23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskursus Dongeng Sesuap Nasi

Ikrom F. by Ikrom F.
June 3, 2023
in Esai
Diskursus Dongeng Sesuap Nasi

Ilustrasi tatkala.co

SAAT MEMBACA berita mengenai peran pemuda dalam menjaga lingkungan di Kompas, saya segera teringat pada salah satu kumpulan esai karya M. Faizi yang terbit dengan judul Merusak Bumi Dari Meja Makan (2021).

Tulisan esai itu begitu sejuk dan serat akan ilmu pengetahuan soal masalah sampah dan bagaimana manusia menghadapinya. Satu-satunya tulisan yang mungkin berbau kultur budaya desa atau dongeng adalah dalam paragraf ini:

“Ketika saya kecil, saya tinggal bersama nenek. Beliau akan murka jika piring yang saya gunakan untuk makan tidak dalam keadaan bersih seperti dipel ketika saya meninggalkannya untuk cuci tangan.

“Bersihkan! Jangan sisakan sebutir pun butiran dipiringmu akan menangis kalau dibiarkan begitu! demikian pesan nenek.

Beliau tidak menjelaskan motif apa pun di balik perintah itu, termasuk adanya motivasi sunah nabi, dan sebagainya. Perintahnya malah mirip dongeng, bahwa setiap butiran nasi turut berzikir, dan sebagainya. Perintahnya malah mirip dongeng, bahwa butiran-butiran itu akan menangis jika tidak ikut dimakan manusia dan hanya berakhir di tempat sampah”.

K. M. Faizi menulis itu untuk menggambarkan pada kita seperti apa dunia desa membikin alam ini tak tercemar kotoran manusia. Tak pernah terbayangkan, kita (yang hidup dari desa) mungkin lazim mendengar petuah-petuah itu dari orang tua. Kita tidak mau bertanya soal motif apapun di balik perintah itu. Tapi justru dengan petuah itu, kita sama sekali tidak punya kesempatan agar membuang-buang makanan.

Hal sama terjadi ketika ada ajaran soal berbakti pada orang tua. Di sekolah dasar, kita mengenal cerita ikonik tentang Malin Kundang yang dikutuk jadi sebuah batu. Menurut berita yang beredar, Kutukan itu berasal dari ibunya, sebab maling kundang tak mau mengakui sang ibu di depan istirnya yang bangsawan. 

Dengan itu pikiran kita bisa tahu bahwa pembahasaan anak yang durhaka adalah hal tabu dan perlu disampaikan pada generasi selanjutnya. Tanpa ada dongeng Malin Kundang misalnya, cerita seorang anak yang dikutuk itu mungkin takkan pernah terjadi dan sialnya kita sulit memberikan pemahampan pada anak-anak apalagi kepada orang dewasa.

Pemahaman melalui dongeng ini saya kira menjadi alternatif agar proses penyampaian pitutur dari seorang sesepuh masih terjalin sekalipun dunia sudah serba cepat. Kita tahu, tantangan ke depan agar merawat alam dan lingkungan tidak hanya berupa gerakan peduli lingkungan, video pendek atau cinematik alam belaka. tapi juga dilakukan studi literasi lewat dongeng tadi.

Kita mengerti dongeng adalah sebuah cerita yang kebenarannya tak bisa dipertanggung jawabkan. Dongeng dengan segala versinya, pasti mengandung unsur kebohongan dan kesengajaan sekaligus manfaat tersendiri.

Buktinya, semenjak manusia mengenal digital dan berita, orang mulai menerjemahkan kembali apa saja yang terdapat di dalam dongeng, baik tempat, waktu, nama, dan latar belakangan yang lain.

Hanya saja kita belum mencari manfaat apa yang didapat dalam dongeng tersebut. kita juga tidak tahu bahwa dongeng tak hanya sebuah cerita, tapi dia akan terus populer sampai dunia ini berakhir, baik dalam versi sekolah, keluarga, maupun suku.

