turut andil di dalam perumusan dan perhelatan GURATGURIT pertama di tahun 2022.

Edisi Logotype Spesial di GURATGURIT 2024

Satu dekade Gurat Institute, Komunitas Budaya Gurat Indonesia meluncurkan logotype dengan merekonstuksi aksara Kawi Kwadrat tipe Gunung Kawi, Tampaksiring. Ya, Gurat Institute kali ini memandang arsip dari berbagai sisi, tidak hanya rekaman visual, audio visual ataupun suara sebagai dokumen yang dinyatakan dengan istilah arsip, bahwa situs-situs cagar budaya yang bertebaran di Bali juga sebagai arsip dalam lingkup monumen hidup atau living monument.

Kuratorial Nyejer Karya Milpil Arsip | Arsip Gurat Institute 2024

Display Milpil Arsip di Nonfrasa Art Gallery | Arsip Gurat Institute 2024

Sebagai sebuah capaian artistik monumental kebudayaan, aksara Kawi Kwadrat atau aksara Kadiri Kwadrat adalah puncak peradaban aksara dekoratif Nusantara yang juga berkembang pada abad ke-XII di Bali, meski berdasar pada aksara Jawa Kuna standar, akan tetapi pengembangannya memiliki sentuhan rasa artistik yang kuat dan hal inilah yang menyebabkan aksara Kawi Kwadrat menjadi aksara yang menantang untuk dipelajari.

Gurat Institute mencoba merekonstruksi font Kawi Kwadrat Gunung Kawi dengan mencoba berlembar-lembar sketsa awal, hingga diputuskan final sebagai sebuah logotype edisi satu dekade Gurat Institute menggurat prasasti di dalam dunia seni dan budaya visual Indonesia.

Ngorta Geles Tentang Arsip dan Pengembangannya

Ngorta Geles pada GURATGURIT 2024 berlangsung dalam tiga sesi dan dua lokasi. Sesi pertama edisi Ngorta Geles #13 pada tanggal 28 Juli 2024 pukul 13.00 Wita menghadirkan pembicara I Nengah Januarta dan dipandu oleh Sekar Pradnyandari berlokasi di Ruang Antara Studio. Bli Januarta membawa buku-buku yang relevan terhadap judul Ngorta Geles yaitu ‘Pengembangan Arsip Bali Dalam Fotografi’, ia bercerita tentang bagaimana fotografi berperan sewaktu masa kolonial Belanda di Bali yang dipotret oleh fotografer yang mementingkan moment dan juga fotografer yang expert di dalam dunia fotografi melalui setting adegan, elemen-elemen fotografi di analisis dan dijabarkan. Pembicaraan lanjut pada apa yang dikerjakan olehnya melalui Kacunduk Institute dengan menganalisis sekaligus konfirmasi-konfirmasi atau riset pendalaman melalui refrensi-refrensi terkait moment di dalam foto-foto. Selain itu ia menunjukan pengembangan arsip fotografi melalui sistem map yang dielaborasikan dengan site-site foto tersebut diambil pada masa lalu.

Ngorta Geles 15 bersama Aris | Arsip Gurat Institute 2024

Ngorta Geles #14  menghadirkan I Wayan Suarmaja, seorang tokoh muda sekaligus Koordinatos Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali. Sesi ini menjadi sesi ke-2 pada tanggal yang sama dan dimulai setelah sesi diskusi bersama Nengah Januarta selesa, Suarmaja di moderator oleh saya sendiri, hehehe. Tema yang dibicarakan adalah ‘Lontar di Bali dan Fenomena Pengarsipan, ia banyak bercerita tentang pengalaman dirinya maupun pengalaman teman-teman yang terlibat di dalam identifikasi, konservasi, digitalisasi lontar di seluruh Bali.

Berbagai pengalaman unik terkait fenomena pengarsipan lontar terjadi di masyarakat, lontar tenget atau sakral adalah yang paling heboh sebab saking sakralnya hingga tidak pernah atau jarang di buka, apalagi di baca sehingga baru pertama membuka peti penyimpanan lontar hasilnya malah menyaksikan lontar yang rusak, hancur dimakan ngengat, tikus, kencing kecoa. Pengalaman lainnya adalah adanya masyarakat yang kesurupan ketika akan dibuka lontarnya, atau lontar sakral yang digadang-gadang adalah prasasti perjalanan leluhur akan tetapi setelah dibaca ternyata lontar berisi catatan hutang. Memang unik kelakuan masyarakat Bali terhadap pengarsipan lontar yang mereka warisi.

