12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tigapagi, Band Bandung dengan Nuansa Gitar Degung

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
November 13, 2023
in Esai
Tigapagi, Band Bandung dengan Nuansa Gitar Degung

Tigapagi | Foto: @tigapagimusic

HARUS saya akui, sepanjang saya menikmati musik, baik musik tradisonal maupun modern, kesukaan saya terhadap musik bisa dibilang berubah-ubah. Tak ada jenis musik tertentu yang saya jadikan fashion dalam kehidupan bermusik saya.

Sejauh yang saya ingat, banyak jenis musik yang keluar masuk dari telinga saya—tentu bukan dalam arti yang sebenarnya. Saya bisa menikmati jenis musik apa pun, kapan pun dan dimana pun, tanpa membeda-bedakan genre musik tertentu.

Bisa saja hari ini saya suka musik Reggae, mungkin esok harinya saya jingkrak-jingkrak sambil mendengarkan Punk In Drublic milik NOFX, band dari Amerika itu. Atau, esok lusanya juga tak menutup kemungkinan saya tidur sambil mendengarkan musik karawitan.

Karena bagi saya musik itu adalah bahasa universal; dapat diterima oleh semua kalangan, bangsa, dan aspek kehidupan lainnya serta mampu untuk dijadikan media dalam membangun sebuah kebudayaan; maka, saya menjadikan musik sebagai pengingat untuk momen-momen tertentu.

Sebenarnya tulisan ini bukan suatu pledoi tentang musik mana yang paling bagus dan paling saya sukai, tidak. Tapi saya hanya ingin merekomendasikan satu band dengan nuansa yang menurut saya sangat unik dan baru saya temukan di umur saya yang ke 26 tahun ini.

Namanya Tigapagi. Band indie asal Bandung itu, menurut saya adalah sebuah pencapaian asrtistik yang sangat tinggi dalam seni musik Tanah Air.

Sebab, Mereka mampu memadukan ritme pentatonik khas musik Sunda ke dalam aransemen musik chamber pop—genre musik yang menggabungkan musik rock dengan penggunaan string, klakson, piano, dan harmoni vokal yang rumit, dan komponen lain yang diambil dari orkestra dan lounge pop tahun 1960-an, dengan penekanan pada melodi dan tekstur.

Meski masih terbilang baru—Tigapagi dibentuk sejak tahun 2006—namun, lewat album debutnya Roekmana’s Repertoire yang rilis tahun 2013, mereka meraih gelar Rocky Of The Year 2014 versi majalah Rolling Stone Indonesia, dan mendapat posisi ke-2 daftar 20 Album Terbaik Indonesia tahun 2013 versi Tempo.

Album Roekmana’s Repertoire memiliki panjang durasi 65 menit 4 detik yang merupakan satu kesatuan track. Menariknya, album ini memang dirancang dalam konsep story line dengan menyambung nada satu lagu dengan lagu selanjutnya, persis seperti sebuah cerita.

Dengan formasi Prima Dian Febrianto (gitar), Sigit Pramudita (gitar, vokal latar), Indra Kusharnandar (kibor, synthesizer, piano), dan Achmad Kurnia (selo, gitar, vokal latar), dalam satu kesempatan, mereka mengaku terinspirasi oleh musisi hebat seperti Bob Dylan, Paul Simon and Arthur Art Garfunkel, hingga musisi legendaris Tanah Air sekelas Bimbo dan Ebiet G. Ade. Sehingga, dapat dikatakan, bahwa Tigapagi adalah gabungan sekelompok anak muda Bandung, Jawa Barat, yang cerdas dalam bereksperimen pada seni bermusiknya.

Di album Roekmana’s Repertoire, misalnya, mereka seakan mengenalkan sebuah genre musik baru dalam rentetan nada yang dibalut dengan nuansa muram di setiap lagu-lagunya, yang mereka suguhkan kepada para penikmat musik di Indonesia.

