20 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 3, 2024
in Khas
Dwarsa Sentosa, Musisi Buleleng yang Lebih Terkenal di Jawa Ketimbang di Daerah Kelahirannya

Dwarsa Sentosa

KENAL Dwarsa Sentosa? Ia adalah musisi Buleleng. Jika warga Buleleng tak kenal dia, barangkali karena dia tak sering “diundang pentas” di depan publik Buleleng.

Kini, di tengah viralnya kisruh pentas seni HUT Kota Singaraja, Dwarsa Sentosa sedang menjalani tour musik keliling 25 kota di Pulau Jawa. Setiap kota yang ia datangi senantiasa memberi sambutan hangat – sambutan yang jarang ia dapatkan di daerah kelahirannya di Buleleng.

Dwarsa adalah Runner Up I Supermusic Superstar 2023. Supermusic Superstar adalah ajang kompetisi musik tingkat nasional. Dan karena itulah pada tahun 2024 ini ia diberi kesempatan untuk tour keliling kota-kota di Pulau Jawa.

Dwarsa Sentosa dalam ajang Supermusic Superstar | Foto: Dok. Dwarsa Sentosa

Musisi ini lahir di Gerokgak, 26 Januari 1996. Dan, bisa dikata, dia salah satu putra daerah Bali Utara yang telah mampu mengembangkan kancah karir musiknya pada event berskala nasional.

Seleksi Supermusic Superstar dilakukan di tiap wilayah regional, dan Dwarsa sempat ikut audisi Regional Indonesia Timur.

“Namun saya harus pulang karena hanya berada di posisi ke-3, sementara yang lolos grandfinal hanya juara 1 dan 2 saja,” cerita Dwarsa.

Hoki Dwarsa ternyata ada pada audisi pusat. Audisi pusat adalah audisi se-Indonesia dengan mencari 6 finalist menuju ke grandfinal. Setelah bertemu dengan finalist dari juara tiap regional, akhirnya Dwarsa mampu membawa nama Bali ke peringkat 2, mengalahkan finalist regional Indonesia Timur yang dalam sebelumnya mengalahkan dia.

“Setelah itulah berbagai program musik saya jalani bergandengan dengan Supermusic,” aku Dwarsa. 

Berbekal dari privilege Supermusic Superstar 2023, kini Dwarsa Sentosa sedang menjalani tour 25 kota di Pulau Jawa dengan tema Supermusic Superstar Intimate Session 2024 (Jabodetabek, Jabar, Jateng, dan Jatim).

Sampai awal April 2024 ini tour itu telah berlalu 5 titik sebagai awal di Kota Tasikmalaya 23 Februari 2024, Garut 26 Februari 2024, Cirebon 29 Februari 2024, Jakarta Timur 3 Maret 2024, dan Karawang 8 Maret 2024.

Selanjutnya, 20 titik lagi akan diterus pada penghujung April sampai dengan Juni 2024.

Artinya, Dwarsa akan meninggalkan Buleleng, atau meninggalkan Pulau Dewata, sampai bulan Juni untuk mengharumkan nama Buleleng di industri musik indie nasional.

Dwarsa Sentosa (nomor dua dari kiri) | Foto: Dok. Dwarsa Sentosa

Adapun 20 titik rencana tour berikutnya yang diprogramkan Supermusic Solo, Magelang, D.I.Y., Semarang, Cilacap, Purwokerto, Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, Tangerang Selatan, Serang Banten, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Subang, Bandung, Madiun, Surabaya, dan Jember.

“Pun sebenarnya sebelum tour ini berjalan, Surabaya dan Bekasi sudah berkali-kali saya jagjagi untuk manggung di sana,” kata Dwarsa.

Gerak langkah Dwarsa ini sekaligus membantah anggapan bahwa musisi Bali susah jika dibawa ke ranah Nasional.

Siapa Itu Dwarsa Sentosa?

Dwarsa sudah bergelut dengan notasi sejak kelas 2 SD, sempat vakum pada masa SMP-SMA, hingga memutuskan untuk terjun sepenuhnya di industri musik indie pada tahun 2020.

