12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Penelitian Komunikasi dan Budaya

Chusmeru by Chusmeru
June 15, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

 Perkembangan dunia teknologi dan informasi membuat segala bentuk komunikasi menjadi semakin efisen. Orang tidak perlu berkomunikasi tatap muka langsung untuk sekadar “to say hello”. Aplikasi percakapan media sosial menyediakan fitur panggilan video.

Begitu penting kehadiran media baru di tengah kehidupan menjadikan komunikasi lain terabaikan. Termasuk komunikasi lintas dan antarbudaya yang tidak diminati, baik untuk dipelajari maupun diteliti.

Kajian media sosial begitu banyak. Sedangkan penelitian komunikasi dan budaya teramat jarang. Padahal jika dicermati, isu-isu budaya acapkali menjadi bagian dari promosi ekonomi dan politik. Sebut saja iklan lembaga atau corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan besar.

Banyak perusahaan yang membuat company profile dengan latar belakang seni budaya setempat. Begitu pula promosi destinasi wisata. Bukan semata wahana dan pemandangan alam yang dipromosikan. Beragam jenis seni dan budaya juga menjadi bagian dari promosi pariwisata.

Kampanye politik sering pula diwarnai dengan atraksi seni budaya daerah. Para kandidat berjoget bersama masyarakat dalam tarian adat. Penyambutan politisi ke suatu daerah diiringi dengan pemakaian busana adat dan menikmati kuliner tradisional.

Oleh sebab itu, anggapan komunikasi budaya kurang menarik untuk diteliti tentu saja kurang tepat. Justru ketika masyarakat begitu gandrung pada media baru, maka komunikasi budaya diperlukan untuk menjaga identitas bangsa.

Banyak pilihan pendekatan dalam penelitian komunikasi dan budaya. Pilihan-pilihan itu digunakan sesuai dengan latar belakang dan tujuan penelitian. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan sosial, politik, dan ekonomi.

Fenomenologi

Mengenali penelitian komunikasi dan budaya menjadi penting, karena setiap budaya memiliki perspekstif komunikasinya. Penelitian ragam budaya yang ada di Indonesia dapat dilakukan dengan bermacam pendekatan.     

Pendekatan fenomenologi biasa digunakan untuk mengkaji pengalaman hidup seseorang atau  mempelajari bagaimana individu secara subjektif merasakan pengalaman dan memberikan makna dari suatu fenomena. Kajian fenomenologi yang sering digunakan adalah teori Alfred Schutz dan Edmund Husserl.  

Fokus penelitian fenomenologi pada struktur pengalaman kesadaran, berupa realitas objektif yang mewujud dalam pengalaman subjektif seseorang. Pengalaman orang dapat ditelusuri dari motif yang mendasari tindakan (because motive) dan alasan ke depan terhadap tindakan itu (in order to motive).

Pendekatan fenomenologi banyak dilakukan dalam bidang kajian komunikasi dan budaya. Sebelum mengkaji motif atas tindakan dan pengalaman seseorang, perlu dikaji juga proses becoming atau bagaimana muasal tindakan itu.

Penelitian bisa tentang fenomena pelaku seni budaya, seperti penari, dalang, atau sinden yang masih bertahan di era kekinian. Bagaimana proses awal mereka menjadi pelaku seni. Apa motif yang mendasari mereka menggeluti dunia seni, serta apa alasan ke depan sehingga mereka akan tetap menekuni seni budaya.

Etnografi

Kajian etnografi yang dikembangkan oleh Dell Hymes  berusaha untuk menyentuh komunikasi verbal dan nonverbal. Analisis dilakukan untuk melihat tindak ujaran dalam suatu peristiwa komunikasi, seperti pernyataan, permohonan, perintah, dan lambang-lambang nonverbal.

Etnografi komunikasi adalah pengkajian peranan bahasa dalam perilaku komunikatif suatu masyarakat. Mempelajari cara-cara bagaimana bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya ( Engkus Kuswarno, 2008).

Objek penelitian etnografi komunikasi bisa berupa masyarakat tutur (speech community). Indonesia banyak sekali memiliki masyarakat tutur yang mempunyai kaidah  berbeda-beda. Masyarakat Jawa memiliki banyak bahasa yang berbeda kaidah antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Begitu pula masyarakat Bali, memiliki bahasa daerah yang intonasi dan dialeknya berbeda antara Tabanan dan Buleleng.

Aktivitas dan komponen komunikasi juga menjadi objek penelitian etnografi. Semua daerah di Indonesia memiliki tradisi dan ritual adat sebagai aktivitas komunikasi. Etnografi akan mengkaji tujuan, lokasi, waktu, musim ritual itu, siapa saja pesertanya, apa pesan yang disampaikan, urutan prosesi adat, serta norma-norma terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam tradisi itu.

Dramaturgi   

Kajian tentang komunikasi dan budaya dapat dilakukan dengan mengenali pendekatan dramaturgi. Pendekatan ini dipopulerkan oleh Erving Goffman. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa orang berinteraksi untuk menyajikan gambaran diri yang akan diterima orang lain.

Orang akan mempresentasikan dirinya dengan berbagai atribut atau tindakan tertentu, seperti pakaian, tempat tinggal, perabot rumah, cara berjalan, dan gaya bicara. Intinya, setiap orang ingin melakukan pertunjukan bagi orang lain, sehingga ia menjadi aktor yang tampil untuk memberi kesan terbaik bagi orang lain.

Seorang aktor dalam pertnjukannya akan memainkan panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Panggung depan akan diwarnai dengan setting berupa dekorasi dan latar belakang panggung yang diperlukan.

Selain itu juga terdapat personal font, berupa pakaian, jenis kelamin, usia, suku, bentuk tubuh, ekspresi, dan gerakan tubuh. Itu semua diperlukan aktor untuk melengkapi setting individualnya. Begitu pula penampilan dan gaya yang akan digunakan untuk menggambarkan status dan peranannya.

Panggung belakang adalah wilayah belakang layar seorang aktor. Wilayah ini merupakan tempat atau peristiwa yang dipersiapkan orang untuk tampil di panggung depan. Panggung belakang dapat pula berupa wilayah pribadi orang yang tidak ingin diketahui orang lain, seperti bersantai atau menikmati rekreasi.

Dramaturgi dapat digunakan untuk mengkaji berbagai pelaku seni budaya yang seringkali mendapatkan stigma ketika berada di panggung depan. Misalnya penari Jaipong di Jawa Barat, Lengger di Jawa Tengah, dan penari Joged Bumbung di Bali. Para penari tersebut memiliki panggung depan dan panggung belakang yang berbeda, dan dikelola untuk menciptakan impresi orang lain.

Masih banyak teori maupun pendekatan yang dapat digunakan untuk meneliti komunikasi dan budaya, seperti Konstruksi Sosial, Interaksionisme Simbolik, serta Manajemen Komunikasi. Pendekatan tersebut biasanya digunakan tergatung pada masalah, tujuan, dan hasil yang diharapkan.

Menjadi bagian dari media baru memang keniscayaaan saat ini. Namun bukan lantas melupakan budaya. Novelis Amerika Norman Mailer berujar, tanpa budaya kita semua adalah binatang totaliter. [T]

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Membincang Etika Komunikasi
Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional
Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Tags: Budayailmu komunikasikomunikasipenelitian komunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalang [yang] Tak Lagi Lajang

Next Post

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan -- Konsos PMM 4 Inbound Unud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co