2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tigapagi, Band Bandung dengan Nuansa Gitar Degung

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
November 13, 2023
in Esai
Tigapagi, Band Bandung dengan Nuansa Gitar Degung

Tigapagi | Foto: @tigapagimusic

HARUS saya akui, sepanjang saya menikmati musik, baik musik tradisonal maupun modern, kesukaan saya terhadap musik bisa dibilang berubah-ubah. Tak ada jenis musik tertentu yang saya jadikan fashion dalam kehidupan bermusik saya.

Sejauh yang saya ingat, banyak jenis musik yang keluar masuk dari telinga saya—tentu bukan dalam arti yang sebenarnya. Saya bisa menikmati jenis musik apa pun, kapan pun dan dimana pun, tanpa membeda-bedakan genre musik tertentu.

Bisa saja hari ini saya suka musik Reggae, mungkin esok harinya saya jingkrak-jingkrak sambil mendengarkan Punk In Drublic milik NOFX, band dari Amerika itu. Atau, esok lusanya juga tak menutup kemungkinan saya tidur sambil mendengarkan musik karawitan.

Karena bagi saya musik itu adalah bahasa universal; dapat diterima oleh semua kalangan, bangsa, dan aspek kehidupan lainnya serta mampu untuk dijadikan media dalam membangun sebuah kebudayaan; maka, saya menjadikan musik sebagai pengingat untuk momen-momen tertentu.

Sebenarnya tulisan ini bukan suatu pledoi tentang musik mana yang paling bagus dan paling saya sukai, tidak. Tapi saya hanya ingin merekomendasikan satu band dengan nuansa yang menurut saya sangat unik dan baru saya temukan di umur saya yang ke 26 tahun ini.

Namanya Tigapagi. Band indie asal Bandung itu, menurut saya adalah sebuah pencapaian asrtistik yang sangat tinggi dalam seni musik Tanah Air.

Sebab, Mereka mampu memadukan ritme pentatonik khas musik Sunda ke dalam aransemen musik chamber pop—genre musik yang menggabungkan musik rock dengan penggunaan string, klakson, piano, dan harmoni vokal yang rumit, dan komponen lain yang diambil dari orkestra dan lounge pop tahun 1960-an, dengan penekanan pada melodi dan tekstur.

Meski masih terbilang baru—Tigapagi dibentuk sejak tahun 2006—namun, lewat album debutnya Roekmana’s Repertoire yang rilis tahun 2013, mereka meraih gelar Rocky Of The Year 2014 versi majalah Rolling Stone Indonesia, dan mendapat posisi ke-2 daftar 20 Album Terbaik Indonesia tahun 2013 versi Tempo.

Album Roekmana’s Repertoire memiliki panjang durasi 65 menit 4 detik yang merupakan satu kesatuan track. Menariknya, album ini memang dirancang dalam konsep story line dengan menyambung nada satu lagu dengan lagu selanjutnya, persis seperti sebuah cerita.

Dengan formasi Prima Dian Febrianto (gitar), Sigit Pramudita (gitar, vokal latar), Indra Kusharnandar (kibor, synthesizer, piano), dan Achmad Kurnia (selo, gitar, vokal latar), dalam satu kesempatan, mereka mengaku terinspirasi oleh musisi hebat seperti Bob Dylan, Paul Simon and Arthur Art Garfunkel, hingga musisi legendaris Tanah Air sekelas Bimbo dan Ebiet G. Ade. Sehingga, dapat dikatakan, bahwa Tigapagi adalah gabungan sekelompok anak muda Bandung, Jawa Barat, yang cerdas dalam bereksperimen pada seni bermusiknya.

Di album Roekmana’s Repertoire, misalnya, mereka seakan mengenalkan sebuah genre musik baru dalam rentetan nada yang dibalut dengan nuansa muram di setiap lagu-lagunya, yang mereka suguhkan kepada para penikmat musik di Indonesia.

