9 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Keadilan Gender dan Kemandirian Ekonomi bagi Perempuan

Pipit Kusniati by Pipit Kusniati
April 24, 2023
in Esai
Keadilan Gender dan Kemandirian Ekonomi bagi Perempuan

Ilustrasi tatkala.co

KAJIAN TENTANG keadilan bukan hal asing lagi  bagi kita di era sekarang ini. Hal itu diujarkan di jalan-jalan, dipertannyakan di ruang kelas, dituntut di pengadilan, bahkan tidak jarang kita ikut diskusi-diskusi kecil seputar tema tersebut—dan tentu banyak hal persoalan yang berkaitan dengan tindakan diskriminasi atau ketidakadilan  itu.

Tak jarang dari hal tersebut kemudian menumbuhkan kesadaran dan pemikiran-pemikiran bagi perempuan untuk memajukan kehidupan kaumnya.

Seiring berkembangnya zaman, lahirlah para pejuang yang memperjuangkan keadilan dan kesetaraan hak, meninggikan nilai kemanusiaan dan menghidupkan ajaran atau wahyu ilahiah (intelektual besar Islam, Fazlur Rahman telah menegaskan Al-Quran adalah sebuah dokumen petunjuk untuk ummat manusia).

Untuk itu, peran dan kontribusi perempuan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pemulihan, reformasi, serta transformasi ekonomi. Dan dalam hal perekonomian, penting untuk memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan.

Kemandirian perempuan

Dalam hal ini saya akan membedah persoalan mutakhir tentang kemandirian ekonomi dan isu gender. Peretasan atas persoalan itu akan didekati bahasan atas persoalan-persoalan tentang optimalisasi pengelolaan perekonomian berdasar prinsip keadilan—esensi keadilan ekonomi di dalam kehidupan berbangsa dan pengelolaan atas ekonomi agar tidak terjadi kemiskinan dalam berumah tangga.

Adil dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  (KBBI) diartikan dengan sama berat, tidak berat sebelah, dan tidak memihak atau bisa juga diartikan tidak melebihi atau mengurangi daripada yang sewajarnya serta berpihak pada kebenaran.

Keadilan merupakan sebuah bagian yang harus selalu dijunjung tinggi dalam membangun serta membentuk sebuah kepercayaan dalam kegiatan perekonomian yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Konsep adil di sini mempunyai dua konteks, yaitu konteks individual dan juga konteks sosial. Menurut konteks individual, dalam aktivitas perekonomiannya, seorang muslim tidak boleh menyakiti diri sendiri. Adapun dalam konteks sosial, setiap muslim dituntut untuk tidak merugikan orang lain.

Terdapat keseimbangan antara keduanya yaitu diri sendiri dan juga orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa setiap aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh orang beriman harus adil agar tidak ada pihak yang tertindas dan terugikan.

Dalam sistem ekonomi Islam, adil mengandung makna yang sangat dalam, bahwa setiap aktivitas perekonomian yang dijalankan para pelaku ekonomi tidak terjadi tindakan menzalimi orang lain.

Sedangkan kemandirian ekonomi adalah kemandirian pada masyarakat yang dipengaruhi oleh sumberdaya, pemanfaatan, serta pelestarian sumberdaya yang dapat digunakan untuk membantu dalam ekonomi masyarakat.

Menurut Widjayanti, kemandirian ekonomi adalah suatu kondisi yang dialami oleh masyarakat berdasarkan kemampuan memutuskan, memikirkan serta melakukan sesuatu yang dipandang tepat demi mencapai pemecahan masalah ekonomi yang dihadapi dengan kemampuannya sendiri

Dan berbicara tentang kemandirian perempuan saat ini bukanlah hal yang asing bagi kita semua. Seiring berkembangnya zaman, terutama di negara Indonesia, sudah sangat banyak melahirkan perempuan-perempuan berkualitas yang memiliki wawasan luas dalam mempertimbangkan kehidupannya sendiri.

Yang dimaksud kemandirian merupakan suatu kemampuan individu untuk mengatur dirinya sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Sedangkan kemandirian perempuan bisa di lihat dari cara mereka menjalankan hidupnya, memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya dan mampu mengambil peran besar seperti tidak akan menjadikan dirinya sendiri beban bagi orang lain. Mereka bekerja, mereka melihat peluang-peluang besar dan mampu mengambil kesempatan.