Sebelum fokus dan yakin mencemplungkan hidup pada industri musik indie, Dwarsa sesungguhnya sudah menekuni bidang itu sejak tahun 2014, namun masih pada tahap mencari-cari jati diri. Hingga akhirnya, 6 tahun kemudian, yakni tahun 2020, ia yakin untuk bergerak sepenuh hidup pada industri musik indie.

Selama 4 tahun berkarir di industri musik, ia telah berkolaborasi dengan berbagai artis lokal Bali. Ia sempat merilis karya-karya lintas genre, berkecimpung di dunia festival musik, berkarya dengan instansi, hingga akhirnya menemukan sebuah wadah untuk membagikan segala pengalamannya, yaitu di Reim Space.

Reim Space adalah sebuah komunitas yang kini ia gandeng sebagai session player, The Reimland, pada perjalanan karirnya yang bertajuk #RATAKANAN.

Dwarsa sangat yakin bahwa generasi berikutnya harus menjadi generasi yang jauh lebih baik dari saat ini. Maka ia memutuskan untuk menggali pengalaman sedalam-dalamnya, kemudian akan ia bekali generasi-generasi selanjutnya yang mungkin bisa ia sentuh lewat komunitas, salah satunya yaitu komunitas Reim Space.

Lebih dikenal di Surabaya

Dwarsa yang merupakan putra Buleleng asli merasa kurang mendapat perhatian di daerah kelahirannya. Entah mengapa, ia sendiri masih mencari-cari jawabannya.

“Kenapa ya di tanah kelahiran sendiri malah sangat kurang perhatian. Bahkan dari jaman berjuang membawa nama Buleleng ini,” kata Dwarsa lebih pada dirinya sendiri.

Yang lucu, sebagaimana diceritakan Dwarsa, ia memang tak dikenal dengan baik di Buleleng. Suatu kali, ada pejabat yang meneleponnya untuk diminta pentas di Buleleng. Dan pejabat itu bertanya, “Berapa biaya transportasi dari Denpasar?”

Haha. Dwarsa dikira musisi dari Denpasar. Padahal ia Buleleng asli.

Sekarang, ketika ia sedang menjalani tour 25 kota di Pulau Jawa ini, bahkan tidak ada respon dari, sebagaimana dikatakan Dwarsa, “yang katanya nyama (sauadara)” kita sendiri.

“Ada sih beberapa yang memberi respon dan support. Dan mereka yang ada sampai di detik ini adalah keluarga besar saya,” ujar Dwarsa.

Yang menarik, kata Dwarsa, ia sebagai vocalis lebih dikenal di Surabaya, dan ia seperti memendam ketakutan ketika di arena Supermusic untuk sesi Show Surabaya ada tagline yang beredar, yakni “Show Pulang Kampung untuk Dwarsa Sentosa”. 

Lho, kenapa bisa seperti itu? Ternyata Surabaya adalah panggung pertama Dwarsa sebagai soloist, alias tempat penerimaan project solo pertama. Awalnya di project itu ia sebagai keyboardist, meluas ke ranah produser musik, dan akhirnya tiba-tiba menjadi vocalist.

“Buleleng tidak kenal saya sebagai vocalist, tapi Surabaya mengenal Dwarsa sebagai vocalist dan tidak ada yang menyangka bahwa saya sebenarnya dulu hanya pengiring belakang dalam sebuah band. Mereka tahunya sekarang saya frontliner yang berjuang dengan segala visi dan misi,” kata Dwarsa.

Penonton menyambut hangat ketika Dwarsa Sentosa pentas dalam Supermusic | Foto: Dok. Dwarsa Sentosa

Menurut Dwarsa, orang-orang Surabaya sangat respect dengan karyanya, dan mereka yang memaksanya untuk ikut audisi di tingkat pusat lagi ketika audisi regional Indonesia Timur di Surabaya itu dia gugur.

“Dan dorongan mereka menjadi trigger keras untuk membuktikan bahwa saya bisa,” kata Dwarsa.

Orang-orang di Jawa itu memang selalu menyambut hangat ketika ada band pendatang baru. “Tapi kenapa ya kalau kita di sini Bali kok sepertinya pasif dengan band pendatang baru,” kata Dwarsa.

Di Jawa, kata Dwarsa, ketika pertama kali pentas bisa sampai crowd diving ke penonton.