Ngorta Geles 14 bersama Wayan Suarmaja – Arsip Gurat Institute 2024

Ngorta Geles 13 bersama Nengah Januarta | Arsip Gurat Institute 2024

Ngorta Geles #15 menghadirkan Kharisma Adi (Aris) dari Kolektif Serbuk Kayu, Surabaya yang melakukan residensi di Gurat Institute. Dipandu oleh Made Susanta Dwitanaya, Aris mempresentasikan temuan dan risetnya tentang pewarna alam pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024 di Nonfrasa Art Gallery. Aris selama dua minggu berkeliling bersama Made Susanta Dwitanaya untuk bertemu dan belajar langsung dengan tokoh-tokoh pelukis maupun tokoh adat di suatu desa terkait dengan bahan baku pembuatan warna, selain itu ia mencoba mempergunakan bahan-bahan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat Bali misalkan bunga kamboja, bunga gumitir, hingga bahan warna untuk lukis Wayang Kamasan semisal daun tarum yang mengasilkan warna indigo yang ditemukan formulanya oleh Made Sesangka di Kamasan, Klungkung. Aris membuat berbagai tabel perbandingan warna, semacam membuat moodboard dalam desain visual.

Nyejer Karya Milpil Arsip yang Hectic!

Gurat Institute harus berterima kasih kepada perempuan-perempuan hebat yang bertindak sebagai kurator Nyejer Karya atau pameran, mereka adalah Savitri Sastrawan, Penawati, Sekar Pradnyandari, dan Paramita. Sesuai dengan judul pamerannya yaitu Milpil Arsip, mereka benar-benar mengumpulkan dan mengkonsepkan display pameran, membangun isu sekaligus mampu menjembatani audiens dengan arsip perjalanan selama satu dekade perjalanan Gurat Institute, mereka bertindak sebagaimana kurator dan bekerja secara professional.

Display Milpil Arsip di Nonfrasa Art Gallery | Arsip Gurat Institute 2024

Pameran ini sebenarnya hadir dari tawaran pihak Nonfrasa Art Gallery sejak tahun lalu yang memberikan Gurat Institute ruangan untuk dapat dipergunakan sebagai pameran, pada perbincangan tahun lalu akhirnya mengarah ke pameran arsip di bulan Juli tahun 2024. Dengan adanya support awal berupa ketersediaan ruang melalui tawaran itu akhirnya para kurator mulai merancang konsep ruang sebagai tata display, beberapa kali rapat kecil terjadi di Ruang Antara Studio untuk membicarakan perihal pameran mulai dari arsip apa saja yang akan dihadirkan hingga alur audiens masuk ke dalam dunia Komunitas Gurat Institute melalui display.

Setelah disepakati akhirnya tim kurator mulai bekerja, ada yang mencari arsip digital berupa foto dan video perjalan komunitas GuRAT Institute, ada juga yang mengumpulkan katalog pameran yang pernah ditangangi oleh anggota-anggota komunitas, ada juga mengumpulkan buku-buku yang pernah diterbitkan, selain itu mereka dibantu Vincent Chandra merekam para pendiri komunitas dalam format audio visual mengenai inisiasi lahirnya Gurat Institute dan apa saja suka-duka selama 10 tahun dan bagaimana kemungkinan-kemungkinan kedepannya sebagai sebuah komunitas yang bergerak dalam ranah seni dan budaya rupa.

Poster Nyejer Karya – Milpil Arsip GURATGURIT 2024 Pindah ke Kulidan Space dari Nonfrasa

Pada masa mendekati display, hal yang cukup mengejutkan terjadi, Savitri Sastrawan selaku koordinator kurator mengabari bahwa terjadi gelagat aneh dari pihak Nonfrasa Art Gallery yaitu ada rencana untuk memangkas jangka waktu pameran yang telah disepakati, hal ini disebabkan bahwa Nonfrasa Art Gallery beralasan akan mengadakan showcase karena akan ada kunjungan-kunjungan orang penting dalam medan seni rupa Indonesia berkunjung, sontak Savitri Sastrawan menggali informasi dan mengajukan keberatan sebab segala hal telah direncanakan terutama display arsip yang tidak mudah untuk dilakukan.

Nampaknya terjadi diskusi yang alot antara tim kurator dengan Nonfrasa Art Gallery sehingga dicapai kesepakatan bahwa pembukaan pameran diundur beberapa hari dan proses display dimaksimalkan selama dua hari sampai larut malam. Tim kurator bekerja keras memaksimalkan kerja mereka dibantu oleh kawan-kawan Lingkar Gurat yang dapat membantu sebisa mereka, lewat kerja keras itu maka pameran dapat dibuka pada tanggal 30 Juli 2024.

