24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memahami Isu Komunikasi Internasional

Chusmeru by Chusmeru
May 14, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PERANG berkecamuk di beberapa negara belakangan ini. Rusia dan Ukraina hingga hari ini belum menyudahi peperangan. Perang antara Israel dan Palestina sudah berlangsung sejak tahun 1948 dan sampai kini belum juga berakhir. Terbaru, konflik dalam negeri di Sudan juga menimbulkan peperangan.

Mengapa perang menjadi pilihan bagi beberapa negara untuk menyelesaikan masalah? Apakah tidak ada jalan komunikasi lain tanpa harus dengan peperangan? Mengingat, perang bukan hanya menghasilkan pemenang, namun juga menimbulkan banyak korban jiwa. Selain itu, perang juga memberi dampak ekonomi, politik, sosial, dan budaya bagi negara yang terlibat peperangan maupun negara lainnya.

Perang antara Rusia dan Ukraina berdampak pada perdagangan internasional. Bahkan sektor pariwisata juga terkena imbas dari perang tersebut. Hubungan Israel dan Palestina yang belum menemukan jalan damai juga menimbulkan dampak politik di negara lain.

Indonesia gagal menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 gara-gara penolakan Gubernur Bali dan Gubernur Jawa Tengah terhadap keikutsertaan Israel dan kejuaraan sepak bola tersebut. Krisis dalam negeri di Sudan juga membuat Indonesia kerepotan, karena harus mengevakuasi ratusan warga negara Indonesia yang berada di Sudan.

Jika perang menjadi penyelesaian dalam setiap masalah hubungan antarnegara, bagaimana nasib rakyat yang hidup di negara tersebut? Apakah komunikasi internasional antarnegara saat ini tak lagi mampu menghasilkan jalan damai? Sulit untuk menjawabnya, karena hubungan antara satu negara dengan negara lain diwarnai dengan isu yang berbeda.

Isu Komunikasi

Dinamika hubungan antarnegara sangat dipengaruhi oleh strategi komunikasi internasional masing-masing negara. Sementara komunikasi internasional antara satu negara dengan negara lain selalu diwarnai dengan berbagai isu. Campur tangan pihak-pihak yang berpengaruh (influencers) juga akan menentukan strategi komunikasi internasional suatu negara.

Isu keamanan nasional acapkali mewarnai hubungan antarnegara. Masalah terorisme, kedaualatan negara, maupun narkotika sebagai isu keamanan dapat mempengaruhi hubungan dan komunikasi antarnegara. Ketika warga negara asing suatu negara terlibat tindak pidana terorisme maupun narkotika di negara lain, maka dinamika komunikasi kedua negara akan mengalami ketegangan.

Kepentingan ekonomi menjadi isu komunikasi internasional yang tak kalah penting. Jika tidak diselesaikan dengan baik, isu ekonomi dapat menimbulkan ketegangan komunikasi antarnegara. Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat kebijakan kenaikan tarif bea masuk impor baja dan aluminium sebesar 25%, banyak negara yang dirugikan.

Ketegangan hubungan terjadi antara Amerika Serikat dengan negara-negara seperti Jepang, Kanada, Korea Selatan, Brasil, China, dan Rusia. Bahkan Jepang membalasnya dengan membuat kebijakan yang membuat kebijakan yang sama bagi produk Amerika Serikat yang masuk ke Jepang. Namun berkat komunikasi internasional yang berjalan dengan baik, kedua negara tersebut akhirnya menyepakati untuk membebaskan tarif bea masuk.

Isu komunikasi internasional dapat juga bersumber dari kepentingan historis dan ideologis. Isu ini biasanya menyangkut perselisihan teritorial, kebijakan permusuhan dan persahabatan antarnegara, dan kesan emosional satu negara terhadap negara lain.

Indonesia dan Malaysia tidak memiliki isu idelogis yang serius. Akan tetapi, kesan emosional acapkali mewarnai dinamika komunikasi internasional negara serumpun itu. Begitu pula hubungan Indonesia dengan Belanda dan Jepang akan selalu diwarnai isu kepentingan historis akibat penjajahan di masa lalu.

Masalah prosedural menjadi isu komunikasi internasional, tatkala suatu negara ingin mencapai tujuan politik luar negerinya. Apakah suatu negara akan memilih bersikap damai atau lebih agresif, merupakan isu prosedural dalam komunikasi internasional. Tindakan penenggelaman kapal asing yang melakukan illegal fishing di Indonesia di era Menteri Perikanan dan Kelautan ,Susi Pudjiastuti merupakan pilihan agresif yang bersifat prosedural untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

Peran Influencers

Kebijakan komunikasi internasional suatu negara sering dipengaruhi oleh para pihak yang berpengaruh (influencers). Pihak-pihak yang mempengaruhi bisa ada di birokrasi (bureaucratic influencers), representasi partai politik (partisan influencers), kelompok kepentingan (interest influencers), serta pengaruh massa (mass influencers).

