24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskursus Dongeng Sesuap Nasi

Ikrom F. by Ikrom F.
June 3, 2023
in Esai
Diskursus Dongeng Sesuap Nasi

Ilustrasi tatkala.co

SAAT MEMBACA berita mengenai peran pemuda dalam menjaga lingkungan di Kompas, saya segera teringat pada salah satu kumpulan esai karya M. Faizi yang terbit dengan judul Merusak Bumi Dari Meja Makan (2021).

Tulisan esai itu begitu sejuk dan serat akan ilmu pengetahuan soal masalah sampah dan bagaimana manusia menghadapinya. Satu-satunya tulisan yang mungkin berbau kultur budaya desa atau dongeng adalah dalam paragraf ini:

“Ketika saya kecil, saya tinggal bersama nenek. Beliau akan murka jika piring yang saya gunakan untuk makan tidak dalam keadaan bersih seperti dipel ketika saya meninggalkannya untuk cuci tangan.

“Bersihkan! Jangan sisakan sebutir pun butiran dipiringmu akan menangis kalau dibiarkan begitu! demikian pesan nenek.

Beliau tidak menjelaskan motif apa pun di balik perintah itu, termasuk adanya motivasi sunah nabi, dan sebagainya. Perintahnya malah mirip dongeng, bahwa setiap butiran nasi turut berzikir, dan sebagainya. Perintahnya malah mirip dongeng, bahwa butiran-butiran itu akan menangis jika tidak ikut dimakan manusia dan hanya berakhir di tempat sampah”.

K. M. Faizi menulis itu untuk menggambarkan pada kita seperti apa dunia desa membikin alam ini tak tercemar kotoran manusia. Tak pernah terbayangkan, kita (yang hidup dari desa) mungkin lazim mendengar petuah-petuah itu dari orang tua. Kita tidak mau bertanya soal motif apapun di balik perintah itu. Tapi justru dengan petuah itu, kita sama sekali tidak punya kesempatan agar membuang-buang makanan.

Hal sama terjadi ketika ada ajaran soal berbakti pada orang tua. Di sekolah dasar, kita mengenal cerita ikonik tentang Malin Kundang yang dikutuk jadi sebuah batu. Menurut berita yang beredar, Kutukan itu berasal dari ibunya, sebab maling kundang tak mau mengakui sang ibu di depan istirnya yang bangsawan. 

Dengan itu pikiran kita bisa tahu bahwa pembahasaan anak yang durhaka adalah hal tabu dan perlu disampaikan pada generasi selanjutnya. Tanpa ada dongeng Malin Kundang misalnya, cerita seorang anak yang dikutuk itu mungkin takkan pernah terjadi dan sialnya kita sulit memberikan pemahampan pada anak-anak apalagi kepada orang dewasa.

Pemahaman melalui dongeng ini saya kira menjadi alternatif agar proses penyampaian pitutur dari seorang sesepuh masih terjalin sekalipun dunia sudah serba cepat. Kita tahu, tantangan ke depan agar merawat alam dan lingkungan tidak hanya berupa gerakan peduli lingkungan, video pendek atau cinematik alam belaka. tapi juga dilakukan studi literasi lewat dongeng tadi.

Kita mengerti dongeng adalah sebuah cerita yang kebenarannya tak bisa dipertanggung jawabkan. Dongeng dengan segala versinya, pasti mengandung unsur kebohongan dan kesengajaan sekaligus manfaat tersendiri.

Buktinya, semenjak manusia mengenal digital dan berita, orang mulai menerjemahkan kembali apa saja yang terdapat di dalam dongeng, baik tempat, waktu, nama, dan latar belakangan yang lain.

Hanya saja kita belum mencari manfaat apa yang didapat dalam dongeng tersebut. kita juga tidak tahu bahwa dongeng tak hanya sebuah cerita, tapi dia akan terus populer sampai dunia ini berakhir, baik dalam versi sekolah, keluarga, maupun suku.

