2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional

Chusmeru by Chusmeru
June 2, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI akan selalu membawa pesan untuk disampaikan. Pemahaman terhadap pesan menjadi sangat penting agar orang dapat mengambil peran dalam komunikasi. Setiap bentuk komunikasi akan memiliki ragam pesan tersendiri.

Penelitian, riset, atau studi tentang pesan disebut dengan message research. Studi tentang pesan menjadi menarik dilakukan, karena banyak kegagalan komunikasi terjadi karena orang salah memaknai pesan.

Studi pada pesan di media massa, baik yang konvensional maupun digital sudah banyak dilakukan. Begitu pula riset tentang pesan dalam komunikasi bisnis maupun komunikasi politik. Akan tetapi studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional masih jarang ditemukan.

Bukan semata karena anggapan komunikasi tradisional tidak lagi menarik untuk dipelajari. Namun juga lantaran pesan dalam komunikasi tradisional lebih kompleks dibanding bentuk komunikasi lainnya.

Pesan komunikasi tradisional selalu disampaikan dalam bahasa daerah. Diperlukan pemahaman terhadap bahasa terlebih dahulu sebelum pemaknaan pesan. Apalagi berdasarkan data Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah.

Komunikasi tradisional sarat dengan ekspresi verbal dan nonverbal yang khas sesuai dengan latar belakang budaya masing-masing daerah. Hal itu dapat disimak dari berbagai kesenian tradisional yang acapkali menggabungkan ucapan, nyanyian, tetabuhan, dan gerakan tubuh yang tak dapat dimaknai secara terpisah.

Perlu Interpretasi

Komunikasi tradisional seringkali bersifat implisit dan konotatif. Biasanya pesan yang disampaikan menggambarkan hakikat dan fungsional. Eskpresi estetis dan kultural sangat mewarnai pesan dalam komunikasi tradisional.

Beberapa dongeng, mitos, dan tembang daerah banyak yang bersifat konotatif, sehingga diperlukan interpretasi terhadap pesan yang dikandungnya. Tembang Jawa Ilir-Ilir, misalnya; mengandung ekpresi estetis dan kultural yang berisi pesan tentang hakikat kehidupan. Tembang tersebut tidak dapat hanya dimaknai secara eksplisit sebagai gambaran alam semesta, karena menyimpan makna implisit tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional mencoba menguak konsep, simbol, ritual, dan konteks komunikasi tradisional. Interpretasi atau pemaknaan terhadap pesan komunikasi tradisional terhadap keempat hal tersebut menjadi fokus kajian.

Pemaknaan terhadap konsep berkaitan dengan teks, kitab, dan mantra yang terdapat dalam setiap komunikasi tradisional. Setiap bentuk komunikasi tradisional memiliki rujukan teks dan kitab. Ada mantra yang harus diucapkan. Pertanyaan studi pesan berkisar tentang kapan teks itu digunakan dan mengapa mantra itu diucapkan.

Penggunaan simbol-simbol dalam komunikasi tradisional juga menarik untuk diteliti. Setiap bentuk komunikasi tradisional di daerah memiliki simbol yang berbeda, baik simbol verbal bahasa maupun nonverbal gerakan. Kata “makan” dalam beberapa kesenian tradisional di Jawa misalnya, bisa bermakna kembang tiga rupa, yaitu mawar, cempaka, dan kenanga.

Begitu pula dengan ritual dalam komunikasi tradisional. Ritual merupakan tata cara atau urutan pelaksanaan tradisi sebagai bentuk komunikasi. Interpretasi terhadap ritual penting dilakukan untuk memahami rangkaian prosesi sebuah tradisi.

Banyak jenis ritual yang memiliki tata cara yang unik; dan itu perlu diinterpretasikan. Mengapa orang harus berendam di sungai tengah malam sebelum melakukan tradisi? Mengapa air yang akan digunakan dalam sebuah tradisi harus diambil dari tujuh sumber mata air? Apa makna pembakaran kemenyan dan dupa dalam sebuah ritual tradisi? Itulah sebagian pertanyaan yang menjadi studi dalam pesan komunikasi tradisional.

Kontekstual

Memaknai pesan dalam komunikasi tradisional bukan berarti bernostalgia pada masa lalu. Bukan pula menyaksikan kekunoan di tengah kekinian. Komunikasi tradisional, sebagaimana bentuk komunikasi yang lain juga memiliki konteks. Studi pesan komunikasi tradisional dengan demikian juga mencari makna kontekstualnya.

Tradisi Sedekah Laut dan Sedekah Bumi di sebagian masyarakat Jawa bukan hanya ritual, tetapi mengandung pesan kontekstual. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan alam semesta yang telah memberikan penghidupan kepada nelayan dan petani, tradisi tersebut secara kontekstual juga sebagai upaya konservasi untuk menjaga laut dan alam agar tetap lestari.

Begitu pun dengan tradisi melukat yang dilakukan masyarakat Bali. Tradisi ini bukan sekadar berendam atau mandi di tempat-tempat sakral. Melukat dimaknai juga sebagai pembersihan jasmani dan rohani, jiwa dan pikiran manusia; dalam konteks alam terkecil hingga alam semesta dengan media air.

Pesan kontekstual yang ingin disampaikan dalam komunikasi tradisional adalah adalah menjaga ekuilibrium, yaitu keharmonisan dalam tiga dimensi: Tuhan, manusia, dan alam semesta. Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional adalah menggali kontekstualitasnya dengan posisi Tuhan, perilaku manusia, dan pelestarian alam.

Kehadiran teknologi memang membuat manusia semakin efisien dalam menghadapi masalah, dibandingkan memanfaatkan komunikasi tradisional. Namun teknologi juga memiliki sisi lemahnya. Ia tidak memiliki nurani untuk menjaga keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta.  [T]    

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Kekerasan dan Komunikasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekosistem Seni untuk Keragaman Identitas Pelaku Seni – Sambutan pada Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram  

Next Post

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co