12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ini Ujian, Tapi Bukankah PDIP di Bali Sudah Berkali-kali Menghadapi Ujian?

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 15, 2024
in Esai
Ini Ujian, Tapi Bukankah PDIP di Bali Sudah Berkali-kali Menghadapi Ujian?

ilustrasi tatkala.co

“Kalau dilihat dari quick count itu ya jauh. Tetapi harus semangat, ini namanya ujian.” Begitu kata Wayan Koster, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Provinsi Bali sekaligus Ketua DPD PDIP Bali sebagaimana dikutip dari bisnis.com.

Ungkapan itu tentu saja terkesan pasrah. Namun mau apa lagi. Berdasar hasil hitung cepat perolehan suara Pilpres 2024, Rabu, 14 Februari 2024, di Bali, pasangan capres/cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang diusung PDIP kalah jauh dengan pasangan capres-cawapres  Prabowo-Gibran.

Media balipolitika.com, pada pemberitaan Kamis, 15 Februari 2024 menyebutkan  Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 15.599 (3,73 persen), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih 217.047 (51,89 persen), dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih 185.622 (44,38 persen) per Kamis, 15 Februari 2024 pukul 12.00:22 dengan progres input 4.595 dari 12.809 TPS atau 35.87 persen.

Meski kalah di Pilpres 2024, diketahui sesuai hasil hitung suara legislatif DPR RI 2024 di situs resmi Komisi Pemilihan Umum, PDI Perjuangan Bali mendulang perolehan suara tertinggi dengan 41.844 (56,29 persen) disusul Partai Golkar dengan 9.148 (12,31 persen), Partai Gerindra 6.617 (8,9 persen), Partai Demokrat 4.223 (5,68 persen), Partai NasDem 3.689 (4.96 persen), dan parpol-parpol lainnya.

Hitungan sementara ini mengacu hasil input 2.452 dari 12.809 TPS atau data masuk 19,14 persen per Kamis, 15 Februari 2024 pukul 12:01:31.

Ujian Kesekian

PDIP, khususnya PDIP di Bali, sesungguhnya sudah mengalami sejumlah ujian dalam perhelatan Pemilu sejak awal reformasi. Selain, tentu saja menunjukkan kecendruangan anomali, di satu sisi menang pemilu legislatif tapi kalah dalam pemilihan pemimpin seperti presiden, gubernur dan bupati.

Mari ingat-ingat lagi pemilihan presiden tahun 1999, pada awal-awal reformasi. Saat itu posisi PDIP adalah sebagai pemenang Pemilu. Namun, dalam pemilihan presiden (masih lewat MPR),  Megawati yang notabene Ketua Umum PDIP kalah suara dengan Gus Dur. Dan, seperti diketahui, Gus Dur kemudian dilengserkan, baru kemudian Megawati jadi presiden ke-5 RI.

Ketika pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara langsung, Megawati yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi, yang diusung PDIP, kalah dari pasangan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK).  Perolehan suara SBY-JK 60,62 persen, dan Megawati-Hasyim 39,38 persen.

Lima tahun berikutnya Megawati yang berpasangan dengan Prabowo juga kalah dari SBY-Budiono. Namun, yang membuat PDIP Bali masih bisa menegakkan kepala adalah ketika Megawati kalah pada hampir semua provinsi di Indonesia, justru Megawati tetap menang di Bali. Saat itu hanya Bali dan NTT yang memenangkan Megawati, sementara provinsi lain dikuasai SBY.

Namun saat Pilpres tahun 2024 ini, dari hasil hitung cepat, pasangan Prabowo-Gibran menang hampir di semua provinsi di Indonesia, dan yang mengejutkan, termasuk Bali juga ikut dikalahkan. Benar-benar menyakitkan. Padahal, sepanjang 25 tahun PDIP tetap sebagai partai terbesar dan partai pemenang di Bali.  Tentu saja ini ujian.

Ujian pada Pilkada di Bali

Tapi ujian yang lebih menyakitkan tentu saja terjadi dalam Pilkada di Bali, baik pada Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati. PDIP, dalam pilkada, juga berkali-kali menghadapi ujian.  

