23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional

Chusmeru by Chusmeru
June 2, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI akan selalu membawa pesan untuk disampaikan. Pemahaman terhadap pesan menjadi sangat penting agar orang dapat mengambil peran dalam komunikasi. Setiap bentuk komunikasi akan memiliki ragam pesan tersendiri.

Penelitian, riset, atau studi tentang pesan disebut dengan message research. Studi tentang pesan menjadi menarik dilakukan, karena banyak kegagalan komunikasi terjadi karena orang salah memaknai pesan.

Studi pada pesan di media massa, baik yang konvensional maupun digital sudah banyak dilakukan. Begitu pula riset tentang pesan dalam komunikasi bisnis maupun komunikasi politik. Akan tetapi studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional masih jarang ditemukan.

Bukan semata karena anggapan komunikasi tradisional tidak lagi menarik untuk dipelajari. Namun juga lantaran pesan dalam komunikasi tradisional lebih kompleks dibanding bentuk komunikasi lainnya.

Pesan komunikasi tradisional selalu disampaikan dalam bahasa daerah. Diperlukan pemahaman terhadap bahasa terlebih dahulu sebelum pemaknaan pesan. Apalagi berdasarkan data Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah.

Komunikasi tradisional sarat dengan ekspresi verbal dan nonverbal yang khas sesuai dengan latar belakang budaya masing-masing daerah. Hal itu dapat disimak dari berbagai kesenian tradisional yang acapkali menggabungkan ucapan, nyanyian, tetabuhan, dan gerakan tubuh yang tak dapat dimaknai secara terpisah.

Perlu Interpretasi

Komunikasi tradisional seringkali bersifat implisit dan konotatif. Biasanya pesan yang disampaikan menggambarkan hakikat dan fungsional. Eskpresi estetis dan kultural sangat mewarnai pesan dalam komunikasi tradisional.

Beberapa dongeng, mitos, dan tembang daerah banyak yang bersifat konotatif, sehingga diperlukan interpretasi terhadap pesan yang dikandungnya. Tembang Jawa Ilir-Ilir, misalnya; mengandung ekpresi estetis dan kultural yang berisi pesan tentang hakikat kehidupan. Tembang tersebut tidak dapat hanya dimaknai secara eksplisit sebagai gambaran alam semesta, karena menyimpan makna implisit tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional mencoba menguak konsep, simbol, ritual, dan konteks komunikasi tradisional. Interpretasi atau pemaknaan terhadap pesan komunikasi tradisional terhadap keempat hal tersebut menjadi fokus kajian.

Pemaknaan terhadap konsep berkaitan dengan teks, kitab, dan mantra yang terdapat dalam setiap komunikasi tradisional. Setiap bentuk komunikasi tradisional memiliki rujukan teks dan kitab. Ada mantra yang harus diucapkan. Pertanyaan studi pesan berkisar tentang kapan teks itu digunakan dan mengapa mantra itu diucapkan.

Penggunaan simbol-simbol dalam komunikasi tradisional juga menarik untuk diteliti. Setiap bentuk komunikasi tradisional di daerah memiliki simbol yang berbeda, baik simbol verbal bahasa maupun nonverbal gerakan. Kata “makan” dalam beberapa kesenian tradisional di Jawa misalnya, bisa bermakna kembang tiga rupa, yaitu mawar, cempaka, dan kenanga.

Begitu pula dengan ritual dalam komunikasi tradisional. Ritual merupakan tata cara atau urutan pelaksanaan tradisi sebagai bentuk komunikasi. Interpretasi terhadap ritual penting dilakukan untuk memahami rangkaian prosesi sebuah tradisi.

Banyak jenis ritual yang memiliki tata cara yang unik; dan itu perlu diinterpretasikan. Mengapa orang harus berendam di sungai tengah malam sebelum melakukan tradisi? Mengapa air yang akan digunakan dalam sebuah tradisi harus diambil dari tujuh sumber mata air? Apa makna pembakaran kemenyan dan dupa dalam sebuah ritual tradisi? Itulah sebagian pertanyaan yang menjadi studi dalam pesan komunikasi tradisional.

Kontekstual

Memaknai pesan dalam komunikasi tradisional bukan berarti bernostalgia pada masa lalu. Bukan pula menyaksikan kekunoan di tengah kekinian. Komunikasi tradisional, sebagaimana bentuk komunikasi yang lain juga memiliki konteks. Studi pesan komunikasi tradisional dengan demikian juga mencari makna kontekstualnya.

Tradisi Sedekah Laut dan Sedekah Bumi di sebagian masyarakat Jawa bukan hanya ritual, tetapi mengandung pesan kontekstual. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan alam semesta yang telah memberikan penghidupan kepada nelayan dan petani, tradisi tersebut secara kontekstual juga sebagai upaya konservasi untuk menjaga laut dan alam agar tetap lestari.

Begitu pun dengan tradisi melukat yang dilakukan masyarakat Bali. Tradisi ini bukan sekadar berendam atau mandi di tempat-tempat sakral. Melukat dimaknai juga sebagai pembersihan jasmani dan rohani, jiwa dan pikiran manusia; dalam konteks alam terkecil hingga alam semesta dengan media air.

Pesan kontekstual yang ingin disampaikan dalam komunikasi tradisional adalah adalah menjaga ekuilibrium, yaitu keharmonisan dalam tiga dimensi: Tuhan, manusia, dan alam semesta. Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional adalah menggali kontekstualitasnya dengan posisi Tuhan, perilaku manusia, dan pelestarian alam.

Kehadiran teknologi memang membuat manusia semakin efisien dalam menghadapi masalah, dibandingkan memanfaatkan komunikasi tradisional. Namun teknologi juga memiliki sisi lemahnya. Ia tidak memiliki nurani untuk menjaga keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta.  [T]    

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Kekerasan dan Komunikasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekosistem Seni untuk Keragaman Identitas Pelaku Seni – Sambutan pada Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram  

Next Post

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co