12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan dan Tips Menjadi Pemimpin Perempuan di Era Society 5.0

Pipit Kusniati by Pipit Kusniati
March 25, 2024
in Esai
Tantangan dan Tips Menjadi Pemimpin Perempuan di Era Society 5.0

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

DI era Society 5.0, peran perempuan menjadi semakin penting dan harus diperluas. Society 5.0 adalah konsep yang menggabungkan teknologi digital dan fisik untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, lebih berkelanjutan, dan lebih inklusif. Oleh karena itu, perempuan harus terwakili dalam politik dan pengambilan keputusan, baik dalam ranah publik maupun domestik—untuk mencapai tujuan ini.

Dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, peran perempuan di ruang intelektual berdasarkan pendidikan maupun dalam luar kerja juga semakin meningkat. Namun, perempuan masih menghadapi banyak tantangan untuk memasuki posisi manajerial.

Data menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi konflik akibat dari perbedaan pendapat, atau akibat dari tidak adanya suport women dan tidak jarang karena adanya relasi kuasa di dalamnya. Hal itu memang kerap terjadi di ranah pendidikan, seperti organisasi inter maupun ekstra kampus.

Selain dari pada itu, perbedaan gender dalam gaji, kemajuan, dan peluang karir di berbagai bidang dalam ruang kerja juga masih terdapat kesenjangan. Hal ini menunjukkan masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap perempuan yang perlu diubah dan dihilangkan.

Perempuan harus diberi kesempatan dan kebebasan yang sama dalam berpendapat—dan dalam hal mengimpikan dan diimpikan menjadi seorang pemimpin. Sebagai perempuan, kita harus mampu melihat potensi diri kita berdasarkan pengetahuan maupun pengalaman. Sebab untuk memantaskan diri menjadi seorang pemimpin bukan hanya dipersiapkan dalam waktu yang singkat, namun dalam jangka waktu yang lama.

Bukan karena ingin merasa diri lebih, tetapi tanggung jawab menjadi seorang pemimpin itu sangatlah besar, bukan sekadar harus bisa menaklukkan hati saja, namun menjadi seorang pemimpin harus multitalent, siap siaga dalam bentuk intelektual dan kerja nyata yang cerdas, yang mampu mengayomi dan menjadikan orang yang memandang termotivasi akan hal yang dicapai.

Selain kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, perempuan juga harus diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memajukan pencapaian dan karir mereka dan mencapai posisi kepemimpinan tanpa memandang latar belakang yang menjadi batasan untuk bermimpi.

Namun, perempuan tidak harus menunggu pengakuan dan kesempatan. Perempuan bisa menjadi pemimpin dengan membangun karir yang solid dan mengembangkan keterampilan kepemimpinannya sendiri.

Di era Society 5.0 yang semakin maju dan kompleks, peran pemimpin perempuan menjadi semakin penting. Perempuan memiliki peluang besar untuk memimpin dan membawa perubahan positif di berbagai sektor, mulai dari politik hingga bisnis.

Namun, perempuan terus menghadapi stigma dan diskriminasi dari kalangan mereka sendiri, yaitu perempuan, baik dalam ruang lingkup apapun dan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk posisi kepemimpinan, hingga melahirkan pemikiran-pemikiran yang tidak sehat, seperti “soal kriteria bisa menyusul dan siapa yang lebih dekat, siapa yang berasal dari kalangan kami maka itu yang pantas, bukan tentang siapa yang mempunyai potensi, pengalaman, serta memenuhi kriteria.”

Pemikiran seperti itu akan menimbulkan konflik dari pihak-pihak tertentu dengan adanya primodial yang melahirkan cara-cara kotor hingga cara-cara yang inskonstitusional untuk mencapai suatu tujuan yang primodial. Pemimpin yang lahir dari inskonstitusional akan membentuk kader-kader yang menganggap aturan mudah dilanggar sesuai dengan arahan dan relasi belaka.

Seperti kita ketahui bersama bahwa seorang pemimpin bukan hanya sekadar mampu mengayomi, namun harus mampu menerapkan dan memiliki jiwa netralitas dalam menjalankan amanah yang di berikan, baik dalam bentuk apapun.

Berbicara tentang pemimpin perempuan, baik dalam ruang lingkup organisasi maupun ruang kerja, sebenarnya ruang lingkup organisasi adalah tempat di mana kepemimpinan kita dilatih dan melakukan segala hal dengan suka rela. Hal ini berbanding terbalik dengan kepemimpinan kita dalam ruang lingkup kerja.