Mari ingat-ingat peristiwa yang jauh di belakang. Pada awal-awal reformasi, ketika PDIP menang di seluruh kabupaten di Bali, justru terdapat calon Bupati dari PDIP keok di tangan lawan dalam pemilihan Bupati. Saat itu, pemilihan masih dilakukan lewat voting di DPRD,

Logikanya, dengan anggota DPRD terbanyak, PDIP bisa menang mudah dalam pemilihan kepala daerah. Saat itu, pemilihan kepala daerah dilakukan lewat sidang DPRD. Yang memilih hanya anggota DPRD, belum berlaku sistem pemilihan langsung oleh rakyat. Jika terjadi voting, PDIP dengan jumlah suara terbanyak pastilah bisa memenangkan calon bupati dari PDIP.

Tapi nyatanya tidak. Di Kabupaten Jembrana, pada sidang Pemilihan Bupati, calon Bupati dari PDIP, Ketut Sandyasa, ternyata kalah. Yang menang adalah calon Bupati I Gede Winasa yang saat itu berpasangan dengan Suania. Padahal Winasa-Suania diusung oleh fraksi dari partai kecil di Jembrana, yakni PPP dan Partai Republik.

Winasa saat itu mendapatkan 19 suara, sementara cal;on dari PDIP mendapat 11 suara.

Tahun 2002, drama serupa terjadi di Kabupaten Buleleng. Pada Pilkada yang dilakukan melalui sidang DPRD, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, Putu Bagiada dan Gede Wardana, menang, mengalahkan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Fraksi PDIP, Nyoman Sudharmaja Duniaji dan Nyoman Sudiana.

Kisahnya sungguh mirip dengan yang terjadi dalam sidang pemilihan bupati di Jembrana tahun 2000. Di DPRD Buleleng, jumlah anggota Fraksi PDIP terbanyak, bahkan jumlah kader PDIP setengah lebih dari keseluruhan 45 jumlah anggota DPRD Buleleng. Namun calon dari PDIP kalah.

Pasangan Bagiada-Wardana memperoleh 25 suara, sementara pasangan Sudharmaja-Sudiana hanya mendapatkan 18 suara. 

Nah, terjadilah kemudian ujian pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang dilakukan secara langsung tahun 2013. Saat itu, PDIP mengusung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur AA Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan. Sementara Partai Golkar bersama koalisinya mengusung pasangan Made Mangku Pastika-I Ketut Sudikerta.

Saat itu, PDIP masih tetap sebagai partai terbesar dan pemenang di Bali. Namun pada Pilkada Gubernur itu, PDIP kalah. Puspayoga-Dewa Sukrawan memperoleh suara 1.062.738 (49,98 persen), sementara Mangku Pastika-Sudikerta meraih suara 1.063.734 (50,02 persen).

Selisih kekalahannya sangat tipis, dan hal itu tentu saja ujian yang menyakitkan.

Ini ujian terakhir sebelum Pemilu 2024. Terjadinya dalam Pilkada Jembrana. Pasangan capres-cawapres dari PDIP dikalahkan calon lain, padahal PDIP masih sebagai partai terbesar di daerah itu.  

Pada pilkada Jembrana itu, pasangan cabup-cawabup I Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna mengalahkan pasangan Kembang-Sugiasa yang diusung PDIP.

Jadi, ujian untuk PDIP di Bali bukan pada Pemilu 2024 ini saja terjadi. Sudah berkali-kali. Jika ujiannya berkali-kali, tentu banyak pelajaran yang diperoleh. Tapi masalahnya, apakah ujian itu membuat para tokoh dan kader PDIP belajar?

“Hitung dengan teliti kekalahan, hitung dengan teliti kemenangan,” begitu  kata Chairil Anwar dalam puisinya. Jadi, saat menang PDIP harusnya belajar juga, apalagi saat kalah. [T]

Bayang-Bayang Belanda di Bali Abad XIX: Catatan dari Kidung Bhuwana Winasa dan Yadnyeng Ukir Karya Ida Padanda Ngurah
Drama Politik | Bupati Masuk Kandang Banteng Setelah Bertempur Menundukkan Sang Banteng
Mengapa Tamba-Ipat (Bisa) Menang Pada Pilkada Jembrana? || Winasa Effect? Ah…
Tags: PDIPpemiluPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dunia Gelap Kepemimpinan: Refleksi Atas Ambisi dan Keserakahan Dalam Politik

Next Post

Makan Buah Itu Menyehatkan

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Makan Buah Itu Menyehatkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co