14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ancaman sebagai Bentuk Komunikasi Antarnegara

Chusmeru by Chusmeru
June 28, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SERANGAN Israel ke Gaza berimbas pada ancaman boikot terhadap semua produk buatan Israel. Terlepas dari efektivitas ancaman itu, boikot terhadap produk suatu negara menjadi salah satu bentuk komunikasi.

Panggung politik dunia saat ini memang sedang diwarnai banyak ancaman. Satu negara akan mengancam melakukan serangan kepada negara lain. Kalaupun bukan agresi militer, ancaman bisa dilakukan dalam bentuk lain.

Beberapa contoh ancaman dilakukan satu negara terhadap negara lain. Rusia melalui Presiden Validimir Putin melontarkan ancaman kepada negara-negara Barat. Dia menyatakan Rusia siap untuk perang nuklir setiap saat.

Ancaman menyeramkan disampaikan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang ditujukan kepada Korea Selatan. Saat mengunjungi pabrik senjata besar, dia mengatakan tidak akan ragu untuk “memusnahkan” rival utamanya, Korea Selatan.

Uni Emirat Arab mengancam akan melakukan embargo ekonomi terhadap Qatar beberapa waktu yang lalu. Ancaman itu dilakukan dengan alasan Qatar dianggap membuat kebijakan yang mendukung kelompok garis keras di Timur Tengah.

Indonesia juga pernah menjadi korban ancaman Australia. Tahun 2015 Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengancam akan memboikot sektor pariwisata. Hal itu terkait dua warganya yang akan diesksekusi mati di Indonesia terkait narkoba.

Komunikasi Ancaman

Ancaman merupakan komunikasi di antara negara yang sedang tawar-menawar mengenai kondisi masa depan. Ancaman menyangkut tindakan-tindakan yang akan datang, yang tentu saja tidak menyenangkan bagi negara yang diancam.

Tidak adanya sistem hukum internasional menciptakan kondisi yang memungkinkan munculnya ancaman. Berbeda dengan sistem politik domestik yang membedakan secara tegas antara ancaman yang legal dan ilegal; hukum internasional memiliki kelemahan membedakan praktik ancaman yang legal dan ilegal. Oleh sebab itu tidak sedikit negara yang sering menggunakan ancaman kekerasan (William D. Coplin, 1992)

Menurut Coplin, ancaman kekerasan lebih murah dibanding penggunaan kekerasan, karena ancaman berkaitan dengan bentuk komunikasi; bukan koersi. Oleh sebab itu ancaman sering digunakan oleh beberapa negara.

Media dan teknik komunikasi ancaman sangat penting. Begitu pula dengan kemampuan dan nilai ancaman. Beragam teknik komunikasi ancaman. Secara umum, pernyataan verbal sering dipilih sebagai cara untuk mengkomunikasikan ancaman.

Memilih khalayak yang tepat merupakan teknik komunikasi ancaman yang penting pula. Ketika satu negara akan mengancam negara lain, biasanya akan disampaikan di hadapan para pengambil kebijakan maupun lembaga militer. Jarang sekali ancaman disampaikan dalam forum organisasi antarnegara.

Kredibilitas Ancaman

Komunikasi tentang ancaman suatu negara berkaitan dengan kredibilitas ancaman itu. Ancaman akan dianggap memiliki kredibilitas jika disertai dengan tingkat presisi ancaman. Memusnahkan satu negara dapat dianggap tidak memiliki kredibilitas, karena ancaman seperti itu tingkat presisinya rendah.

Unsur waktu dianggap penting dalam satu ancaman. Tanpa batasan waktu yang jelas, ancaman dianggap tidak kredibel, sehingga diabaikan oleh negara yang diancam. Ancaman embargo ekonomi misalnya, perlu dijelaskan sampai kapan batas waktunya.

Kredibilitas ancaman dipengaruhi pula oleh kemampuan negara pengancam. Kemampuan itu bukan semata kekuatan ekonomi dan militer, namun juga adanya dukungan dari kelompok kepentingan dan negara lain.

Presiden Sudan Omar al-Bashir pernah mengancam tidak akan mengakui kemerdekaan Sudan Selatan. Namun ancaman itu tidak kredibel, lantaran partai yang berkuasa di Sudan Selatan mendukung kemerdekaan. Dan pada 9 Juli 2011 Sudan Selatan mendeklarasikan kemerdekaannya. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memberikan dukungan berkelanjutan.

Persepsi negara lain tentang suatu ancaman berpengaruh terhadap kredibilitas. Persepsi itu berkaitan dengan kemampuan dan hasil dari satu ancaman. Boikot produk satu negara terhadap negara lain sebagai salah satu ancaman kadang dianggap kurang kredibel, lantaran dampak negatif dari boikot itu juga akan dirasakan oleh negara pengancam.

Boikot terhadap produk Amerika Serikat dan Israel terkait konflik dengan Palestina berdampak serius terhadap perdagangan di beberapa negara. Bukan hanya berdampak terhadap pengurangan tenaga kerja. Boikot itu juga akan berimplikasi terhadap jual beli produk-produk militer, yang selanjutnya akan mempengaruhi kerjasama di bidang pertahanan.

Sejarah dan masa lalu negara pengancam turut mempengaruhi kredibilitas ancaman. Negara yang gagal melaksanakan ancaman kepada negara lain akan dianggap sebagai negara yang tidak mungkin akan mewujudkan ancamannya di masa mendatang.

Ancaman, apa pun bentuknya sejatinya bertujuan agar negara yang diancam merasa takut; untuk kemudian tunduk pada kehendak negara pengancam. Novelis Brasil  Paulo Coelho mengatakan, jika kamu ingin mengendalikan seseorang, yang harus kamu lakukan adalah membuatnya merasa takut. [T]

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Peran Komunikasi dalam Negosiasi
Mengenal Penelitian Komunikasi dan Budaya
Membincang Etika Komunikasi
Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional
Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarnegarakomunikasi internasional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Made Kranca Melangkah Bersama Gong Legendaris Jagaraga Menuju Pesta Kesenian Bali 2024

Next Post

Situs Gunung Kawi dalam Sepotong Film

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Situs Gunung Kawi dalam Sepotong Film

Situs Gunung Kawi dalam Sepotong Film

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co