Selain itu, kemandirian perempuan dalam perspektif ekonomi juga bisa dilihat dengan banyaknya perempuan yang bekerja baik dengan cara berbisnis maupun yang mengambil peran dalam bidang-bidang yang telah dibangun oleh pemerintah sehingga dengan pekerjaan mereka mampu menghasilkan uang dan bisa memenuhi kehidupan mereka sendiri tanpa bergantung kepada orang lain.

Artinya, dalam kata lain, kemandirian juga merupakan kemampuan mengontrol atau mengatur tingkah laku yang ditandai kebebasan, inisiatif, rasa percaya diri, kontrol diri, ketegasan diri, serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.

Wujud identitas perempuan

Ada kelompok perempuan yang berjuang sebagai pengusaha berskala mikro. Permasalahan utama yang sering dihadapi yaitu ketidaktersediaan uang tunai untuk segera memutarkan usahanya karena kebutuhan rumah tangga masih termasuk bagian dari kegiatan. Kelompok ini sering menjadi korban para pemberi jasa modal dengan bunga harian yang besar.

Sementara itu, terdapat kelompok perempuan yang telah berusaha dan masuk kategori usaha kecil dan menengah. Permasalahan yang sering dihadapi perempuan pengusaha kecil terutama pemasaran, peningkatan kualitas produk, manajemen usaha dan akses perbankan. Sedangkan bagi perempuan usaha menengah biasanya lebih memperhatikan kepada masalah pemasaran dan peningkatan kualitas produk.

Perempuan banyak mengalami dinamika sosial dan budaya dalam masyarakat kita. Konstruksi sosial yang masih berkembang dalam masyarakat menjadikan perempuan sebagai individu yang tak hanya penting untuk dikuatkan secara pengetahuan, kelembagaan atau bahkan secara karakter kemandirian.

Perempuan pada saat ini bukan hanya bergerak dalam ranah domestik saja. Ranah-ranah publik kini juga semakin diminati seiring dengan konsep kesetaraan gender yang mulai diterapkan dalam berbagai ranah kebijakan publik.

Dengan kondisi demikian, maka perempuan dapat mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan kemapuan. Dalam ranah tersebut kemandirian perempuan menjadi hal yang tak luput dari perkembangan perempuan saat ini.

Kemandirian perempuan juga sebagai wujud identitas perempuan yang diawali dengan rasa percaya diri dan rasa bangga terhadap dirinya sendiri sehingga mampu mengembangkan dirinya.

Salah satu dari kemandirian perempuan yaitu mampu melihat potensi dirinya sendiri yang dapat dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kemampuan dirinya sendiri dalam berbagai aspek. Kemandirian dapat menjadi aspek utama dalam prinsip hidup.

Perempuan harus mampu bersaing dalam mengembangkan potensi diri dengan jiwa keberanian dan mental yang cukup bagus untuk mengembangkan diri. Untuk menjadi perempuan yang bermanfaat dan mandiri dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Perempuan zaman sekarang harus mampu mengambil peran penting dalam kehidupan; harus mampu menangani perekonomian dan bisa memahami perkembangan maupun perubahan dalam negara dan mampu menanamkan keberanian dan rasa percaya diri agar perempuan di suatu negara—terutama di Indonesia—mendapatkan keadilan yang sama.

Dan belajar dari masa yang telah lampau, bagaimana perempuan dulu dihinakan dan jangan sampai perempuan kembali ke masa di mana perempuan tidak ada harganya.

Maka dari pada itu, perempuan harus mampu menjujung tinggi harga dirinya, bahkan negara pun sudah membuat undang-undang perlindungan perempuan anak dll. (Undang-undang itu dibuat guna untuk melindungi perempuan karena pada dasarnya perempuan sangat mudah dilecehkan apalagi jika tidak ada perlindungan khusus untuk perempuan.)[T]

Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji
Sosok-sosok Kartini Buleleng, Dari Segala Lini Menebar Inspirasi Bagi Perempuan Buleleng
Perempuan Setengah Buta Penjual Pepaya di Pasar Bendo
Tags: ekonomiGenderpemberdayaan perempuanPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji

Next Post

Self Diagnosis Tanpa Pendampingan Ahlinya itu Bahaya

Pipit Kusniati

Pipit Kusniati

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Mataram. KOHATI Mataram, Duta Kesehatan Mental Indonesia NTB 2023 dan Miss Beauty Indonesia NTB 2023

Related Posts

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails
Next Post
Self Diagnosis Tanpa Pendampingan Ahlinya itu Bahaya

Self Diagnosis Tanpa Pendampingan Ahlinya itu Bahaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co