29 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksperimen Arsitektur di Tengah Pasar Wisata Bali yang Makin Besar

I Nyoman Gede Maha Putra by I Nyoman Gede Maha Putra
January 9, 2024
in Esai
Eksperimen Arsitektur di Tengah Pasar Wisata Bali yang Makin Besar

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

TAHUN 2023 sudah lewat. Kini tahun 2024 sudah mulai bergerak. Namun, tahun 2023 harus dicatat sebagai bahan renungan untuk terus melangkah, untuk terus berkembang, terutama dalam bidang arsitektur.

Apalagi, sepanjang tahun 2023 terdapat berbagai perkembangan di masyarakat yang memberi pengaruh kepada arsitektur dan tata ruang di Bali. Tidak hanya lokal atau nasional, perkembangan di tingkat global juga memiliki pengaruh yang siginifikan dalam transformasi wujud fisik lingkungan binaan pulau Bali.

Selain pengaruh luar, secara internal juga terjadi perkembangan sosial, budaya, dan terutama ekonomi, yang mempengaruhi apa yang terjadi di Bali. Jangan lupakan juga pengaruh panjang dari Pandemi Covid-19. Berikut beberapa hal yang mampir di dalam catatan saya tentang perjalanan arsitektur dan tata ruang di Bali sepanjang tahun 2023.

***

Architecture depends on its time. It is the crystallization of its inner structure, the slow unfolding of its form. Architecture is always the will of the age conceived as space – nothing else – Ludwig Mies van Der Rohe.

Pernyataan arsitek Jerman-Amerika tersebut dibuat pada awal abad ke-20 ketika perkembangan arsitektur sangat dipengaruhi situasi politik-ekonomi global dan, di lain sisi, revolusi industri.

Saat itu, demokratisasi sedang melanda dunia politik, pasar membesar dari awalnya regional menjadi skala global serta dibanjiri oleh produk teknologi yang semakin canggih, teknologi material bangunan semakin berkembang dan banyak hal lain lagi. Pandangan masyarakat terhadap masa depan yang tergambarkan dalam manisfesto utopis juga mengemuka. Pendeknya, dunia sedang bertransformasi. Transformasi itulah yang menjadi inner structure yang membentuk the will of the age.

Memahami arsitektur dengan demikian tidak bisa hanya dilakukan dengan mengevaluasi bentuknya saja, tetapi dilandasi oleh pemahaman atas kondisi di masyarakat. Cara pandang ini akan saya pakai untuk melihat perkembangan tata ruang dan arsitektur di Bali selama 12 bulan di tahun 2023.

Saat ini, perubahan berlangsung cepat dalam skala yang lebih luas—global. Sesuatu yang berlangsung di satu sudut dunia bisa memiliki pengaruh yang signifikan di belahan dunia lain. Merebaknya pandemi yang diduga berasal dari China telah mengubah cara kerja dan wajah dunia, misalnya.

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Pandemi, secara resmi dinyatakan berakhir di Indonesia melalui Keppres no 17 tahun 2023 dan berlaku sejak tanggal 21 Juni 2023. Dengan kepastian hukum ini, bukan hanya dunia kesehatan tetapi dunia usaha juga menyambutnya, terutama usaha pariwisata. Ini menimbulkan euforia, padahal, kematian yang ditimbulkannya cukup tinggi yaitu 160 ribu lebih di Indonesia.

Euforia ini sebetulnya sudah berlangsung sejak 2022 dengan pembatasan wilayah yang semakin dilonggarkan. Orang-orang yang tadinya terkunci di dalam rumah, sejak saat itu bisa keluar dan bersosialisasi. Kita melihat lagi pentingnya ruang-ruang luar yang memberi tempat bagi manusia dan lingkungan untuk saling berinteraksi.

