22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tigapagi, Band Bandung dengan Nuansa Gitar Degung

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
November 13, 2023
in Esai
Tigapagi, Band Bandung dengan Nuansa Gitar Degung

Tigapagi | Foto: @tigapagimusic

HARUS saya akui, sepanjang saya menikmati musik, baik musik tradisonal maupun modern, kesukaan saya terhadap musik bisa dibilang berubah-ubah. Tak ada jenis musik tertentu yang saya jadikan fashion dalam kehidupan bermusik saya.

Sejauh yang saya ingat, banyak jenis musik yang keluar masuk dari telinga saya—tentu bukan dalam arti yang sebenarnya. Saya bisa menikmati jenis musik apa pun, kapan pun dan dimana pun, tanpa membeda-bedakan genre musik tertentu.

Bisa saja hari ini saya suka musik Reggae, mungkin esok harinya saya jingkrak-jingkrak sambil mendengarkan Punk In Drublic milik NOFX, band dari Amerika itu. Atau, esok lusanya juga tak menutup kemungkinan saya tidur sambil mendengarkan musik karawitan.

Karena bagi saya musik itu adalah bahasa universal; dapat diterima oleh semua kalangan, bangsa, dan aspek kehidupan lainnya serta mampu untuk dijadikan media dalam membangun sebuah kebudayaan; maka, saya menjadikan musik sebagai pengingat untuk momen-momen tertentu.

Sebenarnya tulisan ini bukan suatu pledoi tentang musik mana yang paling bagus dan paling saya sukai, tidak. Tapi saya hanya ingin merekomendasikan satu band dengan nuansa yang menurut saya sangat unik dan baru saya temukan di umur saya yang ke 26 tahun ini.

Namanya Tigapagi. Band indie asal Bandung itu, menurut saya adalah sebuah pencapaian asrtistik yang sangat tinggi dalam seni musik Tanah Air.

Sebab, Mereka mampu memadukan ritme pentatonik khas musik Sunda ke dalam aransemen musik chamber pop—genre musik yang menggabungkan musik rock dengan penggunaan string, klakson, piano, dan harmoni vokal yang rumit, dan komponen lain yang diambil dari orkestra dan lounge pop tahun 1960-an, dengan penekanan pada melodi dan tekstur.

Meski masih terbilang baru—Tigapagi dibentuk sejak tahun 2006—namun, lewat album debutnya Roekmana’s Repertoire yang rilis tahun 2013, mereka meraih gelar Rocky Of The Year 2014 versi majalah Rolling Stone Indonesia, dan mendapat posisi ke-2 daftar 20 Album Terbaik Indonesia tahun 2013 versi Tempo.

Album Roekmana’s Repertoire memiliki panjang durasi 65 menit 4 detik yang merupakan satu kesatuan track. Menariknya, album ini memang dirancang dalam konsep story line dengan menyambung nada satu lagu dengan lagu selanjutnya, persis seperti sebuah cerita.

Dengan formasi Prima Dian Febrianto (gitar), Sigit Pramudita (gitar, vokal latar), Indra Kusharnandar (kibor, synthesizer, piano), dan Achmad Kurnia (selo, gitar, vokal latar), dalam satu kesempatan, mereka mengaku terinspirasi oleh musisi hebat seperti Bob Dylan, Paul Simon and Arthur Art Garfunkel, hingga musisi legendaris Tanah Air sekelas Bimbo dan Ebiet G. Ade. Sehingga, dapat dikatakan, bahwa Tigapagi adalah gabungan sekelompok anak muda Bandung, Jawa Barat, yang cerdas dalam bereksperimen pada seni bermusiknya.

Di album Roekmana’s Repertoire, misalnya, mereka seakan mengenalkan sebuah genre musik baru dalam rentetan nada yang dibalut dengan nuansa muram di setiap lagu-lagunya, yang mereka suguhkan kepada para penikmat musik di Indonesia.

Dan, menurut saya—pendengar musik abal-abal—hal tersebut paling terasa pada lagu Alang-Alang, S(m)unda, dan Batu Tua. Sebab, mereka menggunakan teknik bermain gitar dengan susunan nada pentatonik—atau bagi masyarakat Sunda dikenal dengan istilah degung.

