2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan dan Tips Menjadi Pemimpin Perempuan di Era Society 5.0

Pipit Kusniati by Pipit Kusniati
March 25, 2024
in Esai
Tantangan dan Tips Menjadi Pemimpin Perempuan di Era Society 5.0

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

DI era Society 5.0, peran perempuan menjadi semakin penting dan harus diperluas. Society 5.0 adalah konsep yang menggabungkan teknologi digital dan fisik untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, lebih berkelanjutan, dan lebih inklusif. Oleh karena itu, perempuan harus terwakili dalam politik dan pengambilan keputusan, baik dalam ranah publik maupun domestik—untuk mencapai tujuan ini.

Dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, peran perempuan di ruang intelektual berdasarkan pendidikan maupun dalam luar kerja juga semakin meningkat. Namun, perempuan masih menghadapi banyak tantangan untuk memasuki posisi manajerial.

Data menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi konflik akibat dari perbedaan pendapat, atau akibat dari tidak adanya suport women dan tidak jarang karena adanya relasi kuasa di dalamnya. Hal itu memang kerap terjadi di ranah pendidikan, seperti organisasi inter maupun ekstra kampus.

Selain dari pada itu, perbedaan gender dalam gaji, kemajuan, dan peluang karir di berbagai bidang dalam ruang kerja juga masih terdapat kesenjangan. Hal ini menunjukkan masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap perempuan yang perlu diubah dan dihilangkan.

Perempuan harus diberi kesempatan dan kebebasan yang sama dalam berpendapat—dan dalam hal mengimpikan dan diimpikan menjadi seorang pemimpin. Sebagai perempuan, kita harus mampu melihat potensi diri kita berdasarkan pengetahuan maupun pengalaman. Sebab untuk memantaskan diri menjadi seorang pemimpin bukan hanya dipersiapkan dalam waktu yang singkat, namun dalam jangka waktu yang lama.

Bukan karena ingin merasa diri lebih, tetapi tanggung jawab menjadi seorang pemimpin itu sangatlah besar, bukan sekadar harus bisa menaklukkan hati saja, namun menjadi seorang pemimpin harus multitalent, siap siaga dalam bentuk intelektual dan kerja nyata yang cerdas, yang mampu mengayomi dan menjadikan orang yang memandang termotivasi akan hal yang dicapai.

Selain kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, perempuan juga harus diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memajukan pencapaian dan karir mereka dan mencapai posisi kepemimpinan tanpa memandang latar belakang yang menjadi batasan untuk bermimpi.

Namun, perempuan tidak harus menunggu pengakuan dan kesempatan. Perempuan bisa menjadi pemimpin dengan membangun karir yang solid dan mengembangkan keterampilan kepemimpinannya sendiri.

Di era Society 5.0 yang semakin maju dan kompleks, peran pemimpin perempuan menjadi semakin penting. Perempuan memiliki peluang besar untuk memimpin dan membawa perubahan positif di berbagai sektor, mulai dari politik hingga bisnis.

Namun, perempuan terus menghadapi stigma dan diskriminasi dari kalangan mereka sendiri, yaitu perempuan, baik dalam ruang lingkup apapun dan di berbagai lapisan masyarakat, termasuk posisi kepemimpinan, hingga melahirkan pemikiran-pemikiran yang tidak sehat, seperti “soal kriteria bisa menyusul dan siapa yang lebih dekat, siapa yang berasal dari kalangan kami maka itu yang pantas, bukan tentang siapa yang mempunyai potensi, pengalaman, serta memenuhi kriteria.”

Pemikiran seperti itu akan menimbulkan konflik dari pihak-pihak tertentu dengan adanya primodial yang melahirkan cara-cara kotor hingga cara-cara yang inskonstitusional untuk mencapai suatu tujuan yang primodial. Pemimpin yang lahir dari inskonstitusional akan membentuk kader-kader yang menganggap aturan mudah dilanggar sesuai dengan arahan dan relasi belaka.

Seperti kita ketahui bersama bahwa seorang pemimpin bukan hanya sekadar mampu mengayomi, namun harus mampu menerapkan dan memiliki jiwa netralitas dalam menjalankan amanah yang di berikan, baik dalam bentuk apapun.

Berbicara tentang pemimpin perempuan, baik dalam ruang lingkup organisasi maupun ruang kerja, sebenarnya ruang lingkup organisasi adalah tempat di mana kepemimpinan kita dilatih dan melakukan segala hal dengan suka rela. Hal ini berbanding terbalik dengan kepemimpinan kita dalam ruang lingkup kerja.

