4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maestro I Wayan Rindi dan Warisan Karya-karyanya yang Khas

tatkala by tatkala
June 30, 2024
in Panggung
Maestro I Wayan Rindi dan Warisan Karya-karyanya yang Khas

Legong karya I Wayan Rindi dalam Pesta Kesenian Bali 2024

I WAYAN RINDI adalah maestro dalam seni kekebyaran: tari dan tabuh. Banyak tari ciptaan yang diwariskan dan ditarikan hingga kini oleh generasi muda.

Pada Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2024 ini, dalam program rekasadana (pergelaran), dipentaskan karya-karya  Seni Kekebyaran karya Rindi. Antara lain Tari Pendet, Legong Bapang Durga, Baris Kekupu dan Topeng Arsa Wijaya.

Maka, membludaklah penonton memadati Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, tempat karya-karya Rindi itu dipentaskan. Apalagi, penampilan karya-karya Rindi dikemas dalam satu performance yang mengisahkan Rindi sengan melatih.

Karya-karya Wayan Rindi itu dimainkan para seniman dari Banjar Lebah, Desa Sumerta, Kota Denpasar. Tari-tarian ini diiringi oleh Sekaa Gong Sad Guna, Banjar Lebah. Iringan gamelan dimainkan secara lengkap, bahkan melibatkan penabuh wanita.

Pementasan menampilkan kisah Wayan Rindi yang sedang melatih menari anak-anak Banjar Lebah di era tahun 1950-an hingga 1970-an. Wayan Rindi diperankan oleh seniman Ketut Sutapa. Kisah bagaimana Rindi melatih bisa menjadi semacam nostalgia bagi seniman-seniman di Denpasar yang pernah dilatih oleh Rindi. Wayan Rindi meninggal pada tahun 1976.

Budayawan yang juga Kurator PKB, Prof. I Wayan Dibia mengatakan, karya-karya maestro Bali, sejak dulu harus ada yang ditampilkan seperti ini. Cara ini sekaligus sebagai upaya menelusuri perjalanan para maestro.

“Anak-anak sekarang itu tak tahu, siapa itu Pak Rindi, Pak Kaler, Pak Beratha dan lainnya. Tanpa dipentaskan dengan acara ini, mereka tidak akan rahu,” ucap Dibya.

Dibya mengatakan, pergelaran karya maestro ini penting sekali dilakukan dalam PKB. Untuk itu,  tahun depan harus ditampilkan lagi karya-karya maestro lainnya, bukan hanya menampilkan satu maestro saja.

Dengan begitu, kata Dibya, masyarakat akan betul-betul bisa mengenang karya-karya seni serta tokoh seni itu sendiri. Tinggal sekarang, informasinya yang dipersiapakn kemudian disajikan secara lebih lengkap.

“Sebab, saat penari membawakan Topeng Arsa Wijaya khas Rindi mesti disebutkan kalau Rindi itu pernah menjuarai Topeng Arsa Wijaya. Beliau pernah sebagai Juara I pada Festival Galiran Klungkung yang ketika itu bergabung dengan Sekaa Gong Sad Merta. Itu salah satu moment penting dan bersejarah,” kata Dibya yang mantan Rektor ISI Denpasar ini.

Pak Rindi, kata Dibya, memulai gamelan Arsa Wijaya dengan model luk ngewilet, berbeda dari biasanya yang dimainkan dengan model paceriring. Apa-apa yang menjadi kekhasan Rindi mesti dilengkapi dengan berbagai penjelasan, sehingga orang mengetahuinya.

Penampilan karya-karya para seniman zaman dulu itu sebagai sebuah bentuk pelestarian, maka mesti disiapkan dengan penelitian yang lebih serius, sehingga nuansa-nuansa yang khas yang dimiliki sang maestro itu kelihatan di mata publik.

“Pak Sutapa yang tadi memerankan Wayan Rindi, lupa satu hal bahwa beliau (Rindi) itu perokok,” selorohnya.

Jika Wayan Rindi sedang melatih, rokoknya tak pernah lepas dari mulutnya. Bahkan, sambil nyeregseg, rokoknya masih kuat menempel di mulutnya. Sama halnya dengan gaya Maestro Beratha.

“Pak Beratha biasa metajen, bukan karena sebagai seorang bebotoh, tetapi mencari inspirasi. Ketika membuat lagu, lalu idenya macet, beliau mengambil ayam lalu ke brananangan,” ceritanya.