Selama masa pandemi, dunia bisnis mengalami kemunduran yang luar biasa. Kemunduran dunia usaha berarti menurunnya pendapatan pemerintah. Di lain pihak, pengeluaran untuk penanganan pandemi meningkat. Banyak yang bangkrut tetapi tidak sedikit yang berusaha bertahan dengan mengubah strategi.

Strategi barunya adalah dengan membidik pasar lokal, tidak lagi mengutamakan wisatawan asing. Ini cocok dengan pasar baru yang terbentuk, yaitu masyarakat yang membutuhkan ruang interaksi sosial. Pengusaha dan pemerintah sama-sama berupaya memperbaiki kondisi ini. Ijin-ijin usaha diberikan untuk mendorong geliat ekonomi karena meningkatnya aktivitas ekonomi berarti bertambahnya anggaran pemerintah. Dalam kondisi pasar utama mengalami kemandegan, pandangan bahwa hanya ada satu jenis pasar dan satu jenis usaha memudar. Diversifikasi usaha dilakukan dengan banyak eksperimen dalam bentuk berbagai jenis usaha.

***

Berakhirnya pandemi ini disusul oleh kebijakan di bidang lalu lintas wisatawan. Melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 22 tahun 2023 mengenai Visa dan Izin Tinggal serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82 tahun 2023 yang diundangkan pada 30 Agustus 2023 lalu pemerintah memberlakukan kebijakan Golden Visa. Klasifikasi visa ini diperuntukkan Orang Asing berkualitas yang akan bermanfaat kepada perkembangan ekonomi negara, salah satunya adalah penanam modal baik korporasi maupun perorangan. Wisatawan dan expatriate memiliki fleksibilitas dan kemudahan untuk masuk ke dan tinggal di Indonesia. Akibatnya, Masyarakat menjadi semakin heterogen.

Hal lain yang terjadi, di tataran global, adalah memanasnya hubungan antara Rusia dan Ukarina dan berujung pada pecahnya perang di Eropa Timur. Awalnya menimbulkan kepanikan dalam hal distribusi energi, konflik ini berlanjut ke boomingnya investasi di kawasan-kawasan yang damai dan memiliki ROI tinggi.

Salah satu desain arsitektur bangunan coffee shop di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Belakangan, situasi yang berbuah menjadi peperangan juga terjadi di kawasan Timur Tengah antara Israel dan Palestina. Ketidakstabilan politik global menyebabkan kapital bergerak bebas mencari pasar-pasar baru. Yang disasar adalah tempat dan jenis investasi yang memberi pengembalian modal yang baik. Bali konon menjadi salah satu favorit investasi.

Dalam pandangan saya, kondisi pasar kapital global, keadaan ekonomi dan sosial lokal pasca pandemi, serta kebijakan-kebijakan pemerintah di berbagai level dalam upaya membangun kembali ekonomi yang sempat terpuruk menjadi inner structure yang membentuk lansekap lingkungan binaan di Bali, selain, tentu saja, kreativitas desainer yaitu para arsitek yang terlibat dalam berbagai tahapan konstruksi.

Pergerakan kapital global akibat kondisi politik di Eropa timur yang bergolak membuat pasar properti di berbagai negara bergeliat. Modal bergerak mencari tempat-tempat di mana uang bisa berlipatganda melalui bisnis rancang-bangun.

Typology bangunan relatif tidak jauh bergerak dari persewaan property dengan lonjakan dalam hal hunian untuk kaum ekspatriat.

Apartment, co-housing, walled dan one-gate housing merupakan beberapa typology yang banyak dibangun. Tetapi ada detail-detail program yang lebih kaya, seperti ruang untuk saling berbagi atau sharing, ruang entertainment dan juga ruang kerja di dalam hunian. Kemudahan membuka usaha, visa khusus bagi kelompok orang asing tertentu serta sambutan dari masyarakat lokal yang menganggap kehadiran orang asing akan membantu perekonomian membuat bisnis property jenis ini melonjak. Kawasan-kawasan yang menjadi sasaran adalah yang memiliki nilai pengembalian modal tinggi.