Sehingga, untuk menjadi pemimpin perempuan yang sukses di era Society 5.0, ada beberapa inspirasi dan tips yang bisa dijadikan pedoman. Pertama, pentingnya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memimpin suatu lembaga dan lain sebagainya. Hal ini berpengaruh untuk menyukseskan kinerja-kinerja dengan adanya pengalaman yang melekat walau tanpa adanya suatu yang terikat.

Kemudian, penting untuk membangun kepercayaan diri dan keyakinan pada keterampilan kepemimpinan. Terkadang, perempuan cenderung meragukan diri mereka sendiri dan merasa kurang percaya diri saat membuat keputusan atau memimpin tim. Itulah mengapa penting untuk mengambil risiko dan menantang diri sendiri untuk tumbuh dan berkembang.

Kedua, perempuan perlu berjejaring dan bekerja dengan orang-orang yang memiliki visi dan nilai yang sama. Jaringan dapat menciptakan peluang dan inspirasi untuk kemajuan karir dan menciptakan perubahan positif dalam kader dan masyarakat. Bekerja sama juga dapat membantu perempuan membangun tim yang kuat dan beragam yang dapat membantu mencapai tujuan bersama.

Ketiga, perempuan harus belajar memimpin dengan empati dan kebijaksanaan. Kepemimpinan yang baik tidak hanya berarti kemampuan untuk membuat keputusan strategis, tetapi juga kemampuan untuk memahami dan menghormati sudut pandang orang lain. Dengan memimpin dengan empati, perempuan dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memotivasi tim untuk bekerja lebih baik.

Keempat, perempuan harus terus belajar dan meningkatkan keterampilannya. Masyarakat 5.0 adalah zaman yang sangat dinamis dan terus berubah, sehingga para pemimpin perempuan harus rutin memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Ada banyak sumber daya seperti seminar, lokakarya, dan kursus online.

Terakhir, perempuan harus berjuang untuk mencapai kesetaraan gender dan mengatasi diskriminasi yang ada. Meskipun banyak kemajuan telah dibuat di bidang kesetaraan gender, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan untuk menghapuskan diskriminasi dan memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam karir dan posisi kepemimpinan.

Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, seorang pemimpin perempuan harus mampu menyeimbangkan peran dan tanggung jawab antara keluarga dan karirnya. Dalam hal ini, penting untuk membangun jaringan pendukung yang dapat membantu mengatasi tantangan tersebut. Keluarga, pasangan, dan teman dapat memberikan dukungan moral dan praktis yang sangat dibutuhkan dalam karier perempuan.

Pemimpin perempuan yang sukses memiliki kualifikasi dan keterampilan yang diperlukan untuk memimpin. Perempuan dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan seperti kemampuan berkomunikasi dengan baik, memimpin secara etis, dan memotivasi tim. Perempuan juga harus memiliki keterampilan teknis yang baik, tentang pengetahuan teknologi dan keterampilan pengambilan keputusan berbasis data.

Mengutamakan pendidikan dan pengembangan diri. Pendidikan dan pengembangan diri sangat penting untuk menjadi pemimpin perempuan yang sukses. Pendidikan membuka pintu untuk peluang karir yang lebih baik dan meningkatkan keterampilan kepemimpinan.

Selain itu, pengembangan diri seperti membaca buku, mengikuti kursus pelatihan dan konferensi dapat membantu pemimpin perempuan mengembangkan keterampilan baru.

Penting untuk diingat bahwa menjadi pemimpin perempuan tidak selalu mudah, terutama di lingkungan yang didominasi laki-laki. Namun, dengan keterampilan dan kualifikasi yang diperlukan, serta sikap positif dan berani mengambil risiko, pemimpin perempuan dapat mengatasi tantangan dan berkembang dalam karir mereka.

Penting juga untuk memperhatikan, misalnya, kesetaraan dan keadilan gender dalam karir dan membangun jaringan yang kuat dan saling mendukung dengan perempuan lain. Hal ini memungkinkan para pemimpin perempuan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan mempromosikan kesetaraan gender.

Dengan semakin majunya era Society 5.0, pemimpin perempuan harus terus berbenah, mengembangkan keterampilan baru dan belajar dari kesalahan. Dengan mempertahankan sikap positif, pemimpin perempuan dapat berhasil dalam karirnya dan menciptakan perubahan positif di komunitasnya.[T]

Literasi Digital Nasional: Perempuan Bisa Apa?
Keadilan Gender dan Kemandirian Ekonomi bagi Perempuan
Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji
Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng
Tags: Era Society 5.0kesetaraan gederpemimpinPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menggagas Pariwisata di Ibu Kota Negara

Next Post

Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan

Pipit Kusniati

Pipit Kusniati

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Mataram. KOHATI Mataram, Duta Kesehatan Mental Indonesia NTB 2023 dan Miss Beauty Indonesia NTB 2023

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan

Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co