“Ini PR untuk kita semua, jika perayaan adanya sebuah seniman di panggung dapat diapresiasi oleh penonton, maka yakin, seni tradisional maupun modern Buleleng bisa bersaing.

Dan dapat juga disimpulkan, seni itu adalah pelaku dan penikmat, tanpa salah satu, akan menjadi kipa (buntung),” ujar Dwarsa.

Di sisi lain, walaupun Dwarsa tidak “digampes” sedikitpun oleh Buleleng ini, ia tetap berjuang untuk membuktikan bahwa Bali bisa menuju Nasional.

Membuat Merch

Untuk menunjang tour sekaligus memperkenalkan produk Buleleng di luar, kini Dwarsa melakukan gerakan pembuatan Merch untuk tour ini.  Dwarsa berkolaborasi dengan seniman komik asli Buleleng juga, yaitu Dian dengan tokoh Beluluk.

Dwarsa dan Dian bekerjasama untuk menciptakan sebuah jejak barang kenangan berupa kaos yang dipenuhi dengan kata-kata yang bersugesti positif. Dwarsa sudah membuka pre-order dan sudah lumayan banyak peminatnya.

“Sayangnya, lagi dan lagi pembelinya mostly dari luar kota, bahkan sampai Australia,” kata Dwarsa.

Menurut Dwarsa, baju sudah beres di preorder system yang dijual dengan harga 150.000 Rupiah. Selanjutnya, Merch yang lebih kompleks akan segera disiapkan oleh dua manusia yang kurang diperhatikan di tanah kelahirannya sendiri.

Diharapkan, merch ini akan mampu mewakilkan keseluruhan lagu yang Dwarsa tulis yaitu Intro – Tuan Berbintang, Serdadu Hitam, Kata-kata Super, Tambah Sedikit Kuota untuk Berdosa, Rumah dalam Rumah, Sampai Tua jadi Gila, Snoozed lagi, dan Kapan Suksesnya? – Outro (Pada album #RATAKANAN).

Berlagak pura-pura ikut trend, karya Dwarsa tidak selesai pada itu saja. Ternyata Dwarsa pun memiliki karya FLIPSIDE (trend instagram yang menunjukkan sisi lain diri) yang dibalut dengan 4 lagu dengan nuansa yang lebih ganas (Intruder, Delusion, Eliott, dan Nakayoshi). 

Di akhir tulisan ini, Dwarsa meninggalkan sebuah pesan singkat, “Semoga Buleleng ku segera “sehat”. [T]

Penulis/Editor: Adnyana Ole

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja
Tags: bulelengmusikseni musiksupermusic
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pegawai Pemkab Buleleng Menari Rejang di Pura Agung Besakih

Next Post

Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

by I Wayan Artika
March 16, 2026
0
Laporan Survey Program Desa Binaan FBS Undiksha di Desa Pedawa: Membangun Desain Pembangunan Desa Berbasis Komunitas

PROGRAM Desa Binaan yang dikembangkan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha merupakan bagian dari upaya menghadirkan perguruan...

Read moreDetails

Hari Perempuan Sedunia dan Merayakan Suara Perempuan Pesisir

by Komang Ari
March 14, 2026
0
Hari Perempuan Sedunia dan Merayakan Suara Perempuan Pesisir

SAYA tengah mencoba banyak merenung ketika tulisan ini dibuat, tepat sehari setelah Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day)--yang diperingati pada...

Read moreDetails

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

by Jaswanto
March 13, 2026
0
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian...

Read moreDetails

Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
March 13, 2026
0
Jari Telunjuk Nakal —Cerita Inspiratif Seorang Dokter

Nittt…Nitttt… Nittt! Suara monitor itu berbunyi di ruangan yang penuh aura kesedihan, harapan, tangisan, dan keikhlasan bercampur aduk. Kulitnya yang...

Read moreDetails

Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Dari Bara Logam ke Simbol Persatuan: Pengecoran Rupang Buddha Nusantara dalam Peringatan Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia

DI tengah lantunan paritta suci dan doa yang khidmat, logam-logam persembahan umat perlahan mencair. Dari bara api itulah sebuah rupang...

