6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

I Dewa Gede Darma Permana by I Dewa Gede Darma Permana
July 12, 2024
in Esai
Siapa ‘Sang Dewi’ di Balik Hari Raya Saraswati?

Foto ilustrasi: Darma Permana

SETIAP Sabtu (Saniscara) Umanis, Wuku Watugunung, umat Hindu merayakan Hari Saraswati sebagai perayaan turunnya anugerah ilmu pengetahuan. Pada Hari Raya Saraswati, umat Hindu melaksanakan pemujaan kepada salah satu manifestasi Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu Dewi Saraswati. Beliau menjadi salah satu sinar suci Tuhan yang sangat dicintai dan dihormati.

Dalam pandangan agama Hindu, eksistensi Dewi Saraswati merupakan hakikat dari manifestasi Tuhan yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Bagaikan matahari dengan sinarnya, Dewi Saraswati adalah sinar suci Tuhan yang bertugas memberikan penerangan kepada umat manusia dari gelapnya ketidaktahuan.

Eksistensi Dewi Saraswati

Etimologi ‘Saraswati’ berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari urat kata “Sr” yang memiliki arti sebagai sesuatu yang terus mengalir. Dasar inilah yang menjadi identik dengan Dewi Saraswati sebagai salah salah satu dari sepuluh nama sungai suci menurut Rg. Veda V. 75. 3 (Titib, 2000: 185).

Selain sungai, sesuatu yang terus mengalir juga identik dengan kata-kata, ucapan, dan ilmu pengetahuan. Untuk itulah, Dewi Saraswati dalam agama Hindu juga menjadi dewi penguasa ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, dan ucapan yang disamakan dengan vac, yaitu dewa penguasa kata-kata (Putri dan Sarjana, 2021: 103). 

Dari sisi eksistensi, Dewi Saraswati menempati substansi penting dalam kepercayaan agama Hindu. Dewi Saraswati berperan sebagai shakti Dewa Brahma, yang menjadi salah satu bagian dari trinitas utama menurut kepercayaan Hindu yang disebut Tri Murti.

Shakti sendiri merupakan aspek female dalam kekuatan Tuhan yang bersifat dinamis dan kreatif (Suwena, 2018: 58). Sehingga secara sederhana, umat Hindu memaknai Dewi Saraswati sebagai dewi penguasa ilmu pengetahuan. Tanpa adanya ilmu pengetahuan, segala penciptaan di dunia ini tidak akan pernah terjadi.

Esensi di Balik Wujud Dewi Saraswati

Penggambaran Dewi Sarawati adalah Anthromorphic, yaitu Dewi yang memiliki wujud layaknya manusia namun memiliki kelebihan berupa bertangan empat (Tim Dosen UNUD, 2018: 28).

Dari beberapa literatur, terdapat beberapa petunjuk lebih detail terkait wujud Dewi Saraswati. Beliau digambarkan sebagai sosok wanita cantik, bertangan empat dengan masing-masing memegang genitri, lontar, wina, dan bunga teratai, serta duduk atau berdiri di sebuah bunga padma (Masriastri, 2021: 12).

Sebagai suatu vahana atau hewan suci, penggambaran Dewi Saraswati terutama yang tertuang dalam lukisan atau arca biasanya juga ditemani dengan seekor angsa dan merak. Semua bagian aspek dari penggambaran Dewi Saraswati tersebut memiliki arti dan esensi yang luhur dalam khazanah pengetahuan Titib (2000: 189).

  • Wanita Cantik dan Berkulit Putih

    Saraswati adalah Sang Dewi yang memiliki paras wanita cantik, dan berkulit putih mulus. Wujud demikian melambangkan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang menarik umat manusia untuk terus mempelajari dan menggalinya. Lebih lanjut dengan warna putih sebagai simbol kemurnian, juga perlambang dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang juga murni. Sehingga sangat penting agar pengetahuan dapat diarahkan secara positif guna meningkatkan kualitas hidup yang berbudhi pekerti luhur.

    • Bertangan Empat

    Penggambaran Dewi Saraswati adalah Anthromorphic yang mempunyai tangan empat. Tangan empat ini bukanlah dimaknai sebagai suatu kelainan seperti ilmu kedokteran yang sifatnya duniawi. Dari sisi rohani terutama dalam kepercayaan Hindu, tangan empat ini merupakan suatu simbol dari penguasaan kitab suci Weda, terutama empat Weda utama yang disebut Catur Veda Samitha. Jadi dalam hal ini, hanya dengan ilmu pengetahuan yang disimbolkan melalui Dewi Saraswati dapat menyangga pengetahuan agung dalam Catur Veda Samhita dan alam semesta.

    • Benda di Masing-Masing Tangan

    Keempat tangan yang dimiliki Dewi Saraswati digambarkan selalu memegang beberapa benda.

    Pertama ada keropak atau lontar, yang merupakan lambang dari sumber ilmu pengetahuan. Kedua ada bunga teratai, yang merupakan lambang dari kesucian. Ketiga ada wina sebagai sebuah alat musik menyerupai wujud gitar kecil atau kecapi. Lambang dari wina sendiri adalah sebagai simbol keindahan dari ilmu pengetahuan yang mampu menggugah rasa dan memberikan ketenangan atau kenikmatan bagi mereka yang mempelajarinya.

    Serta keempat, tangan Dewi Sarawati juga memegang genitri atau tasbih. Benda ini merupakan suatu simbol dari ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang terus mengalir atau berputar.

    • Vahana berupa Angsa dan Merak

    Vahana atau hewan suci dalam wujud Angsa dan Merak juga turut menyertai penggambaran Dewi Saraswati. Dalam hal ini, angsa merupakan lambang dari kebijaksanaan, yang mampu membedakan sesuatu hal yang baik dan juga buruk.

