24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memikirkan Delik dan Hukum Jika Ganja Dipakai Campuran Perkedel, Soto, atau Sambal

Son Lomri by Son Lomri
March 4, 2024
in Esai
Memikirkan Delik dan Hukum Jika Ganja Dipakai Campuran Perkedel, Soto, atau Sambal

Ilustrasi tatkala.co

BAGI bangsa ini, ganja atau nama latin dari cannabis sativa merupakan tumbuhan yang sengaja dikucilkan sebab dianggap berbahaya.

Di Indonesia sendiri ganja lebih banyak tumbuh di daerah Aceh. Dan, konon, telah dikonsumsi oleh petani di sana jauh sebelum kemerdekaan republik ini. Orang-orang dulu telah mengkonsumsi ganja dengan seperlunya, seperti sebagai teh dan rempah makanan hingga sebagai obat alternatif masyarakat.

Tetapi kini ganja sudah menjadi salah satu tumbuhan paling dilarang. Dari membuat candu masyarakat, hingga kanker paru dan masih banyak lainnya telah diumumkan oleh BNN tentang efek buruk ngeganja seperti apa. Lihatlah sesekali di situs resminya.

Pelarangan menggunakan ganja di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jadi siapa saja yang nyimeng atau merokok ganja maka dapat dipastikan ia terkena delik; bisa dikurung, dipenjara sesuai dengan aturannya yang berlaku.

Tapi saya teringat sebelum pelaksanaan pemilu kemarin. Dimana Prof. Mahfud MD memberikan ilustrasi tentang seseorang yang tidak boleh dihukum hanya karena membuat sambal dari ganja. Saya justru membayangkan jika Ganjar dan Mahfud sebagai capres dan cawapres tersebut memberikan atensi penuh dalam kampanyenya terhadap pelegalan ganja di Indonesia, minimal sebagai obat, auto menang menjadi presiden dan yang lain ketinggalan (kalo kata Komengmah). Tapi tentu saja itu tidak bakal mereka lakukan dan tidak akan pernah berani!?

Sambal Ganja di Meja Hukum

Tahun lalu, Prof. Mahfud MD (Ex Kemenkumham) memberikan semacam pencerahan atau barangkali suatu persepsi yang menjebak bisa saja.

Menerangkan dirinya terkait suatu tindakan pada seseorang yang belum ada aturannya, itu tidak bisa dihukum. Agar tampak jelas, kemudian dirinya mengambil satu contoh, ketika seseorang membuat sambal ganja itu tidak bisa dihukum karena belum ada aturannya, katanya dalam orasi ilmiah di Universitas Malikussaleh pada acara Dies Nataliesnya yang ke-54 (13/6/2023).

“Perbuatan itu baru dihukum bila sudah ada undang-undang. Jadi barang siapa buat sambal ganja tidak boleh dihukum karena tidak ada dalam undang-undang,” jelasnya.

Bisa jadi dan masuk akal pula. Karena bagaimana seorang dianggap melanggar tapi aturannya sendiri tidak ada? Jadi, yaa.. apa yang dilanggar, kan? Kan! Umumnya, jika siapapun yang merokok dari ganja dapat dipastikan dirinya bisa kena ulti BNN! Bukan siapa yang membuat sambal dari ganja.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa orang yang membuat sambal, dan soto atau perkedel dari ganja pula dapat dihukum sebab kaitannya atas kepemilikan ganja. Sebagaimana ganja merupakan narkotika golongan I. Jadi barang siapa yang memiliki narkotika golongan I, melanggar aturan otomatis.

Jadi, agak rancu apa yang dicontohkan oleh Pak Mahfud demikian. Sedangkan, sebab-sebab lain di Indonesia yang boleh menggunakan ganja hanya untuk atau sekadar ilmu pengetahuan yang entah hasil penelitiannya seperti apa. Dan, jika benar pemerintah serius dalam meneliti ganja, misalnya, sehingga membolehkan ganja untuk disentuh dan dilihat-lihat demi ilmu pengetahuan tersebut, tentu seharusnya negara dapat pula membuka diri minimal mengijinkan ganja sebagai medis atau meneliti ganja intens untuk medis seperti apa.

Sebab organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO) sendiri telah terang-terangan melegalkan ganja sebagai obat. Yaa.. walaupun beberapa negara sudah lebih dulu melakukannya dari pada WHO. Seperti Amerika, Inggris, Peru, Jerman, Meksiko, Spanyol. Bahkan Belanda tak hanya melegalkan ganja dalam negaranya sebagai obat, tetapi justru mengijinkan kedai-kedai kopi di sana menyediakan ganja untuk sekadar enjoy orang-orang sambil ngopi.

Polemik tentang ganja di Indonesia masih terus bergulir bahkan sejak tahun 2010 terutama tuntutannya pelegalan ganja sebagai obat. Seperti pada tahun 2022 silam, Santi Warastuti seorang perempuan paruh baya yang pernah viral di media sosial karena aksinya di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta. Dirinya mendesak keputusan MK atas tuntutannya terhadap UU Nomor 35 Tahun 2009 pada tahun 2020 yang terkesan diabaikan dan mengambang.

Di acara CFD tersebut, Santi mengacungkan sebuah poster cukup lantang yang bertuliskan “TOLONG, ANAKKU BUTUH GANJA MEDIS“

Tindakan penuh nyali yang dilakukan Santi tersebut merupakan sebuah usaha untuk putri tercintanya yang tengah mengidap penyakit secelebral palsy (lumpuh otak). Gangguan yang memengaruhi kemampuan otot, gerakan, hingga koordinasi tubuh pada anaknya itu. Sebagai alternatif, Santi membutuhkan cannabis oil atau ekstrak ganja sebagai obat untuk anaknya. Ekstrak ganja sendiri memang memiliki manfaat terjadap pengidap selebral palsy, terutama dalam meredakan rasa nyeri yang kronis jika terjadi kejang dan ketegangan terhadap otot si pengidap.

Di tengah persolan kebijakan tentang ganja yang belum menemukan titik terang hingga sekarang. Sampai kapan bangsa ini pada ganja akan terus menutup mata di tengah ilmu pengetahuan sangat pesat? [T]

Baca esai dan tulisan lain dari penulis SONHAJI ABDULLAH

Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan
Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya
Saklon | Cerpen Sonhaji Abdullah
Tags: ganjahukumnarkotikapendidikan hukum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tabanan dan Elegi Padi Bali

Next Post

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co