2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Penelitian Komunikasi dan Budaya

Chusmeru by Chusmeru
June 15, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

 Perkembangan dunia teknologi dan informasi membuat segala bentuk komunikasi menjadi semakin efisen. Orang tidak perlu berkomunikasi tatap muka langsung untuk sekadar “to say hello”. Aplikasi percakapan media sosial menyediakan fitur panggilan video.

Begitu penting kehadiran media baru di tengah kehidupan menjadikan komunikasi lain terabaikan. Termasuk komunikasi lintas dan antarbudaya yang tidak diminati, baik untuk dipelajari maupun diteliti.

Kajian media sosial begitu banyak. Sedangkan penelitian komunikasi dan budaya teramat jarang. Padahal jika dicermati, isu-isu budaya acapkali menjadi bagian dari promosi ekonomi dan politik. Sebut saja iklan lembaga atau corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan oleh perusahaan besar.

Banyak perusahaan yang membuat company profile dengan latar belakang seni budaya setempat. Begitu pula promosi destinasi wisata. Bukan semata wahana dan pemandangan alam yang dipromosikan. Beragam jenis seni dan budaya juga menjadi bagian dari promosi pariwisata.

Kampanye politik sering pula diwarnai dengan atraksi seni budaya daerah. Para kandidat berjoget bersama masyarakat dalam tarian adat. Penyambutan politisi ke suatu daerah diiringi dengan pemakaian busana adat dan menikmati kuliner tradisional.

Oleh sebab itu, anggapan komunikasi budaya kurang menarik untuk diteliti tentu saja kurang tepat. Justru ketika masyarakat begitu gandrung pada media baru, maka komunikasi budaya diperlukan untuk menjaga identitas bangsa.

Banyak pilihan pendekatan dalam penelitian komunikasi dan budaya. Pilihan-pilihan itu digunakan sesuai dengan latar belakang dan tujuan penelitian. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan sosial, politik, dan ekonomi.

Fenomenologi

Mengenali penelitian komunikasi dan budaya menjadi penting, karena setiap budaya memiliki perspekstif komunikasinya. Penelitian ragam budaya yang ada di Indonesia dapat dilakukan dengan bermacam pendekatan.     

Pendekatan fenomenologi biasa digunakan untuk mengkaji pengalaman hidup seseorang atau  mempelajari bagaimana individu secara subjektif merasakan pengalaman dan memberikan makna dari suatu fenomena. Kajian fenomenologi yang sering digunakan adalah teori Alfred Schutz dan Edmund Husserl.  

Fokus penelitian fenomenologi pada struktur pengalaman kesadaran, berupa realitas objektif yang mewujud dalam pengalaman subjektif seseorang. Pengalaman orang dapat ditelusuri dari motif yang mendasari tindakan (because motive) dan alasan ke depan terhadap tindakan itu (in order to motive).

Pendekatan fenomenologi banyak dilakukan dalam bidang kajian komunikasi dan budaya. Sebelum mengkaji motif atas tindakan dan pengalaman seseorang, perlu dikaji juga proses becoming atau bagaimana muasal tindakan itu.

Penelitian bisa tentang fenomena pelaku seni budaya, seperti penari, dalang, atau sinden yang masih bertahan di era kekinian. Bagaimana proses awal mereka menjadi pelaku seni. Apa motif yang mendasari mereka menggeluti dunia seni, serta apa alasan ke depan sehingga mereka akan tetap menekuni seni budaya.

Etnografi

Kajian etnografi yang dikembangkan oleh Dell Hymes  berusaha untuk menyentuh komunikasi verbal dan nonverbal. Analisis dilakukan untuk melihat tindak ujaran dalam suatu peristiwa komunikasi, seperti pernyataan, permohonan, perintah, dan lambang-lambang nonverbal.

Etnografi komunikasi adalah pengkajian peranan bahasa dalam perilaku komunikatif suatu masyarakat. Mempelajari cara-cara bagaimana bahasa dipergunakan dalam masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya ( Engkus Kuswarno, 2008).