Kalau masyarakat umum yang menyaksikan karya-karya Wayan Rindi sebagai sebuah kerinduan, maka bagi para pelaku seni dan seniman muda bisa saja memetik gaya-gaya Rindi serta original kualitas karyanya. Sebut saja pada Tari Topeng Arsa Wijaya misalnya, ada gerak nyambir itu tak seperti biasanya.

Gerak nyambir gaya Rindi itu berbeda dengan khas Gianyar atau khas Pedungan. Hal-hal itu, berbeda sedikit, tetapi bermakna. Itu menunjukan gaya seniman-seniman yang ada. “Hal itu menunjukkan kekayaan yang mesti dilestarikan,” kata Dibya.

Budayawan Prof. I Made Bandem mengatakan, acara pergelaran seamacam ini mesti terus dilakukan. Sebab, Bali banyak memiliki maestro-maestro seni tari Bali. Salah satu diantaranya, Wayan Rindi salah seorang maestro tari yang sangat mempuni. Beliau sempat bekerja di RRI Denpasar, keluarga kesenian Bali. Rindi itu penari topeng, tetapi awalnya sebagai penari legong.

Bandem bercerita, pada zaman itu Rindi sering menari dengan Ibu Reneng, Ibu Sadru, Cawan termasuk juga bersama Ibu Polok. “Kita harus mampu mengisahkan kembali kepada generasi muda. Salah satu diantaranya mementaskan karya-karaya seorang maestro dalam sebuah event, seperti PKB ini. Generasi muda sangat penting mengetahuinya,” kata Bandem.

Tarian itu, kata Bandem, berevoluasi. Maka ia berubah. “Nah, kalau kembali pada bentuk aslinya, walau tak sepenuhnya itu akan sangat bermanfaat. Paling tidak koreografi yang asli pasti masih ada, pakaiannya, sehingga bisa menyelamatkan tari-tarian yang bersifat legenda. Sebab, legenda ini yang paling penting sekali,” kata Bandem.

Wayan Rindi seorang maestro yang banyak belajar dari penari topeng dari Gemeh, yaitu Gede Sariada. Untuk melestarikan karya-karya seni itu, pemerintah harus mengambil langkah untuk mementaskan karya-karya maestro terdahulu. Jangan hanya dalam acara gong kebyar, tetapi dibuatkan acara khusus seperti ini.

Kalau bisa, kata Bandem,  acara pergelaran itu dilengkapi dengan diskusi dan Forum Focus Discussion (FGD) mencari narasumber yang bisa menceritakan tokoh tokoh Bali itu. Bali masih memiliki maestro lain, seperti Nyoman Kaler yang betul-betul legenda, merupakan guru dari semau koreografer di Bali. “Pak Rindi, Wayan Beratha berguru pada Pak Kaler, sehingga Pak Kaler seorang jenius seusngguhnya,” kata Bandem.

Nyoman Kaler seorang komposer sekaligus seorang koregrafer yang ikut mendirikan Kokar Bali di tahun 1960. Ini yang harus diangkat, lalu dimediakan dan didokumentasikan. Walau, ada gong kebyar yang menampilkan karya maestro yang lain, tetapi tidak secara khusus.

“Perlu disajikan secara khusus, baik biografinya, riwayat hidupnya, pengalaman sang maestro, siapa murid-muridnya, dari mana beliau belajar, itu yang paling penting. Tidak mungkin seorang maestro tanpa belajar. Oleh karena itu, ada guru-guru yang berperan serta,” kata Bandem. [T][Pan]

Mendengar Gending Pelegongan Wayan Lotring dari Sekaa Gong Desa Adat Munggu
Membaca Marya dari Masa Depan: Catatan Berkunjung ke Rumah Peninggalan I Ketut Marya
Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu
Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar
Bandem dan Dibya Bicarakan Ida Bagus Oka Blangsinga di Bentara Budaya
Ketika Siswa SMKN 4 Bangli Memainkan Wayang Wong Kumbakarna Lina
Generasi Janger Anak-anak dari Banjar Mukti Singapadu 
Tags: baligong kebyarI Wayan Rindikesenian balimaestro seniPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buleleng Fashion on the Street, Pemanasan Buleleng Fashion Festival 2024  

Next Post

Anugerah Jurnalisme Warga 2024, Melalui Citizen Science Ungkap Masalah Lingkungan di Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Anugerah Jurnalisme Warga 2024,  Melalui Citizen Science Ungkap Masalah Lingkungan di Bali

Anugerah Jurnalisme Warga 2024, Melalui Citizen Science Ungkap Masalah Lingkungan di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co