Bisa dibayangkan, seandainya kita mempunyai sebuah dongeng tentang soal sesuap nasi bisa merusak alam, mungkin itulah sekian ribu cara agar kita memahami kondisi semesta saat ini.

Dari dongeng sesuap nasi kita bisa ceritakan pada anak-anak saat mereka ingin beranjak tidur. Tentu anak-anak ini nanti, akan diceritakan ulang pada teman-temannya sehingga dongeng itu berhasil terekspos secara cepat.

Membuat dongeng alam tentu tak harus berdasarkan sifat asli cerita. Latar belakang dan tokoh legenda bisa kita buat-buat, asalkan dampaknya bisa mengenai pembaca.

Berita, misalnya tidak akan pernah dibaca oleh semua kalangan jika tak bisa menunjukkan human interest yang tepat. Sebaliknya berita dapat laku sebab pemberitaan berjalan sesuai keinginan publik.

Faktor keinginan ini yang kemudian layak dikonsumsi oleh publik. Publik begitu sudah memuncak rasa ingin tahunya, maka boleh dikata mereka pasti mengejar sampai keingintahuan itu tercapai. Logikanya sebuah toko tak akan pernah laku di mata pembeli ketika menu yang disajikan tidak bisa memenuhi hasrat.

Dari sini, Erich Fromm dalam buku To Have or To Be (2019) yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, menuliskan risalah panjang bagaimana seseorang bisa mengada sekaligus punya rasa memiliki.

Dalam modus mengada, kata Erich, tidak dapat dipisahkan terhadap soal keyakinan. Bahkan keyakinan adalah unsur yang patut diperhitungkan sedari awal.

“Jelas, tanpa keyakinan, kita menjadi hampa, putus asa, takut hingga ke dasar keberadaan.”

Diskursus soal Dongeng Sesuap Nasi tadi juga bentuk dari yang awalnya mengada. Bentuk mengada ini nantinya menjadi simbol holistik terhadap pembacaan masyarakat kita.

Tentu bukan perkara mudah, berbicara dongeng sebelum tidur seperti ini. Tapi di saat orang mulai percaya terhadap serial Maling Kundang, Bawang Merah dan Putih atau Si Kancil Mencuri Timun, kita mendapat kesempatan untuk membikin yang lebih baik.

Sejak serial dongeng perlahan-lahan mulai habis, kita seolah-olah ingin mengembalikan kembali citra nusantara melalui budayanya. Salah satu budaya yang dari dulu sudah terbentuk dan terbukti hanyalah dongeng tadi. Tapi dongeng akhirnya gagal bersaing dengan majunya teknologi, yang ingin mengubah dunia dengan satu kedipan mata. 

Keniscayaan tetaplah jadi produk kita. Sehebat apa pun canggihnya tekonolgi, legenda masih gagah dan relevan untuk dibicarakan. Tapi, kata Goenawan Muhammad, sang pahlawan sebaiknya mati. Sebab revolusi tak pernah sama dengan dongeng yang sempurna.

Sekalipun tak sempurna, dongeng adalah legenda yang memikat. Ia tetap jadi pitutur yang tabu dan syahdu.[T]

Mengapa Kita Perlu Dongeng dan Mendongeng?
Dongeng Kayu, Metode Kreatif Mengasuh Anak
Pentingnya Dongeng bagi Pembentukan Karakter Anak
Tags: dongengdongeng pendidikanpembelajaran
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Senja di Akhir Luka | Cerpen Ni Wayan Sumiasih

Next Post

Dendam pada Musuh yang Imaginer

Ikrom F.

Ikrom F.

Pemuda kelahiran Jember. Saat ini sedang mengabdi di pondok pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. Aktif di beberapa komunitas, seperti Komunitas Penulis Kreatif (KPK) Iksaj, IPJ, LPM Fajar dan PMII. IG @ikrom_f1234.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Kemajuan Manusia dan Kestabilan Mental

Dendam pada Musuh yang Imaginer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co