Objek penelitian etnografi komunikasi bisa berupa masyarakat tutur (speech community). Indonesia banyak sekali memiliki masyarakat tutur yang mempunyai kaidah  berbeda-beda. Masyarakat Jawa memiliki banyak bahasa yang berbeda kaidah antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Begitu pula masyarakat Bali, memiliki bahasa daerah yang intonasi dan dialeknya berbeda antara Tabanan dan Buleleng.

Aktivitas dan komponen komunikasi juga menjadi objek penelitian etnografi. Semua daerah di Indonesia memiliki tradisi dan ritual adat sebagai aktivitas komunikasi. Etnografi akan mengkaji tujuan, lokasi, waktu, musim ritual itu, siapa saja pesertanya, apa pesan yang disampaikan, urutan prosesi adat, serta norma-norma terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam tradisi itu.

Dramaturgi   

Kajian tentang komunikasi dan budaya dapat dilakukan dengan mengenali pendekatan dramaturgi. Pendekatan ini dipopulerkan oleh Erving Goffman. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa orang berinteraksi untuk menyajikan gambaran diri yang akan diterima orang lain.

Orang akan mempresentasikan dirinya dengan berbagai atribut atau tindakan tertentu, seperti pakaian, tempat tinggal, perabot rumah, cara berjalan, dan gaya bicara. Intinya, setiap orang ingin melakukan pertunjukan bagi orang lain, sehingga ia menjadi aktor yang tampil untuk memberi kesan terbaik bagi orang lain.

Seorang aktor dalam pertnjukannya akan memainkan panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Panggung depan akan diwarnai dengan setting berupa dekorasi dan latar belakang panggung yang diperlukan.

Selain itu juga terdapat personal font, berupa pakaian, jenis kelamin, usia, suku, bentuk tubuh, ekspresi, dan gerakan tubuh. Itu semua diperlukan aktor untuk melengkapi setting individualnya. Begitu pula penampilan dan gaya yang akan digunakan untuk menggambarkan status dan peranannya.

Panggung belakang adalah wilayah belakang layar seorang aktor. Wilayah ini merupakan tempat atau peristiwa yang dipersiapkan orang untuk tampil di panggung depan. Panggung belakang dapat pula berupa wilayah pribadi orang yang tidak ingin diketahui orang lain, seperti bersantai atau menikmati rekreasi.

Dramaturgi dapat digunakan untuk mengkaji berbagai pelaku seni budaya yang seringkali mendapatkan stigma ketika berada di panggung depan. Misalnya penari Jaipong di Jawa Barat, Lengger di Jawa Tengah, dan penari Joged Bumbung di Bali. Para penari tersebut memiliki panggung depan dan panggung belakang yang berbeda, dan dikelola untuk menciptakan impresi orang lain.

Masih banyak teori maupun pendekatan yang dapat digunakan untuk meneliti komunikasi dan budaya, seperti Konstruksi Sosial, Interaksionisme Simbolik, serta Manajemen Komunikasi. Pendekatan tersebut biasanya digunakan tergatung pada masalah, tujuan, dan hasil yang diharapkan.

Menjadi bagian dari media baru memang keniscayaaan saat ini. Namun bukan lantas melupakan budaya. Novelis Amerika Norman Mailer berujar, tanpa budaya kita semua adalah binatang totaliter. [T]

BACA artikel lain dari penulis  CHUSMERU

Membincang Etika Komunikasi
Studi tentang Pesan dalam Komunikasi Tradisional
Komunikasi Internasional lewat Janji
Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional
Komunikasi Lingkungan: Ikhtiar Merawat Semesta
Tags: Budayailmu komunikasikomunikasipenelitian komunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalang [yang] Tak Lagi Lajang

Next Post

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan — Konsos PMM 4 Inbound Unud

Menebar Ikan dan Tanam Pohon di Kawasan Danau Buyan -- Konsos PMM 4 Inbound Unud

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co