Sehingga, untuk menjadi pemimpin perempuan yang sukses di era Society 5.0, ada beberapa inspirasi dan tips yang bisa dijadikan pedoman. Pertama, pentingnya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memimpin suatu lembaga dan lain sebagainya. Hal ini berpengaruh untuk menyukseskan kinerja-kinerja dengan adanya pengalaman yang melekat walau tanpa adanya suatu yang terikat.

Kemudian, penting untuk membangun kepercayaan diri dan keyakinan pada keterampilan kepemimpinan. Terkadang, perempuan cenderung meragukan diri mereka sendiri dan merasa kurang percaya diri saat membuat keputusan atau memimpin tim. Itulah mengapa penting untuk mengambil risiko dan menantang diri sendiri untuk tumbuh dan berkembang.

Kedua, perempuan perlu berjejaring dan bekerja dengan orang-orang yang memiliki visi dan nilai yang sama. Jaringan dapat menciptakan peluang dan inspirasi untuk kemajuan karir dan menciptakan perubahan positif dalam kader dan masyarakat. Bekerja sama juga dapat membantu perempuan membangun tim yang kuat dan beragam yang dapat membantu mencapai tujuan bersama.

Ketiga, perempuan harus belajar memimpin dengan empati dan kebijaksanaan. Kepemimpinan yang baik tidak hanya berarti kemampuan untuk membuat keputusan strategis, tetapi juga kemampuan untuk memahami dan menghormati sudut pandang orang lain. Dengan memimpin dengan empati, perempuan dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memotivasi tim untuk bekerja lebih baik.

Keempat, perempuan harus terus belajar dan meningkatkan keterampilannya. Masyarakat 5.0 adalah zaman yang sangat dinamis dan terus berubah, sehingga para pemimpin perempuan harus rutin memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Ada banyak sumber daya seperti seminar, lokakarya, dan kursus online.

Terakhir, perempuan harus berjuang untuk mencapai kesetaraan gender dan mengatasi diskriminasi yang ada. Meskipun banyak kemajuan telah dibuat di bidang kesetaraan gender, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan untuk menghapuskan diskriminasi dan memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam karir dan posisi kepemimpinan.

Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, seorang pemimpin perempuan harus mampu menyeimbangkan peran dan tanggung jawab antara keluarga dan karirnya. Dalam hal ini, penting untuk membangun jaringan pendukung yang dapat membantu mengatasi tantangan tersebut. Keluarga, pasangan, dan teman dapat memberikan dukungan moral dan praktis yang sangat dibutuhkan dalam karier perempuan.

Pemimpin perempuan yang sukses memiliki kualifikasi dan keterampilan yang diperlukan untuk memimpin. Perempuan dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan seperti kemampuan berkomunikasi dengan baik, memimpin secara etis, dan memotivasi tim. Perempuan juga harus memiliki keterampilan teknis yang baik, tentang pengetahuan teknologi dan keterampilan pengambilan keputusan berbasis data.

Mengutamakan pendidikan dan pengembangan diri. Pendidikan dan pengembangan diri sangat penting untuk menjadi pemimpin perempuan yang sukses. Pendidikan membuka pintu untuk peluang karir yang lebih baik dan meningkatkan keterampilan kepemimpinan.

Selain itu, pengembangan diri seperti membaca buku, mengikuti kursus pelatihan dan konferensi dapat membantu pemimpin perempuan mengembangkan keterampilan baru.

Penting untuk diingat bahwa menjadi pemimpin perempuan tidak selalu mudah, terutama di lingkungan yang didominasi laki-laki. Namun, dengan keterampilan dan kualifikasi yang diperlukan, serta sikap positif dan berani mengambil risiko, pemimpin perempuan dapat mengatasi tantangan dan berkembang dalam karir mereka.

Penting juga untuk memperhatikan, misalnya, kesetaraan dan keadilan gender dalam karir dan membangun jaringan yang kuat dan saling mendukung dengan perempuan lain. Hal ini memungkinkan para pemimpin perempuan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan mempromosikan kesetaraan gender.

Dengan semakin majunya era Society 5.0, pemimpin perempuan harus terus berbenah, mengembangkan keterampilan baru dan belajar dari kesalahan. Dengan mempertahankan sikap positif, pemimpin perempuan dapat berhasil dalam karirnya dan menciptakan perubahan positif di komunitasnya.[T]

Literasi Digital Nasional: Perempuan Bisa Apa?
Keadilan Gender dan Kemandirian Ekonomi bagi Perempuan
Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji
Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng
Tags: Era Society 5.0kesetaraan gederpemimpinPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggagas Pariwisata di Ibu Kota Negara

Next Post

Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan

Pipit Kusniati

Pipit Kusniati

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Mataram. KOHATI Mataram, Duta Kesehatan Mental Indonesia NTB 2023 dan Miss Beauty Indonesia NTB 2023

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan

Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co