12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Para Calon Wajib Tahu, Ini Dia Kunci Sukses Memenangkan Pilkada

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
May 31, 2024
in Esai
Para Calon Wajib Tahu, Ini Dia Kunci Sukses Memenangkan Pilkada

Ilustrasi tatkala.co

SEBELAS dua belas dengan Pilpres. Modal dana besar di Pilkada tidak menjamin pasti menang. Nama besar? Masih belum tentu juga. Partai pendukung beken di daerah tersebut? Bukan juga. Sayang sekali.

Banyak yang mengira bahwa banyaknya perolehan suara paslon gubernur, walikota, atau bupati di daerah sangat berbanding lurus dengan banyaknya kucuran dana yang digelontorkan. Banyak dana berarti banyak suara, banyak uang berarti semakin besar peluang kemungkinan untuk menang.

Apakah benar demikian? Sayangnya tidak juga.

Banyak contoh calon kepala daerah di Pilkada yang merosot walau memiliki kekayaan berlimpah ruah. Kalian bisa googling sendiri untuk mencari tahu siapa saja orangnya. Banyak tahu. Di Pilkada, aturan seperti ini masih berlaku. Dana besar memang perlu, tapi bukanlah faktor penentu. Bila uang bukanlah penentu garansi menang, lalu apa? Apakah figur dan prestasi calonnya? Endak juga.

Memang ada calon yang sudah tenar, beken, berprestasi, dan dikenal sejak lama, tapi jumlahnya tidak seberapa. Kebanyakan dari calon kepala daerah itu, kita baru tahu pas hari-hari menjelang pilkada. Benert tho? Gara-gara gambarnya ada di mana-mana, apalagi saat-saat kampanye dan menjelang hari pemilihan, justru baru kita tahu “oohhhhhh ini to calon calonnya”.

Ketika dana besar dan figur calon tidak bisa dijadikan garansi untuk memenangkan pertarungan, tapi ada satu yang bisa, yaitu Tim Sukses. Namanya saja menyandang kata sukses tapi pekerjaannya gila bukan main.

Sekelompok orang yang tujuannya memenangkan salah satu paslon ini, perannya sangat krusial dalam Pilkada. Bahkan, tim sukses ditengarai harus mampu dan kompeten serta memahami segala situasi, kultur, budaya, kebiasaan, dan seluruh kegiatan Masyarakat.

Harus paham juga cara mengendalikan organisasi massa dan bahkan harus mampunya menguasai 4 elemen dasar, yaitu air, api, udara, dan tanah. Hahaha

Secara tidak langsung, faktanya tim sukses ini adalah cerminan dari calon yang diusung. Ketika tim sukses memiliki kepribadian yang baik, ramah, serta dekat dengan masyrakat, ringan tangan saat dimintai bantuan, tanpa menenunjukkan SKCK pun masyarakat bisa menilai bahwa calon yang diusung tim sukses ini juga orang yang baik. True, begitu kenyataannya di lapangan.

Para pemilih, apalagi yang berada di desa-desa, jarang sekali memandang atau memikirkan calon kepala daerah. TOH, SIAPAPUN YANG JADI, NASIB MEREKA TETAP BEGITU-BEGITU SAJA. Kalimat klasik yang kayaknya hampir semua masyarakat desa mengatakan begitu.

Sebagian besar pemilih bukan memilih karena mendukung calon, atau menyukai program-programnya. Karena nyatanya mereka toh ndak paham sama program-program tersebut, apalagi cuma terhitung beberapa hari saja masa kampanye, jelas ndak diinget di benak masyarakat.

Jadi, itu lebih kepada perasaan balas budi kepada tim suksesnya. Apalagi ketika tim sukses di masyarakat dikenal sebagai ujung tombak sehingga banyak orang yang merasa berutang budi atas kebaikan yang telah dilakukan oleh tim sukses.

Setiap kali ada kegiatan di lingkungan, si tim sukses ini langsung turun dan berbaur dengan masyarakat. Rela mengeluarkan tenaga dan biaya bahkan waktu demi kepentingan bersama.

Sudah berkorban banyak hal tanpa meminta apa-apa kala itu, lalu pada saat momen menjelang hari pencoblosan Pilkada tiba-tiba tim sukses ini minta dukungan kita untuk mencoblos satu suara terhadap calon yang diusungnya. Apakah kira-kira masyarakat akan menolaknya?

Tentu sangat sulit sekali untuk mengatakan “tidak”, apalagi berpindah haluan memilih calon sebelah. Tim sukses seperti ini hampir bisa dipastikan akan mendulang banyak suara untuk calon yang diusung.

Begitu pula sebaliknya. Saat ada salah satu tim sukses, yang kesehariannya kurang baik dengan masyarakat, gunjing sana gunjing sini, menjelekkan calon sebelah, tiba-tiba saat Pilkada meminta bantuan pada kita untuk memilih calon yang diusungnya, kira-kira bagaimana respons masyarakat?

Saya meyakini, dalam bibir bisa saja masyarakat berkata iya atau mengangguk-angguk karena merasa gak enakan, dalam jabat tangan yang berisi amplop sudah barang tentu diterima, tapi di dalam TPS, semuanya masih menjadi rahasia. Di atas perhitungan matematis tim sukses dikira menang, namun di bilik suara ternyata suaranya melayang.

Pemilih mengatakan “iya” bukan karena mereka mau, melainkan karena dalam kultur masyarakat bahwa menolak permintaan orang lain masih dianggap sebagai hal yang tidak sopan. Sekalipun yang meminta bantuan orang yang kurang baik terhadap masyarakat, tetep dianggap tidak sopan. Kultur yang sulit dilawan karena mempertaruhkan perasaan dua insan.

Tim sukses tipe kedua ini, nyatanya jarang sekali mendulang banyak suara bagi calon yang diusungnya. Bahkan disinyalir malah tidak memperoleh suara sama sekali. Maka dari itu, bagi calon yang mempunyai tim sukses semacam ini, siap-siap saja menerima pil pahit, sudah kalah, kesan di masyarakat juga jadi gak baik. Apes tenan.[T]

Utak Atik Pilkada Buleleng Jika Digelar 2024
Mengapa Tamba-Ipat (Bisa) Menang Pada Pilkada Jembrana? || Winasa Effect? Ah…
Perlu “Orang Gila” di Pilkada Tabanan
Tak Ada Soal Banjir dalam Debat Pilkada Buleleng – Ahok, Mana Ahok?
Tags: PilkadaPolitiktim sukses
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024

Next Post

Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram: Bentuk Dukungan dan Pengakuan untuk Komponis Perempuan

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram: Bentuk Dukungan dan Pengakuan untuk Komponis Perempuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co