12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memahami Isu Komunikasi Internasional

Chusmeru by Chusmeru
May 14, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PERANG berkecamuk di beberapa negara belakangan ini. Rusia dan Ukraina hingga hari ini belum menyudahi peperangan. Perang antara Israel dan Palestina sudah berlangsung sejak tahun 1948 dan sampai kini belum juga berakhir. Terbaru, konflik dalam negeri di Sudan juga menimbulkan peperangan.

Mengapa perang menjadi pilihan bagi beberapa negara untuk menyelesaikan masalah? Apakah tidak ada jalan komunikasi lain tanpa harus dengan peperangan? Mengingat, perang bukan hanya menghasilkan pemenang, namun juga menimbulkan banyak korban jiwa. Selain itu, perang juga memberi dampak ekonomi, politik, sosial, dan budaya bagi negara yang terlibat peperangan maupun negara lainnya.

Perang antara Rusia dan Ukraina berdampak pada perdagangan internasional. Bahkan sektor pariwisata juga terkena imbas dari perang tersebut. Hubungan Israel dan Palestina yang belum menemukan jalan damai juga menimbulkan dampak politik di negara lain.

Indonesia gagal menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 gara-gara penolakan Gubernur Bali dan Gubernur Jawa Tengah terhadap keikutsertaan Israel dan kejuaraan sepak bola tersebut. Krisis dalam negeri di Sudan juga membuat Indonesia kerepotan, karena harus mengevakuasi ratusan warga negara Indonesia yang berada di Sudan.

Jika perang menjadi penyelesaian dalam setiap masalah hubungan antarnegara, bagaimana nasib rakyat yang hidup di negara tersebut? Apakah komunikasi internasional antarnegara saat ini tak lagi mampu menghasilkan jalan damai? Sulit untuk menjawabnya, karena hubungan antara satu negara dengan negara lain diwarnai dengan isu yang berbeda.

Isu Komunikasi

Dinamika hubungan antarnegara sangat dipengaruhi oleh strategi komunikasi internasional masing-masing negara. Sementara komunikasi internasional antara satu negara dengan negara lain selalu diwarnai dengan berbagai isu. Campur tangan pihak-pihak yang berpengaruh (influencers) juga akan menentukan strategi komunikasi internasional suatu negara.

Isu keamanan nasional acapkali mewarnai hubungan antarnegara. Masalah terorisme, kedaualatan negara, maupun narkotika sebagai isu keamanan dapat mempengaruhi hubungan dan komunikasi antarnegara. Ketika warga negara asing suatu negara terlibat tindak pidana terorisme maupun narkotika di negara lain, maka dinamika komunikasi kedua negara akan mengalami ketegangan.

Kepentingan ekonomi menjadi isu komunikasi internasional yang tak kalah penting. Jika tidak diselesaikan dengan baik, isu ekonomi dapat menimbulkan ketegangan komunikasi antarnegara. Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat kebijakan kenaikan tarif bea masuk impor baja dan aluminium sebesar 25%, banyak negara yang dirugikan.

Ketegangan hubungan terjadi antara Amerika Serikat dengan negara-negara seperti Jepang, Kanada, Korea Selatan, Brasil, China, dan Rusia. Bahkan Jepang membalasnya dengan membuat kebijakan yang membuat kebijakan yang sama bagi produk Amerika Serikat yang masuk ke Jepang. Namun berkat komunikasi internasional yang berjalan dengan baik, kedua negara tersebut akhirnya menyepakati untuk membebaskan tarif bea masuk.

Isu komunikasi internasional dapat juga bersumber dari kepentingan historis dan ideologis. Isu ini biasanya menyangkut perselisihan teritorial, kebijakan permusuhan dan persahabatan antarnegara, dan kesan emosional satu negara terhadap negara lain.

Indonesia dan Malaysia tidak memiliki isu idelogis yang serius. Akan tetapi, kesan emosional acapkali mewarnai dinamika komunikasi internasional negara serumpun itu. Begitu pula hubungan Indonesia dengan Belanda dan Jepang akan selalu diwarnai isu kepentingan historis akibat penjajahan di masa lalu.

Masalah prosedural menjadi isu komunikasi internasional, tatkala suatu negara ingin mencapai tujuan politik luar negerinya. Apakah suatu negara akan memilih bersikap damai atau lebih agresif, merupakan isu prosedural dalam komunikasi internasional. Tindakan penenggelaman kapal asing yang melakukan illegal fishing di Indonesia di era Menteri Perikanan dan Kelautan ,Susi Pudjiastuti merupakan pilihan agresif yang bersifat prosedural untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

Peran Influencers

Kebijakan komunikasi internasional suatu negara sering dipengaruhi oleh para pihak yang berpengaruh (influencers). Pihak-pihak yang mempengaruhi bisa ada di birokrasi (bureaucratic influencers), representasi partai politik (partisan influencers), kelompok kepentingan (interest influencers), serta pengaruh massa (mass influencers).

