2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksperimen Arsitektur di Tengah Pasar Wisata Bali yang Makin Besar

I Nyoman Gede Maha Putra by I Nyoman Gede Maha Putra
January 9, 2024
in Esai
Eksperimen Arsitektur di Tengah Pasar Wisata Bali yang Makin Besar

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

TAHUN 2023 sudah lewat. Kini tahun 2024 sudah mulai bergerak. Namun, tahun 2023 harus dicatat sebagai bahan renungan untuk terus melangkah, untuk terus berkembang, terutama dalam bidang arsitektur.

Apalagi, sepanjang tahun 2023 terdapat berbagai perkembangan di masyarakat yang memberi pengaruh kepada arsitektur dan tata ruang di Bali. Tidak hanya lokal atau nasional, perkembangan di tingkat global juga memiliki pengaruh yang siginifikan dalam transformasi wujud fisik lingkungan binaan pulau Bali.

Selain pengaruh luar, secara internal juga terjadi perkembangan sosial, budaya, dan terutama ekonomi, yang mempengaruhi apa yang terjadi di Bali. Jangan lupakan juga pengaruh panjang dari Pandemi Covid-19. Berikut beberapa hal yang mampir di dalam catatan saya tentang perjalanan arsitektur dan tata ruang di Bali sepanjang tahun 2023.

***

Architecture depends on its time. It is the crystallization of its inner structure, the slow unfolding of its form. Architecture is always the will of the age conceived as space – nothing else – Ludwig Mies van Der Rohe.

Pernyataan arsitek Jerman-Amerika tersebut dibuat pada awal abad ke-20 ketika perkembangan arsitektur sangat dipengaruhi situasi politik-ekonomi global dan, di lain sisi, revolusi industri.

Saat itu, demokratisasi sedang melanda dunia politik, pasar membesar dari awalnya regional menjadi skala global serta dibanjiri oleh produk teknologi yang semakin canggih, teknologi material bangunan semakin berkembang dan banyak hal lain lagi. Pandangan masyarakat terhadap masa depan yang tergambarkan dalam manisfesto utopis juga mengemuka. Pendeknya, dunia sedang bertransformasi. Transformasi itulah yang menjadi inner structure yang membentuk the will of the age.

Memahami arsitektur dengan demikian tidak bisa hanya dilakukan dengan mengevaluasi bentuknya saja, tetapi dilandasi oleh pemahaman atas kondisi di masyarakat. Cara pandang ini akan saya pakai untuk melihat perkembangan tata ruang dan arsitektur di Bali selama 12 bulan di tahun 2023.

Saat ini, perubahan berlangsung cepat dalam skala yang lebih luas—global. Sesuatu yang berlangsung di satu sudut dunia bisa memiliki pengaruh yang signifikan di belahan dunia lain. Merebaknya pandemi yang diduga berasal dari China telah mengubah cara kerja dan wajah dunia, misalnya.

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Pandemi, secara resmi dinyatakan berakhir di Indonesia melalui Keppres no 17 tahun 2023 dan berlaku sejak tanggal 21 Juni 2023. Dengan kepastian hukum ini, bukan hanya dunia kesehatan tetapi dunia usaha juga menyambutnya, terutama usaha pariwisata. Ini menimbulkan euforia, padahal, kematian yang ditimbulkannya cukup tinggi yaitu 160 ribu lebih di Indonesia.

Euforia ini sebetulnya sudah berlangsung sejak 2022 dengan pembatasan wilayah yang semakin dilonggarkan. Orang-orang yang tadinya terkunci di dalam rumah, sejak saat itu bisa keluar dan bersosialisasi. Kita melihat lagi pentingnya ruang-ruang luar yang memberi tempat bagi manusia dan lingkungan untuk saling berinteraksi.

Selama masa pandemi, dunia bisnis mengalami kemunduran yang luar biasa. Kemunduran dunia usaha berarti menurunnya pendapatan pemerintah. Di lain pihak, pengeluaran untuk penanganan pandemi meningkat. Banyak yang bangkrut tetapi tidak sedikit yang berusaha bertahan dengan mengubah strategi.

Strategi barunya adalah dengan membidik pasar lokal, tidak lagi mengutamakan wisatawan asing. Ini cocok dengan pasar baru yang terbentuk, yaitu masyarakat yang membutuhkan ruang interaksi sosial. Pengusaha dan pemerintah sama-sama berupaya memperbaiki kondisi ini. Ijin-ijin usaha diberikan untuk mendorong geliat ekonomi karena meningkatnya aktivitas ekonomi berarti bertambahnya anggaran pemerintah. Dalam kondisi pasar utama mengalami kemandegan, pandangan bahwa hanya ada satu jenis pasar dan satu jenis usaha memudar. Diversifikasi usaha dilakukan dengan banyak eksperimen dalam bentuk berbagai jenis usaha.