Display ulang Milpil Arsip di Kulidan Space | Arsip Gurat Institute 2024

Terdapat dua alur utama dalam pameran, yang pertama adalah alur ketika Komunitas Gurat Institute masih sebatas inisiatif atau embrio dari tahun 2013 hingga tahun 2014 yang resmi ditetapkan sebagai tahun berdiri sampai periode 2019 ketika komunitas ini belum mempunyai ruang tetap untuk berkumpul (pra-ruang), alur yang kedua adalah ketika komunitas ini telah memiliki ruang (pasca ruang) yang atas kebaikan I Wayan Suja memberikan hak guna pakai Ruang Antara Studio di Banjar Tubuh, Batubulan sebagai tempat basecamp hingga kini.

Setelah berjalan beberapa hari, tepatnya malam di hari Kamis, 8 Agustus 2024 dan pukul menunjukan 01:12 Wita Savitri Sastrawan mengirim pesan via WA group Gurat Institute. Ia memiliki perasaan yang aneh sekaligus terjadi sesuatu dengan pameran Milpil Arsip di Nonfrasa Art Gallery. Ia berfirasat bahwa Nonfrasa Art Gallery tidak berlaku jujur dan terbuka di dalam komunikasi yang menyebabkan karya-karya Milpil Arsip Gurat Institute telah diturunkan dan diganti oleh karya lainnya secara sepihak, dengan kesal ia meminta kawan-kawan Gurat Institute terutama Made Susanta Dwitanaya untuk mengecek pagi harinya ke Nonfrasa Art Gallery dan benar saja bahwa semua karya dalam Nyejer Karya Milpil Arsip telah diturunkan dan digantikan dengan karya-karya lain tanpa adanya komunikasi dengan pihak kurator ataupun Komunitas Gurat Institute.

Ketegangan pun sempat terjadi baik itu digroup WA maupun di Nonfrasa Art Gallery yang diwakilkan oleh Made Susanta Dwitanaya, dengan demikian, keputusannya adalah tim kurator serta Komunitas Gurat Instatute membawa Nyejer Karya ke Kulidan Space milik Komang Adiarta di Desa Guwang, dengan komunikasi yang dilakukan oleh tim kurator akhirnya seluruh karya dipajang dan ditata ulang di ruangan Kulidan Space pada tanggal 10 Agustus 2024 siang, sebab sore harinya berlangsung acara Marbar Buku yang terjadwal oleh Gurat Institute berkolaborasi dengan Cemeti Institute Yogyakarta.

Marbar Buku ‘Mengingat 25 Tahun Reformasi’

Acara Marbar Buku adalah peluncuran buku sekaligus bedah buku yang berjudul ‘Mengingat 25 Tahun Reformasi, acara ini berlangsung di Kulidan Space dan yang bertindak sebagai pembicara adalah Savitri Sastrawan, Dito Yuwono dan Slinat.

Marbar Buku Mengingat 25 Tahun Reformasi di Kulidan Space | GURATGURIT 2024

Buku ini adalah kumpulan tulisan dan karya-karya seni yang telah dipamerkan sebelumnya dengan judul yang sama, pada buku ini kita diajak untuk menjelajahi cerita-cerita reformasi maupun pasca reformasi tahun 1997-1999 di Indonesia melalui ragam bentuk informasi yang bersifat publik maupun yang bersifat privat, pada buku ini juga adalah sebuah catatan kehadiran anak-anak muda sebagai bentuk refleksi menggali masa lalu, kehadirannya pada masa kini dan memintal masa depan dalam bentuk kritis. Usai acara Marbar Buku juga dilanjutkan dengan sesi kurator tour Nyejer Karya Milpil Arsip GURATGURIT 2024 yang telah dipindahkan dari Nonfrasa Art Gallery ke Kulidan Space, berakhirnya sesi kurator tour juga menjadi penanda bahwa GURATGURIT 2024 telah ditutup secara resmi.

