5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maestro I Wayan Rindi dan Warisan Karya-karyanya yang Khas

tatkala by tatkala
June 30, 2024
in Panggung
Maestro I Wayan Rindi dan Warisan Karya-karyanya yang Khas

Legong karya I Wayan Rindi dalam Pesta Kesenian Bali 2024

I WAYAN RINDI adalah maestro dalam seni kekebyaran: tari dan tabuh. Banyak tari ciptaan yang diwariskan dan ditarikan hingga kini oleh generasi muda.

Pada Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2024 ini, dalam program rekasadana (pergelaran), dipentaskan karya-karya  Seni Kekebyaran karya Rindi. Antara lain Tari Pendet, Legong Bapang Durga, Baris Kekupu dan Topeng Arsa Wijaya.

Maka, membludaklah penonton memadati Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, tempat karya-karya Rindi itu dipentaskan. Apalagi, penampilan karya-karya Rindi dikemas dalam satu performance yang mengisahkan Rindi sengan melatih.

Karya-karya Wayan Rindi itu dimainkan para seniman dari Banjar Lebah, Desa Sumerta, Kota Denpasar. Tari-tarian ini diiringi oleh Sekaa Gong Sad Guna, Banjar Lebah. Iringan gamelan dimainkan secara lengkap, bahkan melibatkan penabuh wanita.

Pementasan menampilkan kisah Wayan Rindi yang sedang melatih menari anak-anak Banjar Lebah di era tahun 1950-an hingga 1970-an. Wayan Rindi diperankan oleh seniman Ketut Sutapa. Kisah bagaimana Rindi melatih bisa menjadi semacam nostalgia bagi seniman-seniman di Denpasar yang pernah dilatih oleh Rindi. Wayan Rindi meninggal pada tahun 1976.

Budayawan yang juga Kurator PKB, Prof. I Wayan Dibia mengatakan, karya-karya maestro Bali, sejak dulu harus ada yang ditampilkan seperti ini. Cara ini sekaligus sebagai upaya menelusuri perjalanan para maestro.

“Anak-anak sekarang itu tak tahu, siapa itu Pak Rindi, Pak Kaler, Pak Beratha dan lainnya. Tanpa dipentaskan dengan acara ini, mereka tidak akan rahu,” ucap Dibya.

Dibya mengatakan, pergelaran karya maestro ini penting sekali dilakukan dalam PKB. Untuk itu,  tahun depan harus ditampilkan lagi karya-karya maestro lainnya, bukan hanya menampilkan satu maestro saja.

Dengan begitu, kata Dibya, masyarakat akan betul-betul bisa mengenang karya-karya seni serta tokoh seni itu sendiri. Tinggal sekarang, informasinya yang dipersiapakn kemudian disajikan secara lebih lengkap.

“Sebab, saat penari membawakan Topeng Arsa Wijaya khas Rindi mesti disebutkan kalau Rindi itu pernah menjuarai Topeng Arsa Wijaya. Beliau pernah sebagai Juara I pada Festival Galiran Klungkung yang ketika itu bergabung dengan Sekaa Gong Sad Merta. Itu salah satu moment penting dan bersejarah,” kata Dibya yang mantan Rektor ISI Denpasar ini.

Pak Rindi, kata Dibya, memulai gamelan Arsa Wijaya dengan model luk ngewilet, berbeda dari biasanya yang dimainkan dengan model paceriring. Apa-apa yang menjadi kekhasan Rindi mesti dilengkapi dengan berbagai penjelasan, sehingga orang mengetahuinya.

Penampilan karya-karya para seniman zaman dulu itu sebagai sebuah bentuk pelestarian, maka mesti disiapkan dengan penelitian yang lebih serius, sehingga nuansa-nuansa yang khas yang dimiliki sang maestro itu kelihatan di mata publik.

“Pak Sutapa yang tadi memerankan Wayan Rindi, lupa satu hal bahwa beliau (Rindi) itu perokok,” selorohnya.

Jika Wayan Rindi sedang melatih, rokoknya tak pernah lepas dari mulutnya. Bahkan, sambil nyeregseg, rokoknya masih kuat menempel di mulutnya. Sama halnya dengan gaya Maestro Beratha.

“Pak Beratha biasa metajen, bukan karena sebagai seorang bebotoh, tetapi mencari inspirasi. Ketika membuat lagu, lalu idenya macet, beliau mengambil ayam lalu ke brananangan,” ceritanya.

Kalau masyarakat umum yang menyaksikan karya-karya Wayan Rindi sebagai sebuah kerinduan, maka bagi para pelaku seni dan seniman muda bisa saja memetik gaya-gaya Rindi serta original kualitas karyanya. Sebut saja pada Tari Topeng Arsa Wijaya misalnya, ada gerak nyambir itu tak seperti biasanya.