Dengan idealisme yang mengangkat isu-isu sosial lewat lirik yang implisit, Tigapagi, pada September tahun 2015, kembali merilis sebuah entitas pendek (EP) bertajuk Sembojan. Jika di album sebelumnya mereka lebih mengutamakan eksplorasi pada teknik permainan gitar degung, di mini album bertajuk Sembojan ini  rupanya mereka menambah nilai kemuraman pada ekspresi bermusiknya dengan mengangkat sejarah kelam bangsa Indonesia di tahun ‘65.

Mengusung peleburan aliran Experimental Folk Acoustic Pop dengan musik daerah khas Sunda, lagu-lagu Tigapagi terdengar tenang dan syahdu serta memberikan nuansa lirih pada setiap petikan gitar degungnya dan memiliki makna yang tersirat pada bait-bait liriknya.

Roekmana’s dan Gitar Degung

Di album perdananya, Tigapagi seolah menceritakan perjalanan hidup Roekmana yang mereka gambarkan di dalam lirik lagu-lagunya. Rukmana, sebenarnya adalah nama belakang dari Agus Rukmana. Ia merupakan seorang musisi kelahiran suku Sunda yang dikenal sebagai penemu gitar degung. Dan merupakan panutan bagi musisi-musisi indie tanah Pasundan dalam bereksperiman memadukan unsur musik tradisional dengan modern.

Degung sebenarnya merupakan alat musik gamelan masyarakat Sunda. Degung hampir sama dengan Gangsa di Jawa Tengah, Gong di Bali atau Gong di Banten, dan sama-sama bermakna sekumpulan alat musik yang cara memainkannya dengan cara dipukul—atau lebih dikenal dengan nama gamelan.

Berbekal keterampilannya pada gitar klasik, di tahun 2005 Agus Rukmana melakukan eksplorasi dengan mencari nada gitar yang bisa mewadahi nada pentatonik khas musik Sunda—di mana dalam hal ini, Agus Rukmana ingin mengalihwahanakan suara yang dihasilkan dari gamelan ke nada gitar.

Setelah sukses dengan Roekmana’s Repertoire dan Sembojan, di tahun 2017 Tigapagi kembali mengeluarkan tembang sekaligus videoklip perdananya dengan tajuk Tidur Bersama. Di mana lagu tersebut adalah sebuah kolaborasi antara Tigapagi dengan penyanyi wanita asal tanah Pasundan bernama Danilla Jelita Poetry Riyadi, atau lebih dikenal dengan nama panggung Danilla Riyadi.

Dari segi musikalitas, Tigapagi masih bertahan dalam meramu musik yang memberi imajinasi akan alam permai kota Bandung dan sebuah kolaborasi yang baik anatara karakter suara Sigit selaku vokalis Tigapagi dengan suara Danilla yang empuk halimpu. Kolaborasi tersebut menghasilkan suatu esensi yang sulit dideskripsikan setelah mendengarnya.

Kini, untuk merayakan 10 tahun album Roekmana’s Repertoire, sebagai album semata wayangnya, Tigapagi kembali memproduksi ulang CD pada album tersebut. Dalam hal ini Tigapagi bekerjasama  dengan perusahaan rekaman Demajorsrecs.  Dan, sekali lagi, ini sebagai tanda dimulainya konser 10 tahun Roekmana’s Repertoire.[T]

Jembatan Movement : Ruang Ekspresi Musisi Jembrana dan Musik Untuk Kemanusiaan
Musik Pop dan Cita-cita Kami
Dialog Dini Hari dan Single Terbarunya, Miles Away
Payung Hitam, Single Terbaru Dialog Dini Hari untuk Mendukung Pembela HAM
Tags: bandunggrup musikJawa Baratmusik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semarak Festival Budaya Kabupaten Badung

Next Post

Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Tabanan Comes Back, Badung Back To Back: Jegeg Tabanan dan Bagus Badung Sabet Gelar Jegeg Bagus Bali 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co