***

Berakhirnya pandemi ini disusul oleh kebijakan di bidang lalu lintas wisatawan. Melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 22 tahun 2023 mengenai Visa dan Izin Tinggal serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82 tahun 2023 yang diundangkan pada 30 Agustus 2023 lalu pemerintah memberlakukan kebijakan Golden Visa. Klasifikasi visa ini diperuntukkan Orang Asing berkualitas yang akan bermanfaat kepada perkembangan ekonomi negara, salah satunya adalah penanam modal baik korporasi maupun perorangan. Wisatawan dan expatriate memiliki fleksibilitas dan kemudahan untuk masuk ke dan tinggal di Indonesia. Akibatnya, Masyarakat menjadi semakin heterogen.

Hal lain yang terjadi, di tataran global, adalah memanasnya hubungan antara Rusia dan Ukarina dan berujung pada pecahnya perang di Eropa Timur. Awalnya menimbulkan kepanikan dalam hal distribusi energi, konflik ini berlanjut ke boomingnya investasi di kawasan-kawasan yang damai dan memiliki ROI tinggi.

Salah satu desain arsitektur bangunan coffee shop di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Belakangan, situasi yang berbuah menjadi peperangan juga terjadi di kawasan Timur Tengah antara Israel dan Palestina. Ketidakstabilan politik global menyebabkan kapital bergerak bebas mencari pasar-pasar baru. Yang disasar adalah tempat dan jenis investasi yang memberi pengembalian modal yang baik. Bali konon menjadi salah satu favorit investasi.

Dalam pandangan saya, kondisi pasar kapital global, keadaan ekonomi dan sosial lokal pasca pandemi, serta kebijakan-kebijakan pemerintah di berbagai level dalam upaya membangun kembali ekonomi yang sempat terpuruk menjadi inner structure yang membentuk lansekap lingkungan binaan di Bali, selain, tentu saja, kreativitas desainer yaitu para arsitek yang terlibat dalam berbagai tahapan konstruksi.

Pergerakan kapital global akibat kondisi politik di Eropa timur yang bergolak membuat pasar properti di berbagai negara bergeliat. Modal bergerak mencari tempat-tempat di mana uang bisa berlipatganda melalui bisnis rancang-bangun.

Typology bangunan relatif tidak jauh bergerak dari persewaan property dengan lonjakan dalam hal hunian untuk kaum ekspatriat.

Apartment, co-housing, walled dan one-gate housing merupakan beberapa typology yang banyak dibangun. Tetapi ada detail-detail program yang lebih kaya, seperti ruang untuk saling berbagi atau sharing, ruang entertainment dan juga ruang kerja di dalam hunian. Kemudahan membuka usaha, visa khusus bagi kelompok orang asing tertentu serta sambutan dari masyarakat lokal yang menganggap kehadiran orang asing akan membantu perekonomian membuat bisnis property jenis ini melonjak. Kawasan-kawasan yang menjadi sasaran adalah yang memiliki nilai pengembalian modal tinggi.

Prosentase pengembalian modal tahunan menjadi salah satu senjata utama pemasar yang memasarkan produknya yang berlokasi di kawasan strategis. Secara tata ruang, fasilitas semacam ini hampir tidak memiliki kaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sekitarnya, ekslusif.

***

Keterpurukan bisnis wisata tradisional mendorong terjadinya banyak eksperimen bisnis. Eksperimen ini kadang juga menemui stganasi seperti bisnis kuliner dan coffee shop. Akibatnya, terjadi perang desain.

Pengusaha berlomba-lomba membuat desain ‘unik‘ yang dipandang memiliki nilai jual tinggi. Eksperimen bisnis akhirnya mengarah pada lahirnya bentuk-bentuk arsitektural yang sangat beragam. Meski terlihat memiliki satu tujuan, memanjakan mata pengunjung, masih ada pula yang melakukan eksperimen yang lebih bernilai seperti: sustainability.

Kondisi ini membuat Bali menjadi lahan subur lahirnya desain-desain baru. Setiap orang bisa dengan relatif mudah membangun hipotesa desain dan, jika ada investor tertarik, mewujudkannya.

Eksperimen desain terjadi hampir di semua wilayah tetapi di kawasan-kawasan tertentu terlihat lebih intens. Di daerah Penelokan dengan view Danau Batur dan Gunung Batur, berbagai jenis gaya dan tema arsitektur muncul di sepanjang jalur utama yang menghubungkan Bangli dengan Singaraja.

Desain modern dengan material baja dan kaca, arsitektur bergaya Eropa abad pertengahan, bangunan coffee shop kontemporer semua saling berusaha menarik perhatian pengunjung. Kawasan yang awalnya hanya dipenuhi oleh pedagang kopi dan nasi bungkus tradisional kini menjadi sangat kosmopolitan.

