22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kata-kata Meneduhkan Merefleksikan Nilai-nilai Kebijaksanaan

I Ketut Murdana by I Ketut Murdana
October 17, 2023
in Esai
Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri

I Ketut Murdana

KATA-KATA sangat berperan besar menjadi penghias prilaku kehidupan sehari-hari. Melalui kata-kata bijak menyejukkan, meneduhkan, sangat berperan menetralisasi suasana konflik, permasalahan bisa menjadi reda, tenang dan mencapai damai.

Dalam kontek inilah jiwa-jiwa bijaksana merefleksikan kata-kata berisi nilai kebenaran, kejujuran, kecerdasan, etika komunikasi serta komitmen yang baik. Konfigurasi nilai-nilai ini lebur menjadi nilai-nilai kebajikan dan kebijaksanaan yang bervibrasi menyentuh lubuk hati lalu dipanuti oleh orang banyak.

Jiwa-jiwa seperti inilah jiwa-jiwa seorang pemimpin yang semestinya. Mampu mengayomi rakyat, bukan memeras dan memecah belah rakyat, demi menduduki singasana emas yang bertujuan kekuasaan, lalu memabukkan. Akibatnya “merasa” menguasai kebenaran, lalu mengumpulkan gerombolan asura untuk menggerakkan atau melawan kelompok lain yang dianggap berseberangan.

Permainan ini sedang diatur dalam lapangan pertandingan komersial berbayar yang sangat meriah menggiurkan. Bila bayaran habis permainan pasti berhenti, barangkali disitulah ending kepuasan dan ketidakpuasan terjadi.

Walaupun demikian permainan ini tetap memiliki daya tarik yang tinggi. Bahkan demi uang cagar budaya nan sakralpun harus berganti wajah demi gelontoran dana dan raupan suara.

Tidak mudah memang membendung keinginan Kangsa, untuk menjadi Raja. Hingga memaksa ayahnya Raja Matura harus menanggalkan dan menyerahkan mahkota kerajaannya. Lalu memenjarakan ayahnya di penjara paling gelap di bawah tanah. Kemudian demi kekuasaannya Raja Kangsa menikahkan adiknya Dewaki dengan sahabatnya Basudewa.

Saat upacara pernikahan itu dia memanggil Rsi Jnanim untuk meramal masa depan  adik kesayangannya dengan Basudewa.

Sesuai titah Dewata, Sang Rsi menyampaikan ramalannya bahwa: putra Dewaki yang ke delapan (ke 8) akan membunuh Raja Kangsa dari Kelalimannya. Mendengar ramalan itu, membuat Raja Kangsa sangat murka, lalu memenjarakan Rsi peramal itu ke penjara bawah tanah.

Untuk menyelamatkan diri Raja Kangsa, memandang putra-putra Dewaki itu sebagai panah-panah sakti Dewa Brahma, yang harus dilawannya. Hingga menjadikan rahim Dewaki sebagai medan perang, dan keponakan-keponakannya sebagai musuh yang menakutkan.

Akibatnya Raja Kangsa hanya sibuk berperang, mengukuhkan keangkuhannya menyelamatkan diri diatas Singasananya. Bukan melindungi rakyat dan mensejahterakannya.

Walaupun betapa besar  penderitaan yang di alami adiknya, Kangsa tetap saja tidak peduli, harus membunuh semua keponakannya. Bertahun-tahun isak tangis Dewaki meratapi putra-putranya dibunuh, darahnya menetes di dinding tembok penjara, atas kebengisan kakaknya.

Saat itulah Basudewa mengayomi Dewaki dengan kata-kata bijak menguatkan prinsip-prinsip hati nurani. Keyakinan, Pelayanan dan Penyerahan diri. Akibat diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk mengandung dan melahirkan putra penegak Dharma, harapan masa depan dunia.