Epilog

GURATGURIT 2024 adalah sebentuk refleksi Gurat Institue, Komunitas Budaya Gurat Indonesia yang telah berjalan selama satu dekade. Terdapat banyak sekali perkembangan yang terjadi dalam rentang waktu 10 tahun, yang awalnya diniatkan sebagai bentuk komunitas dengan menitik beratkan pada riset dan kuratorial pameran oleh I Wayan Seriyoga Parta, I Wayan Nuriarta, I Made Susanta Dwitanaya, Dewa Gede Purwita, dan I Nyoman Adi Selamet Darmawan berkembang menjadi sebuah lembaga independent dari dukungan Nyoman Erawan, Willy Himawan, I Wayan Sujana Suklu, Rizky Zaelani hingga berkembang lebih luas dengan bergabungnya kawan-kawan seperti Asok Nagara, alm. I Gede Gita Purnama Arsa Putra, Savitri Sastrawan, Sekar Pradnyandari, Penawati, Ketut Nugi, Ida I Dewa Ayu Dwiyanti, Vincent Chandra, Yusuf Faisal (Ucup), Paramita, Gusade, Acok, Dek Wira, dan terbentuk pula Kawan Lingkar Gurat yang selalu mendukung KBGI.

Penutupan Nyejer Karya | Milpil Arsip GURATGURIT 2024 di Kulidan Space

Lebih dari itu, melalui rahim Gurat Institute kemudian lahir Gurat Art Project yang menangani gelaran pameran serupa event organizer hingga membuka payung besar yaitu Komunitas Budaya Gurat Indonesia yang menaungi sekaligus menggandeng kelompok profesi seni seperti Pro-Docs (Video-Film), Penawar Racun (Art Handler), O.Prasi (Komunitas Prasi/Lontar), dan tentu saja tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada keluarga I Wayan Suja serta Ruang Antara Studio atas support ruang basecampnya.

Akhir kata, terima kasih kepada semua pihak yang telah membatu di dalam GURATGURIT 2024 – Milpil Arsip, sampai jumpa lagi dalam GURATGURIT 2025. Puput samapta, Tlas. [T]

Pohmanis, 16 Agustus 2024

Official Logotype GURATGURIT 2024 – Arsip Gurat Institute 2024

Tags: Gurat InstituteSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merdeka, tetapi Belum!

Next Post

Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
0
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

Read moreDetails

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
0
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

Read moreDetails

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

by Angga Wijaya
August 11, 2026
0
Telenovela

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

Read moreDetails

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

Read moreDetails

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
0
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

Read moreDetails

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
0
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

Read moreDetails

Indonesia dalam Secangkir Kopi

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026
0
Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

Read moreDetails

“Gigolo Pendidikan”, Oemar Bakrie, dan Saat Kasih Sayang Guru Menjadi Barang Premium

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BEBERAPA hari lalu saya iseng melontarkan istilah yang terdengar keterlaluan.  Gigodik, “Gigolo Pendidikan”. Bayangan saya sederhana. Jangan-jangan sekarang ada "profesi"...

Read moreDetails

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
0
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

Read moreDetails

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

by Arief Rahzen
August 6, 2026
0
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali
Bahasa

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

by I Made Sudiana
August 11, 2026
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas
Esai

Perang versus Kemanusiaan: Sebuah Ironi

DALAM ajaran Hindu, abad ini termasuk zaman Kali Yuga, yakni zaman yang dipenuhi kegelapan, kemerosotan moral, dan konflik. Zaman kegelapan...

by Ni Made Ratminingsih
August 11, 2026
Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta
Ulas Rupa

Kekuatan Warna Made Gunawan, I Ketut Suasana Kabul, dan I Ketut Suwidiarta

PADA tanggal 25 hingga 31 Agustus mendatang akan digelar pameran seni rupa yang bertajuk The Power of Colour. Pameran akan...

by Hartanto
August 11, 2026
Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu
Ulas Rupa

Naif Karya Noe, Naif Karya Suklu

---Catatan seorang seniman tentang ketidaktahuan, pengetahuan, dan keberanian menggambar kembali Noe mengambar karena belum mengenal aturan, saya menjadi naif karena...

by I Wayan Sujana Suklu
August 11, 2026
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka
Esai

Kemerdekaan yang Belum Selesai ——Refleksi Menyambut 81 Tahun Indonesia Merdeka

"Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai...

by Agung Sudarsa
August 11, 2026
Telenovela
Esai

Manusia Bukan Unggahan Terakhirnya

SETIAP kali saya mengunggah tulisan yang agak muram di media sosial, ada saja saudara atau kerabat yang kemudian mengirim pesan...

by Angga Wijaya
August 11, 2026
‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali
Pop

‘Bajang Care Adine’, Debut Rejuna Koplo di Belantika Musik Bali

Sube tawang, bajang care adine Mepayas seksi, ngalih bapak medasi Dini ditu setate ngaku perawan Nanging mare cobak, hey… jeg...

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli
Panggung

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan
Tualang

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co