4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memikirkan Delik dan Hukum Jika Ganja Dipakai Campuran Perkedel, Soto, atau Sambal

Son Lomri by Son Lomri
March 4, 2024
in Esai
Memikirkan Delik dan Hukum Jika Ganja Dipakai Campuran Perkedel, Soto, atau Sambal

Ilustrasi tatkala.co

BAGI bangsa ini, ganja atau nama latin dari cannabis sativa merupakan tumbuhan yang sengaja dikucilkan sebab dianggap berbahaya.

Di Indonesia sendiri ganja lebih banyak tumbuh di daerah Aceh. Dan, konon, telah dikonsumsi oleh petani di sana jauh sebelum kemerdekaan republik ini. Orang-orang dulu telah mengkonsumsi ganja dengan seperlunya, seperti sebagai teh dan rempah makanan hingga sebagai obat alternatif masyarakat.

Tetapi kini ganja sudah menjadi salah satu tumbuhan paling dilarang. Dari membuat candu masyarakat, hingga kanker paru dan masih banyak lainnya telah diumumkan oleh BNN tentang efek buruk ngeganja seperti apa. Lihatlah sesekali di situs resminya.

Pelarangan menggunakan ganja di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jadi siapa saja yang nyimeng atau merokok ganja maka dapat dipastikan ia terkena delik; bisa dikurung, dipenjara sesuai dengan aturannya yang berlaku.

Tapi saya teringat sebelum pelaksanaan pemilu kemarin. Dimana Prof. Mahfud MD memberikan ilustrasi tentang seseorang yang tidak boleh dihukum hanya karena membuat sambal dari ganja. Saya justru membayangkan jika Ganjar dan Mahfud sebagai capres dan cawapres tersebut memberikan atensi penuh dalam kampanyenya terhadap pelegalan ganja di Indonesia, minimal sebagai obat, auto menang menjadi presiden dan yang lain ketinggalan (kalo kata Komengmah). Tapi tentu saja itu tidak bakal mereka lakukan dan tidak akan pernah berani!?

Sambal Ganja di Meja Hukum

Tahun lalu, Prof. Mahfud MD (Ex Kemenkumham) memberikan semacam pencerahan atau barangkali suatu persepsi yang menjebak bisa saja.

Menerangkan dirinya terkait suatu tindakan pada seseorang yang belum ada aturannya, itu tidak bisa dihukum. Agar tampak jelas, kemudian dirinya mengambil satu contoh, ketika seseorang membuat sambal ganja itu tidak bisa dihukum karena belum ada aturannya, katanya dalam orasi ilmiah di Universitas Malikussaleh pada acara Dies Nataliesnya yang ke-54 (13/6/2023).

“Perbuatan itu baru dihukum bila sudah ada undang-undang. Jadi barang siapa buat sambal ganja tidak boleh dihukum karena tidak ada dalam undang-undang,” jelasnya.

Bisa jadi dan masuk akal pula. Karena bagaimana seorang dianggap melanggar tapi aturannya sendiri tidak ada? Jadi, yaa.. apa yang dilanggar, kan? Kan! Umumnya, jika siapapun yang merokok dari ganja dapat dipastikan dirinya bisa kena ulti BNN! Bukan siapa yang membuat sambal dari ganja.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa orang yang membuat sambal, dan soto atau perkedel dari ganja pula dapat dihukum sebab kaitannya atas kepemilikan ganja. Sebagaimana ganja merupakan narkotika golongan I. Jadi barang siapa yang memiliki narkotika golongan I, melanggar aturan otomatis.

Jadi, agak rancu apa yang dicontohkan oleh Pak Mahfud demikian. Sedangkan, sebab-sebab lain di Indonesia yang boleh menggunakan ganja hanya untuk atau sekadar ilmu pengetahuan yang entah hasil penelitiannya seperti apa. Dan, jika benar pemerintah serius dalam meneliti ganja, misalnya, sehingga membolehkan ganja untuk disentuh dan dilihat-lihat demi ilmu pengetahuan tersebut, tentu seharusnya negara dapat pula membuka diri minimal mengijinkan ganja sebagai medis atau meneliti ganja intens untuk medis seperti apa.

Sebab organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO) sendiri telah terang-terangan melegalkan ganja sebagai obat. Yaa.. walaupun beberapa negara sudah lebih dulu melakukannya dari pada WHO. Seperti Amerika, Inggris, Peru, Jerman, Meksiko, Spanyol. Bahkan Belanda tak hanya melegalkan ganja dalam negaranya sebagai obat, tetapi justru mengijinkan kedai-kedai kopi di sana menyediakan ganja untuk sekadar enjoy orang-orang sambil ngopi.

Polemik tentang ganja di Indonesia masih terus bergulir bahkan sejak tahun 2010 terutama tuntutannya pelegalan ganja sebagai obat. Seperti pada tahun 2022 silam, Santi Warastuti seorang perempuan paruh baya yang pernah viral di media sosial karena aksinya di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta. Dirinya mendesak keputusan MK atas tuntutannya terhadap UU Nomor 35 Tahun 2009 pada tahun 2020 yang terkesan diabaikan dan mengambang.

Di acara CFD tersebut, Santi mengacungkan sebuah poster cukup lantang yang bertuliskan “TOLONG, ANAKKU BUTUH GANJA MEDIS“

Tindakan penuh nyali yang dilakukan Santi tersebut merupakan sebuah usaha untuk putri tercintanya yang tengah mengidap penyakit secelebral palsy (lumpuh otak). Gangguan yang memengaruhi kemampuan otot, gerakan, hingga koordinasi tubuh pada anaknya itu. Sebagai alternatif, Santi membutuhkan cannabis oil atau ekstrak ganja sebagai obat untuk anaknya. Ekstrak ganja sendiri memang memiliki manfaat terjadap pengidap selebral palsy, terutama dalam meredakan rasa nyeri yang kronis jika terjadi kejang dan ketegangan terhadap otot si pengidap.

Di tengah persolan kebijakan tentang ganja yang belum menemukan titik terang hingga sekarang. Sampai kapan bangsa ini pada ganja akan terus menutup mata di tengah ilmu pengetahuan sangat pesat? [T]

Baca esai dan tulisan lain dari penulis SONHAJI ABDULLAH

Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan
Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya
Saklon | Cerpen Sonhaji Abdullah
Tags: ganjahukumnarkotikapendidikan hukum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tabanan dan Elegi Padi Bali

Next Post

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co