24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memikirkan Delik dan Hukum Jika Ganja Dipakai Campuran Perkedel, Soto, atau Sambal

Son Lomri by Son Lomri
March 4, 2024
in Esai
Memikirkan Delik dan Hukum Jika Ganja Dipakai Campuran Perkedel, Soto, atau Sambal

Ilustrasi tatkala.co

BAGI bangsa ini, ganja atau nama latin dari cannabis sativa merupakan tumbuhan yang sengaja dikucilkan sebab dianggap berbahaya.

Di Indonesia sendiri ganja lebih banyak tumbuh di daerah Aceh. Dan, konon, telah dikonsumsi oleh petani di sana jauh sebelum kemerdekaan republik ini. Orang-orang dulu telah mengkonsumsi ganja dengan seperlunya, seperti sebagai teh dan rempah makanan hingga sebagai obat alternatif masyarakat.

Tetapi kini ganja sudah menjadi salah satu tumbuhan paling dilarang. Dari membuat candu masyarakat, hingga kanker paru dan masih banyak lainnya telah diumumkan oleh BNN tentang efek buruk ngeganja seperti apa. Lihatlah sesekali di situs resminya.

Pelarangan menggunakan ganja di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jadi siapa saja yang nyimeng atau merokok ganja maka dapat dipastikan ia terkena delik; bisa dikurung, dipenjara sesuai dengan aturannya yang berlaku.

Tapi saya teringat sebelum pelaksanaan pemilu kemarin. Dimana Prof. Mahfud MD memberikan ilustrasi tentang seseorang yang tidak boleh dihukum hanya karena membuat sambal dari ganja. Saya justru membayangkan jika Ganjar dan Mahfud sebagai capres dan cawapres tersebut memberikan atensi penuh dalam kampanyenya terhadap pelegalan ganja di Indonesia, minimal sebagai obat, auto menang menjadi presiden dan yang lain ketinggalan (kalo kata Komengmah). Tapi tentu saja itu tidak bakal mereka lakukan dan tidak akan pernah berani!?

Sambal Ganja di Meja Hukum

Tahun lalu, Prof. Mahfud MD (Ex Kemenkumham) memberikan semacam pencerahan atau barangkali suatu persepsi yang menjebak bisa saja.

Menerangkan dirinya terkait suatu tindakan pada seseorang yang belum ada aturannya, itu tidak bisa dihukum. Agar tampak jelas, kemudian dirinya mengambil satu contoh, ketika seseorang membuat sambal ganja itu tidak bisa dihukum karena belum ada aturannya, katanya dalam orasi ilmiah di Universitas Malikussaleh pada acara Dies Nataliesnya yang ke-54 (13/6/2023).

“Perbuatan itu baru dihukum bila sudah ada undang-undang. Jadi barang siapa buat sambal ganja tidak boleh dihukum karena tidak ada dalam undang-undang,” jelasnya.

Bisa jadi dan masuk akal pula. Karena bagaimana seorang dianggap melanggar tapi aturannya sendiri tidak ada? Jadi, yaa.. apa yang dilanggar, kan? Kan! Umumnya, jika siapapun yang merokok dari ganja dapat dipastikan dirinya bisa kena ulti BNN! Bukan siapa yang membuat sambal dari ganja.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa orang yang membuat sambal, dan soto atau perkedel dari ganja pula dapat dihukum sebab kaitannya atas kepemilikan ganja. Sebagaimana ganja merupakan narkotika golongan I. Jadi barang siapa yang memiliki narkotika golongan I, melanggar aturan otomatis.

Jadi, agak rancu apa yang dicontohkan oleh Pak Mahfud demikian. Sedangkan, sebab-sebab lain di Indonesia yang boleh menggunakan ganja hanya untuk atau sekadar ilmu pengetahuan yang entah hasil penelitiannya seperti apa. Dan, jika benar pemerintah serius dalam meneliti ganja, misalnya, sehingga membolehkan ganja untuk disentuh dan dilihat-lihat demi ilmu pengetahuan tersebut, tentu seharusnya negara dapat pula membuka diri minimal mengijinkan ganja sebagai medis atau meneliti ganja intens untuk medis seperti apa.

Sebab organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO) sendiri telah terang-terangan melegalkan ganja sebagai obat. Yaa.. walaupun beberapa negara sudah lebih dulu melakukannya dari pada WHO. Seperti Amerika, Inggris, Peru, Jerman, Meksiko, Spanyol. Bahkan Belanda tak hanya melegalkan ganja dalam negaranya sebagai obat, tetapi justru mengijinkan kedai-kedai kopi di sana menyediakan ganja untuk sekadar enjoy orang-orang sambil ngopi.

Polemik tentang ganja di Indonesia masih terus bergulir bahkan sejak tahun 2010 terutama tuntutannya pelegalan ganja sebagai obat. Seperti pada tahun 2022 silam, Santi Warastuti seorang perempuan paruh baya yang pernah viral di media sosial karena aksinya di Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta. Dirinya mendesak keputusan MK atas tuntutannya terhadap UU Nomor 35 Tahun 2009 pada tahun 2020 yang terkesan diabaikan dan mengambang.

Di acara CFD tersebut, Santi mengacungkan sebuah poster cukup lantang yang bertuliskan “TOLONG, ANAKKU BUTUH GANJA MEDIS“

Tindakan penuh nyali yang dilakukan Santi tersebut merupakan sebuah usaha untuk putri tercintanya yang tengah mengidap penyakit secelebral palsy (lumpuh otak). Gangguan yang memengaruhi kemampuan otot, gerakan, hingga koordinasi tubuh pada anaknya itu. Sebagai alternatif, Santi membutuhkan cannabis oil atau ekstrak ganja sebagai obat untuk anaknya. Ekstrak ganja sendiri memang memiliki manfaat terjadap pengidap selebral palsy, terutama dalam meredakan rasa nyeri yang kronis jika terjadi kejang dan ketegangan terhadap otot si pengidap.

Di tengah persolan kebijakan tentang ganja yang belum menemukan titik terang hingga sekarang. Sampai kapan bangsa ini pada ganja akan terus menutup mata di tengah ilmu pengetahuan sangat pesat? [T]

Baca esai dan tulisan lain dari penulis SONHAJI ABDULLAH

Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian Musim dan Ketidakjelasan Omongan
Mengaku Dekat Gus Dur, Tapi Menjauhi Pemikirannya
Saklon | Cerpen Sonhaji Abdullah
Tags: ganjahukumnarkotikapendidikan hukum
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tabanan dan Elegi Padi Bali

Next Post

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kepopuleran Pengundang Leak Dalam Wayang Calonarang

Melampaui Panggung: Peran Dalang sebagai Pencerah Kehidupan dalam Seni Pewayangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co