Read moreDetails

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails
Next Post
Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Suara Klunting Menjelang Takbir
Esai

Suara Klunting Menjelang Takbir

SUARA pesan WhatsApp siang itu membuat sumringah wajah temanku Katno. Aku melihatnya saat kami berlima ngobrol santai di kantin sambil...

by L Margi
March 19, 2026
Nyepi: Menubuhkan Ruang, Mengheningkan Dunia
Esai

Nyepi: Menubuhkan Ruang, Mengheningkan Dunia

PAGI ini, Bali tidak bangun. Tidak ada suara motor, tidak ada langkah tergesa, tidak ada percakapan yang saling bertubrukan di...

by I Wayan Sujana Suklu
March 19, 2026
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman
Budaya

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
Arsitektur Kekosongan dalam Tradisi Nusantara   —Catatan Sunyi Nyepi 2026
Esai

Arsitektur Kekosongan dalam Tradisi Nusantara   —Catatan Sunyi Nyepi 2026

NUSANTARA bukan sekadar titik koordinat di peta dunia; ia adalah titik temu antara yang terlihat (Sakala) dan yang tak terlihat...

by I Ketut Sumarta
March 18, 2026
Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja
Panggung

Ketika Seorang Guru Menjaga Nyala Literasi Anak  —Dari Lomba Bertutur HUT Kota Singaraja

Seorang gadis dengan busana kemeja putih, destar bermotif batik, dan rok merah tampil dengan percaya diri di atas panggung beralas...

by Radha Dwi Pradnyani
March 18, 2026
Guru Sejati, Upaya Menyelami Diri untuk Introspeksi, Evaluasi, dan Harmonisasi
Esai

Guru Sejati, Upaya Menyelami Diri untuk Introspeksi, Evaluasi, dan Harmonisasi

PERNAHKAH terlintas di pikiran kita spontan satu pertanyaan, “Apa tujuan hidup ini?”. Atau memikirkan, “Siapa saya ini?”. Atau pertanyaan-pertanyaan lain...

by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026
Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan
Bahasa

Nyepi, Sepi, Hening: Menemukan Diri dalam Keheningan

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, Nyepi merupakan nomina (kata benda) yang bermakna hari suci umat Hindu untuk memperingati...

by I Made Sudiana
March 18, 2026
Mudik sebagai Ritual Antropologis Bangsa Indonesia
Esai

Mudik sebagai Ritual Antropologis Bangsa Indonesia

SETIAP menjelang Idul Fitri, jutaan orang Indonesia bergerak hampir bersamaan. Jalan tol penuh, terminal padat, pelabuhan sesak, dan bandara dipadati...

by Angga Wijaya
March 18, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Satu Bumi, Satu Keluarga: Kontemplasi Nyepi di Tengah Riuh Dunia dan Semangat Saka Bhoga Sevanam

MOMENTUM Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 hadir dalam lanskap global yang tidak...

by I Made Pria Dharsana
March 18, 2026
Hari Suci Saraswati, Mempermulia Diri dengan “Kaweruhan Sujati”
Esai

Pesan ‘Buda Wage Kelawu’: Gunakanlah Kekayaan untuk Keharmonisan, Bukan Perpecahan Apalagi Peperangan

 HARI suci yang bertemu dalam satu hari memang tidak jarang terjadi dalam perhitungan waktu atau dewasa di Bali. Nyepi bersamaan...

by IK Satria
March 18, 2026
Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar
Panggung

Konsep Keseimbangan dalam Bhuta Wiru, Ogoh-Ogoh Banjar Wanayu, Gianyar

Tubuh abu-abu besar, kalung benang menjuntai-juntai, rambut jabrik, dan juluran lidah perlambang ekspresi yang mengerikan tergambar dari ogoh-ogoh Bhuta Wiru,...

by Wahyu Mahaputra
March 17, 2026
Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh  dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng
Panggung

Pasukan Taruna Menjelma Jadi Pasukan Penabuh dalam Lomba Baleganjur Ngarap SMA/SMK Se-Buleleng HUT ke-3 Pro Yowana Buleleng

MENDENGAR kata taruna, seakan terbayang seseorang yang tegap, tinggi, gagah, dan disiplin. Namun bagaimana jika kita membayangkan taruna memainkan instrumen...

by Agus Suardiana Putra
March 18, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co