Prosentase pengembalian modal tahunan menjadi salah satu senjata utama pemasar yang memasarkan produknya yang berlokasi di kawasan strategis. Secara tata ruang, fasilitas semacam ini hampir tidak memiliki kaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sekitarnya, ekslusif.

***

Keterpurukan bisnis wisata tradisional mendorong terjadinya banyak eksperimen bisnis. Eksperimen ini kadang juga menemui stganasi seperti bisnis kuliner dan coffee shop. Akibatnya, terjadi perang desain.

Pengusaha berlomba-lomba membuat desain ‘unik‘ yang dipandang memiliki nilai jual tinggi. Eksperimen bisnis akhirnya mengarah pada lahirnya bentuk-bentuk arsitektural yang sangat beragam. Meski terlihat memiliki satu tujuan, memanjakan mata pengunjung, masih ada pula yang melakukan eksperimen yang lebih bernilai seperti: sustainability.

Kondisi ini membuat Bali menjadi lahan subur lahirnya desain-desain baru. Setiap orang bisa dengan relatif mudah membangun hipotesa desain dan, jika ada investor tertarik, mewujudkannya.

Eksperimen desain terjadi hampir di semua wilayah tetapi di kawasan-kawasan tertentu terlihat lebih intens. Di daerah Penelokan dengan view Danau Batur dan Gunung Batur, berbagai jenis gaya dan tema arsitektur muncul di sepanjang jalur utama yang menghubungkan Bangli dengan Singaraja.

Desain modern dengan material baja dan kaca, arsitektur bergaya Eropa abad pertengahan, bangunan coffee shop kontemporer semua saling berusaha menarik perhatian pengunjung. Kawasan yang awalnya hanya dipenuhi oleh pedagang kopi dan nasi bungkus tradisional kini menjadi sangat kosmopolitan.

Dari kacamata pemerintah, hal ini tentu sangat baik karena mampu menghasilkan PAD. Buat saya? Pandangan ke arah danau yang dulu bisa dinikmati gratis kini hilang, setidaknya berkurang.

Kawasan lain yang menjadi tempat eksperimen adalah Canggu. Sudah beberapa tahun belakangan ini kawasan Canggu menjadi sasaran uatama pengunjung pasca memudarnya popularitas Legian. Eksperimen Canggu bahkan melahirkan gimmick Canggu Style di kalangan tertentu. Di sini, bangunan-bangunan nampak lebih beragam dari sisi typlogy, style, hingga penggunaan dengan program yang saling berlapis. Gambaran seperti di buku Complexity and Contradiction in Architecture-nya Robert Venturi nampaknya muncul di kawasan yang sedang berkembang pesat ini.  

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Dalam bukunya, Venturi berpendapat bahwa arsitektur harus merangkul kompleksitas dan kontradiksi sebagai elemen penting dari lingkungan yang kaya dan bermakna, daripada hanya bergulat dengan pendekatan rasionalis yang sederhana yang menurutnya pada akhirnya dangkal dan kurang makna. Karakter desain Canggu di tahun 2023 bisa dilihat sebagai perlawanan atas kejenuhan desain bergaya Bali Style yang telah mendominasi lansekap budaya kawasan-kawasan wisata sejak tahun 1970-an.

Bentuk-bentuk geometri platonis dengan tektonika yang kaya menjadi trend bangunan masyarakat lokal sejak beberapa tahun belakangan dan mengalami self-correction di tahun 2023. Bentuk-bentuk tampak depan dengan siluet pentagon dengan berbagai distorsinya sempat popular. Bentuk ini merupakan adaptasi dari bangunan-bangunan lumbung di kawasan Eropa utara yang berhawa dingin. Tampilannya yang bersih, murni, sempat diadopsi untuk berbagai fungsi mulai dari rumah tinggal hingga bangunan komersial.

