14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional

Chusmeru by Chusmeru
June 2, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI akan selalu membawa pesan untuk disampaikan. Pemahaman terhadap pesan menjadi sangat penting agar orang dapat mengambil peran dalam komunikasi. Setiap bentuk komunikasi akan memiliki ragam pesan tersendiri.

Penelitian, riset, atau studi tentang pesan disebut dengan message research. Studi tentang pesan menjadi menarik dilakukan, karena banyak kegagalan komunikasi terjadi karena orang salah memaknai pesan.

Studi pada pesan di media massa, baik yang konvensional maupun digital sudah banyak dilakukan. Begitu pula riset tentang pesan dalam komunikasi bisnis maupun komunikasi politik. Akan tetapi studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional masih jarang ditemukan.

Bukan semata karena anggapan komunikasi tradisional tidak lagi menarik untuk dipelajari. Namun juga lantaran pesan dalam komunikasi tradisional lebih kompleks dibanding bentuk komunikasi lainnya.

Pesan komunikasi tradisional selalu disampaikan dalam bahasa daerah. Diperlukan pemahaman terhadap bahasa terlebih dahulu sebelum pemaknaan pesan. Apalagi berdasarkan data Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah.

Komunikasi tradisional sarat dengan ekspresi verbal dan nonverbal yang khas sesuai dengan latar belakang budaya masing-masing daerah. Hal itu dapat disimak dari berbagai kesenian tradisional yang acapkali menggabungkan ucapan, nyanyian, tetabuhan, dan gerakan tubuh yang tak dapat dimaknai secara terpisah.

Perlu Interpretasi

Komunikasi tradisional seringkali bersifat implisit dan konotatif. Biasanya pesan yang disampaikan menggambarkan hakikat dan fungsional. Eskpresi estetis dan kultural sangat mewarnai pesan dalam komunikasi tradisional.

Beberapa dongeng, mitos, dan tembang daerah banyak yang bersifat konotatif, sehingga diperlukan interpretasi terhadap pesan yang dikandungnya. Tembang Jawa Ilir-Ilir, misalnya; mengandung ekpresi estetis dan kultural yang berisi pesan tentang hakikat kehidupan. Tembang tersebut tidak dapat hanya dimaknai secara eksplisit sebagai gambaran alam semesta, karena menyimpan makna implisit tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional mencoba menguak konsep, simbol, ritual, dan konteks komunikasi tradisional. Interpretasi atau pemaknaan terhadap pesan komunikasi tradisional terhadap keempat hal tersebut menjadi fokus kajian.

Pemaknaan terhadap konsep berkaitan dengan teks, kitab, dan mantra yang terdapat dalam setiap komunikasi tradisional. Setiap bentuk komunikasi tradisional memiliki rujukan teks dan kitab. Ada mantra yang harus diucapkan. Pertanyaan studi pesan berkisar tentang kapan teks itu digunakan dan mengapa mantra itu diucapkan.

Penggunaan simbol-simbol dalam komunikasi tradisional juga menarik untuk diteliti. Setiap bentuk komunikasi tradisional di daerah memiliki simbol yang berbeda, baik simbol verbal bahasa maupun nonverbal gerakan. Kata “makan” dalam beberapa kesenian tradisional di Jawa misalnya, bisa bermakna kembang tiga rupa, yaitu mawar, cempaka, dan kenanga.

Begitu pula dengan ritual dalam komunikasi tradisional. Ritual merupakan tata cara atau urutan pelaksanaan tradisi sebagai bentuk komunikasi. Interpretasi terhadap ritual penting dilakukan untuk memahami rangkaian prosesi sebuah tradisi.

Banyak jenis ritual yang memiliki tata cara yang unik; dan itu perlu diinterpretasikan. Mengapa orang harus berendam di sungai tengah malam sebelum melakukan tradisi? Mengapa air yang akan digunakan dalam sebuah tradisi harus diambil dari tujuh sumber mata air? Apa makna pembakaran kemenyan dan dupa dalam sebuah ritual tradisi? Itulah sebagian pertanyaan yang menjadi studi dalam pesan komunikasi tradisional.

Kontekstual

Memaknai pesan dalam komunikasi tradisional bukan berarti bernostalgia pada masa lalu. Bukan pula menyaksikan kekunoan di tengah kekinian. Komunikasi tradisional, sebagaimana bentuk komunikasi yang lain juga memiliki konteks. Studi pesan komunikasi tradisional dengan demikian juga mencari makna kontekstualnya.

Tradisi Sedekah Laut dan Sedekah Bumi di sebagian masyarakat Jawa bukan hanya ritual, tetapi mengandung pesan kontekstual. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan alam semesta yang telah memberikan penghidupan kepada nelayan dan petani, tradisi tersebut secara kontekstual juga sebagai upaya konservasi untuk menjaga laut dan alam agar tetap lestari.

Begitu pun dengan tradisi melukat yang dilakukan masyarakat Bali. Tradisi ini bukan sekadar berendam atau mandi di tempat-tempat sakral. Melukat dimaknai juga sebagai pembersihan jasmani dan rohani, jiwa dan pikiran manusia; dalam konteks alam terkecil hingga alam semesta dengan media air.

Pesan kontekstual yang ingin disampaikan dalam komunikasi tradisional adalah adalah menjaga ekuilibrium, yaitu keharmonisan dalam tiga dimensi: Tuhan, manusia, dan alam semesta. Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional adalah menggali kontekstualitasnya dengan posisi Tuhan, perilaku manusia, dan pelestarian alam.

Kehadiran teknologi memang membuat manusia semakin efisien dalam menghadapi masalah, dibandingkan memanfaatkan komunikasi tradisional. Namun teknologi juga memiliki sisi lemahnya. Ia tidak memiliki nurani untuk menjaga keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta.  [T]    

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Kekerasan dan Komunikasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekosistem Seni untuk Keragaman Identitas Pelaku Seni – Sambutan pada Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram  

Next Post

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co