22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Para Calon Wajib Tahu, Ini Dia Kunci Sukses Memenangkan Pilkada

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
May 31, 2024
in Esai
Para Calon Wajib Tahu, Ini Dia Kunci Sukses Memenangkan Pilkada

Ilustrasi tatkala.co

SEBELAS dua belas dengan Pilpres. Modal dana besar di Pilkada tidak menjamin pasti menang. Nama besar? Masih belum tentu juga. Partai pendukung beken di daerah tersebut? Bukan juga. Sayang sekali.

Banyak yang mengira bahwa banyaknya perolehan suara paslon gubernur, walikota, atau bupati di daerah sangat berbanding lurus dengan banyaknya kucuran dana yang digelontorkan. Banyak dana berarti banyak suara, banyak uang berarti semakin besar peluang kemungkinan untuk menang.

Apakah benar demikian? Sayangnya tidak juga.

Banyak contoh calon kepala daerah di Pilkada yang merosot walau memiliki kekayaan berlimpah ruah. Kalian bisa googling sendiri untuk mencari tahu siapa saja orangnya. Banyak tahu. Di Pilkada, aturan seperti ini masih berlaku. Dana besar memang perlu, tapi bukanlah faktor penentu. Bila uang bukanlah penentu garansi menang, lalu apa? Apakah figur dan prestasi calonnya? Endak juga.

Memang ada calon yang sudah tenar, beken, berprestasi, dan dikenal sejak lama, tapi jumlahnya tidak seberapa. Kebanyakan dari calon kepala daerah itu, kita baru tahu pas hari-hari menjelang pilkada. Benert tho? Gara-gara gambarnya ada di mana-mana, apalagi saat-saat kampanye dan menjelang hari pemilihan, justru baru kita tahu “oohhhhhh ini to calon calonnya”.

Ketika dana besar dan figur calon tidak bisa dijadikan garansi untuk memenangkan pertarungan, tapi ada satu yang bisa, yaitu Tim Sukses. Namanya saja menyandang kata sukses tapi pekerjaannya gila bukan main.

Sekelompok orang yang tujuannya memenangkan salah satu paslon ini, perannya sangat krusial dalam Pilkada. Bahkan, tim sukses ditengarai harus mampu dan kompeten serta memahami segala situasi, kultur, budaya, kebiasaan, dan seluruh kegiatan Masyarakat.

Harus paham juga cara mengendalikan organisasi massa dan bahkan harus mampunya menguasai 4 elemen dasar, yaitu air, api, udara, dan tanah. Hahaha

Secara tidak langsung, faktanya tim sukses ini adalah cerminan dari calon yang diusung. Ketika tim sukses memiliki kepribadian yang baik, ramah, serta dekat dengan masyrakat, ringan tangan saat dimintai bantuan, tanpa menenunjukkan SKCK pun masyarakat bisa menilai bahwa calon yang diusung tim sukses ini juga orang yang baik. True, begitu kenyataannya di lapangan.

Para pemilih, apalagi yang berada di desa-desa, jarang sekali memandang atau memikirkan calon kepala daerah. TOH, SIAPAPUN YANG JADI, NASIB MEREKA TETAP BEGITU-BEGITU SAJA. Kalimat klasik yang kayaknya hampir semua masyarakat desa mengatakan begitu.

Sebagian besar pemilih bukan memilih karena mendukung calon, atau menyukai program-programnya. Karena nyatanya mereka toh ndak paham sama program-program tersebut, apalagi cuma terhitung beberapa hari saja masa kampanye, jelas ndak diinget di benak masyarakat.

Jadi, itu lebih kepada perasaan balas budi kepada tim suksesnya. Apalagi ketika tim sukses di masyarakat dikenal sebagai ujung tombak sehingga banyak orang yang merasa berutang budi atas kebaikan yang telah dilakukan oleh tim sukses.

Setiap kali ada kegiatan di lingkungan, si tim sukses ini langsung turun dan berbaur dengan masyarakat. Rela mengeluarkan tenaga dan biaya bahkan waktu demi kepentingan bersama.

Sudah berkorban banyak hal tanpa meminta apa-apa kala itu, lalu pada saat momen menjelang hari pencoblosan Pilkada tiba-tiba tim sukses ini minta dukungan kita untuk mencoblos satu suara terhadap calon yang diusungnya. Apakah kira-kira masyarakat akan menolaknya?

Tentu sangat sulit sekali untuk mengatakan “tidak”, apalagi berpindah haluan memilih calon sebelah. Tim sukses seperti ini hampir bisa dipastikan akan mendulang banyak suara untuk calon yang diusung.

Begitu pula sebaliknya. Saat ada salah satu tim sukses, yang kesehariannya kurang baik dengan masyarakat, gunjing sana gunjing sini, menjelekkan calon sebelah, tiba-tiba saat Pilkada meminta bantuan pada kita untuk memilih calon yang diusungnya, kira-kira bagaimana respons masyarakat?

Saya meyakini, dalam bibir bisa saja masyarakat berkata iya atau mengangguk-angguk karena merasa gak enakan, dalam jabat tangan yang berisi amplop sudah barang tentu diterima, tapi di dalam TPS, semuanya masih menjadi rahasia. Di atas perhitungan matematis tim sukses dikira menang, namun di bilik suara ternyata suaranya melayang.

Pemilih mengatakan “iya” bukan karena mereka mau, melainkan karena dalam kultur masyarakat bahwa menolak permintaan orang lain masih dianggap sebagai hal yang tidak sopan. Sekalipun yang meminta bantuan orang yang kurang baik terhadap masyarakat, tetep dianggap tidak sopan. Kultur yang sulit dilawan karena mempertaruhkan perasaan dua insan.

Tim sukses tipe kedua ini, nyatanya jarang sekali mendulang banyak suara bagi calon yang diusungnya. Bahkan disinyalir malah tidak memperoleh suara sama sekali. Maka dari itu, bagi calon yang mempunyai tim sukses semacam ini, siap-siap saja menerima pil pahit, sudah kalah, kesan di masyarakat juga jadi gak baik. Apes tenan.[T]

Utak Atik Pilkada Buleleng Jika Digelar 2024
Mengapa Tamba-Ipat (Bisa) Menang Pada Pilkada Jembrana? || Winasa Effect? Ah…
Perlu “Orang Gila” di Pilkada Tabanan
Tak Ada Soal Banjir dalam Debat Pilkada Buleleng – Ahok, Mana Ahok?
Tags: PilkadaPolitiktim sukses
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar Menulis Ulasan Politik di Tatkala May May May 2024

Next Post

Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram: Bentuk Dukungan dan Pengakuan untuk Komponis Perempuan

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Ni Luh Menek | Memupuk Pohon Kesenian dan Merawat Cendrawasih di Bali Utara

Festival Komponis Perempuan Wrdhi Cwaram: Bentuk Dukungan dan Pengakuan untuk Komponis Perempuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co