Dan, menurut saya—pendengar musik abal-abal—hal tersebut paling terasa pada lagu Alang-Alang, S(m)unda, dan Batu Tua. Sebab, mereka menggunakan teknik bermain gitar dengan susunan nada pentatonik—atau bagi masyarakat Sunda dikenal dengan istilah degung.

Dengan idealisme yang mengangkat isu-isu sosial lewat lirik yang implisit, Tigapagi, pada September tahun 2015, kembali merilis sebuah entitas pendek (EP) bertajuk Sembojan. Jika di album sebelumnya mereka lebih mengutamakan eksplorasi pada teknik permainan gitar degung, di mini album bertajuk Sembojan ini  rupanya mereka menambah nilai kemuraman pada ekspresi bermusiknya dengan mengangkat sejarah kelam bangsa Indonesia di tahun ‘65.

Mengusung peleburan aliran Experimental Folk Acoustic Pop dengan musik daerah khas Sunda, lagu-lagu Tigapagi terdengar tenang dan syahdu serta memberikan nuansa lirih pada setiap petikan gitar degungnya dan memiliki makna yang tersirat pada bait-bait liriknya.

Roekmana’s dan Gitar Degung

Di album perdananya, Tigapagi seolah menceritakan perjalanan hidup Roekmana yang mereka gambarkan di dalam lirik lagu-lagunya. Rukmana, sebenarnya adalah nama belakang dari Agus Rukmana. Ia merupakan seorang musisi kelahiran suku Sunda yang dikenal sebagai penemu gitar degung. Dan merupakan panutan bagi musisi-musisi indie tanah Pasundan dalam bereksperiman memadukan unsur musik tradisional dengan modern.

Degung sebenarnya merupakan alat musik gamelan masyarakat Sunda. Degung hampir sama dengan Gangsa di Jawa Tengah, Gong di Bali atau Gong di Banten, dan sama-sama bermakna sekumpulan alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipukul—atau lebih dikenal dengan nama gamelan.

Berbekal keterampilannya pada gitar klasik, di tahun 2005 Agus Rukmana melakukan eksplorasi dengan mencari nada gitar yang bisa mewadahi nada pentatonik khas musik Sunda—di mana dalam hal ini, Agus Rukmana ingin mengalihwahanakan suara yang dihasilkan dari gamelan ke nada gitar.

Setelah sukses dengan Roekmana’s Repertoire dan Sembojan, di tahun 2017 Tigapagi kembali mengeluarkan tembang sekaligus videoklip perdananya dengan tajuk Tidur Bersama. Di mana lagu tersebut adalah sebuah kolaborasi antara Tigapagi dengan penyanyi wanita asal tanah Pasundan bernama Danilla Jelita Poetry Riyadi, atau lebih dikenal dengan nama panggung Danilla Riyadi.

Dari segi musikalitas, Tigapagi masih bertahan dalam meramu musik yang memberi imajinasi akan alam permai kota Bandung dan sebuah kolaborasi yang baik anatara karakter suara Sigit selaku vokalis Tigapagi dengan suara Danilla yang empuk halimpu. Kolaborasi tersebut menghasilkan suatu esensi yang sulit dideskripsikan setelah mendengarnya.

Kini, untuk merayakan 10 tahun album Roekmana’s Repertoire, sebagai album semata wayangnya, Tigapagi kembali memproduksi ulang CD pada album tersebut. Dalam hal ini Tigapagi bekerjasama  dengan perusahaan rekaman Demajorsrecs.  Dan, sekali lagi, ini sebagai tanda dimulainya konser 10 tahun Roekmana’s Repertoire.[T]

Jembatan Movement : Ruang Ekspresi Musisi Jembrana dan Musik Untuk Kemanusiaan
Musik Pop dan Cita-cita Kami
Dialog Dini Hari dan Single Terbarunya, Miles Away
Payung Hitam, Single Terbaru Dialog Dini Hari untuk Mendukung Pembela HAM
Tags: bandunggrup musikJawa Baratmusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semarak Festival Budaya Kabupaten Badung

Next Post

Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co