Dan, menurut saya—pendengar musik abal-abal—hal tersebut paling terasa pada lagu Alang-Alang, S(m)unda, dan Batu Tua. Sebab, mereka menggunakan teknik bermain gitar dengan susunan nada pentatonik—atau bagi masyarakat Sunda dikenal dengan istilah degung.

Dengan idealisme yang mengangkat isu-isu sosial lewat lirik yang implisit, Tigapagi, pada September tahun 2015, kembali merilis sebuah entitas pendek (EP) bertajuk Sembojan. Jika di album sebelumnya mereka lebih mengutamakan eksplorasi pada teknik permainan gitar degung, di mini album bertajuk Sembojan ini  rupanya mereka menambah nilai kemuraman pada ekspresi bermusiknya dengan mengangkat sejarah kelam bangsa Indonesia di tahun ‘65.

Mengusung peleburan aliran Experimental Folk Acoustic Pop dengan musik daerah khas Sunda, lagu-lagu Tigapagi terdengar tenang dan syahdu serta memberikan nuansa lirih pada setiap petikan gitar degungnya dan memiliki makna yang tersirat pada bait-bait liriknya.

Roekmana’s dan Gitar Degung

Di album perdananya, Tigapagi seolah menceritakan perjalanan hidup Roekmana yang mereka gambarkan di dalam lirik lagu-lagunya. Rukmana, sebenarnya adalah nama belakang dari Agus Rukmana. Ia merupakan seorang musisi kelahiran suku Sunda yang dikenal sebagai penemu gitar degung. Dan merupakan panutan bagi musisi-musisi indie tanah Pasundan dalam bereksperiman memadukan unsur musik tradisional dengan modern.

Degung sebenarnya merupakan alat musik gamelan masyarakat Sunda. Degung hampir sama dengan Gangsa di Jawa Tengah, Gong di Bali atau Gong di Banten, dan sama-sama bermakna sekumpulan alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipukul—atau lebih dikenal dengan nama gamelan.

Berbekal keterampilannya pada gitar klasik, di tahun 2005 Agus Rukmana melakukan eksplorasi dengan mencari nada gitar yang bisa mewadahi nada pentatonik khas musik Sunda—di mana dalam hal ini, Agus Rukmana ingin mengalihwahanakan suara yang dihasilkan dari gamelan ke nada gitar.

Setelah sukses dengan Roekmana’s Repertoire dan Sembojan, di tahun 2017 Tigapagi kembali mengeluarkan tembang sekaligus videoklip perdananya dengan tajuk Tidur Bersama. Di mana lagu tersebut adalah sebuah kolaborasi antara Tigapagi dengan penyanyi wanita asal tanah Pasundan bernama Danilla Jelita Poetry Riyadi, atau lebih dikenal dengan nama panggung Danilla Riyadi.

Dari segi musikalitas, Tigapagi masih bertahan dalam meramu musik yang memberi imajinasi akan alam permai kota Bandung dan sebuah kolaborasi yang baik anatara karakter suara Sigit selaku vokalis Tigapagi dengan suara Danilla yang empuk halimpu. Kolaborasi tersebut menghasilkan suatu esensi yang sulit dideskripsikan setelah mendengarnya.

Kini, untuk merayakan 10 tahun album Roekmana’s Repertoire, sebagai album semata wayangnya, Tigapagi kembali memproduksi ulang CD pada album tersebut. Dalam hal ini Tigapagi bekerjasama  dengan perusahaan rekaman Demajorsrecs.  Dan, sekali lagi, ini sebagai tanda dimulainya konser 10 tahun Roekmana’s Repertoire.[T]

Jembatan Movement : Ruang Ekspresi Musisi Jembrana dan Musik Untuk Kemanusiaan
Musik Pop dan Cita-cita Kami
Dialog Dini Hari dan Single Terbarunya, Miles Away
Payung Hitam, Single Terbaru Dialog Dini Hari untuk Mendukung Pembela HAM
Tags: bandunggrup musikJawa Baratmusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semarak Festival Budaya Kabupaten Badung

Next Post

Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co