2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Antara Penyair dan Karya, Siapa yang Lebih Dulu Mati?

Yogi Dwi Pradana by Yogi Dwi Pradana
January 17, 2024
in Esai
Di Antara Penyair dan Karya, Siapa yang Lebih Dulu Mati?

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

perjalanan pendek ini,

panjang sekali.

(“Nafas”)

Sajak “Nafas” muncul sebelum sajak “Cahaya”. Radhar sangat mensyukuri setiap tarikan napas yang ia perjuangkan dengan berat dan melelahkan.

Hal ini hampir sama dengan sajak “Malam Lebaran” karya Sitor Situmorang. Dalam sajak tersebut hanya berisi satu kalimat, tapi dapat ditafsir dengan sangat banyak. Sitor menulis “Malam Lebaran” saat berkunjung ke rumah Pramoedya Ananta Toer pada malam lebaran. Sitor tertarik pada sebuah tembok putih di rumah Pram—melengok di atasnya ada kuburan. Sitor kemudian memainkan objek lain pada sajaknya, yaitu bulan.

Bulan di atas kuburan.

(“Malam Lebaran”)

Dalam sajak Emi Suy yang berjudul “Alarm Sunyi”, sudah menggambarkan kontras dari dua kata pada judul itu. Emi Suy memaknai bahwa kesunyian adalah suatu cara untuk menjaga keseimbangan jiwa. Lalu, apakah maksud Emi Suy dalam sajaknya “Alarm Sunyi” tersebut sunyi di dalam diri seperti suara alarm? Menurut Emi Suy, sunyi adalah bunyi waktu yang mengingatkan manusia untuk selalu merefleksikan kembali hakikat dan arah hidupnya agar terbebas dari ambisi-ambisi semu.

Nama Sitor Situmorang adalah yang paling sering mencipta sajak-sajak tentang pulang. Bahkan, hampir beberapa penyair sering memilih tema pulang pada sajaknya. Sitor Situmorang dalam sajaknya “Tatahan Pesan Bunda” menulis bahwa dia ingin dikubur di tanah kelahirannya. Sitor meninggal di Belanda dan dikuburkan di Danau Toba—di samping makam ibunya.

Bahkan, Iman Budhi Santosa, seorang sastrawan, juga pernah melakukan perjudian dengan berani meninggalkan kariernya sebagai PNS dan memilih menjadi seorang penyair. Iman Budhi Santosa kini dikenang sebagai seorang legenda dalam perpuisian di Indonesia. Bayangkan, bilamana beliau dulu jadi PNS, mungkinkah beliau akan dikenang banyak orang seperti sekarang?

Akhir-akhir ini juga ada beberapa sastrawan kecintaan kita yang disayangi oleh Tuhan untuk menghadap-Nya terlebih dahulu. Beberapa nama sastrawan yang lebih dahulu dipanggil Tuhan, seperti: Romo Agus Sunyoto, Radhar Panca Dahana, Iman Budhi Santosa, dan Umbu Landu Paranggi. Beliau-beliau ini boleh saja jasadnya terkubur, tapi saya meyakini karyanya akan tetap abadi.

Hampir semua orang mengenal Chairil Anwar, lalu darimana mereka berkenalan? Padahal, sosok Chairil Anwar adalah sosok sastrawan angkatan 45. Sudah tentu, mereka mengenal Chairil Anwar karena namanya sering disebut, gaya hidupnya yang sangat menarik, buku puisinya sering dicetak ulang, dan tentu hari kematiannya diagung-agungkan—serta diperangati sebagai Hari Puisi Nasional.

Pembicaraan mengenai sosok pengarang angkatan 45 tersebut sudah sangat sering muncul di beberapa media—sehingga menjadi sebuah keklisean. Namun, dalam buku yang berjudul “Berguru kepada Puisi” (2019) karya Joko Pinurbo, ulasan terbaik tentang Chairil Anwar pantas diberikan kepada Sapardi Djoko Damono dengan judul ulasan “Chairil Anwar Kita”.

Saras Dewi, seorang intelektual, di antara kenyamanan rumah ilmu dan dunia di luar ia menemukan sastra sebagai jembatan yang menghubungkan keduanya, jembatan permenungan yang mengautkan pengetahuan dan kenyataan.

Sajak imajis dalam puisi melukiskan apa saja dengan hidup yang diamati, tanpa memberikan komentar atau pendapat tentang pemandangan itu, maka dapat dikatakan itu adalah sebuah sajak imajis. Salah satu sajak imajis yang sangat bagus adalah milik Taufik Ismail yang berjudul “Pantun Terang Bulan” (1971).

Sajak liris dalam puisi adalah sajak yang mengekspresikan emosi atau perasaan penyair. Biasanya ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Di sini penyair tak lagi hanya melukiskan seperti sajak imajis tadi, tapi menyatukan perasaannya di sana. Salah satu penyair yang sering menulis sajak liris adalah Abdul Hadi WM dengan judul sajaknya “Sajak Samar” (1967).

Menurut Joko Pinurbo, sajak-sajak Fadjroel telah memberikan pelajaran bahwa bagi seorang penyair memainkan pena untuk melawan laknat politik merupakan pergulatan yang bukan tanpa risiko. Joko Pinurbo dalam bukunya yang berjudul “Berguru kepada Puisi” (2019) juga mengatakan bahwa ia menemukan pena yang telah berlumuran darah saat selesai menulis puisi—entah darah penyair atau darah musuh.

Bahkan, bisa jadi puisi ditulis sudah menggunakan pena yang berlumuran darah. Darah dalam sajak Fadjroel bukan hanya darah yang mengucur dari luka, tapi darah yang memberi warna kehidupan. [T]

Yogyakarta, 28 April 2021-11 Mei 2023.

Traumatis yang Dibalut Komedi dalam Cerpen “Ayat Kopi” Karya Joko Pinurbo
Gara-gara Kutukan dan Sumpah | Sejumlah Kisah Tentang Ajal
Apakah “Puisi Mesin” Adalah Puisi?
Tags: Emi SuyJoko PinurboPenyairPuisiSastra IndonesiaSitor SitumorangUmbu Landu Paranggi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Proyek-proyek Besar (di Bali) Dimana Arsitektur Merupakan Alat untuk Mengakumulasi Kapital

Next Post

Mengenal Lebih Dekat Desa Adat Pinge, Desa Wisata Berbasis Tri Hita Karana

Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Seorang editor di sebuah penerbitan di Yogyakarta. Tinggal di Yogyakarta. Beberapa karyanya pernah dimuat di media cetak dan online. Bisa disapa melalui IG: @yogidwipradana.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Mengenal Lebih Dekat Desa Adat Pinge, Desa Wisata Berbasis Tri Hita Karana

Mengenal Lebih Dekat Desa Adat Pinge, Desa Wisata Berbasis Tri Hita Karana

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co