12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional

Chusmeru by Chusmeru
June 2, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KOMUNIKASI akan selalu membawa pesan untuk disampaikan. Pemahaman terhadap pesan menjadi sangat penting agar orang dapat mengambil peran dalam komunikasi. Setiap bentuk komunikasi akan memiliki ragam pesan tersendiri.

Penelitian, riset, atau studi tentang pesan disebut dengan message research. Studi tentang pesan menjadi menarik dilakukan, karena banyak kegagalan komunikasi terjadi karena orang salah memaknai pesan.

Studi pada pesan di media massa, baik yang konvensional maupun digital sudah banyak dilakukan. Begitu pula riset tentang pesan dalam komunikasi bisnis maupun komunikasi politik. Akan tetapi studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional masih jarang ditemukan.

Bukan semata karena anggapan komunikasi tradisional tidak lagi menarik untuk dipelajari. Namun juga lantaran pesan dalam komunikasi tradisional lebih kompleks dibanding bentuk komunikasi lainnya.

Pesan komunikasi tradisional selalu disampaikan dalam bahasa daerah. Diperlukan pemahaman terhadap bahasa terlebih dahulu sebelum pemaknaan pesan. Apalagi berdasarkan data Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Indonesia memiliki 718 bahasa daerah.

Komunikasi tradisional sarat dengan ekspresi verbal dan nonverbal yang khas sesuai dengan latar belakang budaya masing-masing daerah. Hal itu dapat disimak dari berbagai kesenian tradisional yang acapkali menggabungkan ucapan, nyanyian, tetabuhan, dan gerakan tubuh yang tak dapat dimaknai secara terpisah.

Perlu Interpretasi

Komunikasi tradisional seringkali bersifat implisit dan konotatif. Biasanya pesan yang disampaikan menggambarkan hakikat dan fungsional. Eskpresi estetis dan kultural sangat mewarnai pesan dalam komunikasi tradisional.

Beberapa dongeng, mitos, dan tembang daerah banyak yang bersifat konotatif, sehingga diperlukan interpretasi terhadap pesan yang dikandungnya. Tembang Jawa Ilir-Ilir, misalnya; mengandung ekpresi estetis dan kultural yang berisi pesan tentang hakikat kehidupan. Tembang tersebut tidak dapat hanya dimaknai secara eksplisit sebagai gambaran alam semesta, karena menyimpan makna implisit tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional mencoba menguak konsep, simbol, ritual, dan konteks komunikasi tradisional. Interpretasi atau pemaknaan terhadap pesan komunikasi tradisional terhadap keempat hal tersebut menjadi fokus kajian.

Pemaknaan terhadap konsep berkaitan dengan teks, kitab, dan mantra yang terdapat dalam setiap komunikasi tradisional. Setiap bentuk komunikasi tradisional memiliki rujukan teks dan kitab. Ada mantra yang harus diucapkan. Pertanyaan studi pesan berkisar tentang kapan teks itu digunakan dan mengapa mantra itu diucapkan.

Penggunaan simbol-simbol dalam komunikasi tradisional juga menarik untuk diteliti. Setiap bentuk komunikasi tradisional di daerah memiliki simbol yang berbeda, baik simbol verbal bahasa maupun nonverbal gerakan. Kata “makan” dalam beberapa kesenian tradisional di Jawa misalnya, bisa bermakna kembang tiga rupa, yaitu mawar, cempaka, dan kenanga.

Begitu pula dengan ritual dalam komunikasi tradisional. Ritual merupakan tata cara atau urutan pelaksanaan tradisi sebagai bentuk komunikasi. Interpretasi terhadap ritual penting dilakukan untuk memahami rangkaian prosesi sebuah tradisi.

Banyak jenis ritual yang memiliki tata cara yang unik; dan itu perlu diinterpretasikan. Mengapa orang harus berendam di sungai tengah malam sebelum melakukan tradisi? Mengapa air yang akan digunakan dalam sebuah tradisi harus diambil dari tujuh sumber mata air? Apa makna pembakaran kemenyan dan dupa dalam sebuah ritual tradisi? Itulah sebagian pertanyaan yang menjadi studi dalam pesan komunikasi tradisional.

Kontekstual

Memaknai pesan dalam komunikasi tradisional bukan berarti bernostalgia pada masa lalu. Bukan pula menyaksikan kekunoan di tengah kekinian. Komunikasi tradisional, sebagaimana bentuk komunikasi yang lain juga memiliki konteks. Studi pesan komunikasi tradisional dengan demikian juga mencari makna kontekstualnya.

Tradisi Sedekah Laut dan Sedekah Bumi di sebagian masyarakat Jawa bukan hanya ritual, tetapi mengandung pesan kontekstual. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan alam semesta yang telah memberikan penghidupan kepada nelayan dan petani, tradisi tersebut secara kontekstual juga sebagai upaya konservasi untuk menjaga laut dan alam agar tetap lestari.

Begitu pun dengan tradisi melukat yang dilakukan masyarakat Bali. Tradisi ini bukan sekadar berendam atau mandi di tempat-tempat sakral. Melukat dimaknai juga sebagai pembersihan jasmani dan rohani, jiwa dan pikiran manusia; dalam konteks alam terkecil hingga alam semesta dengan media air.

Pesan kontekstual yang ingin disampaikan dalam komunikasi tradisional adalah adalah menjaga ekuilibrium, yaitu keharmonisan dalam tiga dimensi: Tuhan, manusia, dan alam semesta. Studi tentang pesan dalam komunikasi tradisional adalah menggali kontekstualitasnya dengan posisi Tuhan, perilaku manusia, dan pelestarian alam.

Kehadiran teknologi memang membuat manusia semakin efisien dalam menghadapi masalah, dibandingkan memanfaatkan komunikasi tradisional. Namun teknologi juga memiliki sisi lemahnya. Ia tidak memiliki nurani untuk menjaga keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta.  [T]    

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Kekerasan dan Komunikasi
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi tradisional
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ekosistem Seni untuk Keragaman Identitas Pelaku Seni – Sambutan pada Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram  

Next Post

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Sejak Itu Samsu Berubah | Cerpen Khairul A. El Maliky

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co