Bisa dibayangkan, seandainya kita mempunyai sebuah dongeng tentang soal sesuap nasi bisa merusak alam, mungkin itulah sekian ribu cara agar kita memahami kondisi semesta saat ini.

Dari dongeng sesuap nasi kita bisa ceritakan pada anak-anak saat mereka ingin beranjak tidur. Tentu anak-anak ini nanti, akan diceritakan ulang pada teman-temannya sehingga dongeng itu berhasil terekspos secara cepat.

Membuat dongeng alam tentu tak harus berdasarkan sifat asli cerita. Latar belakang dan tokoh legenda bisa kita buat-buat, asalkan dampaknya bisa mengenai pembaca.

Berita, misalnya tidak akan pernah dibaca oleh semua kalangan jika tak bisa menunjukkan human interest yang tepat. Sebaliknya berita dapat laku sebab pemberitaan berjalan sesuai keinginan publik.

Faktor keinginan ini yang kemudian layak dikonsumsi oleh publik. Publik begitu sudah memuncak rasa ingin tahunya, maka boleh dikata mereka pasti mengejar sampai keingintahuan itu tercapai. Logikanya sebuah toko tak akan pernah laku di mata pembeli ketika menu yang disajikan tidak bisa memenuhi hasrat.

Dari sini, Erich Fromm dalam buku To Have or To Be (2019) yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, menuliskan risalah panjang bagaimana seseorang bisa mengada sekaligus punya rasa memiliki.

Dalam modus mengada, kata Erich, tidak dapat dipisahkan terhadap soal keyakinan. Bahkan keyakinan adalah unsur yang patut diperhitungkan sedari awal.

“Jelas, tanpa keyakinan, kita menjadi hampa, putus asa, takut hingga ke dasar keberadaan.”

Diskursus soal Dongeng Sesuap Nasi tadi juga bentuk dari yang awalnya mengada. Bentuk mengada ini nantinya menjadi simbol holistik terhadap pembacaan masyarakat kita.

Tentu bukan perkara mudah, berbicara dongeng sebelum tidur seperti ini. Tapi di saat orang mulai percaya terhadap serial Maling Kundang, Bawang Merah dan Putih atau Si Kancil Mencuri Timun, kita mendapat kesempatan untuk membikin yang lebih baik.

Sejak serial dongeng perlahan-lahan mulai habis, kita seolah-olah ingin mengembalikan kembali citra nusantara melalui budayanya. Salah satu budaya yang dari dulu sudah terbentuk dan terbukti hanyalah dongeng tadi. Tapi dongeng akhirnya gagal bersaing dengan majunya teknologi, yang ingin mengubah dunia dengan satu kedipan mata. 

Keniscayaan tetaplah jadi produk kita. Sehebat apa pun canggihnya tekonolgi, legenda masih gagah dan relevan untuk dibicarakan. Tapi, kata Goenawan Muhammad, sang pahlawan sebaiknya mati. Sebab revolusi tak pernah sama dengan dongeng yang sempurna.

Sekalipun tak sempurna, dongeng adalah legenda yang memikat. Ia tetap jadi pitutur yang tabu dan syahdu.[T]

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?
Dongeng Kayu, Metode Kreatif Mengasuh Anak
Pentingnya Dongeng bagi Pembentukan Karakter Anak
Tags: dongengdongeng pendidikanpembelajaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Senja di Akhir Luka | Cerpen Ni Wayan Sumiasih

Next Post

Dendam pada Musuh yang Imaginer

Ikrom F.

Ikrom F.

Pemuda kelahiran Jember. Saat ini sedang mengabdi di pondok pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. Aktif di beberapa komunitas, seperti Komunitas Penulis Kreatif (KPK) Iksaj, IPJ, LPM Fajar dan PMII. IG @ikrom_f1234.

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Dendam pada Musuh yang Imaginer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co