Kasus mie instan produk Indonesia yang ditarik peredarannya di Taiwan dan Malaysia bukan sekadar persoalan makanan. Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan sebagai perwakilan birokrasi perlu menjelaskan kepada kedua negara tersebut agar Indonesia tidak menyandang predikat negara pemasok makanan mengandung zat berbahaya.

Begitu juga travel warning yang dikeluarkan suatu negara terhadap Indonesia tidak semata akan berdampak pada angka kunjungan wisatawan ke Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Menteri Luar Negeri sebagai birokrat harus berkomunikasi di pasar wisata dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Bureaucratic influencers tidak harus seorang birokrat setingkat menteri. Gubernur dan bupati juga termasuk birokrat yang dapat mempengaruhi kebijakan komunikasi internasional. Usulan Gubernur Bali untuk mencabut visa on arrival bagi wisatawan asal Rusia dan Ukraina akan berdampak pada komunikasi internasional Indonesia dengan kedua negara tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di pusat maupun daerah merupakan partisan influencers yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan komunikasi internasional. Isu-isu seputar terorisme, hak asasi manusia, dan hubungan luar negeri menjadi perhatian kelompok partisan ini dalam ikut memberi masukan tentang strategi komunikasi internasional.

Hanya sayang, isu internasional yang terkait global warming maupun keberadaan rudal Korea Utara nyaris tak menjadi permbahasan yang serius di parlemen. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat keterbatasan sumber daya  kelompok partisan ini di parlemen dalam memahami kedua isu tersebut.

Kelompok kepentingan (interest influencers) merupakan sekelompok orang yang bergabung untuk kepentingan yang sama, namun belum terakomodasi dalam partai politik. Kelompok ini bisa bersifat ekonomis seperti himpunan pengusaha maupun berdasarkan ikatan etnis dan keagamaan.

Kelompok kepentingan turut mewarnai dalam komunikasi internasional suatu negara. Kebijakan terkait investasi dan ekspor-impor menjadi perhatian kelompok kepentingan ini. Larangan ekspor tembaga oleh pemerintah Indonesia misalnya, bukan hanya dipertanyakan oleh kalangan DPR; kelompok kepentingan juga merasa perlu untuk mendiskusikannya.

Opini publik juga menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan komunikasi internasional. Massa yang berpengaruh (mass influencers) biasanya akan bereaksi dengan membangun opini publik jika harga diri suatu bangsa dicederai oleh bangsa lain. Peran media sosial dan media massa sangat mempengaruhi opini publik.

Kasus 20 warga negara Indonesia yang menjadi korban tenaga kerja ilegal dan disekap di Myanmar mendapat reaksi keras dari rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat di linimasa media sosial serta pemberitaan media cetak dan online tentang ungkapan keprihatinan rakyat Indonesia atas kasus tersebut.

Insiden Sang Saka Merah Putih yang terbalik saat pembukaan SEA Games tahun 2023 di Kamboja baru-baru ini membuat warganet geram. Kekesalan rakyat Indonesia atas insiden itu membanjiri media sosial dan media massa.

 Atas opini publik yang begitu kuat itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kamboja Hang Chuon Naron  meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Bahkan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen meminta maaf secara langsung kepada Presiden Jokowi di sela-sela acara KTT ASEAN di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sesungguhnya begitu banyak isu komunikasi internasional yang muncul dalam hubungan antarnegara. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan kebijakan komunikasi internasional pun tidak sedikit. Semua kebijakan komunikasi internasional hakikatnya bertujuan menyelasaikan permasalahan antarnegara tanpa harus diselesaikan dengan jalan peperangan.

Komunikasi internasional selayaknya memang diupayakan untuk mencapai kesepakatan damai. Oleh sebab itu, pemahaman isu komunikasi antarnegara perlu terus dilakukan. Sebagaimana dikatakan Albert Einstein, kedamaian tidak bisa dipertahankan dengan kekerasan, itu hanya bisa dicapai dengan pemahaman.[T]

Komunikasi Intelijen: Layak Menjadi Kajian
Komunikasi Tradisional: Masih Adakah Urgensi?
Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudayakomunikasi informasikomunikasi politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penutupan Pasamuhan Agung Basa Bali VIII, Ada 26 Butir Rekomendasi dan Tiga Buku Pedoman yang Disepakati

Next Post

Pemimpin Anti Kritik: Komunikasi Hanya Berlangsung Satu Arah

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Pemimpin Anti Kritik: Komunikasi Hanya Berlangsung Satu Arah

Pemimpin Anti Kritik: Komunikasi Hanya Berlangsung Satu Arah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co