Kasus mie instan produk Indonesia yang ditarik peredarannya di Taiwan dan Malaysia bukan sekadar persoalan makanan. Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan sebagai perwakilan birokrasi perlu menjelaskan kepada kedua negara tersebut agar Indonesia tidak menyandang predikat negara pemasok makanan mengandung zat berbahaya.

Begitu juga travel warning yang dikeluarkan suatu negara terhadap Indonesia tidak semata akan berdampak pada angka kunjungan wisatawan ke Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Menteri Luar Negeri sebagai birokrat harus berkomunikasi di pasar wisata dunia, bahwa Indonesia adalah negara yang aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Bureaucratic influencers tidak harus seorang birokrat setingkat menteri. Gubernur dan bupati juga termasuk birokrat yang dapat mempengaruhi kebijakan komunikasi internasional. Usulan Gubernur Bali untuk mencabut visa on arrival bagi wisatawan asal Rusia dan Ukraina akan berdampak pada komunikasi internasional Indonesia dengan kedua negara tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di pusat maupun daerah merupakan partisan influencers yang berpengaruh dalam pengambilan kebijakan komunikasi internasional. Isu-isu seputar terorisme, hak asasi manusia, dan hubungan luar negeri menjadi perhatian kelompok partisan ini dalam ikut memberi masukan tentang strategi komunikasi internasional.

Hanya sayang, isu internasional yang terkait global warming maupun keberadaan rudal Korea Utara nyaris tak menjadi permbahasan yang serius di parlemen. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat keterbatasan sumber daya  kelompok partisan ini di parlemen dalam memahami kedua isu tersebut.

Kelompok kepentingan (interest influencers) merupakan sekelompok orang yang bergabung untuk kepentingan yang sama, namun belum terakomodasi dalam partai politik. Kelompok ini bisa bersifat ekonomis seperti himpunan pengusaha maupun berdasarkan ikatan etnis dan keagamaan.

Kelompok kepentingan turut mewarnai dalam komunikasi internasional suatu negara. Kebijakan terkait investasi dan ekspor-impor menjadi perhatian kelompok kepentingan ini. Larangan ekspor tembaga oleh pemerintah Indonesia misalnya, bukan hanya dipertanyakan oleh kalangan DPR; kelompok kepentingan juga merasa perlu untuk mendiskusikannya.

Opini publik juga menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan komunikasi internasional. Massa yang berpengaruh (mass influencers) biasanya akan bereaksi dengan membangun opini publik jika harga diri suatu bangsa dicederai oleh bangsa lain. Peran media sosial dan media massa sangat mempengaruhi opini publik.

Kasus 20 warga negara Indonesia yang menjadi korban tenaga kerja ilegal dan disekap di Myanmar mendapat reaksi keras dari rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat di linimasa media sosial serta pemberitaan media cetak dan online tentang ungkapan keprihatinan rakyat Indonesia atas kasus tersebut.

Insiden Sang Saka Merah Putih yang terbalik saat pembukaan SEA Games tahun 2023 di Kamboja baru-baru ini membuat warganet geram. Kekesalan rakyat Indonesia atas insiden itu membanjiri media sosial dan media massa.

 Atas opini publik yang begitu kuat itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kamboja Hang Chuon Naron  meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Bahkan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen meminta maaf secara langsung kepada Presiden Jokowi di sela-sela acara KTT ASEAN di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Sesungguhnya begitu banyak isu komunikasi internasional yang muncul dalam hubungan antarnegara. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan kebijakan komunikasi internasional pun tidak sedikit. Semua kebijakan komunikasi internasional hakikatnya bertujuan menyelasaikan permasalahan antarnegara tanpa harus diselesaikan dengan jalan peperangan.

Komunikasi internasional selayaknya memang diupayakan untuk mencapai kesepakatan damai. Oleh sebab itu, pemahaman isu komunikasi antarnegara perlu terus dilakukan. Sebagaimana dikatakan Albert Einstein, kedamaian tidak bisa dipertahankan dengan kekerasan, itu hanya bisa dicapai dengan pemahaman.[T]

Komunikasi Intelijen: Layak Menjadi Kajian
Komunikasi Tradisional: Masih Adakah Urgensi?
Dimensi Komunikasi Puasa dan Lebaran
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi antarbudayakomunikasi informasikomunikasi politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Penutupan Pasamuhan Agung Basa Bali VIII, Ada 26 Butir Rekomendasi dan Tiga Buku Pedoman yang Disepakati

Next Post

Pemimpin Anti Kritik: Komunikasi Hanya Berlangsung Satu Arah

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Pemimpin Anti Kritik: Komunikasi Hanya Berlangsung Satu Arah

Pemimpin Anti Kritik: Komunikasi Hanya Berlangsung Satu Arah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co