    Untuk itulah hal ini memberikan pesan bahwa ilmu pengetahuan akan memberikan kebijaksanaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya. Kemudian dari merak, memiliki lambang sebagai kewibawaan atau penguasaan terhadap rasa ego.

    Sehingga dalam hal ini, merak pada pengambaran Dewi Saraswati memiliki pesan konotasi bahwa, ilmu pengetahuan juga akan memberikan kewibawaan bagi mereka yang tekun mempelajarinya.

    LEWAT wujud beserta atribut inilah, semakin memperkuat kedudukan Dewi Saraswati sebagai Dewi penguasa Ilmu Pengetahuan khususnya pengetahuan yang bersifat rohani. Dari seluruh mitologi keagungan dan makna filosofis Dewi Saraswati tersebut, pada akhirnya membawa suatu kepercayaan yang lebih dalam terhadap umat Hindu khususnya yang ada di Nusantara untuk merayakan suatu hari khusus untuk memuja Dewi Saraswati sebagai penguasa ilmu pengetahuan khususnya yang bersifat rohani untuk pencerahan jiwa. Hari tersebutlah yang dikenal dengan sebutan Hari Raya Saraswati, dan jatuh setiap 210 hari sekali pada Sabtu Umanis Wuku Watugunung.

    Hari Saraswari diyakini sebagai tonggak turunnya ilmu pengetahuan di dunia, sehingga umat Hindu melakukan penyucian dan ritual terhadap buku, sastra, dan segala sumber ilmu pengetahuan guna menyucikan pikiran serta perwujudan rasa syukur terhadap segala pengetahuan yang telah diturunkan. [T]

    Daftar Pustaka

    • Masriastri, I. G. A. K. Y. 2021. Makna Simbol Dewi Saraswati pada Fungsi Perpustakaan. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 4(2). 1-16.
    • Mastini, G. N. 2018. Saraswati sebagai Istadewata menurut Kakawin Wrettasancaya. Jurnal Guna Widya 5(2). 76-79.
    • Putri, N. K. A. K. & Sarjana, I. W. M. 2021. Filosofi Saraswati dalam Aktualisasi. Majalah Ilmiah Untab, 18(1). 102-107.
    • Suwena, I. W. 2018. Makna Mitos Dewi Saraswati dan Mitos Dewi Durga: Suatu Analisis Struktural. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 2(1). 58-73.
    • Tim Dosen Agama Hindu UNUD. 2018. Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi. Denpasar: Udayana University Press
    • Titib, I Made. 2000. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.


    BACA artikel lain dari penulis DEWA GEDE DARMA PERMANA

    Bagaimana Siksa Kubur Versi Hindu?
    “Melajah Kalah”
    Tumpek Krulut Adopsi Hari Valentine?
    Rwa Bhineda Pasti Ada
    Suka-Duka-Lara-Pati, Mengenal 4 Serangkai Bekal Abadi
    Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
    Tags: Hari Raya SaraswatiHari Saraswatihinduilmu pengetahuanPendidikan
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Isu Dokter Asing dan Pemecatan Dekan FK Unair

    Next Post

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    I Dewa Gede Darma Permana

    I Dewa Gede Darma Permana

    Penulis, Editor, Penyuluh Agama. Biasa dipanggil Dede Brayen. Lahir dan tinggal di Klungkung.

    Related Posts

    Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

    by Agung Sudarsa
    March 5, 2026
    0
    Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

    NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

    Read moreDetails

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    by Ashlikhatul Fuaddah
    March 5, 2026
    0
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

    SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

    Read moreDetails

    Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

    by I Putu Suiraoka
    March 4, 2026
    0
    Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

    SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

    Read moreDetails

    Korve, Bersihkan Sampah Republik!

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    March 4, 2026
    0
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

    PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

    Read moreDetails

    Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

    by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
    March 3, 2026
    0
    Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

    DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

    Read moreDetails

    Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

    by Agung Sudarsa
    March 3, 2026
    0
    Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

    Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

    Read moreDetails

    Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

    by Ashlikhatul Fuaddah
    March 2, 2026
    0
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

    DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

    Read moreDetails

    Suryak Siu

    by Dede Putra Wiguna
    March 2, 2026
    0
    Suryak Siu

    DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

    Read moreDetails

    Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

    by Elpeni Fitrah
    March 2, 2026
    0
    Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

    SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

    Read moreDetails

    Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

    by Chusmeru
    March 1, 2026
    0
    Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

    MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

    Read moreDetails
    Next Post
    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata -- Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

      Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
    Esai

    Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

    NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

    by Agung Sudarsa
    March 5, 2026
    Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
    Budaya

    Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

    DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

    by Dede Putra Wiguna
    March 5, 2026
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
    Esai

    ‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

    SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

    by Ashlikhatul Fuaddah
    March 5, 2026
    Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
    Esai

    Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

    SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

    by I Putu Suiraoka
    March 4, 2026
    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
    Pemerintahan

    Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

    KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

    by tatkala
    March 4, 2026
    ‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
    Hiburan

    ‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

    Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

    by tatkala
    March 4, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Korve, Bersihkan Sampah Republik!

    PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    March 4, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

    PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

    by I Made Pria Dharsana
    March 3, 2026
    Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
    Esai

    Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

    DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

    by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
    March 3, 2026
    Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
    Esai

    Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

    Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

    by Agung Sudarsa
    March 3, 2026
    ’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
    Ulas Musik

    ’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

    Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

    by Ahmad Sihabudin
    March 3, 2026
    Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
    Esai

    Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

    DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

    by Ashlikhatul Fuaddah
    March 2, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co