5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tak Ada Soal Banjir dalam Debat Pilkada Buleleng – Ahok, Mana Ahok?

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Feature

Foto diambil dari facebook

JANGAN bertanya soal hasil debat Pilkada Buleleng kepada orang Buleleng yang kebetulan lewat di kawasan Desa Pancasari, Selasa 7 Februari sore hingga malam dan Rabu 8 Februari juga pada sore hingga malam. Mereka kemungkinan besar akan marah.

Lha, tentu saja marah. Wong sedang berjuang melewati jalur horor (air, lumpur dan batu memenuhi jalan dan mobil dipaksa nerobok dengan perasaan was-was), masak ditanya soal Pilkada.

Dalam kondisi seperti itu, telat sampai di rumah, telat sampai di tujuan, atau telat bertemu relasi dalam acara makan malam bahkan bukan lagi soal penting. Yang penting itu selamat.

Ini memang ironis. Paradoks. Nungkalik. Bersamaan dengan pertunjukan debat Pilkada Buleleng di hotel mewah di Denpasar, Selasa malam itu, jalan raya Singaraja-Denpasar, tepatnya di wilayah Pancasari, memang kembali diterjang banjir lumpur. Laman-laman facebook pun diisi gambar mobil dan motor “berenang” di jalanan.

Yang menarik, dalam debat Pilkada pada ronde kedua yang disiarkan langsung TV lokal itu, tak sekata pun disinggung soal banjir di Buleleng. Kata-kata yang berseliweran adalah kata-kata yang membosankan semacam pengentasan kemiskinan, penanganan kesehatan, peningkatan pendidikan, peningkatan kesejahteraan, lapangan kerja, pariwisata, ekonomi dan kata-kata lain yang selalu muncul dengan pongah dalam setiap pilkada atau pemilu.

Padahal, jika bencana banjir dan tanah longsor terus-terusan jadi hantu dan selalu menjadi teror menakutkan di Buleleng, jangankan bekerja dan sejahtera, beranjak keluar rumah pun warga berpikir seribu kali.

Lihatlah, selama masa kampanye sejak akhir 2016, media massa sepertinya banyak dihiasi berita dan foto tentang banjir, tanah longsor dan angin ngelinus.  Berita-berita itu bersaing dengan berita kampanye dari dua pasangan calon, Dewa Sukrawan/Dharma Wijaya dan Agus Suradnyana/Sutjidra.

Banjir fenomenal terjadi di kawasan wisata Pemuteran, Gerokgak, Disebut fenomenal karena ada seorang warga memasang foto di laman facebook yang kemudian menjadi viral. Foto itu berisi aksi satir – seseorang diving di areal banjir lengkap dengan alat menyelam seakan orang itu sedang menyelam di lautan keruh.

Banjir juga terjadi di sejumlah titik di Kota Singaraja, seperti di Jalan Ahmad Yani bagian barat yang selalu dihiasi cerita pilu dari warga yang mukim di sekitar jalan itu. Titik lain tak usah disebut lagi, karena sudah terlalu sering jadi berita di media massa pada setiap musim hujan.

Banjir di Pancasari bukan sekali ini terjadi. Pada awal-awal masa kampanye Pilkada Buleleng, kawasan yang menjadi jalur utama Singaraja-Denpasar itu sudah sempat diterjang banjir parah.

Seperti biasa yang terjadi kemudian adalah komentar saling lempar tanggung-jawab tanpa menyelesaikan persoalan. Jika ditarik ke belakang, banjir di Pancasari itu memang langganan dan sudah melewati beberapa kali Pilkada, baik Pilkada Buleleng maupun Pilkada Bali.

Yang bikin agak kesal dan menyesal, dalam debat Pilkada berita-berita banjir (meski ditulis dengan sangat satir atau sangat memilukan oleh wartaawn) ternyata tak bisa menjelma dan menyusup sebagai materi pertanyaan, baik dari panelis maupun dari paslon dalam sesi saling tanya-jawab.

Lho, lho, lho, kan tema debat soal pembangunan ekonomi, pariwisata, dan politik, bukan penanganan bencana? Oh, ya, ya, bencana itu selama ini memang kerap dianggap urusan nasib masing-masing, bukan urusan ekonomi, pariwisata, apalagi politik. Tapi, jika banjir jadi langganan, kapan warga bisa bekerja dan meningkatkan taraf ekonomi? Jika banjir terus, bagaimana turis bisa tertarik lewat meski untuk sekadar singgah untuk kencing.

Pada masa kampanye pun tampaknya para paslon Pilkada tak merasa penting untuk menyampaikan program penanganan banjir kepada warga calon pemilih. Kalau pun ada komentar, itu sifatnya insidental karena ditanya wartawan saat terjadi banjir. Setelah banjir reda, wacana tentang banjir tak berarti lagi.

Ini sama seperti lelucon tentang seseorang yang memperbaiki atap rumahnya yang bocor pada saat hujan. Karena jika tak hujan, rumahnya tak dianggap bocor.

Sejumlah pemilik akun di facebook tampaknya sudah geregetan menghadapi banjir langganan di Pancasari. Seorang pemilik akun bahkan tanpa dosa berkomentar di akun temannya yang memposting foto-foto banjir di Pancasari.

“Gimana sih Ahok? Katanya bebas banjir.  Panggil Ahok ke sini sekarang,” begitu komentar seorang pemilik akun untuk menanggapi foto banjir di jalur penting itu.

Ahok kita tahu adalah calon Gubernur di Pilkada DKI. Dengan komentar semacam itu pemilik akun mungkin ingin melemparkan semacam sindiran seakan-akan banjir terjadi di wilayah DKI Jakarta dan Ahok dipanggil untuk mengatasinya.

Semua tahu, soal penanganan banjir di DKI memang selalu menjadi wacana dan materi debat dalam Pilkada. Tentu karena ibukota itu memiliki titik-titik rawan yang selalu dilanda banjir. Karena wacana-wacana semacam itulah muncul perdebatan sengit tentang normalisasi aliran sungai, pembangunan waduk, atau pembuatan sodetan.

Dari debat itu pun muncul kosa kata yang tak asing lagi selama masa kampanye dan masa debat, seperti penggusuran, rumah susun, digeser bukan digusur, rumah terapung, dan membangun tanpa menggusur. Semua kosa kata itu muncul karena para paslon memang serius menjabarkan program penanganan banjir. Dari semua itu, warga pemilih bukan hanya dengan mudah bisa menentukan pilihan, tapi juga mendapatkan pelajaran tentang banyak hal.

Di Buleleng, bukankah banjir yang kadang disertai tanah longsor, sudah bisa dianggap teror yang datang setiap hujan deras? Kenapa masalah itu seakan tak layak diperdebatkan dengan serius, dan seakan hanya cukup jadi keluh-kesah, caci maki dan sindir-sindiran? (T)

 

Tags: banjirbulelengdebat pilkadaPilkada
Share78TweetSendShareSend
Previous Post

La La Land: Tentang Fantasi, Mimpi Dan Romantisme Warna-Warni

Next Post

Senja di Taman Kota, Saksi Kebahagiaan Semesta

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails
Next Post

Senja di Taman Kota, Saksi Kebahagiaan Semesta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co