Mendengar kata-kata bijak suaminya itu Dewaki bangkit kesadarannya melayani titah dewata yang sedang terjadi dalam dirinya

Ketika keserakahan itu sudah mencapai puncaknya, lahirlah Sri Krishna sebagai putra yang ke delapan (ke 8), melalui perjuangan yang sangat berat Wasudewa membawanya ke pinggir sungai Yamuna di rumah sahabatnya. Perjalanan menembus air bah, hingga bisa tiba dengan selamat. Diserahkan kepada Dewi Yasodha sahabatnya, lalu memberikan putrinya sebagai ganti untuk menurunkan niat Kangsa untuk membunuhnya.

Saran bijak Basudewa kepada Dewaki, hingga kuat memikul beban penderitaan cinta kasih yang amat mendalam. Menguatkan terus “keyakinan” kepada-Nya, hingga mampu melayani Kuasa-Nya, lalu berpasrah diri atas Kehendak-Nya. Ketiga pronsip ini menguatkan Dewaki hingga mampu melahirkan putra yang mengayomi dunia.

Betapa pentingnya memahami prinsip-prinsip keyakinan ini, menjaga, memperjuangkan menjadi lebih baik lagi hingga menjiwai kewajiban, agar bervibrasi lebih dalam dan bisa bervibrasi luas. Betapa mulianya angan-angan suci para leluhur mengajarkan kebenaran ini.

Refleksi dari keyakinan itu, hadir melalui tantangan demi tantangan yang mesti dilewati, bukan cengeng dengan pembenaran praduga, hingga selalu takut dengan bayangan sendiri. Itu artinya kata-kata sudah bersinergi membangun kegelapan. Rekayasa dan konstruksi ketidak jujuran merambah meresapi langkah prilaku.

Kabut bayang-bayang ini menutupi kesadaran diri yang membuat gelisah, bingung bahkan setiap malam tidur bisa terganggu, bahkan mimpi aneh-aneh membingungkan konsentrasi. Semua aktivitas terganggu, akibatnya sibuk membangun proteksi-proteksi pembenaran, bukan keluar mencari kebenaran, seperti gambaran keyakinan Basudewa menerobos air sungai Yamuna di malam hari dalam waktu yang terbatas agar Sri Krishna kecil selamat dari pembunuhan.

Kewajiban atas dasar Keyakinan, Keberanian, Kepasrahan menghadirkan perlindungan Ilahi, yang bukan lagi bayang-bayang tetapi sinar cemerlang yang menerangi kegelapan, mencapai kemenangan

Apabila semangat dan energi semakin melemah membangun kesementaraan, dengan alasan yang beralasan takut penyerahan diri pada kebenaran tertuntun menjadi tenggelam dalam kegelapan (tamasika).

Tidak ada satu sungaipun yang tidak merindukan samudra, karena diarahkan untuk mengairi persawahan, hingga alurnya menjadi berguna. Tidak ada satupun ciptaan-Nya yang luput dari sinar matahari, tetapi karena takut dengan sinarnya, membuat goa untuk bersembunyi.

Walaupun bersembunyi dimanapun bila harus membayar karma buruk di masa lalu, maupun masa kini, akan tetap terjadi. Demikian sebaliknya karma baik akan selalu mengiringi menjadi kebahagiaan.

Oleh karena itu keyakinan, swadharma dan penyerahan diri adalah prinsip dasar penyempurnaan hidup mencapai pembebasan.

Semoga menjadi renungan dan refleksi. [T]

  • BACA kolom AURA KASIH lainnya dari penulis I KETUT MURDANA
Menumbuhkan Jiwa-Jiwa Sattwika Adalah Kesadaran
Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri
Peta Kosmik Tubuh Manusia Bali || Catatan Harian Sugi Lanus
Berjumpa Barat di Timur, Berjumpa Timur di Barat – Catatan Harian Sugi Lanus
Tags: refleksirenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orang-Orang Dusun Prabakula, Mengukir Kehidupan di Atas Pasir Hitam

Next Post

Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

I Ketut Murdana

I Ketut Murdana

Dosen ISI Denpasar

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

Natsir, Lelaki dari Lembah Gumanti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co