Gerak nyambir gaya Rindi itu berbeda dengan khas Gianyar atau khas Pedungan. Hal-hal itu, berbeda sedikit, tetapi bermakna. Itu menunjukan gaya seniman-seniman yang ada. “Hal itu menunjukkan kekayaan yang mesti dilestarikan,” kata Dibya.

Budayawan Prof. I Made Bandem mengatakan, acara pergelaran seamacam ini mesti terus dilakukan. Sebab, Bali banyak memiliki maestro-maestro seni tari Bali. Salah satu diantaranya, Wayan Rindi salah seorang maestro tari yang sangat mempuni. Beliau sempat bekerja di RRI Denpasar, keluarga kesenian Bali. Rindi itu penari topeng, tetapi awalnya sebagai penari legong.

Bandem bercerita, pada zaman itu Rindi sering menari dengan Ibu Reneng, Ibu Sadru, Cawan termasuk juga bersama Ibu Polok. “Kita harus mampu mengisahkan kembali kepada generasi muda. Salah satu diantaranya mementaskan karya-karaya seorang maestro dalam sebuah event, seperti PKB ini. Generasi muda sangat penting mengetahuinya,” kata Bandem.

Tarian itu, kata Bandem, berevoluasi. Maka ia berubah. “Nah, kalau kembali pada bentuk aslinya, walau tak sepenuhnya itu akan sangat bermanfaat. Paling tidak koreografi yang asli pasti masih ada, pakaiannya, sehingga bisa menyelamatkan tari-tarian yang bersifat legenda. Sebab, legenda ini yang paling penting sekali,” kata Bandem.

Wayan Rindi seorang maestro yang banyak belajar dari penari topeng dari Gemeh, yaitu Gede Sariada. Untuk melestarikan karya-karya seni itu, pemerintah harus mengambil langkah untuk mementaskan karya-karya maestro terdahulu. Jangan hanya dalam acara gong kebyar, tetapi dibuatkan acara khusus seperti ini.

Kalau bisa, kata Bandem,  acara pergelaran itu dilengkapi dengan diskusi dan Forum Focus Discussion (FGD) mencari narasumber yang bisa menceritakan tokoh tokoh Bali itu. Bali masih memiliki maestro lain, seperti Nyoman Kaler yang betul-betul legenda, merupakan guru dari semau koreografer di Bali. “Pak Rindi, Wayan Beratha berguru pada Pak Kaler, sehingga Pak Kaler seorang jenius seusngguhnya,” kata Bandem.

Nyoman Kaler seorang komposer sekaligus seorang koregrafer yang ikut mendirikan Kokar Bali di tahun 1960. Ini yang harus diangkat, lalu dimediakan dan didokumentasikan. Walau, ada gong kebyar yang menampilkan karya maestro yang lain, tetapi tidak secara khusus.

“Perlu disajikan secara khusus, baik biografinya, riwayat hidupnya, pengalaman sang maestro, siapa murid-muridnya, dari mana beliau belajar, itu yang paling penting. Tidak mungkin seorang maestro tanpa belajar. Oleh karena itu, ada guru-guru yang berperan serta,” kata Bandem. [T][Pan]

Mendengar Gending Pelegongan Wayan Lotring dari Sekaa Gong Desa Adat Munggu
Membaca Marya dari Masa Depan: Catatan Berkunjung ke Rumah Peninggalan I Ketut Marya
Tentang Mario yang Tak Banyak Diketahui: Bertemu Soekarno dan Embrio Kebyar Duduk dari Busungbiu
Ketika Para Guru Besar Menari di Bulan Menari ISI Denpasar
Bandem dan Dibya Bicarakan Ida Bagus Oka Blangsinga di Bentara Budaya
Ketika Siswa SMKN 4 Bangli Memainkan Wayang Wong Kumbakarna Lina
Generasi Janger Anak-anak dari Banjar Mukti Singapadu 
Tags: baligong kebyarI Wayan Rindikesenian balimaestro seniPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buleleng Fashion on the Street, Pemanasan Buleleng Fashion Festival 2024  

Next Post

Anugerah Jurnalisme Warga 2024, Melalui Citizen Science Ungkap Masalah Lingkungan di Bali

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails
Next Post
Anugerah Jurnalisme Warga 2024,  Melalui Citizen Science Ungkap Masalah Lingkungan di Bali

Anugerah Jurnalisme Warga 2024, Melalui Citizen Science Ungkap Masalah Lingkungan di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co