Dari kacamata pemerintah, hal ini tentu sangat baik karena mampu menghasilkan PAD. Buat saya? Pandangan ke arah danau yang dulu bisa dinikmati gratis kini hilang, setidaknya berkurang.

Kawasan lain yang menjadi tempat eksperimen adalah Canggu. Sudah beberapa tahun belakangan ini kawasan Canggu menjadi sasaran uatama pengunjung pasca memudarnya popularitas Legian. Eksperimen Canggu bahkan melahirkan gimmick Canggu Style di kalangan tertentu. Di sini, bangunan-bangunan nampak lebih beragam dari sisi typlogy, style, hingga penggunaan dengan program yang saling berlapis. Gambaran seperti di buku Complexity and Contradiction in Architecture-nya Robert Venturi nampaknya muncul di kawasan yang sedang berkembang pesat ini.  

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Dalam bukunya, Venturi berpendapat bahwa arsitektur harus merangkul kompleksitas dan kontradiksi sebagai elemen penting dari lingkungan yang kaya dan bermakna, daripada hanya bergulat dengan pendekatan rasionalis yang sederhana yang menurutnya pada akhirnya dangkal dan kurang makna. Karakter desain Canggu di tahun 2023 bisa dilihat sebagai perlawanan atas kejenuhan desain bergaya Bali Style yang telah mendominasi lansekap budaya kawasan-kawasan wisata sejak tahun 1970-an.

Bentuk-bentuk geometri platonis dengan tektonika yang kaya menjadi trend bangunan masyarakat lokal sejak beberapa tahun belakangan dan mengalami self-correction di tahun 2023. Bentuk-bentuk tampak depan dengan siluet pentagon dengan berbagai distorsinya sempat popular. Bentuk ini merupakan adaptasi dari bangunan-bangunan lumbung di kawasan Eropa utara yang berhawa dingin. Tampilannya yang bersih, murni, sempat diadopsi untuk berbagai fungsi mulai dari rumah tinggal hingga bangunan komersial.

Kini muncul perpaduan antara bentuk pentagon dengan bentuk boxy. Jika sebelumnya bentuk tampil bersih dan murni, di tahun 2023 muncul detail-detail tektonika baru. Saya menyebutnya baru karena tidak memiliki kaitan langsung dengan yang dikembangkan secara vernacular. Perpaduan kayu dan baja dengan beton brut tampil dominan.

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Bentuk-bentuk dan eksperimentasi arsitektural yang berpusat di pusat-pusat komersial di seluruh Bali mulai menjalar ke berbagai wilayah lain. Diadopsi oleh penduduk lokal, penyebaran bentuk-bentuk eksperimental ini difasilitasi oleh tersedianya infrastruktur jalan yang dibangun oleh pemerintah.

Kondisi ini mirip dengan keadaan di tahun 1920-an saat arsitektur modern menyebar dari utara, Singaraja, menuju ke Denpasar setelah tersedianya jalur transportasi berupa jalan raya yang menguhubungkan kedua titik di Bali tersebut. Hanya saja, saat ini kondisinya lebih organik, penyebarannya ke segala arah.

***

Secara umum, kondisi desain arsitektur di Bali pada tahun 2023 mengalami ledakan signifikan. Kembalinya wisatawan luar pulau, meningkatnya pasar wisatawan lokal serta instabilitas yang terjadi di belahan dunia lain membuat investor membanjiri pasar lokal. Kondisi ini disertai dengan kekhawatiran soal kesadaran masa depan yang kian sulit diprediksi.

Mathew Carmona mengungkapkan bahwa desain arsitektur di masa modern dibentuk oleh tiga hal: kreativitas desainer, kondisi pasar, dan kebijakan pemerintah.

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Di Bali, di tahun 2023, ketiga hal ini menemukan muaranya pada ketidakpastian sehingga memunculkan ekprerimentasi dan pada akhirnya melahirkan kompleksitas wujud arsitektural. Apakah ini hal baru? Ternyata tidak.

Eksperimen dalam praktek arsitektur di Bali sudah berlangsung sejak lama. Hanya saja belakangan intensitasnya meningkat. Tahun 2023, dan kemungkinan akan berlanjut di tahun ini dan berikutnya, Bali menjadi lahan subur bagi tumbuhnya kreativitas sepanjang data tariknya bagi investor terus terjaga. Ini mencerminkan inner structure yang terjadi di masyarakat. Hanya saja  kehati-hatian perlu diingatkan agar tidak menjadikan pulau kecil ini sebagai Disneyland. [T]

Tags: arsitekturbaliekonomiPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bank Sampah Kaliber dan Program Tukar Sampah dengan Belajar

Next Post

Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

I Nyoman Gede Maha Putra

I Nyoman Gede Maha Putra

Dosen arsitektur di Universitas Warmadewa

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co