23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peluang Cuan dari “Sport Tourism”

Chusmeru by Chusmeru
April 15, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

KONSER band Coldplay pada tanggal 15 November 2023 menciptakan kehebohan di Tanah Air. Selain pro dan kontra kehadiran band asal Inggris tersebut, konser telah berhasil menyedot 70 – 80 ribu penonton. Bahkan kamar hotel di sekitar Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, tempat penyelenggaraan konser itu penuh dipesan.

Sebelumnya, pada tanggal 11-12 Maret 2023 di GBK juga diselenggarakan konser musik Blackpink. Grup vokal asal Korea Selatan itu menyedot 135.000 penonton. Banyak pihak yang diuntungkan dengan meraup cuan dari konser Blackpink.

Begitu pun konser solo Suga BTS pada tanggal 26-26 Mei 2023. Diperkirakan grup band asal Korea Selatan ini ditonton oleh 30.000 orang. Bahkan personel gabungan TNI-Polri yang menjaga konser tersebut mencapai 1000 personel.

Dari pagelaran konser musik tersebut dapat ditarik benang merah, bahwa untuk dapat berwisata orang tidak hanya harus ke pantai, bukit, dan taman rekreasi. Dalam perspektif pariwisata, hobi dan hiburan juga dapat dikemas untuk menangguk cuan.

Sport Tourism

Tak kalah dengan konser musik, gelaran olah raga internasional di Indonesia juga menebar cuan lumayan besar. Beberapa kali Indonesia mengadakan perhelatan olah raga yang banyak dikunjungi penonton, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Oleh karenanya, olah raga dianggap sebagai tontonan dan hiburan yang dapat mendatangkan wisatawan.

Olah raga sebagai produk wisata (sport tourism) dapat dicermati dari beberapa event yang digelar di Indonesia. Hajatan MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 18-20 Maret 2022 menyedot penonton 102.801 orang. Sedangkan MotoGP yang diadakan tanggal 13-15 Oktober 2023 menarik 102.929 penonton.

Jumlah tersebut tentu saja sangat banyak, jika dikaitkan dengan jumlah kamar hotel yang tersedia di sekitar Mandalika. Menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat, okupansi hotel bintang lima saat MotoGP tahun 2022 sudah penuh terisi. Okupansi hotel 100 persen di daerah Lombok Barat, seperti Mandalika, Mataram, dan Senggigi (CNN, 5 Maret 2022).

Begitu pula dengan Moto GP yang diselenggarakan tahun 2023. Tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 97 persen. Sedangkan tingkat okupansi di wilayah penyangga, seperti Mataram dan Senggigi sebesar 95 persen (Pemprov NTB, 15 Oktober 2023). Dapat dibayangkan berapa besar aliran cuan yang beredar saat MotoGP berlangsung.

Hajatan olah raga lain yang tak kalah penting dalam meraup cuan adalah Piala Dunia U-17 yang diselenggarakan pada tanggal 10 November hingga 2 Desember 2023. Kejuaran dunia sepak bola usia 17 tahun itu diadakan di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya.

Jumlah penonton di setiap laga mencapai 11 ribu orang. Jumlah tersebut telah melampaui target FIFA sebanyak 10 ribu penonton. Sepak bola sebagai olah raga favorit di Indonesia terbukti dapat menjadi tontonan dan hiburan banyak orang. Artinya, sepak bola dapat masuk dalam kategori wisata olah raga yang menguntungkan dari sisi ekonomis.

Betapa tidak; jika diasumsikan dari masing-masing laga 25 persen adalah penonton dari luar kota tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17, maka terdapat peluang 2.750 orang yang akan menginap di kota tersebut. Kota Solo, misalnya, memiliki 4.500 kamar untuk hotel bintang dan nonbintang. Maka, jumlah penonton sepak bola itu dapat menyumbang 50 persen angka hunian hotel.

Selain MotoGP dan sepak bola, banyak gelaran olah raga lain yang dapat menyedot penonton dalam jumlah banyak. Jika dikemas dengan baik, maka ajang olah raga itu dapat menjadi daya tarik wisata.

Peluang Cuan

Langkah awal yang perlu dilakukan agar wisata olah raga dapat berkembang adalah dengan melakukan pemetaan potensi di setiap daerah. Setelah itu perlu dirumuskan secara menarik dalam kalender wisata masing-masing daerah.

Setiap daerah di Indonesia punya kesempatan untuk mengembangkan wisata olahraga. Ditilik dari potensi alam, keragaman bentang alam nusantara membuat potensi wisata olahraga yang dimiliki Indonesia sangat besar. Baik yang digelar di jalanan, tebing, bukit, sungai, laut, hingga udara. Selain potensi alam, Indonesia juga memiliki budaya, dan SDM yang mendukung pengembangan tersebut.

Lewat pengembangan sport tourism di daerah, wisatawan yang datang tak hanya menikmati atraksi olahraga, tetapi juga melihat keragaman kebudayaan setempat. Hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Banyak pihak yang diuntungkan, baik secara ekonomis maupun sosial budaya apabila daerah menggelar sport tourism. Ajang olahraga seperti marathon, balap sepeda, sepak bola, hingga MotoGP  diyakini efektif mendatangkan wisatawan mancanegara dari berbagai penjuru dunia.

Kasus MotoGP tahun 2023, hotel di seputaran Mandalika, NTB penuh terisi. Penonton pun memanfaatkan homestay yang dikelola masyarakat. Bahkan, banyak penonton yang rela menginap dengan menyewa tenda.

Tentu saja ini peluang cuan yang menyegarkan bagi masyarakat. Ribuan wisatawan yang datang ke Mandalika bukan hanya untuk menonton balap motor bergengsi itu saja. Mereka juga menikmati kuliner setempat serta pernak-pernik cinderamata khas MotoGP.

Menjadikan rumah penduduk sebagai homestay bukan hanya merupakan inovasi masyarakat dalam menyambut MotoGP, tetapi juga merupakan hak masyarakat untuk ikut menikmati ajang balap motor internasional itu di daerahnya.

Jangan sampai, hajatan olah raga prestisius itu hanya dinikmati oleh pengusaha hotel dan penginapan saja, sementara masyarakat hanya menjadi penonton di luar pagar arena balap. Oleh karenanya, pengembangan sport tourism harus memiliki prinsip berkeadilan dan menyejahterakan. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Pariwisata Regeneratif bagi Masa Depan
Menggagas Pariwisata di Ibu Kota Negara
Pariwisata Jepang nan Kian Berkibar
Strategi Pengembangan Pasar Wisata
Tags: ilmu pariwisataPariwisataSport Tourism
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Muaythai Masuk Desa Sepang

Next Post

Di Buleleng Timur Ada Siswa Miskin Sepatunya Bolong — Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan pun Beraksi

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Di Buleleng Timur Ada Siswa Miskin Sepatunya Bolong — Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan pun Beraksi

Di Buleleng Timur Ada Siswa Miskin Sepatunya Bolong -- Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan pun Beraksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co