Kini muncul perpaduan antara bentuk pentagon dengan bentuk boxy. Jika sebelumnya bentuk tampil bersih dan murni, di tahun 2023 muncul detail-detail tektonika baru. Saya menyebutnya baru karena tidak memiliki kaitan langsung dengan yang dikembangkan secara vernacular. Perpaduan kayu dan baja dengan beton brut tampil dominan.

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Bentuk-bentuk dan eksperimentasi arsitektural yang berpusat di pusat-pusat komersial di seluruh Bali mulai menjalar ke berbagai wilayah lain. Diadopsi oleh penduduk lokal, penyebaran bentuk-bentuk eksperimental ini difasilitasi oleh tersedianya infrastruktur jalan yang dibangun oleh pemerintah.

Kondisi ini mirip dengan keadaan di tahun 1920-an saat arsitektur modern menyebar dari utara, Singaraja, menuju ke Denpasar setelah tersedianya jalur transportasi berupa jalan raya yang menguhubungkan kedua titik di Bali tersebut. Hanya saja, saat ini kondisinya lebih organik, penyebarannya ke segala arah.

***

Secara umum, kondisi desain arsitektur di Bali pada tahun 2023 mengalami ledakan signifikan. Kembalinya wisatawan luar pulau, meningkatnya pasar wisatawan lokal serta instabilitas yang terjadi di belahan dunia lain membuat investor membanjiri pasar lokal. Kondisi ini disertai dengan kekhawatiran soal kesadaran masa depan yang kian sulit diprediksi.

Mathew Carmona mengungkapkan bahwa desain arsitektur di masa modern dibentuk oleh tiga hal: kreativitas desainer, kondisi pasar, dan kebijakan pemerintah.

Salah satu desain arsitektur bangunan di Bali | Foto: Gede Maha Putra

Di Bali, di tahun 2023, ketiga hal ini menemukan muaranya pada ketidakpastian sehingga memunculkan ekprerimentasi dan pada akhirnya melahirkan kompleksitas wujud arsitektural. Apakah ini hal baru? Ternyata tidak.

Eksperimen dalam praktek arsitektur di Bali sudah berlangsung sejak lama. Hanya saja belakangan intensitasnya meningkat. Tahun 2023, dan kemungkinan akan berlanjut di tahun ini dan berikutnya, Bali menjadi lahan subur bagi tumbuhnya kreativitas sepanjang data tariknya bagi investor terus terjaga. Ini mencerminkan inner structure yang terjadi di masyarakat. Hanya saja  kehati-hatian perlu diingatkan agar tidak menjadikan pulau kecil ini sebagai Disneyland. [T]

Tags: arsitekturbaliekonomiPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bank Sampah Kaliber dan Program Tukar Sampah dengan Belajar

Next Post

Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

I Nyoman Gede Maha Putra

I Nyoman Gede Maha Putra

Dosen arsitektur di Universitas Warmadewa

Related Posts

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
0
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

Read moreDetails

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
0
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

Read moreDetails

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

by Angga Wijaya
April 28, 2026
0
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

Read moreDetails

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails
Next Post
Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

Gede Agustin Anggara Putra, Juara Terbaik Perlombaan Patung Salju di Harbin-China

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan
Esai

Annam Brahman: Makanan adalah Tuhan

Dari Dapur Menuju Kesadaran Ungkapan Annam Brahman dari Taittiriya Upanishad sering terdengar sederhana, bahkan terasa “terlalu duniawi” untuk ukuran nilai-nilai...

by Agung Sudarsa
April 28, 2026
Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi
Esai

Buku Terbit, Lalu Terlalu Banyak Selebrasi

BUKU terus lahir, hampir setiap waktu. Dari penulis lama, penulis baru; dari yang sudah punya nama, sampai yang masih mencari...

by Angga Wijaya
April 28, 2026
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co